
Sambil menyeringai Vincent mengayunkan Penta Sword ke arah Aslan, namun sebelum pedang tersebut sampai ke tubuh Aslan, sebuah penghalang muncul menutupi tubuh Aslan.
Tidak hanya menghalangi serangan Vincent, penghalang tersebut juga mementalkan Vincent beserta clonenya yang sejak tadi mengunci pergerakkan Aslan, karena hal itu juga kedua clone Vincent menghilang.
"Cik...cik...cik."
Mendengar suara Gamma, Aslan melirik ke atas kepalanya. Tiba-tiba Gamma tak sadarkan diri lalu terjatuh dari kepala Aslan dan dengan sigap Aslan menangkapnya.
"Terima kasih, padahal kau baru saja menetas, tetapi kau sudah mengeluarkan kemampuan yang membebani tubuhmu." Aslan meletakkan burung tersebut di bawah pohon yang menurutnya aman.
Aslan berjalan ke arah Vincent yang saat ini sedang meringis kesakitan, "Bagaimana kau bisa menggunakan pedang itu? Jelaskan padaku!"
"Cih, tentu saja itu karena aku adalah salah satu pemegang kekuatan Peace Knight. Apa kau pikir hanya kau saja yang memiliki job itu?"
Sekarang Aslan mengerti mengapa pria yang berada di hadapannya ini bisa menggunakan Penta Sword.
"Sekarang kembalikan pedang itu padaku!"
"Hahaha, mengembalikannya padamu? Sungguh lelucon yang bagus." Dengan topangan Penta Sword, Vincent bangkit lalu menghunuskan pedang tersebut pada Aslan.
"Cih, akan aku ambil pedang itu darimu." Setelah berkata seperti itu Aslan mengeluarkan pedangnya lalu melesat ke arah Vincent.
"Coba saja kalau kau bisa." Vincent menekan Elite Wind Core lalu mengayunkan Penta Sword ke udara.
Seketika angin yang begitu kencang keluar dari Penta Sword, menghempaskan Aslan ke udara.
Saking kencangnya angin tersebut sampai-sampai membuat pepohonan yang ada di sekitar ikut terhempas bersama Aslan.
Ketika sedang melayang di udara, Aslan mengingat Gamma yang ia taruh di bawah pohon, ia mulai khawatir saat melihat pohon tempat dirinya meletakkan Gamma telah ikut terbang.
Dengan teliti ia mencari burung tersebut, namun sebelum Aslan menemukan Gamma, ia telah tejatuh di atas tanah.
Tanpa memedulikan keadaan dirinya, Aslan segera mencari Gamma ditumpukkan pohon yang ada di sekitarnya.
Tak berselang lama, akhirnya Aslan menemukan Gamma yang sedang terbaring di bawah pohon. Aslan mengambil burung tersebut, namun saat ia baru saja memegang Gamma, Gamma berubah menjadi cahaya lalu cahaya tersebut pergi ke punggung tangan kiri Aslan.
Cahaya tersebut menghilang dan meninggalkan sebuah tatto berbentuk burung di sana. Aslan mengerutkan dahinya, ia masih berusaha mencerna kejadian yang baru saja terjadi.
"Apa yang terjadi?" Tepat setelah Aslan berkata seperti itu, tiba-tiba sebuah api yang begitu besar muncul dan menerjang ke arahnya.
Segera Aslan menghindari api tersebut sambil mengupat keras, Aslan kehilangan cukup banyak HP saat terjatuh tadi dan belum sempat ia mengembalikan HPnya, ia sudah kembali diserang oleh Vincent.
Tiba-tiba di belakang Aslan, Vincent muncul sambil mengayunkan Penta Sword ke arah Aslan.
Merasakan kehadiran Vincent di belakangnya, Aslan segera menunduk lalu menendang ke belakang. Vincent terpental lalu tubuhnya ah menjadi asap.
"Clone?" Belum sempat Aslan terlepas dari keterkejutannya, Vincent telah berada di sampingnya dan siap untuk mengayunkan Penta Sword.
Aslan baru sadar saat Penta Sword telah diayunkan ke arahnya, dengan cepat ia melompat ke belakang untuk menghindari serangan tersebut, namun karena kurang cepat, Penta Sword berhasil menyayat lengan kanannya.
"Cih, kenapa harus membunuh dahulu agar bisa mendapatkan kekuatan itu?" Vincent sangat kesal karena ia hanya berhasil menyayat lengan kanan Aslan.
Dengan pedang yang terhunus, Aslan bergerak maju ke arah Vincent lalu memberikan serangan-serangan pada pria tersebut.
Setiap serangan Aslan dapat ditangkis dengan mudah oleh Vincent, ia tersenyum mengejek pada Aslan.
"Apa hanya ini kemampuan dari orang terpilih? Aku masih bingung, mengapa guru memilihmu?" ujar Vincent sambil menekan Elite Water Core dan Elite Wind Core secara bersamaan.
Bilah Penta Sword mulai diselimuti es. Sambil menyeringai, Vincent menancapkan Penta Sword di tanah.
Seketika hawa dingin mulai terasa, bersamaan dengan itu dalam radius 100 meter, tanah telah diselimuti oleh es.
"Cih, pedang ini sangat lemah. Padahal dahulu bisa membekukan dalam radius 10.000 kilo meter." Vincent berkata sambil menatap Penta Sword yang telah dicabutnya sejak tadi.
Tiba-tiba Penta Sword bergetar lalu terlepas dari genggaman Vincent, pedang tersebut melayang di udara.
"Kau bocah sialan! Beraninya kau berkata aku ini lemah." Tengkorak yang berada di Penta Sword berbicara dengan suara yang sangat menakutkan.
Vincent melebarkan matanya, "Aku lupa jika pedang itu tidak boleh dihina, aku harus pergi sekarang."
Saat Vincent hendak lari, sebuah dinding es mulai tercipta lalu mengurung Vincent di dalamnya. Penta Sword terbang ke dalam kurungan es tersebut lalu menyerang Vincent.
***
Awalnya Aslan sangat terkejut saat melihat tengkorak yang ada di Penta Sword dapat berbicara, ia lebih terkejut lagi saat melihat pedang itu membuat Vincent menjadi babak belur.
'Bagaimana bisa sebilah pedang dapat membuat pria itu sampai babak belur,' batin Aslan.
Es yang menutupi tanah tersebut telah mencair, dinding es yang mengurung Vincent juga ikut mencair.
Tampak Vincent yang sedang terkapar di tanah, napasnya terengah-engah. Dalam pandangan Vincent sekarang, Penta Sword sudah bagaikan malaikat pencabut nyawa.
Vincent menghela napas lega saat Penta Sword terbang ke arah Aslan. Aslan menelan ludahnya saat melihat pedang itu datang ke arahnya.
"Kau adalah orang terpilih, aku memintamu untuk membunuhnya sekarang juga!"
"Bagaimana jika aku menolaknya?"
"Cepat bunuh dia! Kaulah yang berhak membunuhnya, dengan menggunakan diriku maka kau akan mendapatkan kekuatannya."
Aslan masih berusaha mencerna perkataan Penta Sword tersebut, ia hendak bertanya lagi pada pedang itu, namun tiba-tiba hawa disana menjadi sangat panas.
Api telah berkobar di bilah Penta Sword, Aslan mengurungkan niatnya untuk bertanya lalu ia mengambil pedang tersebut.
Aslan berjalan dengan pedang yang terhunus, semakin ia mendekat dengan Vincent, semakin besar pula kobaran api yang ada di bilah pedang tersebut.
Vincent tersenyum kecut karena ia harus mengikuti jalan takdirnya, selama ini Vincent paling menolak mengikuti takdir tersebut karena ia memiliki dendam yang harus dibalaskan.
"Apa kau memiliki perkataan terakhir?" Aslan bertanya pada Vincent.
"Aku lupa belum mengenalkan diriku, namaku Vincent. Kau pasti mengenal Viktor, dia adalah adikku. Permintaan terakhirku padamu adalah tolong habisi seluruh anggota Klan Baraghi, mereka telah membunuh kedua orang tuaku.
Aku ingatkan padamu untuk menyerang klan tersebut saat dirimu sudah memiliki 60% kekuatan Peace Knight, karena klan itu bukan klan sembarangan."
Setelah Vincent menyelesaikan perkataan terakhirnya muncul notifikasi di hadapan Aslan.
[Hidden Quest
Rank : S
Waktu : -
Reward :???
Deskripsi : Vincent memiliki dendam pada Klan Baraghi, klan ini berada di Pulau Baraghi. Habisilah seluruh anggota klan tersebut agar Vincent pergi dengan tenang]
[Terima/Tidak]
"Aku terima permintaan terakhirmu."
[Quest diterima]
Kemudian Aslan mulai mengangkat Penya Sword, namun tepat saat ia ingin mengayunkan pedang tersebut, Vincent mengangkat tangannya.
Aslan pun menurunkan pedangnya, "Ada apa lagi? Apa kau masih punya permintaan?"
"Tidak, aku hanya ingin mengembalikan item-item yang seharusnya menjadi milikmu."
Muncul dua buah cincin di tangan Vincent, kedua cincin tersebut memiliki sebuah ukiran yang berbeda bentuk.
"Gemini dan Leo?" Aslan langsung mengetahui arti dari ukiran tersebut.
"Ambilah! Ini adalah Gemini Ring dan Leo Ring."
Tanpa ragu sedikit pun Aslan mengambil kedua item tersebut lalu memasukkannya ke dalam Inventory.
Setelah itu, Aslan kembali mengangkat pedangnya lalu mengayunkan Penta Sword ke arah leher Vincent dan memenggalnya.
Tak berhenti di situ saja, api yang berkobar di bilah Penta Sword mulai membakar Vincent. Kemudian muncul notifikasi di hadapan Aslan.
[Kekuatan meningkat 19%]
[Selamat Anda mendapatkan skill Clone]
[Clone | Level 1
Membuat 1 clone yang hanya akan memiliki 10% kekuatan dari penggunanya
Mana Cost : 200/clone
Cooldown : 5 menit setelah clone menghilang
Batas clone : 1/1]
Tepat setelah Aslan melihat notifikasi tersebut, tubuh Vincent telah habis dilahap api dan hanya menyisakan abu di tanah.
Saat api di Penta Sword padam, ia mencoba berbicara pada tengkorak tersebut, namun terkorak tersebut tak menjawabnya.
Karena merasa tengkorak tersebut sudah tak bisa berbicara lagi, Aslan segera memasukkan pedang tersebut ke dalam Inventorynya.
Aslan berinisiatif untuk mengumpulkan abu bekas pembakaran tubuh Vincent ke dalam sebuah wadah. Setelah terkumpul semua, Aslan pun menguburkan wadah yang terdapat abu Vincent tersebut.
"Semoga kau tenang di sana, aku pasti akan membalaskan dendammu." Aslan pun meninggalkan kuburan Vincent tersebut.