Vegas Online

Vegas Online
Ch 37 - Perang Guild II



Artemis dan Viona mengambil kesempatan untuk menyerang saat semua orang sedang terkejut dengan kedatangan seorang raksasa tersebut.


Semua orang kembali fokus ke dalam pertarungan saat Artemis dan Viona bergerak, seketika peperangan berjalan kembali.


"Viona, siapa sebenarnya raksasa itu? Sepertinya kau mengenalnya." Artemis bertanya sambil terus menyerang lawan-lawanya.


"Apa kau tidak mengenali wajah raksasa itu? Lihatlah dengan baik!"


Selesai membunuh lawannya, Artemis menyipitkan matanya melihat paras raksasa tersebut. Seketika Artemis melebarkan matanya saat mengenal wajah tersebut, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Itu...ketua." Mendengar ucapan Artemis tersebut membuat Viona tersenyum kecil.


"Itu adalah kemampuan terkuat ketua, ia selama ini memyembunyikan kekuatan tersebut dari yang lain, kecuali padaku. Ryan menyebut dirinya sebagai monster pembelah langit saat dalam bentuk ini.”


Artemis mengangguk mengerti, "Lalu sekarang bagaimana nasib Hirens? Apa dia sudah tewas?"


"Belum, apa kau melihat sesuatu yang menggangtung di pinggang ketua? Jika kau melihatnya, maka itulah Hirens."


Artemis melihat ke arah pinggang Ryan dan ternyata perkataan Viona memang benar, saat ini Hirens sedang digantung terbalik oleh Ryan di pinggangnya.


"Ketua sangat kejam," gumam Artemis.


Bukan hanya Artemis saja yang melihat hal itu, namun semua orang yang berada di sekitar kedua wanita tersebut juga ikut melihatnya.


Raut wajah anggota Guild Black Demon langsung memucat saat melihat ketuanya tersebut, semangat mereka langsung menurun.


Sebaliknya, raut wajah anggota Guild Death Fire menjadi cerah dan semangat mereka semakin membara.


Semantara itu, di lokasi pertarungan Ryan dan Nibi. Keduanya masih saling bertatap-tatapan, suasana di sana sangat mencekam sehingga tidak ada satu pun orang yang berbicara di sana ,hanya seseorang yang tergantung di pinggang Ryan sedari tadi berteriak kencang.


"Hei sialan! Lepaskan aku! Lebih baik kau membunuhku daripada aku harus seperti ini," teriak Hirens.


"Maaf, aku tidak mendengarmu." Ucapan Ryan membuat Hirens bertambah kesal dan akhirnya ia pun pasrah digantung seperti ini.


Pada saat bersamaan, Nibi telah terbang dengan cepat ke arah Ryan. Ryan yang melihatnya hanya tersenyum kecil lalu menarik pedang besar yang berada di punggungnya.


Pedang besar Ryan juga ikut membesar seukuran tubuh Ryan saat ini. Ryan menjadi sosok yang mengerikan dengan pedang besar di tangannya.


Segera ia menyambut Nibi dengan mengayunkan pedangnya ke arah Nibi, dengan cepat Nibi menghindari pedang tersebut lalu tali-tali hitam keluar dari punggung Nibi dan melesat ke arah wajah Ryan.


Dengan tangannya, Ryan menangkap tali-tali tersebut, namun baru saja ia ingin mengakap tali-tali tersebut salah satu tali menusuk lengan Ryan.


Nibi tersenyum puas saat melihat salah satu tali hitamnya menusuk tangan Ryan, tanpa Ryan ketahui ternyata tali-tali tersebut mengandung racun tingkat 10 yang sangat mematikan.


Ryan mengerutkan dahinya saat melihat senyum penuh arti Nibi, tiba-tiba sebuah notifikasi muncul yang membuat Ryan mengerti kenapa Nibi tersenyum.


[Anda telah terkena racun tingkat 10]


[Skill Anti-Poison diaktifkan]


[Menghilangkan seluruh racun di tubuh]


Sekarang Ryan lah yang tersenyum bahkan ia sudah hampir tertawa karena rencana Nibi telah gagal, sementara itu Nibi yang melihat senyum Ryan menjadi bingung.


"Kau tidak bisa meracuniku, Nibi."


Lalu Ryan mengayunkan lagi pedangnya, namun kali ini tidak mengarah Nibi melainkan ke arah langit.


Tepat setelah pedang tersebut diayunkan, tiba-tiba langit terbelah dan keluar seekor naga petir dari belahan langit tersebut, namun naga tersebut hanya kepalanya saja yang keluar.


Nibi menggertakkan giginya lalu tangannya menunjuk ke arah pasukan Guild Black Demon dan sebuah pelindung berwarna hitam tercipta membuat petir-petir tersebut tidak mengenai pasukan tersebut.


"Sial! Padahal hanya mengeluarkan kepalanya saja tapi sudah membuatku kehabisan mana." Setelah berkata seperti itu, belahan langit tersebut mulai tertutup bersamaan dengan itu tubuh Ryan dan pedangnya mulai menyusut.


Ryan pun kembali ke wujud semulanya dengan Hirens berada di sampingnya, Hirens berulang kali mengucapkan syukur saat dirinya telah kembali menginjak tanah.


Dari kejauhan Nibi yang melihat Ryan telah kembali ke wujud semula segera melesat dengan cepat, saat sudah berada di dekat Ryan tiba-tiba angin kencang muncul dan menghempaskan Nibi.


Untungnya Nibi segera mengepakkan sayapnya sehingga ia tidak terhempaskan oleh angin tersebut.


Tak jauh dari sana Aslan sudah bersiap untuk menggunakan kekuatan Penta Sword lagi, namun tiba-tiba mananya berkurang dengan cepat hingga habis, setelah habis sekarang giliran HP Aslan yang mulai berkurang.


"Ada apa ini?" Saat berkata seperti itu, Aslan melirik Leo Ring yang berada di jarinya sedang bercahaya terang.


Segera saja ia mencopot cincin tersebut lalu memasukkannya ke dalam Inventory. Bersamaan dengan itu, HPnya pun tak berkurang lagi.


"Jadi ini adalah efek samping dari Leo Ring. Ah, aku memang sudah menggunakan kekuatan dari cincin itu untuk membunuh banyak orang."


Setelah berkata seperti itu, sebuah ide muncul di benak Aslan. Aslan tersenyum lalu mengarahkan pedangnya ke langit, ia menekan Elite Water Core dan air keluar dari ujung Penta Sword.


Semua orang di sana mengernyitkan dahinya saat melihat sesuatu yang dilakukan Aslan, Nibi pun yang tadinya hendak menyerang Aslan mengurungkan niatnya saat melihat itu.


Air menyembur kencang dari Penta Sword ke atas langit lalu turun kembali seperti air hujan dan membasahi Aslan dan orang-orang di sekitarnya.


[Skill Water Healing diaktifkan]


[Menyembuhkan 100 point HP dan MP saat tubuh dalam keadaan basah]


"Asalkan tubuhku selalu dalam keadaan basah maka skill ini akan terus aktif." Setelah itu Aslan segera melesat ke arah Nibi.


Aslan mengayunkan pedangnya pada Nibi dan mereka berdua pun saling bertukar serangan. Di sisi Ryan, ia sedang meminum potion sebanyak-banyaknya.


Hirens yang berada di sampingnya diam-diam ingin memberikan serangan pada Ryan, namun sebuah anak panah melesat ke arahnya.


"Kau ingin melakukan apa, Hirens?" Artemis yang datang sendiri berkata sambil menarik busurnya.


"Cih, kau akan mati di tanganku." Hirens segera melesat ke arah Artemis dan mereka pun mulai bertarung.


Tak jauh dari sana Aslan sudah kewalahan saat menghadapi Nibi, ia tak pernah berhasil menyentuh Nibi karena tali-tali hitam milik Nibi.


Ryan yang melihat Nibi sudah kewalahan segera mengambil pedangnya lalu berlari ke arah Nibi, saat sampai di sana ia segera mengayunkan pedangnya ke arah Nibi.


Dengan sigap Nibi pun menghindari pedang tersebut, namun baru saja ia menghindar ternyata sudah ada Aslan yang sudah mengayunkan pedangnya.


Nibi pun terkena pedang Aslan dan HPnya berkurang beberapa persen, Nibi berdecak kesal lalu ia mengepakkan sayapnya dan terbang ke arah Aslan.


Ryan segera menggunakan pedang besarnya untuk memotong salah satu sayap Nibi, membuat Nibi terjatuh.


"Percuma kau memotong sayapku karena sayapku ini terbuat dari bayangan sehingga aku bisa membuatnya lagi." Nibi berkata sambil bangkit.


Aslan yang berada di belakang Nibi segera mengangkat pedangnya, namun belum sempat ia mengayunkan Penta Sword sebuah bola api melesat ke arahnya membuat Aslan tidak jadi menyerang Nibi.


Kemudian empat orang dengan job yang berbeda muncul, Aslan cukup terkejut dengan kedatangan empat orang tersebut.


"Sudah lama tidak bertemu, Aslan." Salah satu dari mereka berkata sambil maju beberapa langkah.