
Jam menunjukan pukul 17.25 WIB.
Disebuah taman yang suasananya terbilang sangat hening, membuat Farel sendiri merasakan kenyamanan yang teramat dalam. Damai nan indah, satu kata untuk mewakili keadaan taman yang saat ini sedang Farel kunjungi.
Rencananya untuk menculik Elina akan ia lakukan saat malam nanti, Farel tidak melakukan semua itu dengan sendiri, Bagas dan juga Justin akan ikut serta dalam rencana yang telah ia buat.
Dikarenakan, rasanya sudah mulai bosan jika harus terus berdiam diri disebuah taman tanpa adanya seorang kekasih, saat itu juga Farel pun memutuskan untuk pulang ke kediamannya yang letaknya juga tidak jauh dari taman itu sendiri.
Tak butuh waktu lama untuk menghabiskan waktunya di jalan menuju arah pulang, Farel pun sampai di depan gerbang utama rumahnya dan mempercepat laju mobilnya. Sampainya ia di teras depan rumah, Farel pun langsung masuk ke dalam, melewati pintu utama yang terbilang cukup besar dan terlihat ada Cindy yang sedang duduk di atas sofa ruang tamu.
Cindy yang sadar akan adanya Farel yang baru saja pulang ke rumah, saat itu juga, ia pun langsung datang menghampiri Farel yang terlihat sedang frustasi.
"Kok baru pulang?" tanya Cindy.
"Lo sendiri kenapa pulang?"
"Lo ngusir gue?"
"Terus?"
"Harusnya kan lo masih dirawat. Jangan pulang dulu, ngeyel banget. "
"Gue tuh nggak kenapa-napa Rel. Lagian bosen juga napa, kalo harus diem terus di rumah sakit. "
"Terserah lo aja, " Saat itu juga, Farel pun pergi meninggalkan Cindy dengan begitu saja.
"Kenapa sih tuh orang? Nggak biasanya, " umpat Cindy dengan sangat pelan.
Farel terus saja melangkahkan kakinya di atas anak tangga, sampainya ia di kamar, Farel pun langsung merebahkan badannya di atas kasur yang terbilang sangatlah empuk dan tak lama kemudian, ia pun memejamkan kedua matanya.
Sedangkan Cindy, ia pergi ke kamar kedua orang tuanya, meminta izin untuk pergi menemui Chelsea. Dikarenakan Cindy sendiri sudah merasa sangat bosan jika ia harus berdiam diri terus di rumah.