Vegas Online

Vegas Online
Ch 35 - Dream Ball



Kemarin Aslan satu hari penuh ia habiskan dengan berburu, Aslan juga menyempatkan untuk meningkatkan level para petnya saat ketiga pet tersebut keluar dari tato masing-masing. Alpha sekarang sudah berlevel 20, Beta sudah berlevel 18 dan Gamma berlevel 15.


Bantuan Violet juga sangat berguna bagi Aslan dalam menghadapi monster-monster berlevel tinggi. Aslan dibuat terpukau dengan gaya bertarung Violet yang sangat cepat dan kuat.


Violet mengatakan bahwa itu adalah hal yang mudah karena dirinya sudah berlevel 763. Pernyataan Violet tersebut langsung membuat Aslan melebarkan matanya.


Saat ini ia sedang berada di hutan dan ingin melajutkan perburuannya kemarin, namun ia teringat dengan bola bercahaya yang diberikan oleh Aztec disaat-saat terakhir.


Aslan mengeluarkan bola tersebut dari inventorynya, Violet yang berada di sebelah Aslan terkejut saat melihat bola bercahaya di tangan Aslan.


"Itu adalah Dream Ball...astaga ini berbahaya." Violet hendak menghentikan Aslan, namun terlambat karena Aslan telah menggunakan bola tersebut, "Sial! Seharus aku lebih cepat menghentikan anak itu." 


Sebuah aura pelindung berwarna putih mulai menutupi Aslan, orang diluar tak bisa melihat ke dalam dan sebaliknya. Violet mengumpat keras saat melihat hal tersebut, ia tak menyangka jika Aslan memiliki bola tersebut.


"Haah, aku harus memberitahu mereka jika orang terpilih akan segera menjalankan tugasnya." Violet pun pergi meninggalkan Aslan.


Sementara itu, di dalam aura pelindung tersebut Aslan tengah duduk bersila, sebuah rangkaian peristiwa muncul di kepalanya bagaikan film. Semua yang muncul di kepala Aslan adalah kisah hidup Peace Knight Zen dalam membuat perdamaian pada zaman dahulu.


***


Zen telah berhasil membuat perdamaian tanpa mengangkat pedang sama sekali, namun setengah abad kemudian ada seekor naga emas yang membuat kekacauan di mana-mana.


Bukan hanya itu saja, naga emas tersebut juga saling mengadu domba satu ras dengan ras lainnya sehingga perdamaian yang dibuat Zen hancur seketika oleh naga tersebut.


Hal itu membuat Zen marah lalu mulai mengangkat senjatanya dan berperang melawan naga emas tersebut, peperangan tersebut terjadi selama berpuluh-puluh tahun hingga seorang raksasa aneh muncul membuat kekacauan yang lebih parah.


Raksasa tersebut bernama Meish, kekuatan Meish sangat mengerikan bahkan mampu membuat sang naga emas kewalahan, namun berkat Zen yang menyegel Meish saat Meish tidur sehingga membuat kekacauan yang dibuatnya terhenti.


Setelah hal tersebut naga emas menghentikan peperangan dengan Zen karena ingin menyembuhkan luka-lukanya terlebih dahulu dengan hibernasi selama 100 tahun.


Di saat itulah Zen menggunakan kesempatan untuk membangun kembali perdamaian, bukan hanya itu saja ia juga mengangkat beberapa orang murid.


Zen berharap semua muridnya tersebut bisa membantunya dalam membuat perdamaian. Hingga 20 tahun kemudian naga emas muncul di hadapan Zen dengan tubuh yang penuh luka.


"Bukankah kau membutuhkan 100 tahun...mengapa kau muncul sekarang? Lalu mengapa tubuhmu penuh luka seperti ini? Bahkan luka-lukamu lebih parah dari beberapa waktu yang lalu."


"Yang membuatku seperti ini adalah Meish dan bentuknya sekarang sangat mengerikan. Meish seperti gabungan dari semua ras kegelapan. Aku berkata seperti ini bukan untuk meminta belas kasihanmu, tapi aku memanfaatkanmu untuk mengalahkan Meish."


Zen mengerutkan dahi, ia percaya tak percaya pada omongan naga emas tersebut. Tiba-tiba seluruh muridnya mendatanginya dan memberitahu dirinya bahwa ada seseorang dengan bentuk aneh yang sedang membuat kekacauan di mana-mana.


Zen akhirnya percaya dengan ucapan naga emas dan ia segera pergi ke tempat Meish berada.


Sesampainya di sana Zen sangat terkejut dengan bentuk fisik Meish yang berbeda dari terakhir kali bertemu.


"Seharusnya segel itu bisa menahannya selama seribu tahun, tetapi ini hanya dalam 20 tahun segel itu sudah rusak. Ah, aku tahu, sepertinya di tempat aku menyegelnya ada Joy Fruit lalu Meish memakan buah itu."


Joy Fruit adalah buah yang membuat pemakannya mendapatkan kekuatan yang begitu hebat dan dapat mengambil kekuatan serta bentuk dari makhluk ras lain. Mungkin saat Meish keluar, ia bertemu dengan beberapa orang dari ras kegelapan lalu menyerapnya.


"Ini berbahaya, aku harus segera menghentikannya."


Pertarungan antara keduanya pun tak terelakkan lagi, mereka bertarung selama satu bulan tanpa henti.


Puncak pertarungan tersebut saat Zen sudah kewalahan dan dengan terpaksa Zen menggunakan kekuatan kelima dari Penta Sword.


Kekuatan tersebutlah yang membuat Benua Tagran Dan Donfiksi terpisah, kekuatan itu juga membuat Meish tak sadarkan diri.


Zen berpikir keras karena ia harus segera membunuh Meish, namun Penta Sword telah rusak, ia ingin menyegel Meish, namun mananya telah habis dan ia sudah tidak memiliki potion lagi.


Terpaksa ia pun menggunakan energi kehidupannya untuk membuat sebuah segel terkuat yang pernah dibuatnya lalu segera menyegel Meish.


Setelah menyegel Meish, Zen langsung tak sadarkan diri. Tiba-tiba seseorang datang dari langit lalu membawa Zen pergi.


Zen terbangun di sebuah istana dan ia mengenal istana tersebut karena istana tersebut adalah milik Dewa Semesta.


Zen melirik Penta Swordnya, ia menghela napas saat tahu Penta Swordnya telah rusak akibat pertarungannya dengan Meish, lalu Zen mengambil dua belas cincin yang tertempel di bilah pedangnya dan memasukkan cincin-cincin tersebut ke dalam inventorynya.


Setelah itu, Zen pergi ke ruang singgasana untuk menemui Dewa Semesta.


"Kau sudah bangun Peace Knight. Ada yang ingin aku bicarakan padamu."


"Apa yang ingin Yang Mulia katakan pada hamba?"


"Pil apa ini?"


"Itu adalah pil-pil kekuatan dan saat kekuatan tersebut disatukan oleh kekuatan Peace Knight, maka Meish dapat dikalahkan."


"Jika begitu, mengapa Yang Mulia malah memberikannya pada murid-muridku?"


"Apa kau lupa jika hidupmu sebentar lagi akan berakhir? Jadi lebih baik aku memberikannya pada muridmu."


Zen semakin bingung dengan maksud Dewa Semesta tersebut, Dewa Semesta yang melihat Zen masih bingung segera menjelaskan bahwa kekuatan tersebut untuk Peace Knight selanjutnya.


Dewa semesta juga meminta Zen untuk membagi sepuluh kekuatannya pada murid-murid yang diberikan kekuatan tersebut agar orang terpilih bisa mengambil kekuatan tersebut pada murid-murid Zen dengan menggunakan Penta Sword.


"Menggunakan Penta Sword?" Spontan Zen bertanya pada Dewa Semesta.


"Penta Sword bisa mengambil kekuatan yang kuberikan tersebut, namun dengan catatan target yang ingin diambil kekuatannya tersebut memiliki kekuatan Peace Knight juga."


"Ah, hamba mengerti sekarang."


Zen memasukkan sembilan pil tersebut ke dalam inventorynya, Dewa Semesta pun mengembalikan Zen ke bumi.


Sesampainya di bumi ia langsung menyegel 1% kekuatan Peace Knight pada Penta Sword lalu ia juga menyegel jiwa naga emas.


Selain itu juga, ia menyegel Job Book Peace Knight serta sebuah telur yang ia temukan di tempat ia menyegel Meish.


"Aku menerima apapun yang kau lakukan, tapi jika sampai aku terbangun dan belum juga ada yang mengambil pedang ini maka aku akan membuat kekacauan sampai Meish keluar dari segelnya."


"Terserah kau saja." Setelah Zen berkata seperti itu naga emas segera melakukan hibernasinya.


Kemudian Zen segera mengumpulkan seluruh muridnya, namun berbasi-basi lagi, ia segera menyegel semua usia muridnya.


Setelah itu Zen memberikan sembilan pil tersebut pada sembilan muridnya yang sudah ia pilih, lalu meminta mereka memakannya.


Zen menjelaskan semua yang pernah dikatakan oleh Dewa Semesta pada sembilan muridnya yang nantinya akan disebut sembilan pemegang kekuatan Peace Knight.


Sembilan pemegang kekuatan Peace Knight segera menyebar ke seluruh penjuru negri.


Zen memandang 18 sisa muridnya dengan tatapan sendu, murid-muridnya pun sama memandangnya dengan sendu.


"Aku percayakan penerusku pada kalian dan aku juga akan memberikan misi untuk kalian yang berhubungan dengan penerusku..."


Zen mulai memberikan masing-masing muridnya misi lalu ia juga memberikan 12 Zodiac Ring pada 12 muridnya untuk diberikan pada orang terpilih.


"Ingat kalian harus menyelesaikan misi terlebih dahulu jika kalian ingin mati dan bertemu denganku. Oh iya, jika kalian gagal dalam misi, kalian akan berubah menjadi hewan selama-lama sampai Meish dikalahkan."


"Kami akan menjalankan semua misimu dengan baik, Guru." Seluruh murid Zen berkata serempak.


Tepat setelah murid-muridnya berkata seperti itu tubuh Zen bercahaya, melihat hal itu seluruh murid Zen mulai berkaca-kaca.


"Guru, terima kasih karena telah membuatku jadi seperti ini." Aztec berkata sambil menahan tangisnya.


"Aztec, kau adalah orang yang paling kupercaya untuk memberikan ini pada orang terpilih." Zen memberikan Dream Ball pada Aztec.


Setelah itu tubuh Zen semakin bercahaya, ia terseyum lebar pada seluruh muridnya.


"Tolong jaga dunia ini untuk cinta dan perdamaian." Itulah kata-kata terakhir Zen sebelum dirinya berubah menjadi partikel cahaya.


***


Aslan berdecak kagum dengan aksi-aksi Zen, saat ini juga ia sudah mengerti semuanya.


Seketika aura pelindung yang sejak tadi menutupinya terbuka dan terlihat hari sudah senja, Aslan mulai berpikir berapa lama dirinya berada di dalam sana.


"Oh iya, aku sekarang tahu ciri-ciri murid Peace Knight, mereka semua memiliki tato segi lima di telapak tangan kiri mereka. Dengan ini aku akan lebih mudah dalam menemukan mereka semua."


Aslan melirik ke sekitar dan ternyata hanya ada ketiga petnya saja, ia memanggil-manggil Violet, namun gadis tersebut tidak muncul juga.


"Hmm, lebih baik aku pergi saja. Lagipula aku bisa lebih bebas jika gadis itu pergi." Ia pun melangkahkan kakinya pergi kembali ke kota Srinblue, bersama ketiga petnya.