A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
SAYANG?



Elina yang sedang memainkan ponselnya tersebut pun, dengan seketika ada pikiran yang muncul di dalam benaknya, ia berniat untuk menghubungi Farel terlebih dahulu sebelum ia kembali ke Jakarta siang ini.


Seperti yang ia bilang saat Farel menelponnya kemarin, Elina menjawab akan pulang dengan secepatnya. Bahkan besok, padahal Elina sendiri masih harus tetap berdiam diri di Villa selama 5 hari ke depan, dikarenakan baru saja dua hari Elina di Bogor. Tapi mau tidak mau, Elina pun harus kembali ke Jakarta, selain ingin bertemu Farel tentu saja Elina rindu dengan Nabila, ia rindu akan sosok Nabila yang selalu saja setia menjadi pendengar baiknya.


Sebelum Elina memutuskan untuk kembali ke Jakarta siang ini, Elina memang sudah lebih dulu membicarakannya ke Thomas maupun Fenita saat ketiganya usai makan bersama tadi malam.


Tentu aja hal itu membuat Thomas maupun Fenita dihantui akan rasa cemas, mereka masih belum bisa jika harus melepas anak semata wayangnya tinggal di Jakarta sendiri untuk sementara waktu.


Tapi bukan Elina kalo tidak mempunyai banyak cara dan agar kedua Orang tuanya bisa menuruti keinginannya, mau tidak mau, Elina pun harus mengeluarkan bakat aktingnya.


Elina pergi dari meja makan dan masuk ke dalam kamarnya dengan kondisi pintu yang telah sengaja dikunci olehnya. Fenita pun menyusul Elina dan saat Fenita sudah berada di depan pintu kamar Elina, Fenita mendengar suara tangisan yang sumbernya berasal dari dalam kamar Elina itu sendiri. Dengan rasa yang penuh ke-khawatiran, Fenita pun langsung menghampiri Thomas dan mengajak suaminya untuk membujuk Elina, agar Elina keluar dari kamarnya. Fenita sendiri pun takut jika Elina melakukan hal yang tidak-tidak seperti halnya bunuh diri karna terlalu dikekang.


Sampainya Fenita di meja makan, Fenita pun langsung menarik suaminya tersebut dan berhenti di depan pintu kamar Elina.


Elina yang tersadar akan hal itupun, dengan sengaja ia memperbesar suara akting nangisnya tersebut, agar kedua Orang tuanya bisa mendengar lebih jelas lagi.


Thomas yang mendengarnya pun, malah mengacuhkan hal itu dan berniat untuk kembali ke kamarnya. Saat ia melangkahkan kakinya, Thomas pun dengan seketika menghentikan langkahnya saat Fenita menarik pergelangan tangan suaminya tersebut, mata Fenita yang sudah berkaca-kaca tentu saja membuat hati Thomas sendiri luluh.


"Udah lah mah. Biarin aja, jangan terlalu manjain Elina, emang kamu mau kalo terjadi apa-apa sama Elina kalo kita lepas gitu aja, " ucap Thomas dengan lembut.


"Kita bisa titipin Elina ke Sarah pah, untuk sementara Elina tinggal dulu di kediaman Sarah. "


"Toh Sarah juga tinggal sendiri. Elina di sini juga cuma diem aja, kasian dong pah, mamah gak tega. "


" Mamah takut kalo Elina frustasi karna terlalu kita kekang, " perjelas Fenita dengan sedikit membujuk suaminya tersebut agar mengizinkan Elina kembali ke Jakarta.


Elina yang mendengar akan hal itupun langsung membuka pintu kamarnya dan dengan sontak ia langsung memeluk kedua Orang tuanya tersebut, sekalipun Elina tau, Thomas belum sama sekali menjawab apa yang Fenita ucap tadi.


"Mamah, papah. I love you too so much, pokoknya aku sayang banget sama kalian. "


"Yaudah aku tidur dulu ya. Have a nice dream for tonight, " Elina pun melepas pelukannya tersebut lalu pergi menuju kamarnya kembali, dengan wajah tanpa dosanya tersebut.


Fenita yang melihat tingkah laku anak semata wayangnya tersebut pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dan disertai senyuman yang terukir di bibir sensualnya tersebut. Tentu saja melihat Elina yang kembali menjadi sosok yang ceria adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi Fenita.


"Padahal aku belum jawab loh mah, " ucap Thomas dengan ekspresi yang tentu saja membuat posisi Fenita harus menahan tawa.


"Udah lah pah. Udah malem juga, lebih baik kita balik ke kamar aja, " ucap Fenita dengan lembut untuk menenangkan suaminya tersebut.


"Kamu mah terlalu manjain Elina, kebiasaan nantinya, " balas Thomas dengan sedikit kesal.


"Udah yuk ah, kasian anak kita keganggu ntar tidurnya. "


"Yaudah mah, hayu ke kamar. Tapi.. "


"Pake tapi, gausah tapi-tapian. Mamah juga tau kalo papah lagi kode minta jatah, iya kan?"


"Namanya juga satu hati pah, " ucap Fenita lalu pergi meninggalkan Thomas yang masih berada di depan pintu kamar Elina.


Tak lama kemudian, Thomas pun langsung menyusul istrinya tersebut dan sesekali ia menjaili Fenita dengan cara menggelitiki pinggang istrinya tersebut.


"Jago juga akting gue tadi. "


"Gak sia-sia gue nonton Adzab tiap hari, ada berkahnya juga hahahah, " ucap Elina dengan raut wajahnya yang terlihat jelas sangatlah bahagia.


"Kok gue geli ya..denger emak sama bapak gue bucin. "


"Emang gitu kali ya kalo udah tua, suka gak inget umur. Jadi takut nikah muda. "


"Takut dimintain jatah mulu tiap hari, gak kebayang gue, " Monolog Elina.


Ia pun langsung beranjak ke atas kasurnya tersebut lalu menyelimuti dirinya dan tak lama kemudian Elina pun terlelap.


Singkat cerita seperti itu.


Elina pun langsung menelpon Farel dan tak lama kemudian telepon pun mulai terhubung.


"Hallo Rel.. " sapa Elina dengan antusias.


"Langsung ke intinya aja, " ucap Farel dengan dinginnya.


"Maksudnya?" tanya Elina yang sebenarnya ia paham apa yang Farel maksud, tapi ia ingin memastikannya lebih dulu.


"Omongin apa yang mau lo omongin, gue gak punya banyak waktu buat ngomongin hal-hal yang gak penting, " perjelas Farel penuh dengan penekanan di tiap perkataanya tersebut.


Elina hanya terdiam saat mendengar hal itu, jawaban yang keluar dari mulut Farel yang tidak pernah ia bayangkan sebelum-sebelumnya.


"Gue cuma mau bilang kalo gue.. "


Sayang..


Belum saja selesai, Elina sudah melanjutkan ucapannya tadi, Elina sudah lebih dulu dikejutkan dengan suara yang tidak sangatlah asing ditelinganya, Elina pun langsung mematikan telpon tersebut dari pihak Elina sendiri, ia merasa percaya tidak percaya akan ucapan yang sangat terdengar jelas ditelinganya tadi.


Hatinya hancur, sangatlah hancur.


Aku terlalu percaya, hingga aku lupa, manusia bisa berubah kapan saja.


SEBUAH MISTERI.


Siapa yang telah mengucapkan kata sayang pada Farel? Jika Zahra, sebenarnya ada hubungan apa di antara keduanya?