
Joran Viktor memanjang dan membesar lalu Viktor segera menarik kerang raksasa tersebut. Kerang raksasa tersebut memberikan perlawanan pada Viktor dengan ia berenang menjauh dari sisi danau.
Viktor berdecak kesal lalu ia mengarahkan lengan kirinya pada danau dan seketika di tengah danau tersebut tercipta sebuah pusaran air yang membuat kerang raksasa tersebut tertarik ke dalamnya.
Viktor mengangkat lengan kirinya dan pada saat bersamaan pusaran air di tengah danau tersebut terangkat naik dengan kerang raksasa diatasnya.
Viktor tersenyum lalu ia melesat ke arah danau dan berjalan di atas danau tersebut. Aslan melebarkan matanya saat melihat hal itu, ia menjadi malu karena tak bisa membantu Viktor di saat-saat seperti ini.
Kerang raksasa tersebut melompat dari air tersebut namun dengan cepat Viktor melilit kerang raksasa tersebut menggunakan benang pancingnya.
Ia memutar-mutar kerang raksasa tersebut lalu membantingnya ke tanah, Viktor melakukan hal tersebut beberapa kali namun kerang raksasa tersebut tidak menyerah.
Kerang raksasa tersebut membuka mulutnya membuat benang pancing yang melilitnya putus, kerang raksasa tersebut melompat kembali ke danau namun tiba-tiba Aslan menendang kerang raksasa tersebut membuat kerang tersebut tidak jadi masuk ke dalam air.
"Aku tidak ingin hanya diam dan menonton saja."
Kemudian Aslan mengeluarkan pedangnya lalu ia memberikan tebasan-tebasan pada kerang raksasa tersebut namun cangkang kerang raksasa tersebut tidak tergores sama sekali dan malah pedang Aslanlah yang sedikit retak.
Tiba-tiba kerang raksasa tersebut membukan mulutnya dan ingin melahap Aslan namun sebuah ombak besar menerjang kerang raksasa tersebut bersama dengan Aslan.
Aslan yang terseret ombak tersebut mengumpat keras lalu ia melihat Viktor yang masih berdiri di atas air.
"Apa kau baik-baik saja setelah merasakan tsunami dari air danau?" Viktor sedikit berteriak.
"Cih, sialan kau!"
Tanpa diketahui Aslan, kerang raksasa tersebut sudah berada di belakangnya dan siap untuk melahapnya.
Viktor pun segera melesat ke arah Aslan dengan cepat lalu ia meninju kerang raksasa tersebut sangat keras hingga tercipta sebuah retakan besar di cangkang kerang tersebut.
Viktor segera mencengkeram leher Aslan lalu ia melempar Aslan beberapa meter, setelah itu ia menatap tajam kerang raksasa tersebut.
"Sudah lama tidak bertemu, Goka. Cepat berikan mutiara itu padaku dan kita akan pergi dengan tenang!" Viktor mengulurkan tangannya.
"Tuanku memberikan mutiara ini agar aku hidup selamanya dan aku tidak ingin menyerahkan mutiara ini padamu."
Mendengar kerang raksasa tersebut berbicara membuat Aslan sangat terkejut, ia segera mendekati Viktor dan Goka secara perlahan.
"Apa kau sudah lupa misimu!? Mutiara itu diberikan guru bukan untuk membuat dirimu hidup selamanya tapi itu untuk membuat penerus guru mengetahui hal yang terjadi sebenarnya."
"Aku tidak akan memberikan mutiara ini pada siapa pun dan aku akan hidup abadi, hahaha." Setelah berkata seperti itu Goka segera melompat ke dalam danau.
Viktor mematung mendengar perkataan Goka, ia menjadi sangat geram pada Goka namun tiba-tiba Aslan menepuk bahunya lalu Viktor menoleh ke arah Aslan.
Aslan ingin membuka mulutnya namun Viktor menyela terlebih dahulu, "Tidak ada waktu untuk menjelaskan tentang hal tadi, aku harus menangkap kerang sialan itu." Viktor segera melesat ke danau lalu ia membuat danau bergejolak.
Seketika seluruh hewan di dalam danau tersebut melompat keluar termasuk Goka, Viktor segera melilit Goka dengan benang pancingnya.
Goka ingin memutuskan lilitan tersebut namun Viktor segera menggerakkan air di sekitarnya lalu air tersebut menerjang Goka dengan sekencang-kencangnya.
Viktor segera menarik Goka lalu membantingnya di sebuah batu besar beberapa kali sampai membuat batu besar tersebut hancur menjadi debu.
Viktor segera melesat ke arah Goka lalu ia meninju Goka beberapa kali, ia melepaskan lilitannya pada Goka lalu ia segera membuka cangkang Goka.
Goka memberontak namun kekuatannya kalah besar dengan Viktor dan akhirnya ia pasrah, Viktor pun akhirnya dapat membuka cangkang Goka lalu terlihat dua buah benda berbentuk seperti kelereng.
Salah satu benda tersebut berwarna putih susu dan berkilauan lalu satu lainnya berwarna biru laut.
Setelah mengambil kedua benda tersebut, Viktor segera melempar Goka. Viktor segera memberikan kedua benda tersebut pada Aslan lalu ia melesat ke arah Goka.
Aslan menangkap kedua benda tersebut, ia yakin bahwa salah satu dari benda tersebut adalah Immortal Pearl.
[Immortal Pearl (???)
???]
[Water Core (Basic)
Deskripsi : Item yang berguna untuk mengeluarkan air yang dapat diminum.]
[Selamat Anda telah menyelesaikan quest]
[Laporkan keberhasilan questmu pada pemberi quest dan dapatkan hadiahmu]
Aslan menjadi bahagia karena ia telah menyelesaikan misi namun ia masih heran dengan Immortal Pearl yang tidak dapat diketahui sama seperti Dragon Rose.
Pada saat bersamaan Viktor telah kembali dengan seekor kerang raksasa yang sedang ditarik olehnya, Aslan dapat melihat bahwa Goka telah tewas.
Aslan berterima kasih pada Viktor lalu ia mengembalikan Water Core pada Viktor namun Viktor menolaknya.
"Anggaplah item itu sebagai kenang-kenangan dariku dan Goka. Tolong jaga item itu sebaik-baiknya! Karena item itu akan berguna suatu saat nanti."
"Baiklah, aku akan menjaga item ini sebaik-baiknya dan sekali lagi aku berterima kasih padamu." Aslan membungkuk pada Viktor.
Viktor tersenyum lalu tubuhnya bercahaya, "Waktuku sudah habis, aku hanya berpesan padamu untuk menghilangkan sifat-sifat burukmu itu."
Aslan sangat terkejut pasalnya ia tidak pernah memberitahu Viktor tentang sifat buruknya, ia ingin bertanya namun tubuh Viktor semakin bersinar lalu Viktor menghilang menjadi partikel cahaya.
Aslan menghela nafas namun tiba-tiba ia terkejut saat melihat Goka bergerak, Aslan pun segera mendekati Goka.
Aslan menghunuskan pedangnya pada Goka, "Kukira kau sudah mati tapi ternyata kau belum mati dan inilah kesempatanku untuk membunuhmu."
"Kau tidak perlu melakukan hal itu karena aku pun sebentar lagi akan mati, aku hanya berpesan agar dirimu tidak melupakan misi seperti diriku dan satu lagi pesan untukmu adalah kebencian akan membuat pedangmu tumpul." Tiba-tiba tubuh Goka bersinar seperti Viktor dan Aslan sudah tahu bahwa Goka akan menghilang sebentar lagi.
"Oh ya, aku memiliki sesuatu untukmu." Goka membuka mulutnya lalu keluar sebuah buku dan segera saja Aslan mengambil buku tersebut.
[Healing Water Skill Book (Myth)
{Passive}
Deskripsi : Mengembalikan 100 Point/detik HP dan MP saat seluruh tubuh terkena air
Mana Cost : -
Cooldown : - ]
[Gunakan/Tidak]
"Baiklah, aku gunakan." Skill book tersebut bersinar lalu masuk ke dalam tubuh Aslan.
[Healing Water | Level 1]
[Mengembalikan 100 Point/detik HP dan MP saat seluruh tubuh terkena air]
Aslan menjadi senang namun kesenangannya terhenti saat tubuh Goka semakin bersinar lalu Goka berubah menjadi partikel cahaya.
Aslan menghela nafas lalu ia segera pergi meninggalkan danau tersebut, ia berniat untuk kembali ke Kota Arista saat ini juga karena sudah tidak sabar untuk mendapatkan hadiah.
***
Di sebuah kerajaan yang berada di kekaisaran Triksa, Tagran Selatan. Ada seorang raja yang tengah gembira karena ia baru saja mendapatkan kabar yang membuat hatinya senang.
"Gyahahaha, ternyata sudah ada orang yang terpilih dan pedang itu telah tercabut. Sebagai salah satu pemilik kekuatan Peace Knight, aku akan mengambil pedang itu dan akan menyerap seluruh kekuatan Peace Knight yang tersebar lalu aku akan menjadi orang yang terkuat di dunia ini."
Di sebuah sungai yang berada di kekaisaran Blaking, Tagran Barat. Ada seorang pria yang sedang memancing sambil bersiul karena hatinya yang sedang bahagia.
"Alexa memberitahuku bahwa sudah ada orang yang terpilih dan orang terpilih itu sudah bertemu dengan Viktor yang artinya Viktor saat ini telah mati." Pria tersebut tersenyum kecut.
"Aku sebagai salah satu pemilik kekuatan Peace Knight harus segera mengambil pedang tersebut pada orang terpilih untuk membalaskan dendamku dan dendam adikku."
Di sebuah gua yang berada di benua Donfiksi. Ada seorang kakek tua yang sedang bersama dengan seorang wanita cantik.
"Mengapa kau memberitahu semua pemilik kekuatan Peace Knight tentang keberadaan orang terpilih itu!? Apa kau tidak tahu akibatnya jika mereka mengambil pedang tersebut?" Kakek tua tersebut memarahi sang wanita.
"Itu adalah tugas yang diberikan guru padaku, saat kau memberitahu diriku bahwa sudah ada orang yang terpilih maka aku akan menggunakan kekuatan teleportasiku untuk memberitahu yang lain."
"Oh ya, kau 'kan salah satu pemilik kekuatan Peace Knight, apakah kau tidak ingin mengambil pedang tersebut seperti yang lainnya?" Wanita tersebut menatap kakek tua itu.
"Aku sudah hidup terlalu lama dan aku sudah bosan untuk hidup sehingga aku lebih ingin memberikan kekuatanku padanya dibandingkan aku mengambil pedang tersebut."
"Hahaha, kau benar kita ini sudah terlalu tua bahkan kita lebih tua daripada Peace Knight dan aku sebagai salah satu pemilik kekuatan Peace Knight bersumpah untuk memberikan kekuatanku pada anak itu."
"Baiklah, kita tunggu orang terpilih itu datang kemari dan kita berikan kekuatan kita padanya, Alexa."
"Mengapa kita harus menunggu anak itu kemari? Bukankah lebih baik kita pergi menemui anak itu dengan kekuatan teleportasiku daripada menunggu."
"Mataku dapat melihat apa saja dan saat ini aku dapat melihat bahwa anak itu masih memiliki kebencian dan dendam sehingga lebih baik kita memberikan kekuatan saat ia datang kemari saja."
"Baiklah, Thomas."