
"Ternyata ada makhluk-makhluk sialan di sini." Nibi dan Hirens yang baru saja datang langsung tersenyum sinis pada Aslan dan lainnya.
Perkataan Nibi tersebut membuat semua orang menjadi geram, Alpha dan Beta lebih geram lagi saat mengingat wajah laki-laki tersebut.
Kedua badak tersebut membesarkan diri mereka, menatap Nibi dengan sinis sambil bersiap menyerang.
"Ada apa dengan kalian berdua? Kalian tidak biasanya bertindak seperti ini." Aztec bertanya pada Alpha dan Beta.
Badak bercula satu melirik Aztec, "Dia adalah orang yang mengambil Gemini Ring dan Leo Ring, karenanya juga kami menjadi seperti ini."
"Jadi begitu...mungkin aku bisa membatu kalian, tapi masalahnya bagaimana caranya mengambil kedua item tersebut?"
Tak bisa menjawab apa-apa, Alpha menghela napas sambil menatap Nibi dengan tatapan penuh kebencian.
Aslan sedikit bingung dengan percakapan keduanya, ia hendak bertanya pada Aztec, namun tiba-tiba sebuah aura yang begitu kuat menekan dirinya beserta Yura dan Artemis.
Hanya Aztec, Gamma dan kedua badak tersebutlah yang masih kuat berdiri. Sementara Gamma dengan santainya berjalan ke arah Aslan lalu hinggap di kepalanya.
Seketika Aslan tak merasakan lagi aura yang menekannya, ia sadar bahwa itu adalah kemampuan dari Gamma.
Dengan topangan Penta Sword, Aslan bangun lalu menghunuskan pedangnya tersebut pada Nibi dan Hirens.
Nibi menaikkan alisnya saat melihat ada yang tak terpengaruh oleh auranya, ia sangat yakin jika orang-orang yang tak terpengaruh tersebut memiliki level yang sangat tinggi, kecuali Aslan.
"Bagus! Dengan begitu aku bisa mengambil levelnya dan aku akan menjadi player terkuat di Vegas Online." Tepat setelah ia berkata seperti itu Nibi menghilangkan auranya lalu mengeluarkan dua buah item.
Aztec tersenyum kecil saat melihat kedua item tersebut, ia tak perlu bersusah payah lagi untuk mengambil item tersebut.
Berbeda dengan Aztec, Alpha dan Beta bertambah geram. Nibi bersiap menggunakan Gemini Ring yang dapat mengambil level seseorang, namun sebuah benang pancing mengikat Gemini Ring dan Leo Ring, benang pencing itu membawa kedua item tersebut pergi dari tangan Nibi.
Tak berselang lama, seorang pria paruh baya dengan joran di tangannya muncul dan tepat di belakangnya ada seorang gadis yang memakai topeng berwana ungu.
"Hahaha, tak salah aku mengikuti aura ini dan ternyata ada kalian juga Aztec, Zoro dan Zora." Pria yang tak lain adalah Vincent ini menatap Aztec dan kedua badak tersebut bergantian.
Sementara itu Topeng Ungu yang berada di belakang Vincent sangat kesal karena pertarungan antara dirinya dan gurunya tersebut terhenti lagi akibat Vincent yang penasaran dengan sumber aura tersebut.
"Aku tak menyangka jika kalian telah gagal dalam misi."
Vincent tersenyum mengejek, cukup mudah baginya untuk tahu identitas kedua badak tersebut karena masing-masing murid Peace Knight memiliki ciri khusus pada tubuh mereka, sekalipun mereka berubah bentuk, ciri khusus tersebut tetap akan terlihat di tubuh mereka.
Vincent memasukkan kedua item tersebut ke dalam inventorynya, setelah itu ia menggengam lebih erat jorannya dan mengambil ancang-ancang menyerang.
Tepat di saat yang bersamaan, ia juga melihat Penta Sword yang di pegang oleh Aslan, "Ah, pantas saja aku merasakan aura guru kemarin dan saat aku cari sumber aura tersebut, aura itu tiba-tiba menghilang. Rupanya guru datang untuk orang terpilih ini."
Setelah berkata seperti itu, muncul seseorang yang sama persis dengan Vincent keluar dari balik bayangan Vincent.
"Cloning? Sudah lama aku tidak melihat kekuatan pemberian dewa itu," ujar Aztec.
Dua Vincent tersebut tak menanggapi Aztec, keduanya memutar-mutar jorannya lalu benang masing-masing Vincent mengikat Aslan dan Hirens.
"Aku meminjam dua bocah ini." Kedua Vincent tersebut pergi dari tempat tersebut.
Melihat Artemis dan Yura hendak pergi mengikuti Vincent, Aztec segera menahannya dan menjelaskan bahwa itu adalah pertarungan antara Peace Knight sehingga mereka tidak perlu ikut campur.
"Kenapa aku malah terjebak di sini? Aku tidak memiliki urusan dengan kalian. Jadi, aku akan bertarung dengan Guru Vincent." Topeng Ungu yang hendak pergi tersebut segera ditahan oleh Aztec.
"Aku tidak akan membiarkan penjahat sialan sepertimu pergi dari sini." Keduanya pun mulai beradu serangan.
Melihat Aztec telah lebih dahulu menyerang, Alpha dan Beta pun melesat ke arah Nibi. Artemis dan Yura yang tak tahu harus berbuat apa memilih untuk membantu Alpha dan Beta.
***
Aslan memberontak dalam ikatan Vincent, ia tak tahu sudah berapa jauh ia dibawa Vincent.
Sama halnya dengan Aslan, Hirens juga berusaha melepaskan ikatan tersebut, namun berapa kali mencoba pun ia tak pernah bisa memutus benang yang mengikatnya.
Beberapa saat kemudian Vincent dan Clonenya berhenti di sebuah tanah lapang. Vincent pun melepaskan Aslan dan Hirens lalu menghilangkan clonenya.
Aslan segera bersiaga sambil menghunuskan pedangnya pada Vincent, ia menekan Elite Water Core dan seketika bilah Penta Sword diselimuti oleh air.
Sebuah ide muncul di benak Aslan, ia segera mengaktifkan [Toxic Sword] dan air yang menyelimuti pedangnya tersebut berubah menjadi hijau.
Tatapan Vincent langsung terarah pada Aslan saat melihat Aslan menggunakan kekuatan Penta Sword yang digabungkan dengan skill milik Aslan.
"Kau cukup pintar juga, tapi maaf aku harus mengambil pedang itu." Dari bayangan Aslan muncul dua clone Vincet lalu dua clone tersebut mengunci pergerakkan Aslan.
Menggunakan kecepatannya, Vincent segera melesat ke arah Aslan lalu mengambil Penta Sword darinya, pada saat Penta Sword terlepas dari tangan Aslan, air yang menyelimuti pedang tersebut menghilang.
Melihat Vincent dapat memegang Penta Sword membuat Aslan mengerutkan dahinya, "Bagaimana kau bisa menggunakan pedang itu? Pedang itu hanya bisa digunakan oleh orang yang memiliki job Peace Knight."
Vincent tak menjawabnya ia hanya tersenyum kecil lalu ia berbalik ke belakang, di belakangnya sudah ada Hirens yang sebenarnya ingin menyerang Vincent secara diam-diam.
"Sungguh pengecut! Menyerang seseorang dari belakang." Sambil menyeringai, Vincent menekan Elite Earth Core lalu menancapkan Penta Sword ke tanah.
Tanah yang dipijaki oleh Hirens bergetar lalu tanah tersebut mengangkat Hirens ke angkasa sehingga membuat tanah tersebut sudah seperti pilar yang menahan langit.
Hirens yang diangkat oleh tanah tersebut kakinya sedikit bergetar, walaupun ini adalah game tapi sensasinya sangat nyata sehingga Hirens cukup ketakutan.
Tak lama kemudian, tanah tersebut tiba-tiba turun dengan kecepatan tinggi membuat Hirens ikut terjatuh.
Saat tanah tersebut kembali seperti semula, Vincent menarik Penta Sword dari tanah lalu mengarahkannya ke langit.
Vincent menekan Elite Fire Core dan membuat bilah pedang tersebut di selimuti oleh api. Api dari bilah Penta Sword tersebut mulai membesar dan menerjang Hirens yang tengah terjatuh.
Api tersebut menyelimuti Hirens dan entah mengapa Hirens merasakan kecepatan jatuhnya meningkat drastis.
Melihat Hirens yang sudah beberapa meter dari tanah membuat Vincent bergegeas menusuk jantung Hirens.
"Karena pedang ini turun tingkat aku harus mengurangi HPnya dengan api, jika saja pedang ini berada pada tingkat aslinya maka aku dapat dengan mudah membunuhmu." Tepat setelah Vincent berkata seperti itu, Hirens berubah menjadi partikel cahaya.
Pada saat bersamaan, Vincent mengerutkan dahinya, "Mengapa hanya 9%?" ia mengerti sekarang mengapa Aslan dapat menggunakan Penta Sword, "Sungguh hal yang tak pernah diduga olehku, kau memiliki 1% kekuatan Peace Knight."
Sambil menyeringai jahat ia berjalan mendekati Aslan, ia menghunuskan Penta Sword pada Aslan.
"Bersiaplah! Aku akan membunuhmu."