
Disebuah rumah berukuran besar, terdapat dua remaja wanita yang terlihat sedang mencurahkan hatinya satu sama lain. Nabila memang sedang berkunjung ke rumah Zahra saat ini. Dikarenakan, Zahra sendiri sedang tidak tinggal bersama dengan kedua orang tuanya untuk sementara waktu.
"Bil ikut ya. Gak seru dong, kalo di antara kita ada satu yang gak ikut, " ucap Zahra.
"Gue sih pengennya ikut. Tapi ya gimana lagi, sekalipun bisa kemungkinan besar nggak deh kayaknya, " ucap Nabila dengan penuh rasa putus asa.
"Maksudnya? Kok lo bisa bilang gitu? Jangan buat gue bingung deh. Gak paham gue sama omongan lo barusan, " tanya Zahra yang masih diliputi dengan rasa bingung dibenaknya akan jawaban Nabila padanya tadi.
"Lo juga kan tau sendiri, nyokap gue kayak gimana. "
"Emang lo udah bilang ke nyokap lo, kalo sekolah kita ngadain study tour?"
"Belum sih. Maka dari itu gue masih bingung. "
"Ngasih tau aja belum, udah nyimpulin sendiri aja. "
"Ya kan bisa jadi nyokap lo ngizinin Bila. Jangan negative thingking dulu deh jadi orang, " Kesal Zahra.
"Percuma Ra percuma. "
"Lo nggak bakal tau rasanya di posisi gue. Bisa aja gue ngomong kayak gitu, tapi lo nggak bakal paham rasanya jadi gue. "
"Mau ngomong segimanapun juga, nyokap gue gak bakal ngizinin. "
"Maaf Bil. Gue gak ada maksud bikin lo sedih. "
"Gue cuma pengen lo ikut, gak lebih. " ucap Zahra disertai kedua bola matanya yang saat ini mungkin telah berkaca-kaca.
"Raa. Hahaha ih apaansih lo, ko malah jadi dramastis gini? Kebanyakan nonton drakor sih, " Ejek Nabila akan sikap Zahra yang bisa terbilang sangatlah baperan.
"Lo yang apaan, gue lagi serius-seriusnya dan lo malah ketawa. "
"Gak tau lagi gue sama jalan pikiran lo Bil, " Ketus Zahra.
"Jangan serius-serius, gue juga dulu pernah sempet serius eh-eh malah ditinggalin, " Balas Nabila.
"Bucin amat ******. Orang ngomong apa jawab apa. "
"Yaelah baperan amat, gue bercanda tadi. Nggak usah tegang-tegang amat napa hahaha. "
"Yaudah gak papa. Balik lagi ke topik sebelumnya, gausah diambil pusing. Kalo lo gak ikut, gue juga nggak bakal ikut. "
"Jadi orang tuh jangan tergantung sama orang lain, kalo ntar gue bunuh diri, lo juga bakal bunuh diri gitu?"
"Ya ngapain juga gue ikut, kalo sahabat gue sendiri aja nggak ikut, " ucap Zahra dengan sedikit menundukan kepalanya.
"Gue usahain ntar malem coba omongin baik-baik ke nyokap gue. Barangkali diizinin, " Lanjut Nabila lalu mengalihkan pandangannya ke arah Zahra.
Dan saat itu juga, dibalas senyuman yang terukir sangat indah di bibir manis Zahra. Sampai pada akhirnya, mereka pun saling berpelukan satu sama lain.