Vegas Online

Vegas Online
Ch 38 - Perang Guild III



"Tuan Nibi, dia biar kami yang urus. Kau lawan saja ketuanya!" Seseorang dengan job Guardian berkata pada Nibi.


"Sebenarnya aku tidak suka jika disuruh oleh seseorang, tapi apa boleh buat. Oh iya, pastikan kalian mendapatkan dua buah cincin yang ada padanya!" Nibi pun melesat ke arah Ryan.


Mereka berempat adalah keempat mantan sahabat Aslan, sambil menyeringai mereka berjalan santai ke arah Aslan seperti meremehkannya.


Merasa dirinya diremehkan Aslan menjadi geram, "Akan kubunuh kalian semua...!!!" Sambil menekan Elite Fire Core, ia berlari maju ke arah empat mantan sahabatnya tersebut.


Melihat Aslan maju ke arah mereka berempat, Arka segera menarik beberapa anak panahnya lalu melepaskan anak panah tersebut ke arah Aslan.


Aslan mengarahkan pedangnya ke panah-panah tersebut, api semakin membesar lalu membakar panah-panah tersebut.


Bola-bola api tiba-tiba muncul dan melesat ke arah Aslan, tanpa membuang waktu lagi Aslan segera menekan Elite Water Core lalu memadamkan bola-bola api tersebut.


Ternyata yang membuat bola-bola api tersebut adalah Richard. Richard mengangkat tongkat sihirnya lalu keluarlah petir-petir dari tongkat tersebut dan menyambar ke tempat Aslan.


Aslan yang tak sempat menghindar langsung terkena serangan tersebut, ia kehilangan beberapa persen HP.


Tidak menunggu Aslan beristirahat, Rey dan Michael segera mengayunkan pedangnya ke arah Aslan. Langsung saja Aslan menahan kedua pedang tersebut dengan pedangnya, lalu ia menekan Elite Wind Core dan menghempaskan keduanya.


"Aslan, kami sangat membencimu! Kau hanya menjadi beban kami bahkan saat kita bermain bersama kaulah yang selalu mati saat berburu." Michael berkata sambil bangkit setelah terjatuh akibat hempasan tadi.


Walaupun Aslan sudah tidak membenci mereka lagi, tetapi karena perkataan Michael tadi membuatnya menjadi geram hingga seseorang menepuk pundaknya.


"Jangan sampai termakan oleh kata-kata mereka, jika mereka menganggapmu seperti itu maka tunjukkan pada mereka seberapa hebat dirimu, Aslan." Ternyata orang itu adalah Kurt yang tadi sempat terpisah dengan Aslan saat Ryan menjadi raksasa.


Ucapan Kurt tersebut membuat hati Aslan menjadi sedimit lebih tenang, ia tersenyum sambil mengeratkan genggaman pedangnya.


"Kau benar, aku harus menunjukkan pada mereka bahwa aku bukan beban. Aku adalah Peace Knight Aslan." Tepat disaat yang bersamaan, ia menekan Elite Water Core dan menggunakan Skill [Toxic Sword].


Air beracun menyembur keluar dari ujung Penta Sword dan mengenai empat mantan sahabat Aslan tersebut. Saat mengetahui itu adalah air beracun mereka segera menghindari air tersebut sambil meminum beberapa potion.


Kurt pun ikut membantu Aslan dengan mengeluarkan skill-skillnya. Aslan tak henti-hentinya menyemprot keempat orang tersebut sampai sebuah notifikasi muncul membuat Aslan menjadi senang.


[Toxic Sword Level Up]


[Toxic Sword | Level 2]


[Melapisi pedang dengan racun tingkat 2]


"Hahaha, dengan ini aku bisa lebih mudah membunuh kalian." Aslan pun melesat ke arah mereka.


Michael segera menyiapkan perisainya untuk menahan Aslan, namun senar-senar miliki Kurt sudah mengikat Michael terlebih dahulu.


Aslan mengambil kesempatan itu untuk segera menyerang Michael, tepat sebelum pedang Aslan mengenai Michael. Tiba-tiba sebuah anak panah melesat ke arah dirinya, tetapi sebelum anak panah itu mengenai Aslan, Aslan segera menghindarinya.


Namun pada saat bersamaan, Rey sudah mengayunkan pedangnya ke arah Aslan. Cepat-cepat Kurt menahan pedang tersebut dengan gitarnya.


"Terima kasih, Kurt." Kurt membalas dengan anggukkan pelan pada Aslan.


"Aku sebenarnya masih bingung dengan sesuatu. Aku yakin kalian memiliki alasan lain untuk mengkhiantiku, bukan hanya karena aku adalah beban bagi kalian. Cepat katakan alasan tersebut!" Aslan berkata pada keempatnya.


Keempatnya menghela napas, mereka bingung berkata apa. Hingga akhirnya Rey pun memberanikan diri untuk maju.


"Ya, kau benar. Kami memang memiliki alasan lain, sebenarnya kami tidak pernah mempermasalahkan dirimu yang sangat lemah itu, tetapi karena...."


"Semuanya mundur...!!!" Sebelum Rey menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba perintah mundur Hirens menggema di medan perang.


Disaat yang bersamaan muncul sebuah tank dan tak lama kemudian tank tersebut membesar sebesar bukit, tank tersebut memiliki 3 rudal di setiap sisinya.


Di atas tank tersebut ada 8 orang yang sedang berdiri.


"Siapa yang memunculkan itu?" Aslan menganga sambil menatap tank tersebut.


***


Bentrokkan antara Ryan dan Nibi semakin menjadi-jadi, tak jauh dari tempat mereka juga sedang terjadi pertarungan sengit antara Artemis dan Hirens.


"Ryan, kau pasti tahu jika setiap pemilik job tingkat Special memiliki sebuah kemampuan khusus yang sangat hebat." Ryan pun mengangguk menanggapi perkataan Nibi, "Apa kau penasaran dengan kemampuan khususku? Aku bisa saja menggunakannya sekarang, tetapi aku ingin membunuhmu dengan kekuatanku yang biasa saja," ucap Nibi dengan nada sedikit meremehkan.


Bukannya kesal, Ryan malah tersenyum kecil pada Nibi, "Bilang saja kau tidak mau menggunakannya karena efek samping kekuatan itu."


"Ya, kau benar. Memang salah satu alasanku tidak menggunakannya karena itu." Setelah Nibi berkata seperti itu tiba-tiba Hirens terlempar ke arahnya. Segera ia menangkap Hirens dengan tali-tali hitam milikmya.


"Kau sudah kalah, Hirens." Artemis berkata sambil memegang busurnya.


Hirens meminta Nibi melepaskannya lalu melesat ke arah Artemis sampai sebuah katana mengayun ke arahnya.


Hirens segera menghindari katana tersebut lalu mundur kembali ke tempat Nibi. Ternyata Viona lah yang menyerang Hirens, ia datang dengan membawa tujuh player dengan job tipe penyembuh dan salah satunya adalah Yura.


"Viona, untuk apa kau membawa mereka kemari? Bukankah mereka sangat dibutuhkan di garis belakang." Ryan bertanya pada Viona.


"Mereka kubawa kemari untuk membantu Artemis dalam menggunakan perubahan senjata tingkat 7."


"Membantuku?" Artemis menunjuk dirinya sendiri.


"Benar, sekarang berapa peluru yang bisa kau tembakkan dalam perubahan senjata tingkat 7?"


"Sekarang dalam mode kecil aku bisa menembakan 4 peluru dan dalam mode sedang aku hanya bisa menembakan 1 peluru."


"Maka dari itu aku membawa mereka agar mereka bisa mengembalikan manamu. Sekarang jika dengan bantuan mereka kau bisa menggunakan berapa peluru dalam mode sedang."


"Hmmm, mungkin 15 peluru dengan 3 rudal."


"Bagus! Ryan, tolong aku untuk memberitahu anggota yang lain agar meninggalkan area ini!" Ryan menggangguk lalu pergi bersama Viona dan meninggalkan Artemis bersama 7 penyembuh tersebut.


Nibi hendak menghentikannya, namun busur Artemis telah bercahaya terang dan berubah menjadi sebuah tank.


"Sial! Benda besar itu lagi. Jika saja waktu itu aku tidak menggunakan kedua badak tersebut untuk menjadi perisai, mungkin saja aku sudah kehilangan banyak HP saat itu." Nibi melirik Hirens, "Cepat perintahkan anggotamu untuk mundur jika kau masih ingin memenangkan perang ini!"


Hirens pun berteriak memerintahkan semua anggotanya pergi.


Artemis dan ketujuh penyembuh tersebut sekarang berada di atas tank. Artemis memakan sebuah pil lalu tank tersebut bertambah besar.


"Kalian semua bersiap! Setelah ini aku akan membuat mereka mati." Artemis mulai memfokuskan pikiran dan mengarahkan tank tersebut ke arah pasukan Guild Black Demon.


Sebuah peluru melesat ke arah pasukan Guild Black Demon. Sebelum peluru tersebut sampai, Nibi segera membuat penghalang di tempat pasukan Guild Black Demon.


Peluru tersebut pun menabrak dinding penghalang buatan Nibi, dinding penghalang tersebut retak. Tanpa berkata-kata lagi, Artemis segera melesatkan sebuah peluru dan sebuah rudal.


Peluru dan rudal tersebut menabrak dinding penghalang Nibi, dinding penghalang tersebut pun hancur sehingga membuat orang-orang di dalamnya terkena serangan dan beberapa di antaranya tewas.


Nibi yang melihat itu menjadi geram, seketika aura hitam pekat keluar dari tubuhnya. Sayapnya semakin membesar dan matanya memerah.


Tubuhnya diselimuti oleh bayangan dan otot-ototnya bertambah besar. Langit pun ikut menjadi gelap seperti malam hari lalu sebuah pedang hitam turun dari langit ke arah Nibi.


Nibi mengambil pedang tersebut, "Tidak ada yang bisa lari saat aku berada dalam mode Dark Lord tingkat sempurna." Nibi menghunuskan pedangnya yang baru saja turun dari langit tersebut dan menghilang.


Nibi muncul di sebelah Artemis lalu menendangnya dengan keras hingga terpental puluhan meter.


"Hahaha, mati kalian semua!" Pedang Nibi membesar lalu menebas ketujuh penyembuh tersebut dan mereka pun tewas di tempat.


Setelah itu Nibi menyeringai sambil menacapkan pedangnya di tank Artemis lalu sesuatu terjadi pada tank tersebut.