Vegas Online

Vegas Online
Ch 2 - Naga Emas



Aslan tengah membeli perbekalan untuk menjalankan misi di kota Arista, ia membeli beberapa pedang dan armor karena khawatir pedang dan armornya akan rusak saat ia melawan naga.


Sebenarnya Aslan tidak begitu yakin jika ia dapat mengalahkan naga itu namun ia tidak putus asa.


"Jika belum mencoba maka kita tidak akan tahu." gumam Aslan.


Setelah dirasa cukup Aslan pun segera pergi keluar kota menuju gunung tempat ia mendapatkan misi tersebut.


Selama perjalanan Aslan terus mencoba menghubungi sahabat-sahabatnya namun semuanya tidak menjawab pesan tersebut, Aslan hanya bisa tersenyum kecut lalu ia melangkahkan kakinya lebih cepat.


Setelah beberapa saat akhirnya Aslan sampai di gunung tersebut, ia mencari keberadaan kakek tua yang memberinya misi namun setelah beberapa menit mencari Aslan tidak menemukan kakek tersebut.


"Baiklah, aku akan pergi ke puncak dan mengalahkan naga sialan itu."


Aslan pun mulai mendaki gunung tersebut, namun saat ia baru saja mendaki, Aslan bertemu dengan lima beruang.


[Big Bear


Level: 30


HP : 5000/5000]


"Walaupun levelku lebih rendah dari kalian tapi aku tidak akan menyerah." Aslan mengeluarkan pedangnya lalu menghunuskan pada kelima beruang tersebut.


Karena merasa terancam kelima beruang tersebut menatap tajam Aslan, kelima beruang tersebut segera melesat kearah Aslan. Aslan mengambil kuda-kuda lalu ia melompat ke salah satu beruang tersebut.


Aslan mengayunkan pedangnya pada beruang itu namun beruang tersebut menahan pedang Aslan dengan cakarnya. Aslan berdecak kesal lalu ia menendang wajah beruang tersebut hingga beruang tersebut terpental.


Pada saat bersamaan dua beruang mencakar punggung Aslan, kedua beruang tersebut ingin mengangkat lagi cakarnya namun Aslan segera melompat kedepan agar tidak terkena cakaran selanjutnya.


"Sial! Jika seperti ini terus aku akan mati."


Tepat setelah Aslan berkata seperti itu seekor beruang meninju punggung Aslan sampai Aslan terpental dan menabrak pohon. Sebelum Aslan berdiri kelima beruang tersebut mendekat dan mencakar Aslan terus menerus.


"Cih, sepertinya aku harus menggunakan skillku."


Aslan pun segera menggunakan skill [Sword Clon] dan seketika lima pedang muncul lalu menahan cakaran-cakaran dari beruang tersebut.


Tak berhenti disitu saja kelima pedang itu melesat dengan cepat lalu menusuk jantung para beruang tersebut.


[Level Up]


[Level Up]


"Fiuh, untung saja aku memiliki skill yang cukup kuat dan yang paling penting adalah aku naik level."


Aslan melompat girang karena mendapatkan kenaikan level walau hanya dua level saja. Aslan pun meminum beberapa potion sambil melanjutkan perjalanannya.


Setelah beberapa jam akhirnya Aslan sampai di puncak gunung tersebut, sepanjang perjalanan ia tidak bertemu lawan yang sulit. Aslan melihat ke arah kawah yang penuh lahar panas, Aslan terpana dengan keindahan kawah yang penuh lahar tersebut.


Aslan pun mulai mencari naga yang dimaksud dalam misinya dan tak berselang lama ia menemukan seekor naga yang tengah tidur berada disisi kawah tersebut.


"Bagaimana bisa naga itu tidur ditempat yang begitu panas seperti ini?"


Aslan pun segera mendekati naga tersebut, Aslan menarik pedangnya karena berniat untuk membunuh naga itu saat ia masih tertidur pulas.


Aslan berjalan dengan perlahan agar tidak membangunkan sang naga, Aslan menyeringai saat ia sudah berada beberapa jengkal saja dengan sang naga namun naas saat ia melangkahkan kakinya lagi ia terpeleset dan pedangnya mengenai hidung sang naga.


Naga tersebut langsung membuka matanya dan melihat ada Aslan yang sudah jatuh tertelungkup. Aslan bangkit dan terkejut saat melihat naga tersebut sudah bangun karena kecerobohannya.


"Berani-beraninya seorang manusia hina mengganggu tidurku!" Naga tersebut bangkit sambil membentangkan sayapnya.


Naga tersebut memiliki sisik berwarna emas dengan sebuah kristal berwarna hijau didahinya, naga tersebut sangat besar bahkan sayapnya saja sudah menutupi setengah dari kawah gunung tersebut.


Aslan menelan ludahnya saat melihat naga yang begitu besar, ia mulai ragu jika ia dapat menyelesaikan misi ini.


"Hey, mengapa aku takut? Jika belum mencoba maka kita tidak akan tahu."


Aslan mengeratkan genggaman pedangnya lalu ia melesat ke arah naga tersebut namun sebelum Aslan mencapai tubuh sang naga, naga tersebut menghempaskan Aslan dengan ekornya.


Aslan terlempar hingga ia berhenti saat menabrak sebuah batu dan seketika batu tersebut hancur menjadi debu, belum sempat Aslan bangun sudah ada bola-bola api yang mengarah padanya.


Aslan mengumpat lalu ia segera menghindari bola-bola api tersebut namun karena kuarng cepat ia terkena sebuah bola api. Seketika HP Aslan berkurang setengahnya, Aslan memperhatikan naga tersebut untuk mencari kelemahan naga tersebut.


Naga itu terbang kearah Aslan membuat Aslan memasang kuda-kudanya, Naga tersebut mendarat didepan Aslan lalu ia menggerakan ekornya untuk menyerang Aslan.


"Aku tidak akan terkena serangan yang sama dua kali."


Aslan melompat lalu ia menyayat ekor naga tersebut namun ia tak berhasil melukai naga tersebut dan membuat pedangnya patah. Aslan segera membuang pedang patahnya dan mengambil pedang yang baru dari inventorynya.


"Hei manusia hina, jika kau pergi dari sini sekarang maka aku akan mengampunimu."


"Aku tidak akan pergi sebelum membunuhmu."


Naga tersebut menjadi geram lalu ia menyemburkan api dari mulutnya, Aslan segera menghindar dan pergi kearah perut naga tersebut.


Aslan ingin mencabut pedang yang menancap di perut naga tersebut namun naga itu segera menghindar.


"Apa itu kelemahanmu?"


"Cih, kau tidak akan pernah bisa membunuhku."


Naga tersebut mengeluarkan aura yang begitu menekan hingga membuat Aslan bertekuk lutut, naga tersebut menyeringai lalu kristal yang berada didahinya bercahaya.


Kristal tersebut mengeluarkan sebuah laser yang langsung mengarah pada Aslan. Aslan yang masih dalam kondisi bertekuk lutut segera menahan laser tersebut dengan pedangnya.


Pedang Aslan beradu dengan laser tersebut dan karena perbedaan kekuatan yang begitu besar membuat pedang Aslan hancur berkeping-keping.


Laser tersebut pun melesat kearah Aslan dan Aslan pun terkena laser, seketika HP Aslan menurun drastis hingga tersisa 1% lagi.


Aslan menatap tajam naga itu lalu ia mengeluarkan pedang lainnya dari inventorynya, Aslan berdiri dengan bantuan pedang tersebut lalu ia menghunuskan pedangnya kearah naga tersebut.


"Gyahahaha, menyerahlah manusia hina! Sampai kapan pun kau tidak akan bisa mengelahkanku."


"Aku tidak akan pernah menyerah, karena...karena kau lah yang membuat sahaba-sahabatku pergi." Aslan melesat kearah naga tersebut, "Aku akan membunuhmu apapun yang terjadi."


Naga tersebut menyemburkan api pada Aslan, membuat HP Aslan terus berkurang. Aslan tidak menyerah dan terus berusaha mengambil pedang yang berada di perut naga tersebut, namun saat sudah dekat ia mendapatkan sebuah notifikasi.


[Anda telah terbunuh]


[Anda akan dikeluarkan dari game dengan paksa]


[Tidak dapat login selam 3 jam]


"Aku tidak akan menyerah!" Aslan menguatkan tekadnya membuat dirinya tidak dikeluarkan dari game.


[Kesalahan!]


[Kesalahan!]


[Kesalahan!]


Notifikasi terus berdering ditelinga Aslan namun Aslan makin bertekad membunuh naga tersebut karena naga tersebut membuat dirinya kehilangan sahabat.


Sang naga yang melihat Aslan masih tetap hidup walau HPnya sudah habis sangat terkejut.


"Bagaimana bisa? Apakah dia adalah orang yang terpilih?" Naga tersebut tersenyum, "Hahaha, akhirnya lahir seorang pahlawan yang akan mengalahkan orang itu."


Pada saat bersamaan Aslan telah menacapai perut sang naga lalu ia segera menarik pedang yang berada diperut naga tersebut, sebenarnya Aslan tidak yakin bahwa ia akan berhasil menarik pedang tersebut karena pedang tersebut berada di tingkat tertinggi namun karena tekadnya sudah besar maka ia tidak memperdulikan itu lagi.


Aslan berhasil menarik pedang tersebut, namun pada saat bersamaan tubuh Aslan mulai memudar demikian pula dengan tubuh sang naga.


"Hei manusia hina! Tolong lindungi dunia ini dari kekacauan!"


Kemudian tubuh mereka berdua menghilang, Aslan pun segera dikeluarkan dari game dengan paksa.


[Melewati batas sistem]


[Anda terkena hukuman]


[Level menjadi 0 dan kehilangan job]


[Tidak bisa login selama 24 jam]


Aslan tersenyum kecut saat melihat notifikasi tersebut karena walaupun ia sudah berhasil menyelesaikan quest tersebut tapi tetap saja ia kehilangan seluruh level dan bahkan sampai kehilangan jobnya juga.