A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
UNGKAPAN



MISTERI TERPECAHKAN.


Dengan wajah yang merah merona dan sedikit gugup, Cindy pun mengatakan hal yang sebenarnya selama ini Kevan sendiri tidak tau akan hal itu.


"Sebenernya gue yang udah nyuruh Zahra buat jauhin lo. "


"Maksudnya?"


"Gue tau lo suka sama Zahra. "


"Sedangkan Zahra sendiri kan pacar kakak gue. Ya walaupun sebenernya gue juga kurang sreg sih sama dia, tapi ya gimana lagi. "


"Gue cuma gak mau Farel sakit hati. Makanya gue sempet nyuruh papahnya Farel buat bikin peraturan yang saat ini berjalan dengan baik di sekolah. "


"Eh yang ada sebaliknya. Mereka malah jadi backstreet. "


"Padahal Farel bisa aja ngelanggar. Tapi dia ngerasa gak adil kalo harus ngelakuin hal itu. Jadi mau gak mau, Farel sama pacarnya jadi backstreet. "


"Terus apa hubungannya sama perihal lo nyuruh Zahra ngejauhin gue?"


"Dikarenakan hubungan keduanya backstreet. Zahra maupun Farel keliatan kayak yang gak punya pacar satu sama lain. Maka dari itu, waktu gue tau lo suka sama Zahra. Gue nyuruh dia buat jauhin lo, dengan alasan kalo dia risih sama sikap lo yang seakan-akan ngejar-ngejar dia. "


"Gue takut kalo dia malah jadi nyaman sama lo. Dan pada akhirnya dia harus ninggalin Farel. Gue gak mau hal itu terjadi. "


"Pantes aja. Dia kadang ngejauh dan kadang juga bersikap layaknya ngasih harapan. "


"Maafin gue ya, maaf banget. Gue tau lo pasti bakal benci banget sama gue sekarang. "


"Lo bisa tampar gue Van sesuka lo. Karna gue sadar, semua ini emang salah gue. "


"Gue penyebab lo patah hati. Karna gue juga, cinta lo jadi bertepuk sebelah tangan. "


"Gue jauh lebih benci kalo lo nolak gue. "


"Hah?"


"Detik ini, menit ini, jam ini, hari ini juga. Apa lo mau jadi alasan gue semangat dalam ngejalanin hidup buat ke depannya?"


"Ma..maksud lo?"


"Gue nggak suka penolakan. Jawab iya atau iya. "


"Mana ada? Yang bener tuh jawab iya atau nggak. Aneh. "


"Kan gue udah bilang. Gue gak suka penolakan. "


"Hari ini juga lo bisa panggil gue sayang. "


"Gue aja belum jawab loh, " batin Cindy.


"Yaudah ntar aku bakal minta maaf ke Farel, semoga aja dia mau diajak damai. "


"Apaan sih. Gue aja belom jawab ungkapan lo tadi. "


"Jangan kepedean dulu napa. " Sarkas Cindy.


"Auto cinta bertepuk sebelah tangan lagi ini mah. "


"Gue tau jawabannya. Lo pasti bakal jawab, lebih baik kita temenan aja. "


"Emang iya. " balas Cindy dengan entengnya.


Kevan hanya terdiam. Perasaannya baru saja kemarin hancur dan terlebih lagi harus menerima penolakan kembali.


"Emang iya—gue bakal nerima lo. Karna lo alasan gue pengen cepet-cepet sembuh. " ucap Cindy disertai senyuman mautnya diakhir kata.


Kevan pun dengan sontak langsung memeluk Cindy. Keduanya pun saling berpelukan satu sama lain, layaknya pasangan kekasih pada umumnya.


"Jadi kita ngelanggar peraturan sekolah dong?" tanya Kevan.


"Aku bakal bicarain lagi ke papah dan pasti papah juga bakal ngertiin, apalagi dengan kondisi aku yang udah kek gini. "


"Makasih ya. "


"Iya be. "


"Be? Kamu nyamain aku sama kambing?"


"Di Inggris tuh kalo manggil pacar, mayoritasnya dengan sebutan be, " Perjelas Cindy.


"Tapi kan kita di Indonesia sayang. "


"Biar kayak orang barat dong kali-kali. "


"Iya deh iya hahaha. "


Keduanya pun saling tersenyum satu sama lain.


Selain cantik, Cindy sebenarnya sosok yang sangatlah ramah. Terlihat acuh dan ketus, membuat Farel maupun Zacky sendiri kualahan akan sikapnya. Tapi dibalik itu semua, ternyata Cindy sangat memikirkan akan kebahagiaan Farel.