
Nabila dan Kevin pun sampai di sekolahnya, keduanya langsung pergi menuju kelas dan tentu saja sekarang semua tatapan sinis menuju ke arah Nabila dan juga Kevin.
Dan terjadilah ucapan-ucapan pedas dari netizen Nabila itu sendiri. Parasnya yang cantik dan penuh kharisma, membuat siapapun yang memandangnya akan terhipnotis pada saat itu juga. Jadi tidaklah aneh, jika teman-teman sejenisnya merasa iri akan paras yang Nabila miliki.
"Kok Kevin seleranya yang kek gitu sih?"
"Kevin keknya harus periksa mata deh, kasian gue liatnya. "
"Keknya gue harus kasih tau Chelsea soal hubungan mereka berdua, kalo gak ada hubungan apa-apa, masa iya mereka setiap hari bareng. "
"Kenapa harus Chelsea? Emang Kevin pacarnya Chelsea?"
"Chelsea kan tergila-gila sama Kevin dari kelas 1. Cuma Kevin nya aja yang terus ngejauh. "
"Oh gitu. "
Begitulah ucapan-ucapan yang mereka lontarkan dan tentu saja Nabila maupun Kevin, dengar akan hal hal itu. Hanya saja, keduanya tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Tak lama kemudian, sampailah Nabila dan Kevin di dalam kelas. Kevin sendiri sudah memutuskan untuk duduk bersama Nabila sementara waktu, sampai Elina kembali lagi ke sekolah.
Keduanya pun terlihat sangatlah romantis, Kevin sendiri selalu membantu Nabila di saat jam pelajaran yang Nabila sendiri tidak suka, seperti halnya Matematika dan Bahasa Inggris.
Nabila yang merasa aneh, akan tidak adanya Cindy dan juga Kevan dalam 2 hari belakangan ini. Membuatnya pun harus menanyakan hal tersebut kepada Kevin.
"Vin kok gue dari kemaren gue gak liat Cindy yah? Terus Kevan juga udah 2 hari gak ada kabar, " tanya Nabila.
"Gak tau, " balas Kevin dengan singkat.
"Ya aneh aja gitu. Udah dua hari tuh anak alfa, gue takut dia kenapa-kenapa aja. "
"Apalagi Kevan, masa sih lo gak tau keberadaan kaka lo sendiri?"
"Urusin aja hidup lo sendiri, gak usah mikiran orang yang belum tentu mikirin lo, dia aja sering jahatin lo, " Sarkas Kevin, tanpa membahas perihal Kevan saudaranya sendiri.
"Gue gak ambil pusing soal itu. Ntar juga bakal ada saatnya dia berubah Vin dan lo kenapa kek yang benci banget gitu deh ke dia? Bukannya dia gak pernah ganggu lo?"
"Tapi dia ganggu lo dan gue benci itu. "
"Masih gue diemin waktu dia sering ngata-ngatain lo yang nggak-nggak, tapi kalo ke depannya udah maen fisik, gue gak bakal ampunin dia, sekalipun gue harus jadi pembunuh, " ucap Kevin.
"Ih merinding gue dengernya, apa jangan-jangan lo psikopat ya?" ucap Nabila dengan polosnya.
"Bisa jadi. "
"Serem banget sih lo, pantes aja jomblo, " ucap Nabila. Lalu fokus membaca Novelnya kembali.
Nabila pun terdiam seribu bahasa saat ia mendengar dengan jelas ucapan Kevin yang tadi ia lontarkan dari mulutnya sendiri.
"Kenapa diem? Gue serius padahal, " Perjelas Kevin.
"Udah lah Vin, masih terlalu pagi buat lo nge-prank gue, " ucap Nabila. Yang sedang sekuat tenaganya menahan rasa gugup pada dirinya saat ini.
"Ngungkapin rasa dikata nge-prank. Heran, " batin Kevin.
"Gue gak boleh putus asa, gue dah cape mendem rasa sendiri terus dari dulu, " batin Kevin.
"Tapi emang iya kok, alasan gue jomblo selama ini, emang demi lo Bil, " Perjelas Kevin dengan percaya dirinya.
Nabila masih terdiam seribu bahasa, iya bimbang sangatlah bimbang. Nabila memang peka akan perilaku Kevin padanya akhir-akhir belakangan ini, hanya saja Nabila masih memikirkan perasaan Zahra sahabatnya sendiri.
"Duh. Malu gue, pasti dia bakal nolak gue gini caranya, gue baru ngungkapin aja dia diem terus, apalagi gue tembak, duh nyesel gue, " batin Kevin.
Karna tidak ada jawaban dari Nabila, Kevin pun menundukan kepalanya dan menatap lantai dengan tatapan penuh rasa malu yang saat ini sedang pendam.
Sampai pada akhirnya, Nabila pun kembali memecahkan suasana yang tadinya sempat terlarut dalam keheningan.
"Maksud lo. Lo suka sama gue?" tanya Nabila dengan sedikit berhati-hati, takut akan ucapannya yang salah.
"Gue suka sama lo Bil. Dari waktu usia kita 14 tahun juga gue udah jatuh hati ke lo dan sampe sekarang rasanya masih sama. "
"Belum ada satu orang pun yang bisa gantiin posisi lo di hati gue, " Perjelas Kevin.
"Hah? 14 tahun?" tanya Nabila dengan rasa yang sangatlah syok ketika mendengar pengakuan Kevin padanya.
"Emang muka gue kelihatan bercanda? Gue emang udah jatuh hati sama lo dari dulu, cuma gue belum berani aja buat ngungkapinnya. "
"Lo sendiri aja ngejauh, gue cuma gak mau ngerusak suasana, " ucap Kevin.
"Gue juga suka sama lo Vin, tapi gue gak bisa ngehianatin Zahra, " batin Nabila.
"Tapi gue gak maksa lo buat pacaran sama gue. Lo selalu ada di samping gue aja itu udah lebih dari cukup, " ucap Kevin disertai senyuman mautnya tersebut.
Nabila hanya bisa terdiam dengan wajahnya yang saat ini membeku. Dan tidak tau lagi harus mengatakan apa pada orang yang selalu saja sukses membuat hatinya berdegup kencang.
SEBUAH MISTERI.
Kenapa saat Nabila membahas Kevan dan juga Cindy. Hanya perihal Cindy yang Kevin bahas? Mengenai kevan, terlihat jelas ia seperti berusaha tidak membahasnya.