Vegas Online

Vegas Online
Ch 20 - Memulai Misi



Matahari belum menunjukkan cahayanya namun Rudi telah bangun dari tidurnya, ia sangat bersemangat karena akan menjalankan misi.


Saat ini Rudi sedang sarapan, sambil menikmati makanannya ia memainkan ponselnya.


Rudi membuka forum Vegas Online dan di forum tersebut sedang hangat memperbincangkan tentang player yang memiliki level tertinggi di Vegas Online.


Player tersebut hangat diperbincangkan karena menyelesaikan satu dari dua puluh dugeon terlarang, di sebut terlarang karena dugeon tersebut sangat mustahil untuk di taklukan.


Rudi mengerutkan dahinya, "Apa yang menarik dari hal seperti itu?"


Rudi mulai tertarik saat mengetahui item yang didapatkan player tersebut, player tersebut mendapatkan dua item tingkat Legendary dan kedua-duanya memiliki fungsi yang sangat hebat.


"Item yang dapat mengambil level seseorang menjadi level milik pengguna dan item yang dapat menambah kekuatan hingga 100 kali lipat."


Rudi tak henti-henti berdecak kagum, ia berniat untuk memasuki dugeon terlarang saat dirinya sudah memiliki level dan kekuatan yang tinggi, berharap ia akan mendapatkan item seperti itu juga.


Rudi pun menutup ponselnya lalu ia segera menghabiskan makanannya.


Merasa masih memiliki banyak waktu, Rudi pun memilih untuk membersihkan rumah.


Setelah selesai membersihkan rumah, Rudi segera pergi mandi. Beberapa menit kemudian Rudi keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang terasa segar.


Rudi melihat jam dan ternyata sudah hampir memasuki waktu berkumpul untuk membicarakan misi. Rudi pun bergegas memakai pakaian lalu memasang Rens-gear.


***


Aslan bergegas pergi ke markas guildnya, saat sampai di sana suasananya cukup sepi. Aslan melirik ke sekitar lalu ia pergi ke lantai tiga.


Saat Aslan masuk ke ruang rapat ternyata hanya ada satu player saja yang telah duduk di salah satu kursi di sana.


Player tersebut adalah seorang gadis, gadis tersebut menatap Aslan sejenak lalu memalingkan wajahnya.


Aslan sedikit bingung dengan gadis tersebut lalu ia pun mendekatinya.


Saat Aslan sudah berada di dekat gadis tersebut, gadis tersebut mencoba menjauh dengan pindah tempat duduk dan hal tersebut membuat Aslan semakin bingung.


"Kau kenapa? Aku hanya ingin berkenalan denganmu."


Gadis tersebut melirik ke arah Aslan, "Yura." Suara Yura sangat kecil namun karena suasana sedang sepi membuat suara gadis tersebut terdengar oleh Aslan.


Aslan menggaruk kepalanya, "Namaku Aslan." Setelah memberitahu namanya Aslan pun segera duduk cukup jauh dari Yura.


Suasana menjadi canggung, Aslan berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Yura mengobrol namun Yura tidak menghiraukan Aslan.


Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan ternyata yang membuka adalah Viona, Aslan dan Yura pun segera menyambut sang wakil ketua tersebut.


"Baru kalian berdua yang sudah datang?" Aslan dan Yura pun mengangguk. Viona menghela napas lalu duduk di samping Aslan.


"Wakil Ketua, me...." Sebelum Aslan menyelesaikan kalimatnya, Viona sudah menyentil dahi Aslan.


"Jangan panggil aku dengan sebutan itu, aku sudah muak mendengarnya. Panggil aku Viona saja!"


Aslan mengangguk, "Viona, mengapa Yura seperti itu?" Aslan menunjuk Yura.


"Yura memang seperti itu dan perlu kau tahu walaupun Yura seperti itu tapi Yura memiliki kekasih."


"Benarkah? Siapa yang menjadi kekasihnya?"


Baru saja Viona ingin membuka mulut, pintu ruangan tersebut terbuka dan menampilkan sesosok pria yang membawa gitar, pria tersebut adalah Kurt.


"Wah, ternyata sudah ada Aslan, Wakil Ketua dan Yura."


Viona mengangguk lalu meminta semuanya untuk merapat, Viona segera meminta mereka semua untuk mengecek perbekalan agar tidak ada yang terlupakan.


Semuanya telah selesai memeriksa perbekalan namun Viona belum juga memulai rapatnya.


"Apa masih ada yang kita tunggu?" tanya Aslan.


"Yap, masih ada satu orang lagi."


Tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka dan muncul seorang wanita dengan busur di punggungnya datang sambil terengah-engah.


"Maaf aku terlambat."


Mata Aslan melebar saat melihat wanita yang baru saja datang tersebut, "Artemis?"


Artemis melirik ke arah Aslan dan ia sangat terkejut sama seperti Aslan, "Ru...Rudi?" Seketika Aslan mengerutkan dahinya.


"Maksudku Aslan, ternyata kau ikut juga dalam misi ini."


[ Quest


Rank : A


Waktu: 7 hari


Reward : 150.000 Exp guild, 20.000 Gold & Item


Penalti : Jika gagal maka harus membayar denda 15.000 Gold


Kemajuan : Membunuh pemimpin bandit 0/1


Deskripsi : Sekelompok bandit yang menamai diri mereka sebagai Ru Weapon sudah meresahkan warga, Ru Weapon saat ini berada di Eigma Forest. Bunuhlah pemimpin bandit tersebut sebelum waktunya habis!


Note : Disarankan untuk lima player]


Viona segera menjelaskan bahwa Re Weapon adalah bandit yang cukup di takuti di Kekaisaran Chirin.


Jumlah anggota mereka ada lebih dari seratus orang yang memiliki level di atas 30, sehingga Viona menyarankan untuk bergerak sangat hati-hati.


Aslan segera menelan ludahnya saat mendengar level para bandit tersebut, ia sedikit takut karena level dirinya berada di bawah para bandit tersebut.


"Baiklah, agar kita dapat bekerja sama dengan baik, aku ingin kalian menyebutkan level serta job masing-masing! Mulai dari diriku, aku sudah level 86 dan jobku adalah Ninja."


Aslan mengerutkan dahinya, "Aku baru tahu jika Ninja menggunakan dua katana."


"Sudahlah, kau jangan memikirkan hal itu. Baiklah, selanjutnya Kurt."


"Levelku 65 dan Jobku Musician."


Artemis mengangkat tangan, "Seperti yang kalian ketahui aku ini memiliki job tingkat Special, yaitu Destruction Archer dan levelku adalah 97."


Aslan dan yang lainnya cukup terkejut dengan level Artemis yang hampir mencapai 100, Artemis hanya tertawa kecil saat melihat wajah terkejut teman-temannya itu.


"Yura memiliki level 44 dan job Yura adalah Priestess."


Semua orang memasang telinga baik-baik karena suara Yura yang sangat kecil. Aslan menelan ludah saat Aslan mengetahui level Yura lebih tinggi daripada dirinya.


"Aslan, sekarang giliranmu." Perkataan Viona tersebut membuat Aslan menjadi gugup.


"Jobku Swordsman dan aku memiliki level 26." Saat menyebutkan levelnya, Aslan sedikit mengecilkan suaranya karena takut teman-temannya akan menertawai dirinya.


Namun tanggapan yang lainnya berbeda dengan perkiraan Aslan, mereka semua menaikkan alis saat mendengar level Aslan.


"Wah, misi ini memang tepat untukmu di sana kau bisa membunuh banyak bandit dan mendapatkan kenaikan level yang banyak juga." Viona menjadi bersemangat


"Aslan, setelah ini aku akan membantumu berburu." Artemis ikut bersemangat seperti Viona.


Aslan tersenyum lalu mengangguk, "Terima kasih, aku akan lebih giat lagi dalam berburu." Setelah itu semuanya bersiap lalu pergi ke Eigma Forest untuk menjalankan misi.


***


Sesampainya di sana, mereka berlima langsung disambut oleh sebuah kastil yang cukup berlumut.


Aslan dan yang lainnya sedang bersembunyi di semak-semak, mereka sangat yakin bahwa kastil tersebut adalah markas dari Re Weapon.


Mereka pun segera membuat rencana, Viona menyarankan untuk membuat sebuah pengalihan agar dapat masuk lebih mudah.


"Artemis dan Kurt, kalian yang akan mengalihkan perhatian para bandit itu. Aku, Aslan dan Yura akan menyelinap masuk untuk membunuh pemimpin mereka dan menyelamatkan para tahanan."


Rencana Viona segera ditentang oleh Aslan, "Bukankah sangat riskan jika kita melakukan itu dan menurutku kekuatan Artemis lebih baik digunakan untuk melawan pemimpin musuh."


"Tidak, aku yakin akan banyak musuh yang keluar dari kastil itu dan kekuatan merekalah yang bisa melawan mereka sekaligus."


Setelah berpikir sejenak, Aslan pun akhirnya setuju lalu mereka bersiap untuk menyerang markas.


Saat sedang bersiap, ada beberapa orang bandit yang baru saja masuk ke dalam kastil sambil membawa seorang gadis.


Melihat hal itu membuat Aslan semakin ingin menyerang para bandit tersebut.


Artemis dan Kurt keluar dari persembunyian lalu Kurt mengeluarkan sebuah teriakan yang diiringi dengan sebuah gelombang ke arah kastil tersebut.


Kastil tersebut berguncang seperti terkena gempa, tak berselang lama pintu kastil terbuka dan puluhan bandit keluar dari sana.


"Baiklah, perubahan senjata tingkat 4." Busur Artemis berubah menjadi senapan mesin, lalu Artemis mengerahkannya pada puluhan bandit tersebut, "Saatnya pesta."