
Terdengar suara gitar yang merdu, sangatlah tenang dan membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan tertidur dengan lelap.
Seperti halnya mendengar seorang yang sedang membacakan dongeng sebelum tidur, belum lagi ditambah dengan orang yang memainkan gitar tersebut. Tentu saja menjadi semakin nyaman untuk didengar maupun tuk dilihat.
Nabila yang sedaritadi sibuk dengan ponselnya pun langsung mengalihkan pandangannya ke sebuah sumber suara tersebut berasal.
Terlihat Kevin yang sedang memetikan senar gitar dengan wajahnya yang sangatlah teduh untuk dipandang. Kevin terlihat begitu tenang, sejuk, nyaman dan tentu saja hal itu membuat Nabila sendiri tidak bisa mengalihkan pandangannya.
"Kenapa?" tanya Kevin. Yang melihat Nabila sedaritadi fokus memandang dirinya tanpa mengalihkan pandangan darinya sedetik pun.
"Gak kenapa-napa, " balas Nabila. Dengan cukup tenang.
Nabila tidak terlihat salting ataupun gugup seperti biasanya. Mungkin Nabila sendiri akan belajar untuk terbiasa akan hal itu. Kevin pun lanjut fokus memetik senar gitar miliknya tersebut.
Skip
"Bil mau request lagu?" tanya Kevin pada Nabila yang masih saja setia memandang dirinya secara terang-terangan.
"Emang boleh?" tanya Nabila dengan antusias.
"Boleh lah. Apa sih yang nggak buat lo, " ucap Kevin disertai gombalan klasiknya tersebut.
"Akhir-akhir ini gue lagi suka lagu bukti yang dinyanyiin Virgoun Vin. "
Tanpa pikir panjang, Kevin pun memainkan gitarnya kembali dan terdengar sangatlah sopan di telinga, belum lagi diiringi suara Kevin yang juga tak kalah merdu. Lalu, menyanyikan sebuah lagu yang berjudul "Bukti-Virgoun. "
...🎶🎶🎶...
...Memenangkan hatiku bukanlah...
...Satu hal yang mudah...
...Kau berhasil membuat...
...'Ku tak bisa hidup tanpamu....
...🎶🎶🎶...
...Menjaga cinta itu bukanlah...
...Satu hal yang mudah...
...Namun sedetik pun tak pernah kau...
...Beruntungnya aku...
...Dimiliki kamu....
...🎶🎶🎶...
...Kamu adalah bukti...
...Dari cantiknya paras dan hati...
...Kau jadi harmoni saat kubernyanyi...
...Tentang terang dan gelapnya hidup ini....
...🎶🎶🎶...
...Kaulah bentuk terindah...
...Dari baiknya Tuhan padaku...
...Waktu tak mengusaikan cantikmu...
...Kau wanita terhebat bagiku...
...Tolong kamu camkan itu....
...🎶🎶🎶...
Kevin menyanyikan lagu tersebut sampai selesai dengan pandangannya yang masih saja menatap wajah Nabila yang bisa menghipnotis siapapun yang memandangnya dengan jarak dekat akan timbul benih cinta pada saat itu juga.
Kedua matanya sudah terpejam dan terdengar dengkuran halus dari mulutnya, membuat Kevin pun langsung mengakhiri petikan gitarnya, menyimpannya kembali dan langsung mengampiri Nabila yang sudah tertidur dengan pulasnya.
"Cakep-cakep *****, " ucap Kevin lalu membawa Nabila ke kamarnya dengan menggendong badan Nabila ala bridal style.
Sampainya ia di kamar, dibaringkannya lah badan ramping Nabila di atas ranjang milik Kevin, dikarenakan memang pada saat itu, Kevin sedang mengajak Nabila untuk bermain ke apartemennya. Modus dengan alasan untuk bekerja kelompok. Padahal yang sebenarnya, Kevin hanya ingin menghabiskan waktunya lebih panjang lagi bersama Nabila.
Kevin pun memakaikan selimut miliknya dan ditariknya sampai menutupi leher Nabila, lalu mengecilkan suhu penyejuk udara yang ada di kamarnya tersebut, agar Nabila sendiri tidak akan masuk angin nantinya.
Kevin pun duduk di atas sofa yang memang sudah ia sediakan sedaridulu di kamarnya tersebut. Lalu, memejamkan matanya dan menyusul Nabila ke alam mimpi, agar tidak ada satu cowo pun yang bisa mengganggu gadisnya tersebut.