A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
MASUK AKAL



MISTERI TERPECAHKAN.


Nabila yang penasaran akan alasan apa yang membuat Zahra sendiri seperti telah hilang ditelan bumi selama 2 bulan belakangan ini. Membuat Nabila pun mau tidak mau menanyakan hal tersebut kembali.


"Gue kan pengen tau Zah, gue selalu cari lo ke mana-mana tau gak. "


"Sebenernya. Waktu itu gue sempet mau bunuh diri Bil. "


"Hah bunuh diri?"


"Iya. Soalnya waktu itu gue lagi stres-stresnya, orang tua gue terlalu mikirin karier mereka, sampe gak ada waktu buat tinggal sama gue di sini. "


"Gue udah ngerasa furstasi banget waktu itu sebenernya,  makanya gue agak sedikit sensitif ke lo dan ngeluapin semua emosi gue ke Elina. " Perjelas Zahra.


"Dan oh ya, Elina mana? Kok gue dari tadi belum liat dia sama sekali, " tanya Zahra.


"Elina izin gak masuk seminggu. Dia ikut orang tuanya ke luar kota. "


"Dan tadi apa lo bilang, bunuh diri karna udah frustasi? Kok lo gak cerita sama gue sih Ra? Seenggaknya gue kan bisa nenangin lo. "


"Maaf Bil, emang salah gue. "


"Gak ada salah-salahan, gue cuma minta mulai sekarang kalo ada apa-apa cerita ke gue. Jangan pas bahagianya doang, kita kan temen Ra. "


"Makasih ya Bil, gue kira lo dah berubah. "


"Gue masih sama dan gue masih tetep temen lo yang lo kenal 13 tahun yang lalu, " ucap Nabila disertai senyuman yang terlihat sangatlah manis jika diperpadukan dengan paras yang ia miliki.


"Hm. Iya iya. "


"Lanjutin lagi dong, kan belum beres ceritanya juga. " ucap Nabila.


"Waktu gue udah mau ngejatuhin diri gue dari atas rooptof, sebenernya gue udah sempet jatuh Bil, tapi. "


"Tapi..tapi apa pele?"


"Tapi Kevan udah lebih dulu nyelametin gue dan ngangkat badan gue yang udah dalam posisi ngegantung waktu itu. "


"Kevan?" tanya Nabila dengan sangat terkejut.


"Iya. "


"Berarti bener dugaan gue waktu itu, dia tau keberadaan Zahra. " batin Nabila.


"Segala pake alesan ketiduran di toilet selama 3 jam. Gak masuk akal banget. "


"Terus gimana lagi?" lanjut Nabila.


"Gue pingsan waktu itu. Pas gue udah sadar, kepala gue pusing banget. "


"Terus pas gue nginget-nginget kejadian waktu sebelum gue pingsan, datenglah Kevan. Dia bawa makanan buat gue dan emang posisinya waktu itu dia nggak bawa gue ke uks tapi ke rumah sakit. "


"Dan waktu gue sadar ponsel gue masih ada di tas dan tas gue masih ada di kelas, otomatis gue paniklah. "


"Gue minta tolong ke Kevan buat bawain tas gue dan nyuruh Kevan jaga lo untuk sementara waktu, sampe gue ngerasa kalo kondisi gue udah jauh lebih membaik. "


"Gue nyuruhnya Kevan, tapi malah Kevin yang selalu nemenin hari-hari lo. " lanjut Zahra.


"Aduh. Mati gue, Zahra pasti cemburu banget, gue takut dia salah paham nantinya, " batin Nabila.


"Gue gak ada hubungan apa-apa kok Ra, serius deh demi apapun itu, " ucap Nabila dengan paniknya.


"Yaelah, kalo lo berdua pacaran juga emang kenapa? " tanya Zahra lalu menaikan kedua alisnya secara bersamaan.


"Lo kan suka sama Kevin dari dulu dan gue juga gak mau kalo lo salah paham gara-gara gue deket sama orang yang lo suka. "


"Apa gue ngomong yang sebenernya aja ya, kasian juga Nabila kalo terus-terusan gue bohongin. Tapi gue belum siap, " batin Zahra.


"Hahaha masih inget aja sama omongan gue dulu, " ucap Zahra.


"Lo jangan marah ya Ra, gue sama sekali gak ada pikiran buat nikung lo kok, serius deh. "


"Kadang Zah, kadang Ra. Heran, " batin Zahra.


"Marah? Kok marah sih?" tanya Zahra.


"Gue takut lo mikir gue bakal nikung lo. "


"Nih ya, gue tuh gak suka sama Kevin. Dia udah gue anggep kayak abang sendiri. Apalagi pas waktu gue lagi di rumah sakit. "


"Kevan maupun Kevin, mereka berdua sering banget ngejengukin gue dan asal lo tau, Kevin juga sering cerita tentang lo Bil. "


"Maksud lo? Kevin juga tau soal lo masuk rumah sakit?" ucap Nabila dengan sangatlah syok.


"Jangan marah sama dia, gue yang nyuruh mereka berdua tutup mulut soal itu. "


"Jahat banget sih lo Vin, kenapa lo gak jujur coba sama gue, " batin Nabila.


"Bodo amat, kesel gue. "


"Manusia aneh, kesel pake laporan, " ucap Zahra yang terkekeh akan ucapan Nabila tadi.


"Yaiyalah gimana gak kesel, lo bayangin aja gue ke sana kemari cari keberadaan lo Ra dan lo tau? Waktu gue tanya ke mereka berdua tentang lo, gak ada satupun di antara mereka yang jujur. "


"Karna gue yang nyuruh Bil. "


"Maksud lo apa coba? Gue juga kan temen lo Ra, kenapa lo malah gak ngasih tau gue yang sebenernya, seenggaknya lo bisa kontek gue kan. Mana kontak gue diblokir sama lo, maksudnya apa coba. "


"Gue cuma gak mau buat lo khawatir dan waktu gue tau lo masih di sekolah, gue nyuruh Kevin buat buka kunci gembok gerbang sekolah, gue takut lo kejebak di dalem karna ketiduran dan ternyata bener aja lo ketiduran kan?"


"Jadi pager gak dikunci itu emang sengaja?"


"Iya. Lo tau gak sih. Kevin tuh sayang banget sama lo Bil. "


Nabila hanya terdiam seribu bahasa saat Zahra mengatakan hal tersebut.


"Berarti peluang buat gue jadian sama Kevin itu besar dong, " batin Nabila.


"Yee, malah diem, " ucap Zahra yang membuat lamunan Nabila pun dengan seketika buyar.


"Lo beneran gak suka sama kevin?"


"Beneran, kapan gue boong coba. "


"Sering, " ucap Nabila yang masih kesal karna telah dibohongi oleh Kevin, kevan dan pastinya dari dalang itu sendiri.


"Hahaha iya maaf-maaf. "


"Dan oh ya Ra, jadi sekarang hubungan lo sama kevan gimana?" tanya Nabila untuk memastikan.


"Gue sama Kevan.. "


2 menit kemudian.


"Hahahaha nungguin ya. "


"Ish *****, kira gue lo mau jawab, " ketus Nabila.


"Gue sama Kevan cuman temenan dan soal gue dulu benci Kevan.. "


"Maksudnya?"


"Gila ya ni orang, cakep-cakep penuh misteri, " batin Nabila.


"Udah saatnya gue jujur sama lo Bil, " lanjut Zahra.


"Yaudah ngomong aja sekarang, gue gak bakal marah kok. "


"Gue udah punya pacar, " ucap Zahra.


"Bagus dong, " balas Nabila dengan sangat antusias.


"Kok lo bahagia sih? Oh..lo takut ya kalo gue bener suka sama Kevin, hahahah, " Goda Zahra.


"Ih apaan sih lo, ya nggak lah, gila kali. Gue gak mikir ke situ, maksud gue tuh ya.. "


"Apa?"


"Lo cakep, jadi gue gak terkejut atau wah gitu dengernya juga dan gue sendiri juga ikut senenglah kalo lo udah bisa buka hati sekarang. "


"Hahaha iya iya. "


"Udah lama jadiannya? 2 bulan ada?"


"Kurang lebihnya 3 tahun. "


"Gue serius Zahra Kenzania Praditama. "


"Gue juga serius Nabila Anantasya, " Goda Zahra.


"3 tahun dari mana sih? Orang jelas-jelas lo ngilang kek ditelan buminya aja baru 2 bulan dan sekarang lo bilang, udah pacaran 3 tahun. Lawak lu Ndro-Ndro. "


"Udah ah males gue ceritanya juga, gue jujur aja dikata bohong. Jadi yaudah gak usah cerita aja sekalian. "


"Lo serius? 3 tahun? Sama siapa pele? Berarti lo selama ini gak jomblo dong?" tanya Nabila dengan semua rasa penasarannya.


"Serius. "


"Coba lo jelasin satu-persatu, mana gue tau kalo lo sendiri aja gak cerita Bambang. "


Zahra pun menceritakan semua tentang hubungannya dengan Farel yang sudah terjalin 3 tahun lamanya.


Skip


Nabila yang sudah diberi tau akan kebenarannya pun masih sedikit percaya tidak percaya. Nabila sendiri hanya bisa terdiam seribu bahasa karna semua hal yang Zahra ceritakan, membuat Nabila yang mendengarkannya pun sedikit jantungan.


"Jadi gitu loh, " ucap Zahra.


"Terus Kevan mau lo kemanain?"


"Gue jadiin temen lah. "


"Tapi dia sayang sama lo Ra. "


"Kayak rasa sayang Kevin ke lo Bil. "


"Ih apaansi, " ucap Nabila yang dengan tanpa sadarnya pipinya telah berubah menjadi merah seperti layaknya kepiting rebus.


"Aciee ciee, " Goda Zahra.


"Gak lucu, " balas Nabila yang masih saja menutup dengan sebisa mungkin akan kegugupannya saat ini.


Tak lama kemudian, datanglah Kevin yang memang sedaritadi sedang pergi ke kantin untuk membeli makanan.


"Zahra, " ucap Kevin yang terkejut akan adanya Zahra.


Kevin sendiri sebenarnya tidak tau-menau akan kembalinya Zahra ke sekolah dalam waktu dekat. Karna saat terakhir kali mengunjunginya di rumah sakit, Zahra sendiri terlihat masih sangat pucat.


"Hei Vin. " sapa Zahra.


"Lo dari mana aja Zah? Baru nongol sekarang, " ucap Kevin yang sedang melanjutkan dramanya yang kemarin-kemarin.


"Gue daftarin juga lo ke indosiar, biar jadi pemain adzab sekalian, " ketus Nabila.


Kevin yang mendengar akan perkataan Nabila pun dengan seketika terdiam.


"Apa dia udah tau. Aduh mati gue, " batin Kevin.


"Hahahah. Nabila udah tau Vin yang sebenernya. Jadi lo gak perlu repot-repot akting lagi, " ucap Zahra yang saat ini sudah terlihat gemas melihat chemistry antara Nabila dan juga Kevin.


Kevin sendiri pun malu dan hanya bisa menatap Nabila dengan penuh rasa bersalah.


"Apa lo liat-liat?" Ketus Nabila.


"Galak amat, " Zahra terkekeh akan ucapan Nabila pada Kevin tadi.


"Lo makin cantik aja Bil kalo marah, bikin gue kecanduan buat nyium lo lagi, " ucap Kevin dengan secara blak-blak an.


"Hah? Berarti selama ini lo udah pernah dicium dong sama Kevin?" Zahra sendiri masih tidak percaya akan hal itu.


Dan terdapat rasa bahagia pula di dirinya, karna bisa melihat Kevin dan Nabila akrab kembali seperti dulu lagi.


Karna suara teriakan Zahra yang sangatlah merusak gendang telinga bagi siapapun yang mendengarnya, membuat satu kelas pun langsung mengalihkan tatapan mereka ke Nabila dan juga Kevin. Nabila yang sadar akan hal itupun langsung menunduk dan sedikit menahan rasa malu. Sedangkan Kevin, ia malah terang-terangan mencium Nabila di depan umum.


Chup


Hanya sekilas tidak berupa *******. Kevin pun langsung menyatakan cintanya kembali dan dengan malu-malunya Nabila pun menerima Kevin dengan sebuah anggukan yang sebenarnya mengartikan kata iya.


Zahra dan semua orang yang ada di dalam kelas pun hanya bisa senyum-senyum sendiri. Mereka terlalu terbawa suasana, maka dari itu tidak sedikit di antara mereka yang baper akan tindakan Kevin yang sangatlah gentleman. Dan sesekali mengabadikan moment yang saat ini sedang terjadi ke dalam unggahan sosial media mereka masing-masing.


"Selamat ya Bil, Vin. "


"Kapan ya gue gituu?"


"Romantis banget sih layaknya Romeo and Juliet. "


"Uwuu banget sih, gemoi deh kalian. "


"Kevan mana ya? Gue juga pengen kayak gitu. "


Ucapan-ucapan orang halu pun mulai terdengar dengan jelas.


Zahra menghampiri Kevin dan memberikan sebuah ucapan yang membuat Nabila sendiri terharu saat mendengarnya.


"Jagain Nabila. Jangan buat dia nangis karna lo, " ucap Zahra dengan tegas.


"Ok siap bu komandan. "


"Hahaha, anak baik, " ucap Zahra.


Kevin yang senang akan cintanya yang telah diterima pun dengan sontak langsung menggendong Nabila ala bridal style dan membawanya pergi menuju taman sekolah.


Keduanya pun terlihat sangatlah bahagia satu sama lain. Sedangkan Zahra, ia sedang berbicara dengan seorang cowok ditelepon.


SEBUAH MISTERI.


Siapa yang sedang berbicara dengan Zahra saat ini? Apakah Farel kekasihnya sendiri yang telah menelponnya?