A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
KEJUTAN



Suasana rumah sakit yang terbilang begitu membosankan, membuat Cindy sendiri memutuskan untuk kembali ke rumahnya hari ini. Dikarenakan kondisinya juga yang sudah jauh lebih membaik, mau tidak mau, Zacky pun harus mengabulkannya.


"Kamu yakin, mau pulang hari ini?"


"100 persen yakin pah. Aku juga udah bosen, pengen ketemu lagi sama temen-temen aku yang ada di sekolah. "


"Chelsea salah satunya?"


"Papah kenal?"


"Kan papahnya Chelsea temen kecil papah dulu. "


"Oh iya?"


"Iya. Dan bukannya Chelsea beda kelas ya sama kamu?"


"Iya beda pah. "


"Kenalnya, karna satu organisasi atau karna apa, kalo boleh papah tau. "


"Karna satu organisasi. "


"Emang kamu ikut organisasi apa selama ini?"


"Organisasi salah satu cewek terpopuler di sekolah pah, " ucap Cindy dengan bangganya.


"Percaya diri sekali kamu nak. "


"Hahaha, bercanda pah. Aku kan pas ikut mos waktu itu, kenalnya sama Chelsea dulu pah, " Perjelas Cindy.


"Ehm pantes aja. "


"Kalo papahnya Chelsea temen kecil papah. Terus, kenapa kita harus beda kelas kalo gitu?"


"Papah aja baru tau sekarang-sekarang. "


"Maksudnya?"


"Dia nelpon papah kemarin, nanyain soal kamu. "


"Apa katanya?" tanya Cindy dengan penuh rasa penasaran.


"Katanya, kamu ke mana aja. Gak pernah keliatan di sekolah. "


"Hah? Serius, Chelsea bilang gitu ke papah?"


"Serius. "


"Terus, papah jawab apa?"


"Papah jawab aja, kamu lagi pergi ke luar kota. "


"Katanya, Chelsea yang udah ngasih tau kevan soal keadaan gue kemarin. Tapi kenapa Chelsea nanya keadaan gue saat ini ke papah, " batin Cindy.


Cindy sendiri pun mulai merasa bingung, dikarenakan saat Kevan menjenguknya kemarin, ia mengatakan bahwa Chelsea lah yang telah memberitahunya akan keadaan Cindy yang sedang berada di rumah sakit.


Zacky yang melihat Cindy sedang melamun pun, akhirnya ia menepuk bahu milik Cindy dengan pelan. Berusaha untuk membuat Cindy kembali sadar dari lamunannya tadi.


"Cindy?"


"Sayang? Kok malah ngelamun?"


"Ah. Nggak kok pah, yaudah yuk pah. Pulang sekarang aja, takut kemaleman juga. "


"Yaudah kamu ganti baju dulu sana. "


"Siap.. " Cindy pun langsung bergegas pergi menuju ke dalam ruang ganti yang letaknya tidak jauh dari ruangan yang 2 hari belakangan ini telah ia tempati.


Sampainya ia di sana, Cindy pun langsung mengganti baju pasiennya dengan sebuah kaos rajut polos yang membuat Cindy sendiri terlihat sangatlah manis.


Setelah usainya ia mengganti baju, Cindy pun kembali menghampiri papahnya yang saat ini terlihat sedang memainkan ponselnya dengan ekspresi wajah yang terbilang cukup serius.


"Pah. "


"Udah siap?"


"Udah pah. "


"Yaudah yuk langsung berangkat aja. "


"Pah, " ucap Cindy dengan sesekali ia mengkerutkan keningnya.


"Papah nggak kenapa-napa kan?"


"Nggak. Emangnya ada apa?"


"Ah. Nggak kenapa-napa kok. "


"Kamu udah siap?"


"Udah pah, " ucap Cindy dengan sangat antusias.


"Yaudah yuk berangkat. "


Cindy hanya menganggukan kepalanya dan keduanya pun langsung meninggalkan rumah sakit saat itu juga.


Tak butuh waktu lama untuk keduanya sampai rumah. Cindy dan Zacky saat ini sudah berada di depan pintu gerbang utama rumah mereka. Lalu, sampainya di teras depan, Cindy dan juga Zacky pun langsung keluar dari dalam mobil.


Dan betapa terkejutnya Cindy, saat ia melihat ada Amel mamahnya yang saat ini sedang duduk disebuah sofa empuk yang terdapat di ruang tamu rumah mereka.


"Mamah?"


"Sayang. "


Saat itu juga, Cindy pun langsung memeluk mamahnya dan terlihat ada Zacky yang merasa terharu akan kejadian yang saat ini ada di hadapannya.


"Kamu kok bisa diculik sih?" tanya Amel dengan penuh rasa cemas.


"Mamah udah tau?"


"Udah. Kan papah yang ngasih tau mamah, makanya mamah langsung balik ke Indonesia. "


"Kirain aku, mamah udah gak peduli sama aku. "


"Justru mamah peduli sama kamu dan juga Farel. "


Amel yang baru saja sadar, Farel tidak ada di rumah pun, akhirnya menghampiri Zacky yang saat ini sedang duduk di sofa dan terlihat seperti orang yang sedang menahan amarah.


"Mas?"


"Iya?"


"Farel belum pulang?"


"Paling juga nongkrong mah, sama temen-temennya. "


"Tapi kan, harusnya Farel pulang dulu ke rumah mas. "


"Biarin aja mah, dia kan cowok. Terus juga dia kan udah gede, jadi bebasin aja. "


"Iyadeh terserah papah. "


"Mah, pah, " ucap Cindy yang seketika membuat pandangan Amel dan juga Zacky langsung tertuju padanya.


"Iya Cindy?" ucap keduanya serentak.


"Aku masuk kamar dulu ya. "


"Iya. Istirahat yang cukup sayang, " ucap Amel.


"Siap mah. "


Saat itu juga, Cindy pun pergi meninggalkan mamahnya dan juga papahnya yang saat ini masih berada di ruang tamu.


"Mamah gak bakal balik lagi kan? Udah mah, di sini aja jagain Cindy. Kasian dia kurang kasih sayang. "


"Iya mas. Aku gak bakal balik lagi, soalnya juga tugas aku udah beres semua, dilanjutin lagi sama adik aku yang laki-laki nanti. "


"Sama Chiko?"


"Iya mas. Sekalian dia juga bakal nyekolahin Tiara di sana. "


"Bagus deh kalo gitu. Jadi papah juga gak bakal kesepian lagi mah, " Goda Zacky.


"Hilih, " Amel sendiri menahan geli, akan ucapan suaminya tersebut.


"Yaudah mah. Ke kamar yuk, mamah juga kan harus istirahat. "


"Yaudah yuk pah. "


Tak lama kemudian, Amel dan Zacky pun beranjak dari ruang tamu, lalu pergi menuju kamar mereka. Keduanya terlihat seperti pasutri yang baru saja menikah.