
Hampir dua jam sudah Elina menghabiskan waktunya untuk berdiam diri di kamar.
Elina telah menghabiskan 3 pcs tisu yang baru saja Fenita beli kemarin siang dan dihabiskan dengan sekejap mata begitu saja oleh Elina.
Menangis terlalu lama, membuat kedua mata Elina sembab. Ia masih terngiang-ngiang akan ucapan yang tadi ia dengar dan Elina sangatlah yakin suara siapa yang ia dengar tadi dan tentu saja hal itu membuatnya sedikit terkejut.
Elina pun mencoba untuk menghubungi Nabila.
"Eh. Tapi kalo gue bahas soal ini ke Nabila, pasti Nabila bakal jauhin gue dan pasti bakal lebih milih bela Zahra. "
"Nggak nggak nggak. Gue gak bakal bikin itu terjadi, justru sebaliknya gue bakal bikin Nabila benci, sebenci-bencinya orang benci!"
" Lo pikir lo bisa apa hah? Ngerebut Farel dari gue? Lo bukan saingan gue ******!" Monolog Elina disertai senyum smirk andalannya.
Elina pun tidak jadi menghubungi Nabila dan tentu saja Elina sudah menyusun rencana dengan sebaik-baiknya.
SEBUAH MISTERI.
Tapi disatu sisi, ada rasa penasaran di dalam benak Elina sendiri akan hal itu, bagaimana bisa Zahra ada bersama Farel?
Dan ada hubungan apa di antara keduanya? Apa karna itu Farel tidak pernah lagi menghubunginya selama dirinya di Amsterdam.
Elina akan mencari informasi terlebih dulu akan hal itu, ia harus mengetahui sebenarnya apa yang terjadi.
"Tunggu kedatengan gue Rel dan bakal gue pastiin kalo lo bakal balik lagi ke dalam pelukan gue. "
Dan terlihat jelas ia sedang memandang foto salah satu milik Zahra yang ada di akun Instagram miliknya tersebut dan menatapnya dengan penuh rasa kebencian.
Ting tong
Ting tong
Tiba-tiba saja, terdengar suara orang yang menekan bel Villanya tersebut. Elina pun bergegas untuk membuka pintu depan.
"Iya. Sebentar, " sahut Elina dari dalam kamarnya. Lalu, pergi untuk membukakan pintu. Dan sampainya Elina di depan pintu.
Ceklek
"Eh Pak Joko. Saya kira siapa, " ucap Elina dengan santai.
"Iya non hehehe, ada barang yang harus disimpan di bagasi non?" tanya Pak Joko dengan cukup berhati-hati.
"Ada pak. Bentar ya, saya ambil dulu. "
"Oh iya, masuk dulu pak, kalo mau minum..ambil aja ya di dapur. "
"Iya non. Terimakasih, tidak usah repot-repot. "
"Ngerepotin dari mananya sih pak. "
"kalo belum makan juga..makan aja dulu. Masih ada Ayam goreng kok di meja makan, gausah malu-malu, " ucap Elina lalu pergi ke kamarnya untuk mengambil koper yang akan ia bawa.
Kata yang lebih tepat untuk Joko ialah sosok yang sangatlah setia, Joko sangat menghargai bahkan menjaga hati istrinya tersebut. Ia tidak pernah bermain di belakang sedikitpun, Joko terlalu menjaga matanya, bahkan salah satu Maid yang bekerja di kediaman Elina pun sempat dikabarkan menyukai Joko, karna kebaikan Joko yang telah salah diartikan oleh Maid itu sendiri.
Setelah selesainya Elina memastikan barang apa saja yang tertinggal, Elina pun langsung kembali menutup pintu kamarnya dan pergi membawa satu koper penuh, lalu memberikannya kepada Joko, untuk disimpannya koper tersebut ke dalam bagasi belakang mobilnya.
"Yaudah pak, langsung berangkat aja. "
"Oh iya, Pak Joko udah makan belum tadi?"
"Udah non tadi di jalan sebelum ke sini, ngisi tenaga dulu hehehe, " Perjelas Joko.
"Hm. kirain belum. "
Elina pun langsung mengunci Villanya tersebut dan menyimpan kuncinya di dalam vas bunga yang terdapat di atas meja teras depannya. Lalu, mengabari mamahnya dan juga papahnya, perihal kalo Pak Joko sudah datang menjemputnya.
Dikarenakan, sebelum Fenita dan Thomas berangkat kerja, mereka sudah terlebih dulu berpamitan satu sama lain tadi pagi dan menyuruh Elina untuk memberi kabar saat sudah siap untuk pergi meninggalkan Villa.
Elina.
Mah, Elina berangkat dulu ya. Kunci Villa udah
Elina simpen di dalem vas bunga.
Mom.
Ok sayang. Hati hati ya, jaga diri baik-baik. Inget kata mamah tadi pagi apa?
Elina.
Gak boleh liar. Harus nurut sama tante Sarah,
belajar yang rajin.
Mom.
Pinter. Udah ya, mamah mau lanjut kerja lagi,
kamu hati-hati di jalan. Bye sayang.
Elina.
Ok mah, siap.
Elina pun kembali mematikan ponselnya dan datang menghampiri Joko yang saat ini sudah berada di depan mobil Elina itu sendiri.
"Udah yuk pak. Jalan sekarang aja, " ucap Elina.
"Ok siap non. Silahkan masuk non, " ucap Joko. Lalu, membukakan pintu dan mempersilahkan Elina masuk ke dalam mobil.
Saat itu juga, Elina dan joko pun langsung pergi meninggalkan lokasi tersebut.