
Nabila pun telah sampai di depan pintu kelasnya. Lalu, ia masuk dan sontak dikejutkan akan suara Zahra yang terbilang sangatlah merusak kedua gendang telinganya.
"Lama amat, " ketus Zahra.
"Tadi gue ada urusan sebentar, " balas Nabila. Dan terlihat ia sedang membenarkan kedua tali sepatunya tersebut.
"Lo tau gak sih. Selama lo gak ada tuh ya, gue digangguin terus sama si Kevan. Nyebelin tau gak, " ucap Zahra dengan kesal. Tapi sangatlah menggemaskan bagi Kevan.
"Ohiya? Terus gimana, lo respon?" tanya Nabila dengan sangat antusias.
"Gue usir. Males banget, yang ada gue gak konsen ngerjain tugasnya, " Sarkas Zahra.
"Yaudah yaudah. Sekarang lo kerjain lagi aja tugasnya, gue juga kerjain tugas gue. "
"Selagi ada gue, lo gak usah takut diganggu lagi, " ucap Nabila untuk menenangkan Zahra kembali.
Tring
Tring
Tring
3 jam berlalu. Tak lama kemudian, bel pun berbunyi menandakan waktu jam istirahat telah tiba.
Semua murid pun keluar dari kelasnya menuju kantin, untuk mengisi perut mereka masing-masing. Dan tak lupa mengumpulkan tugas yang telah diberi oleh Bu Kesya tadi.
Begitulah kelas XI IPA 6 "Patuh akan aturan. " Tapi tidak halnya dengan Zahra dan Nabila. Mereka lebih memilih berdiam diri di kelas dan akan menunggu sampai bel masuk tiba.
Saat itu juga, kelas pun kosong. Hanya tersisa Nabila dan juga Zahra, keduanya mengeluarkan bekalnya yang memang sudah sengaja mereka bawa dari rumah dan menyantapnya dengan begitu lahap.
Disela sela keheningan, Zahra pun mengeluarkan suaranya dan membuat suasana kelas yang tadinya sangat hening dikarenakan semua orang sedang beristirahat di kantin pun menjadi hidup kembali karna suaranya yang bisa terbilang cukup merusak telinga bagi siapapun yang mendengarnya.
"Bil jadi gimana udah bilang belum? Terus apa kata nyokap lo? Diizinan gk?"
"Ayolah. kalo lo gak diizinin, gue pastiin gue juga gak bakal ikut. Jadi lo gak usah sedih ok, " ucap Zahra dengan panjang kali lebar.
"Cerewet amat, " batin Nabila.
"Ya gitu, " balas Nabila dengan singkat.
"Maksudnya? Ya gitu gimana?"
"Noh, liat aja sendiri, " ujar Nabila lalu meletakan sebuah kertas di atas mejanya.
"Bil?"
"Hm?" balas Nabila dengan menaikan sedikit dagunya ke arah zahra.
"Lo serius?" Masih dengan rasa percaya tidak percaya.
"Emang muka gue keliatan banget lagi bercanda ya?" jawab Nabila dengan santainya. Lalu menyuapkan kembali makanannya tersebut ke dalam mulutnya.
Tak lama kemudian, Nabila pun menceritakan semua kejadian-kejadian yang sebelumnya kepada Zahra. Sampai pada akhirnya, ia bisa mendapatkan kartu peserta study tour yang saat ini sedang ia letakan di atas meja dan diberi unjuk kepada Zahra.
FLASHBACK ON
Nabila terus saja menuruni anak tangga, sampai pada akhirnya ia pun merasa letih karna harus melewati 3 tangga yang begitu melelahkan.
"Huh. Akhirnya nyampe juga. "
"Mamah?" ucap Nabila dengan rasa sedikit terkejut, karna tiba-tiba saja Farida sudah ada di sampingnya.
"Nabila, kamu abis dari mana nak? Kok ngos-ngosan gitu?" tanya Farida dengan tangannya yang saat ini telah sibuk menghapus keringat Nabila dengan menggunakan sarung tangan yang memang selalu Farida bawa kemana pun ia pergi.
"Biasa. Beres lari mah, " ucap Nabila plus dengan cengiran tanpa dosanya tersebut.
"Kamu lagi gak dihukum kan? Makanya ngos-ngosan gini?" tanya Farida dengan tegas dan disertai sedikit kerutan di keningnya.
"Nggak mah, Tenang aja. "
"Nabila kan anak baik mana mungkin dihukum. kan Nabila gak bakal mungkin ngecewain mamah. "
"Bagus kalo gitu. Oh iya sampe lupa. Nih, kamu bayar langsung ya. "
"Jangan dibuat yang nggak-nggak, " ucap Farida lalu memberi sebuah amplop yang sudah berisi sejumlah uang kepada Nabila.
"Udah gak usah dipikirin. Mamah paham kok, yang terpenting kamu bisa jaga diri. "
"Inget kamu harapan satu-satunya mamah, " ucap Farida dengan sesekali ia mengusap rambut milik Nabila dengan penuh kasih sayang.
"Makasih ya mah. Pokoknya Nabila sayang..banget sama mamah. "
"Apalagi mamah Bil. "
Mereka pun berpelukan dengan erat.
Nabila sendiri merasa sangat senang, karna mamahnya telah mengizinkannya untuk ikut serta dalam acara yang telah pihak sekolah adakan dan di sisi lain ada Farida yang khawatir akan kehormatan anak semata wayangnya. Tapi, bagaimanapun juga, Farida ingin melihat Nabila bahagia dan Farida sadar, tidak seharusnya ia terlalu bersikap keras pada anak semata wayangnya tersebut.
"Yaudah mamah pulang dulu ya. Masih ada urusan lagi nih. "
"Sekalian ntar mampir ke supermarket juga. Buat beli makanan yang harus kamu bawa nanti. "
"Yang bener ya belajarnya. Semangat, " Lanjutnya.
"Siap bu Komandan Farida Anantasya, " ucap Nabila dengan sangat antusias lalu memberi hormat kepada mamahnya tersebut.
"Dasar kamu mah. Makin gede makin aneh aja, " balas Farida disertai senyuman yang terukir di bibir manisnya. Lalu, pergi meninggalkan Nabila saat itu juga.
"Hati hati mah, " Teriak Nabila.
"Ok sayang. "
Tak lama kemudian, Nabila pun pergi ke ruangan administrasi, untuk membayarkan uang yang baru saja mamahnya berikan padanya. Sampainya ia di sana, Nabila pun langsung mengetuk pintu ruangan tersebut.
Tok
Tok
Tok
"Iya. Silahkan masuk. "
"Permisi, " ucap Nabila dengan sedikit berhati-hati.
"Iya. Ada apa nak?" sahut Bu Beta. Bendahara sekolah.
"Bu Saya mau melakukan pembayaran, untuk mengikuti study tour. Masih bisa kan bu?"
Padahal sudah jelas-jelas Bu Kesya sudah memberi peringatan kembali, kalo besok lah hari paling terakhir untuk melakukan pembayaran. Lebih tepatnya basa-basi mungkin.
"Masih bisa kok. Namanya siapa?"
"Nabila Anantasya bu. Dari Kelas XI IPA 6. "
"Ini kartu buat peserta yang ikut study tour. Kamu pastikan jangan sampai hilang ya. " ucap Bu Beta. Lalu, memberikan sebuah kartu yang sudah terdapat tanda tangan kepala sekolah di dalamnya.
"Karna itu termasuk salah satu tanda pengenal juga nantinya, " ujar Bu Beta dengan nada yang mungkin bisa terbilang cukup sopan untuk didengar.
"Siap bu. Makasih ya bu sebelumnya. Saya izin kembali lagi ke kelas bu. "
"Permisi. " Lanjut Nabila.
Bu Beta hanya tersenyum simpul dan membalasnya dengan sedikit anggukan. Nabila pun kembali ke kelas.
ZAHRA POV
Zahra yang mendengar semua cerita dari mulut Nabila secara langsung pun, membuatnya ikut serta merasakan kebahagiaan yang saat ini sedang Nabila sendiri rasakan.
"Demi apapun gue seneng banget. Kata gue juga apa, nyokap lo pasti bakal ngizinin kok. "
"Lo nya aja yang selalu berprisangka buruk terus sama orang, huh, " ucap Zahra untuk membenarkan kembali akan perkataannya kemarin.
"Iya iya, bawel lo ah. Yang penting gue bisa nepatin janji gue yang kemarin ke lo Ra. "
"Gue juga seneng, akhirnya gue bisa ikut study tour bareng kalian. "
"Aaaa, " goda Zahra. Tentu Zahra sendiri merasa senang, dikarenakan Nabila bisa ikut serta dalam acara yang telah diadakan di sekolahnya tersebut.
"ih. Gila gue dengernya hahaha, " Mereka pun tertawa bersama.