A LIFE FULL OF MYSTERY

A LIFE FULL OF MYSTERY
AKU CEMBURU



Suasana kelas yang terbilang sangat hening pun menjadi saksi bisu antara Kevin dan juga Nabila, dikarenakan semua orang sedang beristirahat di kantin untuk mengisi kembali perut mereka masing-masing.


Nabila maupun Kevin, keduanya hanya terdiam satu sama lain. Masih ada rasa canggung di antara kedua belah pihak.


Sampai pada akhirnya, Kevin pun membuka topik pembahasan, lebih tepatnya meng-introgasi layaknya Inspektur polisi.


"Kenapa diem?"


"Lo gak sadar apa dari tadi ngediemin gue? Salah gue apa coba?"


"Gak kehitung, " ucap Kevin dengan dinginnya.


"Udah deh. Diem aja, gosah ngomong kalo ujung-ujungnya cuma mancing buat debat, " ucap Nabila. Yang masih dengan setianya membaca Novel yang akhir-akhir ini ia gemari, apalagi kalo bukan Novel tentang BlackPink.


Kemungkinan besar Nabila sendiri sudah tertular oleh sifat yang Zahra miliki, Elina maupun Zahra. keduanya sama-sama mempunyai persamaan banyak hal yang mereka miliki satu sama lain dan tentu saja hal itu membuat Nabila seperti sedang bersama dengan Zahra saat ia menghabiskan waktu bersamanya dengan Elina, hanya saja pemikiran Elina jauh lebih dewasa dibandingkan dengan cara berpikir Zahra.


"Kenapa tadi pagi lo narik-narik tangan gue?"


"Kemarin lo ke mana?"


"Hah? Ah. Nggak ke mana-mana, " Nabila sendiri idak ingin menceritakan kejadian yang telah menimpanya kemarin. Maka dari itu, mau tidak mau, ia pun berbohong.


"Jangan bohong Bil. "


"Apaan sih, gajelas. Orang gue jawab jujur yee. "


"Oh doang?"


"Emangnya gue harus ngomong apalagi?"


"Ya ngomong apa kek, dingin amat jadi cowok. "


"Kalo gue bilang hati gue panas waktu liat lo sama orang lain apa lo bakal percaya?" tanya Kevin dengan tatapan tajam ke arah papan tulis.


Kevin terngiang-ngiang akan kejadian tadi pagi, ia selalu saja teringat akan sosok cowok yang tadi pagi datang dengan waktu yang tepat dan terlihat sangatlah peduli akan kondisi Nabila. Bahkan, orang tersebut dengan tidak segan-segan memukul Kevin secara habis-habisan.


Nabila hanya terdiam, saat ia mendengar ucapan yang baru saja Kevin lontarkan dari mulutnya sendiri.


"Gue nanya Bil, bukan curhat, " ucap Kevin.


"Lo nge- prank gue dan sayangnya gue gak ketipu, " balas Nabila. Untuk memastikan kembali akan ucapan kevin padanya tadi.


"Terserah. "


"Kok terserah sih, masa calon imam gak punya pendirian, " ucap Nabila dengan jurus gombalnya tersebut.


Terlihat jelas ada senyuman yang terukir dari wajah Kevin. Ia terlihat tampan bahkan manis, dikarenakan saat Kevin tersenyum ia memperlihatkan kedua lesung pipinya yang ada di pipi kanan dan kirinya tersebut. Tentu saja Nabila yang tersadar akan hal itu pun langsung auto klepek-klepek akan paras bak pangeran yang Kevin miliki.


Tapi, di saat Nabila merasakan rasa yang teramat bahagia yang belum pernah ia rasakan sebelum-sebelumnya pun menjadi sirna seketika. Entahlah, setiap Nabila dekat dengan Kevin, ia selalu teringat akan sosok Zahra yang sudah lebih dulu menyukai Kevin dan tentu saja hal itu membuat Nabila menjadi sedikit bimbang, disatu sisi Nabila mulai menyukai Kevin dan di sisi lainnya Nabila pun tidak mungkin jika harus menghianati Zahra.