A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
KEMBALI



1 bulan pun berjalan. Tidak ada kabar perihal Zahra, kemungkinan besar pihak sekolah memang sengaja telah menutupi hal tersebut.


Mereka terlihat acuh, seolah-olah mereka sudah tau informasi mengenai keberadaan Zahra saat ini. Dari hari pertama Zahra menghilang pun sama sekali tidak ada guru yang bertanya akan penyebab hilangnya Zahra dan tentu saja hal itu membuat Nabila semakin ingin mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.


"Keknya ada yang gak beres, gue harus cari tau sendiri, " batin Nabila.


Jam menunjukan pukul 07:15 WIB.


Tring


Tring


Bel sekolah pun berbunyi. Pertanda jam pelajaran pertama akan segera dimulai dan terlihat dengan jelas terdapat siswa-siswi yang bertebaran di setiap sisi jalannya, mereka berlomba-lomba untuk masuk ke dalam kelas lebih awal.


Begitulah sistem BK. Memiliki aturan yang cukup ketat dan bisa dikategorikan, termasuk salah satu sekolah paling terdisiplin dan cukup keras di Jakarta. Tapi tidak sedikit dari orang tua yang sangat berminat mendaftarkan anak-anak mereka untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya di sini.


Satu menit telat masuk jam pelajaran, sanksinya ialah lari 25 keliling memutari lapangan upacara, begitupun seterusnya hanya dikali 2. Jika telat dua menit berarti harus 50 kali keliling lapangan.


Pada saat itu juga, Nabila pun pergi menuju kelas. Dikarenakan Elina tidak akan masuk dalam jangka waktu 5 hari ke depan, mau tidak mau Nabila jadi lebih banyak menghabiskan waktunya di perpustakaan milik sekolah selama jamkos.


Semua guru-guru sedang mengikuti rapat disebuah ruangan yang letaknya di lantai 3, lantai yang masing-masing ruangannya hanya khusus disediakan untuk para guru-guru dan terdapat ruang khusus kepala sekolah di dalamnya.


BK pun terkenal akan jam pembelajarannya yang tidak begitu wajib. Rapat selalu diadakan 2 hari sekali, terlebih lagi, akan ada sanksi bagi guru yang tidak bisa mengikuti rapat tanpa alasan yang logis. Sehingga jamkos adalah surga duniawi bagi siswa-siswi itu sendiri.


Maka dari itu, semua murid terlihat sangatlah bebas, dikarenakan guru mata pelajaran pun sama sekali tidak memberi tugas untuk murid-murid kerjakan.


Suasana kelas pun menjadi ramai seketika. Tidak ada guru, tidak ada yang mengawas, tentu saja membuat mereka bebas melakukan aktifitas-aktifitas lainnya.


Berbagai macam kegiatan pun sangat terlihat jelas, layaknya harimau yang baru saja lepas dari kandangnya.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya, Nabila pun memutuskan untuk kembali menuju perpus, bukan untuk membaca buku, melainkan mencari ketenangan.


Seperti yang diketahui oleh para siswa BK, pihak sekolah sudah memberi fasilitas dengan cukup lengkap. Seperti saat ini, telah adanya 4 penyejuk udara di setiap sisi sudut perpustakaan dan dikarenakan, ukuran bangunannya yang sangat luas dan nyaman, tentunya menjadikan perpustakaan itu sendiri sebagai surga duniawi ataupun rumah kedua bagi siswa-siswi yang ada di dalamnya.


Tidak sedikit di antara mereka yang menghabiskan waktu luangnya hanya untuk bisa mengunjungi perpustakaan yang letaknya tidak jauh dari belakang sekolah. 


Tidak hanya penyejuk udara, pihak sekolah pun telah menyediakan beberapa sofa yang sangat empuk di dalamnya, membuat para siswa agar lebih nyaman ke depannya.


Bluk


Saat Nabila sedang berjalan menuju perpus, Nabila tidak sengaja bertabrakan dengan seorang cowok yang sebenarnya tidaklah asing baginya.


"Eh Bil lo gak papa kan? Maaf, gue sama sekali gak sengaja. "


"Gak papa kok, santai aja, " balas Nabila lalu pergi meninggalkan cowok tersebut.


"Nabila, " Nabila pun menghentikan langkahnya lalu berbalik badan menatap cowok yang baru saja bertabrakan dengannya tadi.


"Iya Vin ada apa?" tanya Nabila pada Kevin.


Kevin Erlangga Putra. Anak kedua dari Deni Erlangga dan Cahya Dwi Erlangga, orang tuanya pun termasuk salah satu donatur terbesar di SMAN BHAKTI KENCANA pertiap tahunnya.


Ayahnya bekerja sebagai Tentara Angkatan Udara, sedangkan bundanya sendiri, bekerja sebagai Dokter Spesialis Gizi dan termasuk ibu-ibu sosialita juga. Maka dari itu, kehidupan kevin masuk dalam kategori kelas atas atau lebih tepatnya yaitu orang-orang yang berkecukupan.


Kevin sendiri pun telah memiliki 2 apartemen, satu ia dapatkan dari hadiah ulang tahunnya pada satu tahun yang lalu dan satu lagi ia dapatkan dari hasil kerja kerasnya sendiri.


Disertai 2 mobil, satu mobil bugatti la voiture noire dan satu mobil mercedes. Hanya saja, mobil yang ia dapat bukanlah dari hasil kerja kerasnya selama ini, melainkan dari jerih payah ayahnya sendiri.


Bagaimanapun juga Kevin mempunyai seorang kakak, jadi dua mobil yang ia punya pun mau tidak mau harus saling berbagi dengan kakaknya sendiri.


Mungkin nama Kevan sudah tidaklah asing lagi untuk didengar. Kevan ialah orang yang selama ini selalu mengganggu Zahra dan sekaligus orang yang sangat Zahra hindari dalam hidupnya.


Dan tentunya kevan dan kevin pun duduk di kelas yang sama. Hanya saja, Kevin lebih cenderung pendiam dan sangat jauh jika harus dibandingkan dengan Kevan yang mempunyai sikap petakilan. Bahkan, terkenal akan playboy nya, dikarenakan sangat sering bergunta-ganti pasangan.


Kevan Raditya Erlangga. Anak pertama dan yang berarti dirinya adalah kakak dari kevin Erlangga Putra.


Hanya saja, cara berpikir mereka tentulah berbeda, kevin jauh lebih dewasa jika dibandingkan dengan Kevan yang terlihat jelas seperti anak kecil. Paras kevin pun jauh lebih tampan dibanding kevan, hanya saja kevan pandai dalam merayu dan hal itulah yang membuat wanita di luar sana kemungkinan besar dengan waktu yang sangat cepat bisa jatuh ke dalam pelukannya saat itu juga.


Tapi tetap saja, hati Kevan hanya tulus kepada Zahra. Terlihat jelas Kevan menyukainya dan Zahra sendiri pun menyadarinya. Kevan menyukai Zahra di saat usia keduanya menginjak 12 tahun kala itu dan masih memendam rasa sampai detik ini. Ia sendiri tidak mau jika harus terburu-buru mengungkapkan rasanya pada Zahra, Kevan akan tetap setia dengan Zahra meski sekalipun kevan tau, Zahra tidak akan pernah menyukainya.


Sudah 11 tahun mereka satu sekolah, hanya saja Zahra menjauh dari kevan, saat ia tau Kevan menyukainya dan hal itu membuat persahabatan mereka berempat sedikit renggang.


Kevin yang tau Nabila saat ini akan pergi ke perpustakaan, mau tidak mau ia pun bertanya untuk memastikan kembali akan tebakannya tadi.


"Lo mau ke perpus bukan?" balas Kevin.


"Iya gue mau ke perpus, mau ngadem hahahah. "


"Bareng yuk, gue juga mau ke perpus, " Ajak Kevin, meski sebenarnya Kevin sendiri masih sangatlah canggung.


"Yaudah ayo, " ucap Nabila dengan antusias lalu dengan senang hati ia menarik pergelangan tangan milik Kevin.


Nabila sendiri merasa senang. Kevin telah menyapanya kembali, dikarenakan, telah dari sekian lama keduanya menjauh satu sama lain.


Bagaimanapun juga, Zahra sahabatnya dan Zahra sangatlah menyukai Kevin. Kevin yang sadar akan sikap Nabila yang menjauhinya pun mau tidak mau, ia harus megikuti alur ceritanya, Kevin pun ikut menjauh. Ia hanya tidak ingin merusak suasana.


Kevin tersenyum simpul, saat Nabila menarik pergelangan tangannya saat ini.


Hati Kevin hanyalah milik Nabila, sama halnya seperti Kevan yang telah menyukai Zahra sejak usianya menginjak 12 tahun. Kevin pun telah menyukai Nabila, sejak usia keduanya menginjak 14 tahun kala itu.


Semenjak itulah, Kevin selalu berusaha mencari tau tentang Nabila lebih dalam dan saat ia mengetahui tentang kondisi mamahnya Nabila yang sebenarnya, ia justru sangat prihatin. Tidak ada rasa jiji ataupun tidak suka, perilaku Nabila yang selalu dengan setianya merawat mamahnya tersebut, membuat Kevin sendiri menjadi semakin lebih mantap untuk menyukainya.


Rasa kagum akan cara berpikir Nabila dan terlebih lagi, rasa tersebut masih tetap ada sampai saat ini, meski selama ini mereka saling menjauh satu sama lain, nyatanya Kevin selalu memperhatikan Nabila secara diam-diam.


Saat keduanya sudah memasuki kelas 10, Kevin memang sudah sengaja, untuk duduk di bangku posisi paling belakang, agar ia tetap bisa mengawasi Nabila jika suatu saat nanti ada yang berniat jahat padanya. Terlebih lagi, ada Cindy yang mempunyai mulut pedas saat berbicara dengan orang yang ia tidak suka.