
Aslan menyeringai lalu ia mulai mengayunkan pedangnya pada Ryan, Ryan tersenyum kecil lalu ia mengangkat tangannya. Tiba-tiba sesuatu menghantam Aslan dari belakang.
Aslan terpental dan ia jatuh tersungkur, ia segera bangkit lalu melihat apa yang menghantamnya.
Ternyata yang menghantamnya adalah pedang besar milik Ryan. Ryan mengangkat pedangnya lalu ia melesat dengan cepat ke arah Aslan.
"Bagaimana ia bisa bergerak secepat itu padahal ia membawa pedang yang begitu berat dan besar?"
Aslan mengeratkan genggaman pedangnya lalu segera menghadang Ryan, Ryan segera menendang Aslan namun Aslan dapat menghindar.
Pada saat Aslan menghindar, Ryan segera menggerakkan pedangnya dan pedang tersebut menghantam Aslan.
Aslan berdecak kesal lalu ia teringat sesuatu, "Tunggu! Bukankah seharusnya racunku sudah membunuhmu sejak tadi."
"Aku kebal akan racun, apalagi racunmu hanya racun tingkat 1."
Ryan mengangkat pedangnya dan tiba-tiba langit menjadi gelap, beberapa petir menyambar ke arah Aslan namun Aslan dapat menghindari petir tersebut.
"Sudah kuduga kau dapat menghindari itu tapi aku tidak yakin kau dapat menghindari ini."
Tiba-tiba sebuah petir menyambar pedang Ryan, seketika pedang Ryan diselimuti dengan petir lalu ia menancapkan pedangnya ke tanah.
Tak berselang lama tanah pun bergetar, keluar sebuah petir berbentuk naga lalu petir tersebut melesat ke arah Aslan, Aslan ingin menghindar namun karena petir tersebut sangat besar membuat Aslan tak dapat menghindar.
Aslan terkena serangan tersebut dan HP-nya berkurang drastis, ia berdecak kesal lalu ia segera mengambil potion namun sebelum ia meminumnya, sebuah pedang besar melesat ke arahnya.
Sontak Aslan segera menghindar, tanpa diketahui Aslan, Ryan sudah berada di belakangnya lalu Ryan meninju Aslan.
HP Aslan semakin berkurang dan saat ini HP-nya tersisa 10% lagi. Aslan mengumpat lalu ia mengayunkan pedangnya pada Ryan namun Ryan segera menghindari pedang Aslan.
Pedang Ryan terbang dengan sendirinya lalu pergi ke arah Ryan, Ryan segera mengambil pedangnya lalu ia mengayunkan pedangnya pada Aslan.
Aslan segera menahan pedang Ryan dengan pedangnya dan seketika pedang Aslan patah menjadi dua.
Aslan melebarkan matanya saat melihat pedang yang baru ia beli sudah patah dengan mudah. Melihat keterkejutan Aslan, Ryan tersenyum kecil di balik maskernya.
"Sejak tadi aku tidak menggunakan pedang karena tak ingin membuat pedangmu patah tapi karena kau cukup merepotkan sehingga aku menggunakan pedangku yang berada ditingkat Legendary."
"Cih, sudah kuduga jika pedangmu itu bukan pedang besar biasa."
"Oh ya, aku juga pemilik job tingkat Special."
Seketika Aslan kembali terkejut, namun keterkejutan teralihkan saat Ryan mundur ke belakang.
"Aku bisa saja membunuhmu langsung tapi itu sedikit tidak menyenangkan, akan aku tunjukan kekuatan dari job tingkat Special milikku."
Ryan melempar pedang besarnya ke udara lalu pedang besar tersebut bercahaya dan seketika sudah ada tujuh pedang yang sedang melayang di udara.
Ryan segera meletakan tangannya di tanah lalu tanah yang dipijak Aslan bergetar, tanah tersebut bergerak lalu mengikat kaki Aslan.
Ryan menyeringai lalu ia menggerakkan lengannya dan seketika ketujuh pedang besar tersebut melesat ke arah Aslan.
Aslan ingin segera kabur namun kakinya telah terikat oleh tanah, ia pun pasrah lalu ketujuh pedang tersebut menghantam Aslan.
Tak berhenti di situ saja, Ryan mengangkat lengan kanannya dan seketika petir menyambar Aslan.
[Anda telah terbunuh]
[Anda kalah dalam pertarungan]
[Dikeluarkan dari arena]
Cahaya berwarna kuning menyelimuti Aslan lalu Aslan diteleportasi keluar dari arena. Saat seorang player mati di arena, player tersebut tidak akan terkena hukuman kematian dan player tersebut akan langsung diteleportasikan keluar.
Ryan mengambil pedangnya lalu mengangkat pedang tersebut setinggi-tinginya untuk menandakan kemenangan.
Sorak-sorak penonton pun menjadi riuh, mereka semua meneriaki nama Ryan. Ryan tersenyum lalu segera keluar dari arena dan menghampiri Aslan.
Aslan sedang menunggu Ryan datang dengan wajah yang masam, ia tak pernah menyangka bahwa Ryan adalah pemilik job tingkat Special.
Tak lama kemudian Ryan datang, ia menatap Aslan dengan tatapan meremehkan. Aslan sangat kesal dengan Ryan lalu ia teringat sesuatu.
Ryan menaikkan alisnya saat mendengar perkataan Aslan, "Kau itu bodoh atau samgat bodoh. Vegas Online memiliki sebuah fitur yang memungkinkan seorang ketua guild melakukan apa saja pada guildnya sehingga aku dapat memasukan siapa saja yang kumau bahkan jika orang itu masih berlevel 0."
Aslan tersedak ludahnya sendiri, ia mulai berpikir alasan agar dirinya tidak masuk ke dalam guild Ryan.
"Ryan, aku ini hanya akan menjadi beban untuk guildmu, aku pun tidak dapat melakukan apa-apa yang bisa menguntungkan guildmu."
Ryan menghela napas lalu ia menepuk bahu Aslan, Ryan menatap mata Aslan. Saat melihat mata Ryan, entah mengapa Aslan merasakan sebuah kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
"Kami tidak membutuhkanmu, tetapi kaulah yang membutuhkan kami."
Ryan menggerakkan tangannya ke udara lu muncul sebuah layar hologram di depannya. Ryan segera mengundang Aslan masuk ke dalam guildnya.
[Anda menerima undang masuk Guild Death Fire]
[Terima/Tidak]
Walaupun sedikit ragu, tetapi Aslan pun menerima undangan tersebut. Ryan tersenyum dalam maskernya lalu ia mengajak Aslan pergi ke markas Guild Death Fire.
Setelah berjalan beberapa lama akhirnya mereka sampai di sebuah gedung bertingkat yang cukup besar.
Ryan mengajak Aslan masuk ke dalam gedung tersebut, Aslan sedikit ragu karena dirinya masih sangat canggung sebagai anggota baru.
Aslan sedikit takut karena ia memiliki pengalaman buruk ketika ia menjadi anggota baru sebuah organisasi.
Pada saat itu Aslan baru saja masuk ke dalam sebuah organisasi dan langsung dibully oleh anggota lama, karena pengalaman tersebut Aslan menjadi trauma saat masuk ke dalam sebuah organisasi atau perkumpulan lainnya seperti guild.
Saat mereka baru saja masuk ke dalam gedung tersebut, beberapa orang yang berada di sana segera melirik ke arah Ryan dan dirinya.
Orang-orang di sana segera menyapa Ryan lalu kembali mengerjakan aktivitasnya masing-masing, tak lama kemudian tiga orang gadis menghampiri Ryan dan Aslan.
"Ketua, apakah dia anggota baru kita?" Gadis tersebut berkata sambil menunjuk Aslan.
Mendengar perkataan gadis tersebut Aslan sedikit gemetar, ia takut jika pengalaman lamanya akan terulang kembali.
"Benar, namanya Aslan dan ia baru saja datang dari kota pemula."
Gadis-gadis tersebut memandangi Aslan dari atas sampai bawah membuat Aslan menan ludahnya.
Salah satu gadis tersebut mengelus dagunya, "Kau cukup tampan juga."
"kau benar sekali, akhirnya daftar laki-laki tampan di guild ini bertambah."
Salah satu gadis tersebut menatap Aslan laku ia beralih melirik Ryan, "Kau tenang saja ketua kami akan tetap setiap menjadi penggemarmu dan jika kau mau kami bertiga siap menjadi kekasihmu."
Dahi Ryan berkedut lalu ia menjitak ketiga gadis tersebut, "Sudah kubilang berapa kali, aku ini sudah memiliki calon istri dan beberapa bulan lagi kami akan menikah."
Aslan terkekeh pelan saat melihat hal tersebut lalu ia melihat seseorang yang dikenalnya sedang menuju ke arahnya.
" Kurt? Mengapa kau bisa berada disini."
Kurt menaikkan alisnya, "Ini adalah markas guildku. Oh ya, aku cukup senang saat melihat notifikasi yang mengatakan bahwa kau masuk ke dalam guild ini." Kurt mendekati Aslan lalu berbisik, "Kau tidak akan menyesal."
Kurt segera berbalik lalu ia menghadap Ryan, "Ketua, kapan kita akan mengadakan acara penyambutan untuk Aslan?"
"Kita tunggu wakil ketua kembali baru kita akan mengadakan pesta penyambutan untuk Aslan."
Kurt mengangguk lalu ia mendapatkan sebuah ide, "Ketua, apa aku boleh mengajak Aslan untuk berkeliling gedung ini?"
"Tentu, kenalkan dia juga pada yang lainnya!" Kurt mengangguk lalu mengajak Aslan pergi berkeliling gedung tersebut.
---
**Halo semua
Maaf ya kemarin gak bisa up soalnya saya lagi punya masalah yang cukup memusingkan ditambah tugas sekolah yang banyak membuat saya nggak punya waktu buat nulis cerita ini.
Mungkin minggu ini saya akan telat up atau nggak up tapi saya akan usahakan untuk up.
Okeh jangan lupa like, vote, comment dan favorite**.