
Kevin yang tentunya masih sangat khawatir akan keberadaan Nabila pun, berniat untuk menjemputnya hari ini, untuk memastikan tidak terjadi apa-apa dengan Nabila Kemarin.
Kevin memang sengaja berangkat dari rumahnya pukul 05.35 WIB. Agar ia tidak akan terburu-buru saat berangkat ke sekolah bersama Nabila nantinya, dikarenakan letak sekolahnya pun yang cukup terbilang memakan waktu di jalan.
Dengan kecepatan tinggi. Kevin pun sampai di depan rumah Nabila, suasana yang terbilang masih sangat pagi pun, membuat kesan wilayah perumahan tersebut seperti layaknya tidak ada kehidupan di dalamnya. Terlalu sunyi, jauh dari kata bising knalpot ataupun gosipan emak-emak komplek.
Kevin pun turun dari motornya, ia sengaja memakai motor saat menjemput Nabila, agar kevin sendiri bisa merasakan sentuhan dari Nabila secara langsung nantinya.
Saat Kevin hendak menekan bel rumah yang berada di samping pagar, terdengar jelas suara Nabila yang sedang berpamitan untuk berangkat sekolah.
"Hati-hati ya Bil, " ucap Farida.
"Siap mah. Assalamu allaikum, " ucap Nabila lalu mencium tangan kanan Farida dan pergi untuk membuka pagar rumahnya tersebut.
Nabila pun dikejutkan akan sosok Kevin yang sudah ada di hadapannya saat ini.
"Kevin?"
Tanpa basa-basi kevin justru dengan spontannya menarik salah satu lengan Nabila dan dikarenakan genggamannya yang cukup erat membuat pergelangan tangan Nabila pun sedikit merasa sakit dan meninggalkan bekas memar.
Nabila pun berontak, ia berusaha untuk melepaskan tangannya tersebut, tapi tetap saja Kevin tidak mendengarkan apa yang Nabila ucapkan, ia tetap saja menarik lengan Nabila dengan paksa dan terjadilah..
Bugh
Bugh
Bugh
"Kevin!!" teriak Nabila.
Nabila pun langsung menghampiri Kevin yang hampir babak belur, bukan hampir lagi, emang udah bonyok bep.
"Lo tuh apa-apaan sih, dateng-dateng dah bikin anak orang babak belur aja, " ucap Nabila ke orang yang telah membuat Kevin babak belur tadi.
"Udah jelas-jelas dia narik tangan lo sampe memar dan sekarang lo belain dia. Hem, hahaha emang ya cinta itu buta, " Tentu ucapannya tadi sangat memancing emosi Nabila.
"Gue minta lo pergi!" ucap Nabila dengan sedikit penekanan dalam ucapan yang ia lontarkan tadi.
"Ok, kalo itu yang lo mau, " Ia pun pergi meninggalkan Nabila dan Kevin yang tentunya sedang merasa kesakitan karna telah ditonjok habis-habisan.
"Aduh..sakit ya?" ucap Nabila dengan penuh rasa panik.
Di sisi lain ia merasa bersalah, tapi di sisi lain juga, Nabila sendiri menjadi salah tingkah akan tatapan kevin yang sedaritadi menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan dan hal itu tentu saja membuatnya menjadi sedikit lebih gugup. Dengan sesekali, ia pun memalingkan wajahnya untuk menutupi kegugupannya tersebut.
Dikarenakan kondisi Kevin yang tidak memungkinkan jika harus mengendarai motornya, Nabila pun memutuskan untuk memesan grab car dan 10 menit kemudian grab car pun datang.
Nabila menggendongnya dengan meletakan tangan kiri kevin di bahunya lalu menuntun kevin sampai keduanya masuk ke dalam mobil grab car yang sudah Nabila pesan tadi.
Tak lama kemudian, sampailah mereka di depan sekolah dan saat Nabila hendak membayar, Kevin sudah lebih dulu membayarnya.
"Berapa pak?"
"Empat puluh dua ribu mas, " Kevin pun langsung membuka dompetnya lalu memberikan uang berwarna merah dan meminta tolong agar Nabila membantunya untuk turun dari mobil.
Nabila pun membantu Kevin untuk keluar dari mobil, tanpa basa-basi Kevin dengan sontak mengajak Nabila agar keduanya langsung menuju kelas.
"Ini mas, kembaliannya. "
"Ambil aja kembaliannya pak, " kevin pun langsung meninggalkan Nabila yang hanya terdiam saat mendengar apa yang baru saja Kevin lontarkan.
Supir grab car pun merasa sangat senang akan kebaikan Kevin dan berulang kali ia mengucapkan terima kasih kepada kevin maupun Nabila dan sampai akhirnya ia pun meninggalkan titik lokasinya saat itu juga.
NABILA POV
"Eh bentar. Tadi dia kek yang kesakitan gitu, gak bisa jalan dan sekarang kenapa lancar bener?" batin Nabila dengan sedikit heran saat melihat Kevin yang berjalan dengan sangat lincahnya tanpa ada rasa sakit.
"***** banget emang. Gue dibohongin, Kevin!" Teriak Nabila di ujung ucapannya tersebut.
Lalu pergi menyusul kevin, untuk meminta penjelasan kenapa akhir-akhir ini, kevin hobi sekali membuat dirinya khawatir.
SEBUAH MISTERI.
Sebenarnya, siapa cowok tadi yang telah berani membuat wajah Kevin babak belur?
Khawatir? Apa Nabila sudah mulai menyukai kevin seperti layaknya kevin menyukainya?