
Aslan menghela nafas setelah membunuh keempat player tersebut, jantungnya berdetak dengan cepat dan ia merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Apakah ini kebencian?" Aslan memegang dadanya.
Aslan menghela nafas lalu ia memasukan pedangnya lagi, ia melirik ke arah mayat Toxic Spider tersebut dan ia melihat ada sebuah drop item yang membuatnya sedikit tertarik.
Aslan mendekati drop item tersebut lalu ia mengambil drop item tersebut, Aslan segera menaikan alisnya saat melihat bahwa drop item tersebut adalah Skill Book, segera saja Aslan memeriksa Skill Book tersebut.
[Toxic Sword Skill Book (Rare)
Deskripsi : Melapisi pedang dengan racun
Mana cost : 20 mana/Menit
Cooldown : 5 menit]
[Gunakan/Tidak]
"Walaupun Skill Book ini hanya berada ditingkat Rare, tapi skill ini cukup berguna juga...." Aslan tersenyum senang, "Gunakan."
[Selamat Anda mendapatkan Skill baru]
[Toxic Sword | Level 1]
[Melapisi pedang dengan racun tingkat 1
Mana cost : 20 mana / Menit
Cooldown : 5 Menit]
Kekuatan skill akan meningkat seiring bertambahnya level dari skill tersebut, level skill akan mencapai tingkat maksimal saat sudah mencapai level 10.
Aslan tersenyum senang lalu ia mengeluarkan pedangnya dan menggunakan skill [Toxic Sword]nya, seketika mata pedangnya berubah menjadi hijau.
Namun kesenangannya terhenti saat sebuah pedang menusuk perutnya, Aslan terkejut lalu ia segera melompat menjauh dan melihat siapa yang menusuknya.
Orang yang menusuk Aslan menyeringai lalu ia melesat lagi ke arah Aslan, Orang itu mengayunkan pedangnya dan segera saja Aslan menahan pedang orang tersebut.
"Siapa kau?!"
Orang tersebut tidak menjawabnya lalu ia segera melompat mundur, orang tersebut tersenyum pada Aslan.
"Perkenalkan namaku Hirens dan jobku adalah Knight. Aku mendengar perkataanmu setelah kau membunuh keempat player itu dan itu membuat aku sedikit tertarik padamu."
Aslan mengerutkan dahinya saat mendengar bahwa orang yang berada dihadapannya ini memiliki job tingkat Menengah.
"Apa yang kau mau dari diriku?"
"Aku hanya ingin membantumu agar kau bisa memahami arti dari persahabatan yang sebenarnya."
"Lalu apa yang kau tahu tentang persahabatan?"
"Persahabatan adalah...." Sebelum Hirens melanjutkan perkataannya seseorang telah menendang punggungnya membuat Hirens tersungkur.
Orang yang menendang Hirens tersebut adalah seorang pria yang memakai masker dan memegang pedang yang sangat besar bahkan pedang orang tersebut melebihi besar tubuh pemiliknya.
Orang tersebut menatap Hirens dengan dingin lalu ia melesat kearah Hirens lalu ia mengayunkan pedang besarnya pada Hirens, Hirens segera menahan pedang besar tersebut dengan pedangnya namun karena perbedaan kekuatan yang begitu besar membuat pedang Hirens menjadi patah.
Orang yang membawa pedang besar tersebut tak membuang waktu lagi, ia pun segera memenggal kepala Hirens dan Hirens pun tewas ditempat.
Aslan yang melihat itu menjadi kesal ia pun segera mengambil pedangnya dan mengaktifkan [Toxic Sword] lalu melesat kearah pria tersebut.
Pria tersebut menatap dingin Aslan lalu ia menghunuskan pedang besarnya pada Aslan setelah itu ia mengayunkan pedang tersebut pada Aslan.
Aslan menghindar dari pedang tersebut lalu ia mengayunkan pedangnya namun sebelum pedang Aslan mengenai pria tersebut, pria tersebut menghilang dan tiba-tiba ia muncul di belakang Aslan.
Pria tersebut menendang Aslan dan membuat Aslan tersungkur.
Pria tersebut memandang dingin Aslan, "Jika kau ingin tahu arti dari persahabatan pergilah ke ibu kota dan cari aku. Ingat namaku Ryan!"
"Aku akan pergi mencarimu setelah menyelesaikan misiku," gumam Aslan.
***
Keesokan harinya Aslan sudah berada digerbang selatan kota Arista, ia berniat pergi ke Vaughan Hill untuk mengambil Dragon Rose.
Aslan telah mencari tahu tentang keberadaan Vaughan Hill di forum Vegas Online dan ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dari kota Arista.
Vaughan Hill hanya berjarak 2 kilometer arah selatan kota Arista. Aslan pun segera menuju ke Vaughan Hill.
Setelah berjalan selama dua jam akhirnya Aslan sudah dapat melihat Vaughan Hill, ia mengerutkan dahinya saat melihat bukit tersebut melayang di udara.
Aslan berjalan mendekat ke arah bukit saat ia sudah berada dekat dibukit tersebut ia menelan ludahnya karena bukit tersebut berada 500 meter di atas tanah.
"Bagaimana aku bisa pergi kesana?"
Aslan mulai mencari cara dan tiba-tiba pandangan tertuju pada sebuah gubuk yang disebelah gubuk tersebut ada seorang pria paruh baya yang sedang mencangkul kebun yang berada di sebelah gubuk tersebut.
Aslan pun segera mendekati pria paruh baya tersebut, pria paruh baya tersebut mengerutkan dahinya saat ia melihat Aslan.
"Apa kau ingin pergi kesana?" Pria paruh baya tersebut menunjuk kearah Vaughan Hill.
Aslan mengangguk lalu pria paruh baya tersebut mangejak Aslan untuk masuk kedalam gubuknya.
"Perkenalkan namaku Robert. Kau pasti ingin mengambil Dragon Rose di Vaughan Hill."
"Namaku Aslan. Benar aku ingin pergi mengabil Dragon Rose namun aku tidak tahu caranya untuk pergi ke bukit tersebut. Apa kay punya caranya?"
"Tentu aku punya, kau hanya harus mengambil sebuah sepatu terbang dibawah bukit tersebut namun untuk mengambil sepatu tersebut kau harus mengalahkan seorang penjaganya dahulu dan sampai saat ini belum ada yang berhasil mengalahkan oenjaga tersebut."
"Aku akan pergi kesana apapun resikonya."
"Baiklah, terserah kau saja namun aku ingatkan untuk tidak berlama-lama dibawah bukit tersebut karena bisa saja bukit tersebut tiba-tiba terjatuh dan menimpamu."
Aslan menelan ludahnya saat mendengar bahwa bukit tersebut bisa saja jatuh dan menimpanya. Aslan menggelengkan kepalanya lalu ia segera berdiri dan pergi dari gubuk tersebut menuju kebawah bukit yang melayang itu.
Aslan menahan nafasnya saat berada dibawah Vaughan Hill, ia mulai membayangkan jika bukit tersebut jatih dan menimpanya.
"Eh, mengapa aku percaya pada omong kosong orang itu? Sudahlah lebih baik aku mencari sepatu tersebut."
Aslan melanjutkan perjalanannya sambil berwaspada karena takut bukit tersebut akan tiba-tiba terjatuh menimpanya.
Setelah berjalan beberapa lama akhirnya Aslan menemukan seorang pria yang sudah beruban dan disamping pria tersebut ada sebuah peti harta karun yang Aslan yakini bahwa sepatu yang dimaksud Robert ada di peti harta karun tersebut.
Pria tua tersebut melirik ke arah Aslan dengan tatapan membunuh, seketika aura disekitar Aslan menjadi menakutkan. Aslan menelan ludahnya lalu ia mendekati pria tersebut dengan perlahan.
"Apa yang kau inginkan?"
"Aku ingin sepatu terbang untuk pergi ke Vaughan Hill."
Pria tersebut mengangguk, "Apa kau tahu akibatnya jika kau pergi kesana?" Aslan pun menggelengkan kepalanya.
"Bukit ini sengaja dibuat seperti ini oleh dewa agar sesuatu yang berada di bukit ini tidak merusak bumi lagi dan jika kau ingin turun dari bukit tersebut maka kau harus mengalahkannya dahulu."
"Mengapa aku harus mengalahkannya dahulu?"
"Karena sepatu yang kau maksud hanya berguna satu kali saja dan itu berarti kau hanya bisa pergi kesana saja serta tak bisa kembali sebelum sesuatu tersebut dikalahkan."
"Aku akan mengalahkannya dengan sekuat tenaga yang kubisa."
"Baiklah, tapi jika kau ingin sepatu tersebut kau harus membunuhku dahulu."
Pria tua tersebut mengeluarkan sebuah tongkat lalu ia melesat ke arah Aslan.
---
Jangan lupa like, vote, comment dan favorite.