
Setelah pedang Nibi ditancapkan pada tank tersebut, seketika puluhan tali bayang keluar dari pedang tersebut lalu menutupi seluruh bagian dari tank tersebut.
Setelah itu tank tersebut berputar balik ke arah pasukan Guild Death Fire. Nibi menyeringai lalu peluru serta rudal melesat tanpa henti ke arah pasukan yang dipimpin Ryan tersebut.
"Sial! Dia menggunakan skill itu." Ryan berbalik menghadap pasukannya, "Kalian semua cepat menghindar...!!!"
Perintah Ryan langsung dilaksanakan oleh anggotanya, namun naas peluru serta rudal tersebut sangat banyak sehingga setengah dari pasukan Ryan tewas terkena peluru dan rudal tersebut.
"Sial! Sekarang dia sudah benar-benar serius." Ryan tak henti-hentinya mengumpat sampai Viona datang bersama Artemis.
"Skill yang sangat mengerikan. Apa kau tahu skill itu, Ryan?" Viona bertanya pada Ryan.
"Itu adalah salah satu skill Nibi yang bisa digunakannya saat mengaktifkan kemampuan khusus jobnya."
"Jika begitu mengapa Nibi tidak merubah tank milikku menjadi mode besar?" Artemis bertanya.
"Karena ia hanya bisa mengendalikan sesuatu sesuai kondisi sebelum dikendalikan."
Artemis dan Viona mengangguk mengerti, mereka berniat menyelamatkan anggota yang lain, tetapi sebuah peluru sudah melesat ke arah mereka.
Ryan segera mengangkat pedang besarnya, diayunkannya pedang tersebut ke arah peluru tersebut hingga peluru tersebut terbelah menjadi dua.
Tak lama kemudian puluhan peluru serta beberapa rudal mengarah ke tempat mereka bertiga.
"Sebenarnya berapa banyak mana yang ia miliki? Aku sangat iri dengannya, kapan aku bisa menggunakan kekuatanku seperti itu?" tanya Artemis sambil menunduk sendu.
"Tak terhingga." Sontak jawaban Ryan tersebut membuat kedua wanita yang berada di sebelahnya menatap dirinya tak percaya, "Dalam mode itu Nibi tak akan pernah kehabisan mana. Bukan hanya itu saja, seluruh statusnya juga meningkat 300%."
Lagi-lagi pernyataan Ryan tersebut membuat kedua wanita tersebut terkejut.
Melihat keterkejutan keduanya membuat Ryan sedikit menghela napas, "Sehebat apapun kekuatannya pasti memiliki kekurangan. Dalam menggunakan kekuatan itu Nibi harus rela kehilangan 20 levelnya dan kekuatan itu hanya bisa digunakan selama 20 menit."
"Ketua, dari tadi sepertinya kau tahu banyak tentang Nibi." Artemis memandang ketuanya tersebut dengan tatapan aneh.
"Ah itu...." Ryan tersenyum canggung sambil menggaruk kepalanya, tiba-tiba ada sebuah suara yang mengejutkan mereka.
"Apa kalian ingin terus mengobrol sampai kalian mati terkena benda bulat itu!?" Perkataan dari seseorang yang tak lain adalah Aslan membuat ketiganya sadar bahwa peluru-peluru tank tersebut sudah berada lumayan dekat dengan mereka.
Bersamaan dengan itu, Aslan menekan Elite Earth Core lalu menancapkan Penta Sword ke tanah. Seketika dinding tanah terbentuk dan tepat saat dinding tanah tersebut terbentuk, peluru-peluru serta rudal menabrak dinding tersebut.
"Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi...kalian cepat pikirkan cara untuk mengatasi ini! Saat ini Kurt sedang membantu yang lainnya, aku yakin saat ini ia sedang dalam kesulitan dan mungkin saja ia sudah tewas."
"Aku bisa saja menghentikan Nibi mengendalikan tank itu, tetapi sebelum itu aku ingin bertanya padamu, Artemis. Apa yang terjadi jika senjatamu itu rusak?" Ryan melirik Artemis.
"Senjataku akan kembali ke inventory dan tidak bisa digunakan kembali selama seminggu, setelah itu aku bisa menggunakannya kembali."
"Baiklah kalau begitu. Aku akan merusak tank itu dan aku minta pada kalian untuk membantu Kurt dan yang lainnya!" Tepat setelah Ryan menyelesaikan kalimatnya, dinding tanah tersebut hancur dan beberapa peluru segera melesat ke arah mereka.
Dengan cepat Ryan membelah peluru-peluru tersebut menggunakan pedangnya, setelah tidak ada lagi peluru yang mengarah ke tempatnya, Ryan langsung melesat ke arah Nibi.
Aslan, Viona dan Artemis pun segera pergi ke pasukan mereka. Sambil berlari Aslan menggunakan kekuatan air Penta Sword untuk membasahi dirinya agar HP dan MP-nya kembali pulih.
Artemis mengambil sebuah busur dari inventorynya, "Walau hanya senjata biasa tingkat Calestial, tetapi ini lebih baik daripada hanya menonton saja." Artemis dan yang lainnya pun segera membantu Kurt dan yang lainnya.
Semantara itu di sisi Ryan, ia tengah dalam kesulitan karena banyak sekali peluru yang datang ke arahnya. Ryan tak menebas peluru itu lagi karena ingin menghemat mana untuk sebuah skill yang cukup kuat untuk menghancurkan tank tersebut.
Setelah berjuang beberapa menit, ia akhirnya sampai tepat di depan tank tersebut. Nibi tersenyum kecil saat melihat Ryan yang berdiri tegak sambil menaruh pedang besarnya di bahu.
"Ternyata kau punya nyali untuk menghadapiku, bukankah dulu kau sangat takut dengan kemampuan ini."
"Hahaha, itu dulu sebelum aku memiliki job tingkat Special. Dulu mungkin kau yang selalu menang dariku, tapi sekarang akulah yang akan menang." Setelah berkata seperti itu, pedang Ryan bertambah besar sebesar saat dirinya berubah menjadi raksasa.
"Apa kau yakin menggunakan pedang itu untuk mengalahkanku? Pedangmu itu hanya menang besar saja, tetapi untuk kekuatan masih hebat pedangku ini, hahaha." Nibi tertawa jahat sambil merebahkan dirinya.
Merasa dirinya diremehkan, Ryan memasang senyuman penuh makna lalu ia mengayunkan pedang raksasanya itu ke arah tank tersebut.
"Sudah kubilang pedangmu ini tak bisa melawanku." Nibi mengangkat tangannya lalu tali-tali bayang keluar dari bayangannya menahan pedang Ryan.
"Hancurlah!" Ryan berkata pelan, tiba-tiba keluar naga petir dari tanah dan naga tersebut dengan cepat melahap tank tersebut bersama Nibi.
Tak lama kemudian sebuah ledakkan besar terjadi membuat sebuah cekungan besar di sana.
Pedang Ryan mengecil kembali ke ukuran semula dan Ryan bertekuk lutut sambil terengah-engah. Ryan mengambil sebuah potion lalu meminumnya, "Sial! Ini adalah potion terakhirku."
"Gyahahaha, akan kubunuh kau." Nibi terbang kuar dari cekungan itu lalu mengayunkan pedangnya ke arah Ryan.
Segera Ryan menahan pedang Nibi tersebut dengan pedangnya, namun seseorang yang tak lain adalah Hirens datang meninju perut Ryan.
"Aku sudah memerintahkan pasukanku untuk kembali menyerang, setelah ini aku yakin akan menang." Hirens menyeringai saat pasukannya sudah kembali menyerang pasukan Guild Death Fire.
"Ya, kau benar sekali. Selama ada aku di pihak kalian maka mustahil kalian mendapatkan kekalahan."
Ryan menggertakkan giginya lalu ia melesat ke arah kedua orang tersebut.
***
Saat ini Aslan dan Kurt tengah bertarung bersama, dengan kombinasi serangan mereka. Kombinasi mereka sangat ditakuti oleh lawan sehingga para player dari Guild Black Demon mulai menjauhi mereka berdua.
Namun konsentrasi Aslan dan Kurt terpecah saat melihat Ryan sudah terpojok oleh Hirens dan Nibi.
Dapat terlihat oleh keduanya wajah pucat sang ketua saat bertarung melawan Hirens dan Nibi.
Seketika Aslan menjadi geram, namun suara wanita mengagetkannya, "Letakkan Gemini Ring dan Leo Ring di bilah Penta Sword maka kau akan bisa mengaktifkan kekuatan kelima dari Penta Sword walau hanya beberapa persen saja."
Aslan segera melirik ke sekitarnya untuk melihat siapa yang berbicara, namun di tempatnya kini berada hanya ada Kurt seorang.
"Kau tidak perlu terkejut, lakukanlah sesuai yang kuperintahkan tadi jika kau ingin membantu ketuamu itu."
Perasaan ragu muncul dalam lubuk hati Aslan, ia tak tahu harus percaya atau tidak. Kemudian ia bertanya pada Kurt tentang suara tadi, namun Kurt sama sekali tidak mendengar suara yang dimaksud Aslan.
Aslan mengehela napas, "Apa mungkin ini telepati?"
"Benar...kau pasti penasaran siapa aku ini?" Aslan dengan cepat mengangguk.
"Suatu saat nanti kita pasti akan bertemu, tetapi satu hal yang harus kau ketahui bahwa aku ini salah satu pemegang kekuatan Peace Knight." Sekali lagi Aslan mengangguk.
"Cepat lakukan sesuai dengan perintahku tadi!"
Walaupun masih ragu, tetapi Aslan melaksanakan perintah itu. Ia mengeluarkan Gemini Ring dan Leo Ring lalu mengarahkannya ke bilah Penta Sword.
Saat kedua cincin tersebut sudah berada di dekat bilah Penta Sword, muncul 12 slot kosong di bilah tersebut.
Tanpa berkata-kata Aslan langsung memasukan kedua cincin tersebut pada dua slot.
Seketika langit bertambah gelap, jika sebelumnya langit gelap buatan Nibi hanya menutupi medan perang, maka saat ini langit gelap buatan Aslan menutupi seluruh kekaisaran Chirin.
Muncul dua rasi bintang di langit gelap tersebut, rasi bintang Gemini dan rasi bintang Leo.
Kedua rasi bintang tersebut bersinar, bersamaan dengan bersinarnya Penta Sword.
"Sekarang tekanlah keempat Elite Elemental Core secara bersamaan dan rasakanlah sensainya." Suara wanita tersebut muncul kembali dan langsung saja Aslan mengikuti perintah tersebut.
Setelah itu, Penta Sword sedikit bertambah besar dan panjang. Mata tengkorak yang ada di Penta Sword menyala seperti api.
"Hahaha, anak bodoh! Aku akan berikan kekuatan yang besar, tetapi karena kau melakukan kesalahan maka rasakanlah akibatnya." Tengkorak tersebut berbicara seperti halnya pada saat melawan Vincent dahulu.
Aslan berdecak kesal, namun apa boleh buat, ia sudah terlanjur melakukannya sehingga ia harus melanjutkan ini. Dengan mata penuh ambisi, ia melesat maju ke arah Nibi dan Hirens.
"Bocah ini memiliki job tingkat Special yang sangat kuat! Aku bisa merasakan kekuatan yang begitu mengerikan dari tubuh bocah itu." Nibi bergumam dan gumaman Nibi itu terdengar oleh Hirens sehingga membuat Hirens bergidik ngeri.
"Tetapi sekuat apapun player, aku pasti akan mengalahkannya." Nibi menghunuskan pedangnya lalu melesat ke arah Aslan.
Saat Nibi sudah berada di dekat Aslan, sebuah aura yang amat kuat keluar dari tubuh Aslan. Saking kuatnya aura tersebut hingga membuat tanah yang berada di sekitar Aslan menjadi retak.
"Kau akan mati." Aslan dengan senyum penuh kemenangan mulai mengayunkan pedangnya, namun belum sampai pedang itu ke tubuh Nibi ada sesuatu yang terjadi.