
Di dalam Vegas Online terdapat tiga benua, yaitu Benua Eventland, Benua Tagran dan Benua Donfiksi.
Benua Eventland adalah benua yang hanya di pakai untuk sebuah event berskala besar diselenggarakan.
Benua Tagran adalah benua yang saat ini ditempati oleh para player. Benua Tagran memiliki empat kekaisaran, yaitu Kekaisaran Chirin di utara, Kekaisaran Boujun di timur, Kekaisaran Triksa di selatan dan Kekaisaran Blaking di barat.
Benua Donfiksi adalah benua yang hanya player atau NPC berlevel di atas 500 saja yang bisa pergi ke sana. Benua Donfiksi memiliki banyak misteri bahkan sesuatu yang sangat kuat berada di sana.
Saat ini Aslan berada di Kekaisaran Chirin yang sangat unggul dalam sumber daya alamnya.
Aslan dan Kurt sudah sampai di ibu kota Kekaisaran Chirin yang bernama Kota Srinblue.
Pada saat memasuki kota tersebut Kurt sudah langsung disambut oleh beberapa teman-temannya.
Kurt tersenyum bahagia saat disambut oleh teman-temannya, ia segera mengahampiri teman-temannya itu.
Berbeda dengan Kurt, Aslan menjadi sangat geram saat melihat kebersamaan Kurt dan teman-temannya itu, rasanya ia sangat ingin membunuh Kurt dan teman-temannya itu.
"Jika saja di dalam kota dapat melakukan PK, sudah pasti mereka akan langsung kubunuh."
Aslan menghela napas panjang dan ia teringat tujuannya pergi ke kota ini, ia pun segera menghampiri Kurt dan teman-temannya.
"Kurt, apa kau tahu player yang bernama Ryan di sini?"
Kurt mengerutkan dahinya, "Di sini ada banyak player yang bernama Ryan, bisakah kau menjelaskan ciri-cirinya padaku!"
"Ia memakai masker dan membawa pedang yang sangat besar."
Kurt dan teman-temannya mengangguk, teman-teman Kurt ingin menjawab namun Kurt menghentikan mereka.
"Aku mengenal Ryan yang kau maksud dan biasanya saat seperti ini ia akan berada di Arena PvP yang berada di tengah kota ini."
Aslan mengangguk lalu ia segera berpamitan pada Kurt lalu ia segera pergi ke Arena PvP.
Setelah berjalan beberapa saat akhirnya Aslan telah sampai di Arena, ia dapat melihat banyak player yang sedang menonton pertarungan dab juga sedang bertarung.
Aslan segera mencari Ryan namun setelah beberapa saat mencari Aslan tak kunjung melihat batang hidungnya juga, tiba-tiba seseorang menepuk bahu Aslan dan Aslan pun segera menoleh.
"Bukankah kau adalah Hirens?"
"Benar, ternyata kau masih mengingatku. Oh ya, sedang apa kau di sini?"
"Aku sedang mencari seseorang di sini, tapi sejak tadi aku tidak menemukannya juga."
"Kalau begitu lebih baik kau pergi bersamaku! Aku akan memberitahumu tentang arti persahabatan." Hirens berkata sambil berjalan pergi.
Aslan tersenyum lalu ia segera mengikuti Hirens pergi, hingga saat mereka sudah berada di luar Arena PvP ada seorang pria dengan pedang besar menghalangi jalan mereka.
"Hirens, aku minta kau lepaskan dia! Aku tidak ingin ia terpengaruh dengan ajaran sesatmu."
Hirens tersenyum kecil, "Ryan, kau pikir aku ini adalah penyembah iblis. Aku hanya ingin mengajarkan arti persahabatan padanya."
"Cih, hentikan omong kosongmu itu! Penjelasanmu hanya akan memperburuk dirinya."
Aslan hanya bisa menatap bingung pada kedua orang tersebut, ia menghela napas lalu menengahi mereka berdua.
"Ryan, perkenalkan namaku Aslan. Kau pasti masih mengingatku, aku ingin bertanya arti persahabatan padamu."
"Hei, mengapa kau malah bertanya pada Ryan? Dia hanya akan menghasutmu saja!"
Mendengar perkataan Hirens tersebut Ryan menjadi geram, ia menatap tajam Hirens sambil mengumpatinya dalam hati.
"Entah mengapa firasatku mengatakan bahwa aku lebih baik pergi bersama Ryan daripada dirimu."
Hirens menghela napas, "Baiklah, tapi jika kau merasa tidak puas dengannya aku dapat membantumu." Hirens pun meninggalkan Aslan dan Ryan.
Aslan segera menatap Ryan, " Jadi sekarang beritahu aku arti persahabatan itu! Aku sudah muak dengan kebencian yang ada dalam diriku ini."
Seketika Aslan terkejut, "Kau memiliki guild?"
"Benar, nama guildku adalah Death Fire dan sudah ada 237 player yang masuk ke dalam guildku."
Aslan pun menyetujui tantangan Ryan, walaupun ia tidak yakin akan menang namun ia tetap ingin mencobanya.
Ryan dan Aslan segera pergi ke tempat pendaftaran, setelah mendaftar mereka mendapatkan nomor urut.
Aslan dan Ryan pun segera pergi ke ruang tunggu, di ruang tunggu Aslan menanyakan banyak hal pada Ryan tentang guildnya namun Ryan tidak menjawab Aslan.
Aslan mendengus kesal lalu ia menanyakan lebih banyak hal pada Ryan, Ryan yang ditanyai banyak pertanyaan menjadi geram.
"Diam!"
Aslan tersenyum kecil, "Bukankah pertarungan ini sangat tidak adil, aku ini masih berlevel rendah dan aku yakin kau pasti memiliki level di atas 50."
"Benar, levelku saat ini adalah level 85 dan harus kau ketahui adalah arena ini memiliki fitur penyesuaian level, sehingga levelku akan turun menjadi sama seperti levelmu."
Aslan mengangguk mengerti, "Jika seperti itu aku masih memiliki kesempatan untuk menang."
Beberapa menit kemudian tiba giliran Aslan dan Ryan, mereka pun segera memasuki arena pertarungan.
Aslan dan Ryan segera pergi ke posisinya masing-masing lalu seorang wasit muncul dan menjelaskan peraturan dari duel di arena tersebut.
"Seseorang dinyatakan kalah jika HP mereka habis atau keluar dari arena."
"Baiklah, bersiap."
Aslan dan Ryan segera mengeluarkan pedang mereka. Aslan menguatkan genggaman pada pedangnya sambil menatap tajam Ryan.
Berbeda dengan Aslan, Ryan hanya menancapkan pedang besarnya di tanah sambil menyeringai.
"Mulai!"
Aslan segera melesat ke arah Ryan, namun Ryan hanya diam tak bergerak. Aslan mengangkat pedangnya namun tiba-tiba Ryan meninjunya membuat Aslan terpental.
Ryan melompat lalu ia berdiri di gagang pedangnya. Tiba-tiba tanah bergetar dan tanah yang dipijak Aslan terangkat.
Aslan berdecak kesal lalu ia segera melompat namun sebuah batu besar melesat dengan cepat ke arahnya.
Aslan segera menghindari batu tersebut namun Ryan menendangnya, Aslan terpental dan mengenai batu besar tersebut.
HP Aslan berkurang beberapa persen, ia pun segera melompat dan melesat ke arah Ryan. Ryan masih berdiri di gagang pedangnya sambil tersenyum dibalik maskernya.
Aslan sudah berada di belakang Ryan, ia segera mengaktifkan [Toxic Sword] lalu menyayat punggung Ryan.
Ryan begitu terkejut dengan serangan tersebut, ia tak pernah mengira bahwa pedang Aslan mengandung racun. Ryan pun segera melompat turun namun tiba-tiba Aslan meninju Ryan.
Sebelum tinju tersebut mengenainya, Ryan segera menghindar dan berniat untuk mengambil pedangnya namun Aslan tak membiarkan hal itu.
Aslan meninju tangan kanan Ryan yang hendak mengambil membuat Ryan tidak jadi mengambil pedangnya.
Ryan berdecak kesal, ia mengepalkan tinju dan berniat meninju Aslan namun Aslan lebih dulu menendang Ryan membuat Ryan terpental beberapa meter.
Aslan tak berhenti di situ, ia segera melesat ke arah Ryan dan memberikan beberapa serangan bertubi-tubi pada Ryan.
Aslan melihat Ryan yang sudah terlihat putus asa menjadi senang, ia menyeringai lalu mengayunkan lagi pedangnya yang masih dalam skill [Toxic Sword] pada Ryan.
Jangan lupa like, vote, comment dan favorite supaya saya bisa tambah semangat lagi nulisnya