Vegas Online

Vegas Online
Ch 29 - Cara Yang Kasar



Vivi telah selesai membuat sarapan, ia berniat untuk membangunkan Rudi yang masih tertidur walau matahari sudah bersinar terang.


Dengan berat hati ia pun mengetuk pintu kamar Rudi untuk membangunkannya, namun puluhan kali mengetuk, Rudi tak kunjung bangun juga.


Vivi mencoba membuka pintu kamar Rudi tetapi pintu tersebut terkunci, ia menggertakkan giginya lalu mendobrak pintu tersebut.


Terlihatlah seorang pemuda yang sedang tertidur pulas, Vivi makin geram pasalnya mendobrak pintu kamar Rudi menimbulkan suara yang cukup keras, namun Rudi tak bangun juga.


"Oh Tuhan, Mengapa aku harus memiliki sepupu seperti dia?" Sambil mengepalkan tangannya Vivi mendekati Rudi lalu meninju perutnya.


Seketika mata Rudi terbuka, ia menjerit kesakitan lalu menatap tajam Vivi, Vivi juga menatap Rudi dengan lebih tajam membuat Rudi bergidik ngeri.


"Apa kau tidak bisa membangunkanku dengan cara yang lebih lembut? Bisa-bisa aku mati karena pukulanmu itu."


Vivi bertambah geram, ia tak mau berdebat lebih lama lagi dengan Rudi. Vivi menatap Rudi dengan perasaan kesal dan marah yang bercampur aduk.


Rudi menggelengkan kepalanya lalu memilih untuk tertidur kembali, sebelum ia berhasil terlelap Vivi telah mencekiknya.


"Jika kau tidak bangun juga maka aku benar-benar akan membunuhmu!" Vivi melepas cekikkannya lalu pergi meninggalkan Rudi.


Mendengar ancaman tersebut Rudi segera bangkit lalu pergi ke keluar kamar, ia sangat terkejut saat tahu pintu kamarnya telah rusak.


Tak mau membuat Vivi semakin marah, Rudi bertanya tentang pintu kamarnya dengan lembut pada Vivi.


"Seekor beruang betina mengamuk tadi dan membuat pintu kamarmu rusak," ucap Vivi dengan ketus.


Rudi menggaruk kepalanya lalu pergi ke kamar mandi setelah ia menelepon tukang untuk memperbaiki pintu kamarnya.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Rudi pergi ke meja makan, di sana sudah ada Vivi yang sedang menunggunya.


Rudi menyapa Vivi dengan senyuman ramah berharap Vivi tidak kesal lagi dengan dirinya.


Vivi mendengus kesal, "Cepat makan makananmu! Ada yang ingin aku bicarakan."


Rudi mengangguk lalu memakan sarapannya, beberapa menit kemudian sarapan Rudi dan Vivi telah habis.


"Besok aku akan sampai di Kekaisaran Chirin, jangan lupa untuk menyambutku saat aku sudah sampai nanti."


Rudi mengerutkan dahinya, "Bukankah seharusnya kau sampai dalam waktu 9–10 hari?"


"Kau tahu dari mana aku akan sampai dalam waktu yang cukup lama seperti itu?"


"Aku menggunakan rumus mencari waktu, aku membagi jarak tempuh dengan kecepatan rata-rata seorang Assasin sehingga aku tahu berapa hari kau akan sampai, tetapi bagaimana kau bisa sampai dalam waktu 3 hari?"


"Aku mendapatkan tumpangan dari seorang teman."


Tepat setelah Vivi berkata seperti itu, bel rumah Rudi berbunyi. Segera saja Rudi melihat siapa yang datang, ternyata yang datang adalah tukang yang telah ditelepon Rudi tadi.


Rudi segera meminta tukang tersebut membetulkan pintu kamarnya yang rusak, Rudi kembali ke meja makan untuk mengambil piring bekas makannya lalu mencucinya.


Vivi yang telah mencuci piring terlebih dahulu berkata pada Rudi bahwa ia akan langsung bermain Vegas Online.


Rudi menangguk lalu ia duduk di sofa sambil memperhatikan tukang yang perbaiki pintu kamarnya tersebut, karena bosan ia pun memilih memainkan ponselnya sambil menunggu tukang tersebut selesai.


Setengah jam kemudian pintu kamar Rudi telah selesai diperbaiki, tukang tersebut pergi setelah Rudi membayarnya.


"Akhirnya aku bisa bermain lagi." Rudi masuk ke dalam kamarnya lalu memakai Rens-gearnya.


***


Suasana markas guild berbeda dari biasanya, kali ini markas lebih sepi dari biasanya. Hanya beberapa orang saja yang berada di sana, salah satunya adalah Aslan.


Aslan yang baru saja login tersebut tahu bahwa suasana menjadi sepi karena banyak anggota yang sedang berburu dan meningkatkan kekuatan untuk berperang nanti


Tak mau ketinggalan Aslan pun berniat berburu agar levelnya naik, ia juga berniat untuk mencoba kekuatan barunya.


"Ah, aku lupa belum memeriksa statusku." Aslan segera membuka statusnya.


[Aslan | Human


Job : Peace Knight{1%}


Level : 30 / Title : 1


HP : 2673/2673


MP: 1700/1700


STR: 1003


VIT : 968


AGI : 867


INT : 890


Money - Gold : 25


- Silver : 10


- Copper : 58


Skill :


-Toxic Sword (Level 1)| Active


{Melapisi pedang dengan racun tingkat 1}


- Healing Water(Level 1)| Passive


{Mengembalikan 100 Point HP dan MP saat seluruh tubuh terkena air}]


Aslan tersenyum senang karena kemampuannya cukup mengesankan, ia pun pergi ke hutan untuk berburu.


Saat baru saja sampai dihutan, Aslan mendengar suara ledakan tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini, karena penasaran ia pun pergi ke tempat ledakan tersebut.


Aslan dapat melihat Artemis sedang berburu bersama Yura, Aslan mendekati mereka yang sedang fokus berburu tersebut.


Merasakan kedatangan seseorang Artemis dan Yura menghentikan kegiatan berburunya, mereka melihat Aslan sedang berjalan ke arah mereka.


"Apa aku boleh bergabung bersama kalian?" Aslan langsung mengungkapkan niatnya.


"Tentu boleh, aku dan Yura akan pergi membunuh monster kelas Boss setelah ini, dengan bantuanmu mungkin akan lebih mudah mengalahkannya." Aslan langsung menyetujuinya.


Setelah Artemis memasukkan Aslan kedalam party, mereka pun pergi ke tempat monster kelas Boss itu berada.


Sesampainya di tempat tersebut, mereka langsung disambut oleh seekor belalang sembah raksasa.


"Levelnya 100, sampai saat ini aku pun belum bisa mengalahkannya." Artemis menunjuk belalang sembah tersebut.


"Yang benar saja, bukankah perubahan senjata tingkat 7 milikmu itu sangat kuat? Mengapa tidak memakai itu saja?"


"Aku telah mencobanya beberapa kali, namun monster itu bisa dengan mudah menghindari peluru dari perubahan senjata tingkat 7."


Aslan melirik monster tersebut, ia menelan ludahnya lalu berjalan mendekatinya. Saat Aslan sudah berada di dekatnya, monster tersebut melirik Aslan sambil bersiap menyerang.


"Artemis, tolong bantu aku! Aku akan menyerangnya dari depan dan kau dari belakang. Yura, kau bersiap dengan skill penyembuhanmu." Artemis dan Yura mengangguk lalu bersiap menggunakan skillnya masing-masing.


Aslan mengeluarkan Penta Sword, ia menghunuskan pedang tersebut.


"Bagaimana cara menggunakan kekuatan pedang ini?" Aslan membolak-balik pedangnya.


Tanpa sengaja Aslan menekan Elite Fire Core dan tiba-tiba bilah Penta Sword dilapisi oleh api.


"Woah! Jadi seperti ini cara menggunakan kekuatannya." Aslan pun melesat ke arah belalang sembah tersebut.


Belalang sembah menatap remeh Aslan, ia mengangkat tangannya lalu menyerang Aslan. Aslan menahan tangan belalang sembah tersebut dengan pedangnya dan seketika belalang sembah tersebut berteriak karena tangannya terbakar.


Aslan menyeringai, ia ingin memberikan serangan lagi pada belalang tersebut, tetapi dua ekor badak datang dan menerjang belalang sembah tersebut.


Aslan, Artemis dan Yura ternganga melihat itu, mereka tak menyangka jika akan ada badak yang menyerang mangsa mereka.