A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
COWOK MISTERIUS



Jam menunjukan pukul 15.35 WIB.


Nabila yang masih dengan setianya menunggu adanya kendaraan umum pun, tiba-tiba terkejut akan adanya seseorang yang menepuk bahunya dari arah belakang.


Rasa parno itupun kembali muncul, Nabila teringat akan kejadian yang baru saja ia alami 2 hari yang lalu. Ia takut jika ketiga preman itu datang kembali dan membalaskan dendam ke dirinya saat itu juga.


Mau tidak mau, Nabila pun sontak berlari dengan kecepatan tinggi dan menghentikan langkah kakinya, saat mendengar ada yang memanggilnya dari arah belakang tadi dan Nabila pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara itu berasal. Karna suaranya yang tidaklah asing di telinga.


Sampai pada akhirnya.


"Lo lagi Lo lagi..seneng banget sih lo bikin gue jantungan. "


Betapa kesalnya saat ia tau kalau orang yang telah menepuk bahunya tadi bukanlah salah satu dari ketiga preman yang saat itu berusaha menculiknya, melainkan cowok yang telah mengantarnya pulang 2 hari yang lalu.


"Apa perlu gue ingetin lagi. Kalo jam segini gak bakal ada kendaraan umum yang lewat dan bakal ada lagi preman yang dateng buat ngebales dendam karna lo waktu itu berhasil lolos. "


"Diperkosa, disiksa habis-habisan dan dimutilasi hidup-hidup, terus dijual deh organ tubuh lo, " lanjut cowok tersebut yang tentu saja membuat Nabila semakin takut akan hal itu.


"Gila lo ya, ngedoain banget *****, " ucap Nabila dengan kesal.


"Fakta, " balas cowok tersebut untuk memastikan kembali akan ucapan yang ia lontarkan tadi.


"Berisik lo!" bentak Nabila.


"Galak amat, "


"Sekarang tuh jaman udah modern, makin kesini teknologi makin canggih, ngapain diadain aplikasi gojek, aplikasi grab kalo gak ada gunanya, " pertegas Nabila.


"Yaudah pesen aja. Selamat menunggu nona, " ucap cowok tersebut lalu meninggalkan Nabila yang masih di depan gerbang sekolah dengan begitu saja.


Nabila pun langsung membuka ponsel miliknya tersebut dan saat ia ingin memesan grab, ponselnya pun mati dengan seketika, dikarenakan lowbat dan tentu saja Nabila sendiri tidak menyadarinya tadi, ia pikir ponselnya masih bisa berfungsi untuk satu jam ke depan.


Sampai pada akhirnya, Nabila pun berlari menuju arah parkiran sekolah dan berniat untuk menghampiri cowok yang ia temui tadi


"Eh. Gu..gue, boleh minta tolong gak?" ucap Nabila dengan gugupnya dikarenakan ia malu akan sikap angkuhnya tadi.


"To the point aja, " ucapnya dengan dingin.


Lalu, menutup kembali pintu mobil yang baru saja sempat terbuka.


"Gue boleh minjem ponsel lo dulu gak sebentar? Plisee, " ucap Nabila dengan melasnya.


Cowok tersebut pun mengeluarkan ponsel miliknya yang ia simpan di dalam tas sekolahnya, lalu memberikannya ke Nabila tanpa mengucapkan sepatah dua patah pun.


"Boleh? Bener? Makasih, " ucap Nabila dengan senang.


Nabila pun langsung mengambil ponselnya dan menulis sebuah pesan yang berisi..


"Mah. Nabila masih harus ke Caffe dulu, sekarang bagian Nabila yang harus jaga toko. "


"Soalnya, pemilik tokoh harus ke luar negri untuk sementara waktu dan baru aja tadi Nabila dikonfirmasi dari caffe, jadi mamah gak perlu khawatir kalo magrib Nabila belum pulang juga, jangan lupa diminum ya mah obatnya. " Tentu saja Nabila berbohong akan hal itu.


"Huh. Untung aja gue hapal nomornya mamah, " batin Nabila.


Selesainya ia memberi kabar pada mamahnya, Nabila pun langsung memberikan ponselnya kembali kepada sang pemilik ponsel tersebut.


"Makasih ya. Makasih banget dan maaf juga kalo gue tadi udah marah-marah ke lo, " Perjelas Nabila lalu pergi meninggalkan cowok tadi.


"Emang grab nya udah dateng?" Nabila yang mendengar akan hal itupun lansung menghentikan langkahnya dan kembali berbalik arah menatap cowok tadi lalu tersenyum dengan sangatlah manis.


"Gue gak mesen grab, tapi ngabarin mamah gue, biar dia gak khawatir kalo gue belum pulang-pulang juga sampe sekarang, " Lalu melangkahkan kakinya kembali dan otomatis ia meninggalkan cowok tadi.


Tapi tak lama kemudian, Nabila yang telah melangkahkan kakinya, ia pun sontak terkejut saat dirinya yang diangkat kembali layaknya bridal style, seperti halnya waktu malam itu dan lagi-lagi detak jantung Nabila menjadi sangat tidak beraturan, sesekali ia pun memandang wajah cowok tersebut dengan tatapan penuh rasa kagum akan paras tampan yang ia miliki.


"Cakep amat si. Adem banget liatnya, gak sanggup gue, tapi kalo gak diliat, mubazir dong, " batin Nabila.


"Iya tau gue ganteng. Tapi gak usah mesem-mesem gitu juga, " ucap cowok tersebut dan sontak membuat Nabila tersipu malu karna terciduk telah menatapnya.


"Geer banget sih lo. "


"Udah ah turunin-turunin, emang gue bocah apa. Harus digendong-gendong kek gini, " berontak Nabila.


"Gosah mempercantik diri dengan cara ngegas, kalo gue makin jatuh cinta, apa lo mau tanggung jawab? Nggak kan. "


Nabila yang mendengar akan hal itupun langsung terbang bagaikan melayang-layang di atas awan dan tanpa ia sadar, lagi-lagi kedua pipinya berubah menjadi merah merona.


Cowok misterius yang menyadari akan hal itupun tersenyum tipis, tidak terlihat dengan kasat mata, terlalu tipis. Hingga Nabila sendiri pun tidak menyadarinya.


Sampai pada akhirnya, Nabila pun diturunkan dan dimasukannya lah ke dalam mobil yang pintunya telah terbuka dengan secara otomatis.


"Lo mau bawa gue kemana?" tanya Nabila dengan sontak.


"Anter pulang lah, mau kemana lagi. "


Cowok tersebut pun memasangkan seatbel mobilnya terlebih dahulu ke Nabila dan dilanjutkan memasangkan ke dirinya sendiri. Nabila yang sadar akan hal itu pun, hanya bisa terdiam dengan wajah yang membeku.


SEBUAH MISTERI.


Sebenarnya, siapa cowok dingin yang telah membantu Nabila akhir-akhir ini?