
Hutan Flond berada dibarat Kota Arista, hutan tersebut ditumbuhi berbagai macam tumbuhan, dihutan itu juga tertanam bunga-bunga cantik yang membuat siapa saja terpana, hutan Flond sering disebut sebagai hutan surga karena keindahan alamnya dan menjadi hutan yang aman bahkan sampai tidak ada monster atau hewan buas disana.
Aslan sudah berada dihutan Flond, ia tengah mencari jejak dari gadis kecil yang dimaksud dalam misinya namun hampir setangah jam ia tidak menemukan jejak sama sekali.
"Tunggu, bukankah ia pergi mencari apel emas dan pohon apel emas berada dihutan yang lebih dalam lagi, berarti aku harus pergi kesana."
Aslan segera pergi ke hutan yang lebih dalam, semakin dalam ia memasuki hutan semakin indah pula hutan tersebut. Aslan sampai terpana dan ingin beristirahat sambil menikmati keindahan tersebut namun ia teringat dengan misinya.
Tak jauh dari tempat Aslan berdiri ada sebuah pohon yang daun dan buahnya berwarna emas, Aslan yakin bahwa itu adalah pohon dari apel emas.
Aslan pun menghampiri pohon tersebut lalu ia mengamati sekitar dan tiba-tiba ia melihat sebuah jepit rambut yang tergeletak ditanah. Aslan segera mengambilnya lalu ia mengamati jepit rambut tersebut.
"Aku yakin ini milik gadis itu, tapi kemana gadis itu pergi?"
Aslan mengelilingi pohon apel emas tersebut untuk mencari jejak lagi namun ia sama sekali tidak menemukan jejak baru, Aslan melihat ke pohon tersebut lalu ia menaikan alis saat melihat ada sebuah ranting pohon yang mengeluarkan getah.
"Ranting pohon baru saja patah dan aku yakin itu pasti ulah gadis kecil tersebut. Kalau bagitu kemungkinan gadis kecil itu ingin diculik lalu ia mematahkan ranting pohon tersebut untuk dijadikan senjata namun dengan usia gadis itu aku tidak yakin bahwa ia akan menang melawan penculik tersebut."
Aslan pun segera mencari patahan ranting tersebut lalu ia menemukan sebuah ranting pohon dibalik semak-semak, dari ranting tersebut Aslan langsung mengetahui kearah mana gadis tersebut pergi.
Aslan pun segera pergi kearah yang ditunjukan ranting tersebut, setelah berjalan beberapa lama akhirnya ia menemukan sebuah gubuk.
Aslan berjalan mengendap-ngendap mendekati gubuk tersebut lalu ia melihat kedalam gubuk tersebut melalui sebuah celah yang ada digubuk tersebut.
Aslan melihat ada seorang gadis berusia sekitar 10-an tahun sedang terikat dan disampingnya ada empat orang pria berbadan besar.
"Apa itu bandit? Tapi bagaimana bisa hutan yang begitu aman ini ada bandit?"
Dengan kemampuannya sekarang Aslan tidak yakin bisa melawan keempat bandit tersebut apalagi saat ini Aslan tidak dapat menggunakan senjata.
Satu-satunya cara yang dipikirkan Aslan adalah menunggu bandit tersebut keluar lalu ia menyelinap masuk dan membawa gadis kecil tersebut secepatnya.
Aslan segera pergi bersembunyi disemak-semak, ia menunggu para bandit tersebut pergi keluar namun sampai sepuluh menit ia menunggu para bandit tersebut tidak keluar juga akhirnya Aslan memutuskan untuk memancing para bandit tersebut keluar dengan melempar sebongkah batu besar kegubuk tersebut.
Benar saja setelah ia melemparkan batu tersebut keempat bandit itu keluar lalu Aslan pun segera menyelinap masuk, didalam gubuk tersebut ia melihat seorang gadis yang tangan dan kakinya terikat, mulut nya juga disumpal oleh sebuah kain.
Aslan segera mencabut sumpalan tersebut dari mulut gadis itu lalu ia pun segera melepaskan ikatan yang berada dikaki dan tangan gadis tersebut.
"Hiks...hiks...hiks apa kau datang untuk menyelamatkanku?"
"Benar, kau jangan berisik kita akan pergi sebelum para bandit itu kembali...." Aslan berbisik pada gadis tersebut namun tiba-tiba ada yang mencengkram bahu Aslan.
"Hohoho, ternyata ada pahlawan yang datang menyelamatkanmu, gadis kecil." keempat bandit tersebut sudah kembali sebelum Aslan pergi.
Disaat-saat seperti ini Aslan menjadi sangat bingung, ia tidak dapat melawan para bandit tersebut namun ia mau tak mau harus melawan bandit tersebut untuk menyelamatkan gadis tersebut.
Aslan pun teringat bahwa dalam Vegas Online seseorang dapat menggunakan kemapuannya didunia nyata atau jika seseorang didunia nyata itu ahli bela diri maka ia dapat menggunakan kemampuan bela dirinya di Vegas Online tanpa mengurangi kekuatannya sedikit pun.
'Aku ini juara kung-fu nasional berarti aku dapat menggunakan kemampuan kung-fu ku untuk melawan mereka.' batin Aslan.
Aslan menyeringai lalu ia mencengkram tangan bandit yang memegang bahunya lalu ia membanting bandit tersebut dengan sekuat tenaga hingga bandit tersebut tak sadarkan diri.
Melihat temannya tak sadarkan diri dalam satu serangan membuat ketiga bandit yang tersisa menjadi waspada, mereka mulai mengeluarkan senjata masing-masing lalu melesat kearah Aslan.
Aslan mengepalkan tinjunya lalu ia meninju perut salah satu bandit namun bandit tersebut menghindar tetapi Aslan segera menendang bandit tersebut sebelum berhasil menghindar.
Kedua bandit lainnya segera mengayunkan kedua senjatanya pada Aslan namun Aslan segera menghindar dari serangan tersebut namun saat ia menghindar sebuah pedang telah tertancap di perutnya.
Aslan melihat siapa yang menusuknya ternyata bandit yang sebelumnya telah ia tendang, Aslan kehilangan setengah HPnya dan saat ini ia menjadi bingung.
Aslan melirik kearah gadis yang sedang mematung dipojokan, "Benar, prioritasku adalah untuk menyelamatkan gadis itu."
Aslan pun segera pergi kearah gadis tersebut lalu ia segera menggendong gadis tersebut, saat Aslan sudah berada diluar ia segera mengeluarkan Fire Core dari inventorynya lalu mengarahkannya pada gubuk tersebut, seketika Fire Core tersebut menyemburkan api dan membuat gubuk berserta isinya terbakar.
"Fiuh, kita sudah aman sekarang. Siapa namamu?"
"Namaku Cika."
"Aku tidak ingin banyak berbicara lagi karena waktu kita sudah sedikit jadi aku akan segera mengantarkanmu pulang."
"Tapi kak, aku harus mengambil apel emas untuk mengobati ibuku yang sakit."
"Baiklah Cika, tapi kita harus cepat sebelum aku kehabian waktu."
Aslan pun segera menggendong Cika dan membawa pergi kearah Cika kearah pohon apel emas.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai dipohon apel emas tersebut, Aslan menurunkan Cika lalu ia segera mengambilkan beberapa apel emas namun saat ia mengambil sebuah apel emas ia melihat sebuah apel yang berbeda dari apel lainnya.
Apel tersebut berwarna hijau toska karena pernasaran Aslan pun mengambil apel tersebut lalu membawanya pada Cika.
"Ini beberapa apel untukmu tapi ada satu apel yang berbeda dari yang lainnya." Aslan menunjukan apel tersebut pada Cika.
Cika yang melihat apel tersebut sangat terkejut, "Kau sangat beruntung, kak. Apel ini bernama apel berlian dan apel berlian hanya tumbuh sektar 100 tahun sekali."
Mendengar hal itu Aslan segera memeriksa status apel tersebut.
[Diamond Apple (Myth)
Deskripsi : Apel berlian adalah apel yang tumbuh 100 tahun sekali, apel ini dapat berubah menjadi suatu item acak.
Batas penggunaan : 1 kali]
"Apel ini sangat bagus, apa aku boleh mengambil apel ini?"
"Tentu, anggap saja itu sebagai rasa terima kasihku karena telah menyelamatkanku."
Aslan tersenyum lalu ia memasukan apel tersebut kedalam inventorynya. Pada saat bersamaan tanah disekitar Aslan bergetar lalu tiba-tiba muncul tiga ekor cacing besar.
[Demi-Drag Worm (Mini-boss)
Level : 50
HP: 50.000/50.000]
Aslan dan Cika terkejut dengan kemunculan cacing raksasa yang sangat mengerikan karena seharusnya didalam hutan Flond tidak ada monster atau hewan buas yang berkeliaran.
"Bagaimana bisa ada cacing itu disini?"
Lalu sebuah notifikasi muncul dan menbuat Aslan semakin terkejut.
[Waktu melakukan quest telah habis]
[Anda telah gagal]
[Mengurangi 1 Gold]
"Tidak, Gold ku satu-satunya." Aslan berlutut sambil menatap langit dengan sendu.
Aslan beralih menatap tajam ketiga cacing raksasa tersebut, lalu ia segera menggendong Cika dan pergi secepat mungkin dari cacing raksasa tersebut.
"Aku telah gagal dalam misi namun keselamatannya masih tanggung jawabku. Saat ini hanya lari saja yang bisa aku lakukan."
---
Jangan lupa like, vote, comment dan favorite.