
Kenaikan level Silvia cukup mengerikan, baru beberapa jam saja ia sudah mencapai level 30. Tentu saja hal itu tak terlepas dari bantuan Aslan dan Artemis.
Keduanya menyerang banyak monster, namun tidak sampai membunuhnya dan hanya menyisakan beberapa persen HP monster saja lalu Silvia lah yang membunuhnya.
Beberapa kali mereka juga bertemu monster yang lavelnya setara dengan Aslan bahkan setara dengan level Artemis. Langsung saja mereka berdua bertarung dengan monster tersebut untuk meningkatkan level keduanya.
Saat ini Aslan, Artemis dan Silvia sedang beristirahat. Mereka saling berbincang-bincang sambil membagikan item yang dijatuhkan oleh monster.
"Mengapa tidak ada item yang cocok denganku?" Aslan menatap sedih item-item tersebut.
"Kau sangat tidak beruntung, Aslan. Lihatlah! item-item ini sangat berguna bagi Silvia dan dengan item-item ini aku yakin dia akan menjadi player yang hebat, tetapi aku akan jauh lebih hebat darinya. Gyahahaha." Artemis tertawa kejam membuat Aslan dan Silvia menatap aneh dirinya.
Pada saat bersamaan, tato-tato di tangan Aslan bercahaya dan keluar tiga hewan dari tato-tato tersebut.
Gamma langsung melompat dan hingga di atas kepala Aslan, sementara Alpha dan Beta duduk di hadapan Aslan.
Sambil tersenyum Aslan mengelus cula kedua badak tersebut, "Kalau dilihat-lihat ukuran kalian semakin membesar, bahkan tubuh kalian lebih besar dariku."
"Semakin tinggi level pet, maka semakin besar pula tubuhnya, tetapi mereka juga bisa mengecil ke ukuran yang tuannya inginkan. Oh iya, ukuran tubuh pet akan berhenti bertumbuh saat mereka telah mencapai level 200." Artemis menjelaskan pada Aslan.
Aslan mengangguk mengerti, saat ini kedua badak tersebut telah berlevel 89 dan Aslan mulai membayangkan seberapa besar badak-badak itu saat mereka berlevel 200.
"Walaupun bisa dikecilkan mereka tetap saja merepotkan jika dibawa. Apa ada cara untuk mengatasi ini, Artemis?"
Artemis melirik Aslan lalu mengerutkan dahinya, "Apa kau tidak tahu jika pet bisa disimpan di dalam inventory?"
"Bisa disimpan di dalam inventory? Mengapa kau tidak memberi tahuku sejak awal?" Aslan langsung mencoba hal itu pada Alpha dan Beta, benar saja keduanya bisa dimasukan ke dalam inventory.
"Beginilah jika tidak membaca panduan sebelum bermain." Artemis begumam sambil menggelengkan kepalanya.
Sementara itu, Silvia tak berkedip saat melihat ketiga pet Aslan. Dia juga ingin memiliki pet seperti Aslan, namun tidak berani mengungkapkannya karena dirinya sudah terlalu banyak dibantu Aslan.
"Sudah cukup istirahatnya, sekarang mari berburu lagi!" Artemis mengangkat busurnya lalu berjalan pergi, namun baru saja Artemis melangkahkan kaki, Aslan langsung menghentikannya.
"Aku ingin mencoba sesuatu." Setelah itu, Aslan mengeluarkan Alpha dari inventory.
Artemis dan Silvia mengerutkan dahi. Saat Aslan berjalan ke arah Alpha, Artemis mulai mengerti apa yang ingin dilakukan oleh Aslan.
Aslan mengangkat kaki kanannya dan hendak duduk di punggung Alpha, namun belum sampai kaki Aslan di punggung Alpha, badak itu malah berpindah tempat.
Sekali lagi Aslan melakukan hal yang sama, namun badak itu berpindah tempat lagi. Aslan pun mencobanya berkali-kali, namun Alpha selalu berpindah tempat sebelum Aslan bisa menaikinya.
"Hahaha, kau sangat bodoh, Aslan. Kau harus memiliki saddle terlebih dahulu untuk bisa menggunakan pet sebagai mount."
Aslan menggaruk kepalanya, ia pun memasukkan kembali Alpha ke dalam inventorynya.
"Sudahlah! Sekarang lebih baik kita pergi berburu lagi." Artemis pun memimpin jalan menuju hutan yang lebih dalam dan diikuti oleh Aslan dan Silvia.
***
Baru saja mereka memasuki hutan yang lebih dalam, mereka langsung disambut dengan raungan keras. Ternyata raungan keras itu berasal dari sebuah gua, karena penasaran mereka pun segera menghampiri gua tersebut.
Alangkah terkejutnya mereka saat melihat ada seekor harimau raksasa berwarna ungu sedang melahirkan.
[Roxa Tiger (Big Boss)
Level : 300
HP : 1.000.000]
"Astaga kita harus segera pergi dari sini! Harimau itu berada di tingkat Big Boss." Artemis memperingatkan Aslan dan Silvia.
Monster dan hewan memiliki lima tingkatan, yaitu Biasa, Mini Boss, Boss, Big Boss dan Superior. Setiap tingkatan akan lebih kuat dari tingkatan di bawahnya walaupun levelmya lebih rendah.
Contohnya monster tingkat Boss dengan level 100 akan kalah dengan monster tingkat Big Boss level 50.
Aslan mengerti bahwa hewan tersebut sangat berbahaya, namun dalam lubuk hati Aslan sangat ingin menjadikan harimau itu menjadi petnya, karena level harimau tersebut sangat tinggi membuat Aslan mengubur dalam-dalam keinginan itu.
Saat hendak pergi dari sana, Silvia menarik pelan baju Aslan lalu menunjuk ke arah belakang harimau raksasa itu. Aslan menyipitkan matanya dan melihat ada dua anak harimau.
"Aku ingin itu."
Mendengar perkataan Silvia, Aslan langsung meliriknya, "Kau ingin anak harimau itu? Yang benar saja."
Aslan memijat keningnya, "Baiklah...aku akan mengambilkannya untukmu." Lalu Aslan melirik Artemis seolah meminta bantuan darinya.
"Aku tidak bisa membantumu. Apa kau lupa jika senjataku sedang tidak bisa dipakai?"
Aslan tersenyum kecut lalu mengeluarkan Penta Sword dari sarungnya. Saat Aslan akan melesat, Artemis berkata padanya, "Berhati-hatilah!"
Aslan pun mengangguk lalu menghunuskan pedangnya ke arah harimau tersebut dan melesat ke arahnya.
Merasa ada yang mendekatinya, Roxa Tiger meraung dan mengeluarkan cakar-cakarnya. Kemudian harimau tersebut mengayunkan cakar tersebut ke arah Aslan.
Karena tak sempat menghindar, Aslan menggunakan Penta Sword untuk menahan cakar tersebut. Ia juga melapisi pedang tersebut dengan air dan skill [Toxic Sword] lalu dengan cepat berguling ke arah kanan.
Aslan langsung bangkit dan menyemprot harimau tersebut dengan air beracun, namun karena level yang sangat tinggi membuat harimau tersebut tak terkena efek dari racun Aslan.
"Ah, sepertinya dengan cara itu aku bisa melumpuhkannya." Aslan menekan Elite Earth Core lalu menancapkan Penta Sword ke tanah.
Seketika tanah menyelimuti kaki harimau tersebut yang membuat hewan raksasa tersebut tak bisa bergerak.
Tanpa berbasa-basi lagi Aslan segera berlari ke belakang harimau tersebut dan mengambil salah satu anak harimau tersebut. Setelah itu, ia segera kembali, namun saat di tengah jalan, tanah-tanah yang menyelimuti kaki Roxa Tiger hancur.
Aslan berpikir dengan cepat apa yang harus dilakukannya. Saat Roxa Tiger mengayunkan cakarnya, Aslan teringat dengan skill [Clone] miliknya.
Langsung saja Aslan mengaktifkan skill tersebut dan munculah clone Aslan yang langsung mengalihkan perhatian, namun Roxa Tiger tak menghiraukan clone Aslan.
"Astaga, aku lupa jika aku membawa anaknya." Aslan segera menyelimuti kaki harimau tersebut dengan tanah dan berlari sekencangnya.
Saat sampai di tempat Silvia dan Artemis, Aslan langsung meminta mereka pergi. Ketiga orang tersebut pun segera pergi keluar gua dan bersembunyi di balik semak-semak.
Setelah merasa aman, ketiganya keluar dan Silvia langsung mengambil bayi Roxa Tiger dari Aslan.
"Kau begitu imut!" Silvia segera melakukan kontraknya dengan bayi Roxa Tiger tersebut.
[Membuat kontrak dengan hewan]
[Kemajuan 1%, 2%, 3%]
[Kontrak gagal]
Aslan dan Artemis ternganga, sementara Silvia menahan sedihnya karena tidak bisa menjadi bayi Roxa Tiger tersebut.
"Kau harus membuatnya mengakuimu sebagai tuan, ia baru saja dilahirkan jadi ia sangat membutuhkan sebuah kasih sayang." Artemis berkata pada Silvia.
Silvia pun mengikuti perintah Artemis, ia mengelus kepala bayi Roxa Tiger tersebut selama beberapa saat lalu ia membuat kontrak lagi dengan harimau kecil tersebut.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya kontrak selesai dan bayi Roxa Tiger sekarang menjadi pet Silvia.
Lalu Silvia memberinya nama Lisvia, harimau kecil itu tampak senang dengan nama tersebut. Silvia segera menggendongnya dengan ekspresi yang sangat bahagia.
"Saat ini lebih baik kita kembali ke kota karena matahari akan segera terbenam." Ucapan Artemis itu dibalas anggukan kleh Silvia.
"Kalian kembalilah terlebih dahulu! Aku ingin berburu sampai malam disini."
"Baiklah, kau harus berhati-hati." Artemis dan Silvia pergi meninggalkan Aslan sendiri.
Setelah kedua wanita tersebut tak terlihat lagi, Aslan pergi ke selatan. Baru beberapa langkah Aslan berjalan tiba-tiba suara dentuman keras terdengar dari belakangnya.
Aslan berbalik dan sangat terkejut saat tahu ada seorang pria berotot besar sedang meninju seekor monster.
"Kau harus lebih waspada lagi. Untung saja aku kebetulan lewat dan melihat monster itu sedang membuntutimu."
"Terima kasih, Tuan. Jika boleh tahu, siapa nama Anda?"
"Namaku Hibiki. Pejuang tangguh yang tidak pernah menyerah."
Pria yang bernama Hibiki tersebut mengangkat tangannya ke langit, setelah itu ia menurnkan tangan sambil tersenyum dan berkata sangat pelan, "Peace Knight."
...****************...
Saya mohon maaf karena di chapter sebelumnya ada kesalahan dan sudah saya benarkan lagi. Sekali lagi mohon maaf atas kesalahan saya.