A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
PERCAYA DIRI



Jam menunjukan pukul 06.35 WIB.


Elina yang masih dalam perjalanan menuju sekolah pun memutuskan untuk menghubungi Hans.


Berdering


Drett


Drett


Panggilan terhubung.


"Hans, gue boleh minta tolong nggak?"


"Tolong apa?"


"Lo sekarang di mana?"


"Di kelas. "


"Tumben. "


"Minta tolong apa? Gak usah berbelit-belit bisa kan. "


"Kalo lo gak sibuk, jam istirahat kita ketemuan. "


"Tapi sayangnya gue sibuk. "


"***** banget sih. "


"Yaudah iya bawel, ketemuan di mana?"


"Di taman sekolah. "


"Penting banget emang?"


"Kalo gak penting ngapain juga gue mohon-mohon kek gini ke lo. "


"Masih pagi juga, udah marah-marah aja. "


"Udah ah, males gue ngomong sama lo, sampe ketemu nanti siang. "


"Hm. "


Panggilan pun dimatikan dari pihak Elina.


"Pak, saya boleh nanya gak?"


"Boleh atuh non. "


"Pak Joko udah berapa lama jadi kepeceryaan papah?"


"5 tahunan mah ada non. "


"5 tahun?"


"Iya non. Kenapa ya non?" ucap Joko yang masih dengan fokusnya menyetir.


"Hm. Gak papa, ntar aja deh kalo udah di rumah bahasnya. "


"Siap non. "


Sampai pada akhirnya, Elina pun tiba di depan gerbang sekolahnya tersebut. Lalu, Joko keluar membukakan pintu Elina dan mempersilahkan Elina untuk keluar dari dalam mobil.


"Makasih pak. "


"Kembali kasih non. "


"Saya pulang dulu ya non. "


"Iya. "


Joko pun kembali ke apartemen milik sarah. Dan berencana akan mengantarnya berbelanja hari ini. Sedangkan Elina, ia pergi meninggalkan gerbang dan memasuki halaman sekolah menuju kelasnya.


Belum saja Elina menaiki anak tangga, Farel sudah lebih dulu memegang salah satu pergelangan tangan miliknya.


"Hm?"


"Mau sampe kapan, lo dingin terus sama gue?"


"Sampe lo sadar. "


"Maksud lo?"


"Sampe lo sadar, kalo lo itu gak pantes buat diperjuangin, " smSarkas Elina.


Jleb


"Gue bakal bikin lo suka lagi ke gue, " ucap Farel dengan penuh percaya diri.


"Dan gue bakal bikin lo nyesel, karna ngelakuin hal itu ke gue, " balas Elina.


"Kita liat aja nanti. "


Farel pun pergi meninggalkan Elina dengan begitu saja. Lalu, menghampiri Bagas dan juga Justin yang sudah sedaritadi menunggunya disebuah lorong yang tak jauh dari kelasnya.


"Gimana bos?" tanya Justin.


"Gue bakal bikin dia tergila-gila lagi ke gue, " ucap Farel dengan dingin.


"Lo yakin?" tanya Bagas.


"Bukan Farel, kalo gak bisa ngedapetin orang yang dia mau. "


"Percaya.. " ucap Bagas dan Justin dengan kompaknya.


...***...


Nabila yang kesulitan akan tugasnya sedaritadi malam membuat dirinya harus mengerjakan tugasnya di sekolah. Dengan bantuan Kevin pacarnya lah, Nabila bisa menyelesaikannya dengan tepat waktu, sebelum jam mata pelajaran pertama dimulai.


"Makasih ya sayang. "


"Sama-sama, " ucap Kevin dan sesekali ia membalas senyuman Nabila padanya tadi.


"Kamu udah sarapan belum?" tanya Nabila.


"Belum. "


"Kok belum? Gak masak emang?"


"Lagi gak nafsu sarapan. "


"Ih ntar kamu sakit. Pokoknya kamu harus makan sekarang juga. "


"Aku mau ke kantin dulu, mau beliin bubur ayam buat kamu. "


"Sejak kapan di kantin ada yang jual bubur ayam?"


"Ada dong. Pihak sekolah udah nyiapin semua makanan yang jauh lebih sehat sekarang, " Perjelas Nabila.


"Aku kira kamu kudet, " Goda Kevin.


"Enak aja. Yaudah, aku ke kantin dulu ya. "


"Iya deh iya. "


"Oh iya, nih hape aku. Kata sandinya *** kalo kamu mau periksa WA aku, periksa aja gak usah malu-malu. "


"Iya sayang makasih ya. "


"Kok makasih?"


"Karna sekarang kamu udah mulai terbuka sama aku. "


Nabila hanya tersenyum gemas saat melihat tingkah Kevin yang sangatlah menggemaskan akhir-akhir ini. Lalu, pergi menuju kantin untuk membeli bubur ayam yang akan Kevin makan nanti. Sedangkan Kevin, ia mulai memainkan ponsel milik Nabila dan sesekali ia berpose di ponsel milik kekasihnya tersebut.


SEBUAH MISTERI.


Apa yang akan Elina katakan pada Hans nanti? Apa ia sudah tau akan rencana Farel?