A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
BACKSTREET



Masih di tempat yang sama, Farel masih saja dengan setianya menemani Zahra di kamar pasien.


Farel sempat mengobati luka yang ada ada di wajah Zahra yang tidak sengaja terkena pukulan keras dari tangan Farel itu sendiri. Tentu saja hal itu membuat Farel sangat merasa bersalah dan selalu saja menyalahkan dirinya sendiri di hadapan Zahra. Alih-alih bukannya menenangkan, Zahra malah satu-duanya dengan Farel, ia turut sedih bahkan menangis.


Farel yang menyadari hal itupun tersenyum gemas, ekspresi apapun yang Zahra tunjukan padanya, selalu saja berhasil membuat Farel yang melihatnya pun tersenyum.


Disatu sisi, Zahra masih bimbang akan perasaannya sendiri. Zahra memang tidak menyukai Kevan saat itu. Tapi untuk saat ini, Zahra malah membukakan hatinya pada Kevan dan tentu saja hal itu membuat Kevan semakin ingin berjuang untuk mendapatkan hati Zahra.


Kevan selalu saja ada untuk Zahra. Bahkan, saat kondisi Zahra seperti itu pun Kevan masih saja menjadikan Zahra sebagai prioritasnya. Zahra yang menyadari hal itu pun sontak luluh akan perilaku Kevan terhadapnya selama ini.


Tapi disatu sisi lainnya, Zahra sudah menjadi kekasih Farel, hanya saja sikap posesife Farel lah yang membuatnya sedikit tidak nyaman, tapi untuk rasa sayangnya ke Farel? Tentu saja jauh lebih besar dibandingkan rasa sayang Zahra pada Kevan.


Zahra memang membukakan hatinya pada Kevan, tapi tidak untuk saling memiliki satu sama lain. Melainkan ia hanya ingin berbalas budi.


Farel tau akan hal itu, tapi Farel sendiri tidak ingin jika senyuman orang yang sangat ia sayang ditunjukan untuk orang lain. Baginya, senyuman Zahra hanya wajib diperlihatkan untuknya dan tentunya hanya untuk keluarga besar Farel maupun keluarga besar Zahra itu sendiri.


Egois memang. Tapi itu semua Farel lakukan agar Zahra tidak berpaling ke lain hati. Sekalipun iya, Farel akan membunuh orang tersebut pada saat itu juga. Sekalipun dirinya harus menjadi psycho.


Ternyata hubungan keduanya sudah berjalan 3 tahun lamanya, Farel mengungkapkan rasanya ke Zahra saat keduanya masih duduk di bangku kelas 8 atau 2 SMP. Hanya saja Farel dan Zahra harus mengalami fase long distance relationship, selama setahun, dikarenakan Farel yang harus melanjutkan sekolahnya di Berlin pada saat itu.


Saat Farel sudah menginjak kelas X, Farel pun kembali ke tanah air dan saat Farel mengetahui Zahra sekolah di tempat milik papahnya sendiri, dengan sangat senang hati, Farel pun langsung menerima tawaran yang papahnya berikan sebelum-sebelumnya.


Tapi semuanya tidak berjalan dengan mulus, keduanya harus melakukan hubungan secara backstreet, dikarenakan Farel dan Zahra harus mengikuti peraturan yang Zacky buat di sekolah miliknya tersebut.


Zacky tau soal hubungan yang Farel dan Zahra jalani selama ini, tapi bagaimanapun juga, Zacky harus bersikap profesional dalam pekerjaanya dan dikarenakan memang sudah terlebih dulu ditanda tangani di atas materai dari sebelum-sebelumnya.


Peraturan-peraturan yang Zacky buat, salah satunya ialah : Dilarang berpacaran dengan yang satu sekolah, sekalipun iya. Harus bisa bersikap profesional dari kedua belah pihak yang menjalani hubungan tersebut.


Bahkan, Nabila sahabatnya sendiri pun tidak tau-menau akan hubungan Zahra dan Farel. Mendengar nama Farel saja, sudah terdengar sangatlah asing di telinga Nabila, terlebih lagi yang Nabila tau tentang Zahra soal asmaranya ialah, Zahra membenci kevan dan sangatlah menyukai Kevin!


Tapi semua itu hal yang sangatlah keliru, bahkan bertolak belakang. Zahra sendiri tidak pernah membenci Kevan, hanya saja ia menghargai perasaan Farel yang terbilang sangatlah posesife terhadapnya. Zahra menjauhi Kevan pun bukan karna Zahra tidak menyukainya melainkan ada hati yang harus ia jaga.


Dikarenakan hubungannya dengan Farel yang backstreet itulah, membuat Zahra kehabisan akal dengan harus membuat alasan seperti apa lagi, dikarenakan Zahra sendiri selalu mengaku dirinya tidak mempunyai pacar dan selalu bersikap layaknya jomblo.


Setelah Zahra pikir-pikir kembali, munculah di dalam benaknya. Lebih baik ia menjauhi Kevan dengan alasan ia tidak menyukai Kevan yang sangat mengejar-ngejarnya sedaridulu, padahal itu sama sekali tidak benar.


Dan sudah jelas, Zahra sama sekali tidak mempunyai rasa untuk Kevan maupun Kevin, ia hanya berbohong dengan Nabila pada saat itu, agar Nabila sendiri percaya bahwa dirinya belum mempunyai pacar sama sekali dan Nabila dengan polosnya pun percaya akan hal itu.


SEBUAH MISTERI.


Hanya untuk membalas budi, balas budi untuk apa?


Dan bagaimana bisa Elina tidak tahu tentang hubungan keduanya?


Sedangkan Farel sendiri sudah berjanji akan sehidup-semati dengan Elina saat usia mereka masih menginjak 9 tahun kala itu.


Mengungkapkan rasanya saat duduk di bangku kelas 8? Bukannya Farel masih berada di Berlin pada saat itu?


Lalu, bagaimana bisa keduanya bisa saling mengenal satu sama lain?


Bagaimana bisa mereka menjalani hubungan selama itu dengan cara backstreet?