
Masih di tempat yang sama, Kevin memang sudah lebih dulu menghubungi Farida, saat Nabila sendiri masih dalam keadaan tertidur dengan sangat pulas di kamarnya. Kevin meminta izin kepada Farida, untuk mengajak Nabila menghabiskan waktu sehari penuh bersamanya.
Farida sendiri awalnya menolak, tapi karna keduanya sudah mengenal sejak lama, Farida pun berusaha memberi kepercayaannya kepada Kevin.
Nabila pun berusaha memahaminya. Tak lama kemudian, Nabila pun terbangun dari tidurnya dan langsung menghampiri Kevin yang terlihat sedang memasak.
"Gue bantu ya. "
"Yaudah, nih celemeknya. Takut baju lo kotor. "
"Baiklah, " Goda Nabila.
Setelah keduanya selesai memasak. Nabila dan juga Kevin langsung menuju meja makan lalu menyantap makanannya dengan begitu lahap.
Memuji rasa makanan satu sama lain. Nabila menyantap makanan yang telah dimasak oleh Kevin dan begitupun sebaliknya.
"Kok lo bisa masak sih? Mana enak lagi, " tanya Nabila dengan posisi yang sedang mengunyah makanan di dalam mulutnya tersebut.
"Sekarang makan aja dulu, ntar gue kasih tau panjang kali lebarnya kek gimana, " Perjelas Kevin.
"Eum. Ok sayang, " Goda Nabila dengan antusiasnya.
Kevin yang mendengarnya pun tersenyum simpul dan tentu saja ia tidak ingin, Nabila tersedak akan makanannya tersebut dikarenakan terlalu banyak bicara dan memang sudah ada aturannya bukan? Jika makan memang tidak boleh banyak berbicara.
Sampai pada akhirnya, makanan pun telah bersih sangatlah bersih dari piring mereka masing-masing.
Kevin pun membawa piring-piringnya ke dapur dan disimpannya lah ke dalam wastafel lalu, menggulungkan kedua lengan bajunya.
Nabila yang sadar akan hal itupun langsung menghampiri Kevin.
"Ngapain?" tanya Nabila.
"Ngagetin aja. Lagi nyuci piring. "
"Mau gue bantuin?" tanya Nabila lalu menggulungkan kedua lengan bajunya.
"Gak usah. Lo balik aja ke kamar gue dulu, " ucap Kevin, yang sedang membilas satu-persatu piring-piringnya.
"Ini tuh kerjaan cewek dan lo cowok. Jadi sama gue aja ok, ini kan apartemen lo, yakali lo sendiri yang jadi babu. "
"Yaudah. Lo temenin gue aja, " balas kevin yang masih tetap fokus membilas satu-persatu cucian piring-piringnya.
"Maksudnya?"
"Lo duduk aja di kursi, tuh di situ, " ucap Kevin dengan sesekali ia menunjuk arah tempat duduk yang memang sudah sengaja ia sediakan dari awal dirinya tinggal di apartemen yang saat ini ia tempati.
"Yaudah deh iya, " ucap Nabila dengan pasrah.
Kevin yang melihat Nabila begitu menurut akan perintahnya pun, dengan sontak tersenyum gemas.
Dan di sisi lain, ada Nabila yang selalu saja menatap Kevin dengan penuh rasa kagum. Selain tampan, kevin pun mandiri, terlalu banyak hal positif yang Nabila temukan dalam diri Kevin dan tentu saja hal itu membuat dirinya semakin mantap untuk menyukai Kevin.
"Suami idaman banget sih, " ucap Nabila tanpa sadar.
"Siapa?" tanya Kevin yang tidak sengaja mendengar akan ucapan Nabila tadi.
"Hah?"
"Aduh. Gue bilang apa tadi, jangan bilang gue muji dia, bisa-bisa dia ngefly lagi kalo gue puji, " batin Nabila.
"Yee. Malah bengong, orang mah nanya, " ucap Kevin lalu, membuka celemek yang sedaritadi ia pakai saat sedang mencuci piring.
"Udah beres?" tanya Nabila lalu berdiri dari kursi yang sudag ia duduki sedari tadi. "
"Udah, yuk ke kamar, " ajak Kevin lalu mendahului Nabila.
"Ke kamar? Berdua?" batin Nabila.
Nabila pun menyusul Kevin dan terlihat Kevin yang sedang melepas baju kaosnya tersebut.
Ahhhhh
"Makanya ketok dulu, " ucap Kevin dengan terkekeh akan teriakan Nabila saat melihatnya membuka baju.
"Ya maaf. Abisnya pintunya kebuka loss, jadi gue masuk aja. Maaf ya lancang, " ucap Nabila yang masih saja mengambil posisi menutup kedua matanya dengan kedua tangannya tersebut.
"Gak masalah, yang masalahin itu..kenapa lo masih aja merem, gue udah ganteng nih. "
"Apa nggak mubazir kalo nggak dilihat?" goda Kevin.
"Tau ah, males gue, " ucap Nabila lalu keluar dari kamar Kevin.
"Mau ke mana?" tanya Kevin.
"Ke ruang tamu. "
"Ngapain?"
"Mau tidurlah. "
"Kok di ruang tamu?"
"Yaudah iya..gue tidur di teras, " ucap Nabila lalu pergi meninggalkan Kevin.
Tak lama kemudian Kevin pun langsung menyusulnya dan terlihat Nabila yang sudah tertidur dengan lelap di depan pintu apartemen miliknya.
"***** amat sih jadi manusia. Baru aja beberapa menit, udah pules aja, " batin Kevin.
Mau tidak mau, lagi-lagi Kevin pun harus menggendong Nabila dengan ala bridal style dan membawanya kembali ke dalam apartemennya. Lalu, memasuki sebuah kamar yang sudah tersedia dua kasur di dalamnya.
Kevin pun membaringkan badan Nabila disalah satu kasur tersebut, lalu menyalakan penyejuk udara dengan suhu yang tidak terlalu dingin dan menyelimuti Nabila dengan selimut yang cukup tebal.
Wajah Nabila yang selalu ingin Kevin lihat pun, sudah ada di depannya sekarang, parasnya yang cantik, sangat damai untuk dilihat, membuat Kevin sendiri semakin jatuh hati dengannya. Dan seketika Kevin pun mencium kening milik Nabila.
Chup
Lalu, kevin pun membaringkan badannya di kasur satunya lagi dan tentu saja semua fasilitas yang Kevin miliki memang sudah ada sangkut pautnya dengan adanya Nabila.
2 hari sebelum Nabila mengunjungi apartemennya, kevin sudah lebih dulu memesan kasur double dan memang sudah Kevin rencanakan semuanya dengan sebaik-baik mungkin.
Seiringnya waktu berjalan, Kevin pun memejamkan kedua matanya, lalu tertidur pulas dengan memposisikan badannya ke arah samping, agar ia bisa menatap Nabila di pagi hari nanti.