
Jam menunjukan pukul 20.25 WIB.
Makan malam bersama pun terjadi. Hal yang sangat tidak terlupakan bagi kedua pasangan yang selama ini tidak pernah meluangkan waktunya secara terang-terangan di depan umum. Berkomunikasi hanya melalui ponsel dan masih banyak lagi hal-hal yang membuat hubungan keduanya seperti orang asing yang telah ditakdirkan bersama.
Farel memanglah dingin. Hanya saja, ia bisa merubah sikapnya secara drastis jika dirinya sedang bersama gadisnya. Ada satu orang saja yang berusaha menyentuh gadisnya, kemungkinan besar ia akan membuat orang tersebut tidak bisa bernafas dengan tenang.
Begitulah Farel, ia terlalu posesif. Tapi Zahra paham akan hal itu, baginya lebih baik Farel yang posesife dibandingkan sosok Farel yang dingin.
Zahra yang sudah berada di dalam mobil Farel pun dengan seketika mengajukan pertanyaan akan rasa penasaran yang sudah sedaritadi dirinya pendam.
"Sayang. Kamu mau bawa aku ke mana?"
"Ke tempat yang selama ini belum pernah kita datengin, " balas Farel disertai senyuman yang terukir diwajah tampannya tersebut.
"Aku jadi penasaran deh, " ucap Zahra yang masih saja dengan setianya menatap sisi-sisi jalan dari jendela mobil Farel.
Tak lama kemudian, dua sejoli pun sampai di tempat yang akan mereka kunjungi malam ini, Farel langsung keluar dari dalam mobilnya. Tapi sebelum Farel turun dari mobil, ia sudah lebih dulu mengatakan kepada gadisnya, agar tidak keluar dari dalam mobil, sebelum Farel membukakan pintu untuknya. Zahra pun patuh akan perintah Farel dan sampainya Farel di depan pintu Zahra, Farel pun membukakan pintunya dan memberi uluran tangan kanannya tersebut ke gadisnya. Layaknya seorang ratu yang diberi sambutan oleh sang pangeran disebuah kerajaan-kerajaan pada umumnya.
Zahra pun turun dari mobil dan tersenyum sangat manis ke arah Farel, mereka pun berjalan bersama menuju sebuah Restaurant bintang lima, yang memang sudah Farel rencanakan dari jauh-jauh hari. Saat Zahra sendiri masih berada di rumah sakit kala itu.
Saat sudah sampainya mereka di dalam, Farel pun langsung membuka kain yang sudah ia pasang sebelumnya dikedua mata Zahra yang memang sengaja Farel tutup tadi, saat Zahra sudah turun dari mobilnya. Dikarenakan biar jadi lebih suprise, pikirnya.
Zahra yang melihatnya pun langsung terdiam seribu bahasa dan memeluk Farel dengan sangat antusiasnya, Farel pun membalas pelukan Zahra dan terlihat jelas, raut wajah bahagia yang terpancar dari wajah kedua belah pihak.
Farel pun langsung memegang pergelangan tangan Zahra, keduanya berjalan menuju tempat duduk. Dan sampainya mereka di sana, Farel pun langsung mempersilahkan tuan putrinya duduk layaknya seorang ratu yang dipersilahkan duduk oleh para dayang-dayang di istana.
Zahra pun duduk dan terlihat dengan jelas dirinya sangatlah bahagia. Farel yang menyadari akan hal itupun tersenyum gemas melihat gadisnya yang merasakan bahagia oleh tindakannya tersebut.
Selama 3 tahun menjalani hubungan, keduanya belum pernah meluangkan waktu dengan seromantis mungkin. Ada saja halangan yang membuat keduanya tidak bisa bersama. Hanya saja, Farel maupun Zahra, keduanya saling memegang teguh dalam komitmen mereka satu sama lain. Maka dari itu, hubungan keduanya pun berjalan dengan lancar sampai saat ini.
Sosok Zahra yang sangat ceria, membuat hati Farel yang sangat dingin pun mencair. Selalu ada saja hal-hal yang membuat Farel selalu tetap nyaman dengannya. Alih-alih bosan dengan hubungannya, justru Farel malah semakin mantap untuk melamar Zahra menjadi tunangannya dalam waktu dekat.
Zahra sendiri, masih dengan rasa takjub akan tindakan Farel yang memang jarang ia tunjukan secara langsung jika keduanya sedang bersama.
"Kamu romantis banget sih, " ucap Zahra dengan sangat anggunnya.
"Emang selama ini aku gak romantis menurut kamu?"
"Romantis, tapi gak seromantis ini sayang, " ucap Zahra dan sesekali ia mengerucutkan bibir mungilnya.
"Jangan mancing-mancing aku biar cium kamu, " ucap Farel yang terlihat sangat gemas akan perilaku gadisnya tersebut.
"Ih kamu mah, " ucap Zahra dengan tersipu malunya.
Lalu, tak lama kemudian, salah satu dari pelayan restaurant pun datang menghampiri dua sejoli yang sedang dalam fase kasmaran-kasmarannya dan memberikan sebuah daftar menu makanan.
Dan memang sengaja Farel tidak memesannya terlebih dahulu, dikarenakan ia ingin gadisnya lah yang menentukan makanan apa saja yang akan keduanya santap nanti.
Skip
Pelayan itu sendiri pun langsung kembali ke tempatnya, membawa daftar menu yang telah Zahra pesan tadi dan pergi menuju dapur untuk memberikan perintah kepada semua para koki yang sudah sangat profesional tentunya.
Keduanya pun saling berbincang-bincang satu sama lain dan terlihat sangat menikmati moment-moment tersebut.
"Farel. "
"Apa Ra?"
"Aku boleh nanya?"
"Boleh dong. Nanya apa?"
"Kamu serius kan. Kalo Nabila gak kenapa-kenapa?"
"Tenang aja, aku udah nyuruh orang buat selalu jagain temen kamu itu. "
"Namanya Nabila sayang, masa kamu sebutnya kek gitu sih. Temen aku ya temen kamu juga, " Perjelas Zahra.
"Gak bakal ada nama wanita lain yang bakal aku sebut selain nama kamu, " ucap Farel disertai senyuman yang membuatnya terlihat sangatlah tampan bak pangeran Yunani.
Zahra yang mendengarnya pun tersenyum dengan sangatlah manis dan membuatnya dirinya terlihat sangat anggun.
"Sejak kapan kamu pinter gombal, " goda Zahra dengan wajahnya yang masih merah merona karna ucapan Farel padanya tadi.
"Ya sejak aku kenal kamu lah Ra. "
"Kamu tuh aneh ya. "
"Aneh?"
"Anehnya?"
"Kadang manggil aku Zah, kadang juga manggil aku Ra. "
"Kamu maunya aku manggil kamu apa?" Tatapan Farel membuat hati Zahra sendiri sudah mulai berdegup kencang.
"Jangan natap aku kayak gitu. "
"Kayak gitu? Kayak gitu gimana?"
"Hati aku berdegup kencang sayang. Apa kamu seneng liat aku jantungan. "
"Huh. Dasar, " Lagi-lagi, Farel tersenyum gemas akan perilaku gadisnya tersebut.
Keduanya pun saling menatap satu sama lain dan disertai senyuman yang membuat chemistry keduanya terlihat sangatlah serasi.
Sampai pada akhirnya, makanan pun datang. Baik makanan pembuka maupun makanan penutup dan disela-sela keduanya sedang menyantap hidangan tersebut, Farel dengan sesekalinya ia mengarahkan sendok miliknya ke bibir mungil Zahra, berniat untuk menyuapi gadisnya dan begitupun sebaliknya.
Keduanya terlihat sangat menikmati moment tersebut dan tanpa mereka sadar, dibalik kebahagiaan yang sedang mereka rasakan satu sama lain, ada seseorang yang sudah sedaritadi mengintai mereka dari awal mereka masuk mobil menuju retaurant dan sampai mereka masuk mobil menuju arah pulang.
SEBUAH MISTERI.
Siapa orang yang sudah sedaritadi mengintai Farel dan juga Zahra?