Vegas Online

Vegas Online
Ch 22 - Seorang Pembunuh Bayaran



Sebuah pukulan melayang tepat mengenai kepala Aslan, Aslan dan Yura segera menghentikan langkah mereka lalu mereka melirik Violet yang berada di gendongan Aslan.


Seringai terlihat dari wajah Violet lalu ia melompat turun dari gendongan Aslan, Aslan hendak bertanya namun ia membatalkan niatnya saat melihat Violet menggerakkan tangannya di udara.


Pakaian Violet berubah dan sekarang seluruh pakaiannya berwarna ungu dengan. Di kedua tangannya muncul dua buah belati berwarna ungu.


"Siapa sebenarnya dirimu?” Aslan mundur beberapa langkah sambil bersiap mengeluarkan pedangnya.


"Aslan, aku adalah pembunuh bayaran dan aku dibayar untuk membunuh pemimpin bandit itu. Jadi, aku harus pergi." Violet pun menghilang dari pandangan Aslan dan Yura.


"Yura pikir kita harus pergi ke tempat pemimpin bandit itu juga, Yura takut jika Vio berbuat sesuatu yang tidak diinginkan."


Aslan mengangguk lalu ia dan Yura pergi ke tempat pemimpin tersebut yang memang sudah diberitahu Viona saat Aslan masih melawan sepuluh bandit.


Segera saja Aslan dan Yura pergi ke tempat tersebut, Pemimpin Bandit tersebut berada di sebuah ruangan di lantai 5, Viona memberitahukan bahwa ruangan tersebut memiliki pintu berwarna emas.


Beberapa menit mencari akhirnya Aslan dan Yura menemukan ruangan berpintu emas tersebut, segera saja mereka membuka pintu tersebut.


Di ruangan tersebut ada sembilan orang dan yang paling menarik perhatian Aslan adalah empat wanita yang tidak mengenakan pakaian yang sedang di jadikan perisai oleh pemimpin bandit tersebut.


"Aslan, ternyata kau kemari juga." Violet tersenyum senang namun tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi kesal, "Kau jangan menggangguku saat sedang menjalankan misi."


Aslan menjadi geram, ia berjalan mendekat pada Violet namun Kurt segera menahannya.


"Gadis itu bukan gadis biasa, ia dapat membuat kami bertiga kewalahan dan membuat HP pemimpin bandit itu menjadi 30% padahal kami bertiga saja sulit membuat HP-nya turun walau satu persen saja."


"Hihi, kau terlalu memujiku. Aku ini hanya gadis biasa yang memiliki kehebatan dalam membunuh seseorang."


Aslan hanya bisa menghela napas lalu ia dan Yura berkumpul dengan teman-teman yang lainnya. Yura melihat Kurt yang terluka cukup parah, ia pun segera mengobati Kurt.


"Apa kau baik-baik saja? Yura takut jika Kurt kenapa-kenapa."


Kurt tersenyum lalu mengelus kepala Yura, "Yura, Aku tidak apa-apa lagi pula ini hanya game jadi kau tidak perlu takut."


"Huh, tetap saja Yura tidak ingin Kurt kenapa-kenapa."


Viona yang melihat keduanya sedikit kesal pasalnya di saat-saat seperti ini mereka masih bisa mengobrol santai.


Ivan yang melihat semua orang sedang lengah segera pergi ke jendela untuk kabur namun sebuah belati melesat dengan cepat ke arahnya, Ivan pun segera menghindari belati tersebut.


"Maaf, tapi kau tidak bisa lari dari genggamanku."


Violet melesat dengan cepat lalu segera menggores lengan kanan Ivan, Ivan menjerit kesakitan lalu ia berusaha untuk kabur namun Violet memberikan tebasan lagi.


Ivan berdecak kesal lalu ia menarik salah satu wanita telanjang di sebelahnya untuk di jadikan perisai.


"Kau pikir dengan menggunakan wanita itu kau bisa selamat, aku akan membunuh kalian bersamaan."


Violet bersiap menyerang keduanya namun sebuah tinju menghantam dirinya, membuat Violet terpental beberapa meter.


"Vio, bukankah kau dibayar hanya untuk membunuh pemimpin bandit itu tapi mengapa kau ingin membunuh wanita itu juga?!" Aslan sedikit meninggikan suaranya.


"Memang aku hanya dibayar untuk membunuhnya tapi aku juga diberi kebebasan untuk membunuh sesukaku."


Ivan segera mengambil kesempatan untuk kabur, Artemis yang melihat itu segera menarik busurnya lalu melesatkan anak panah pada Ivan.


Dengan sigap Ivan menahan anak panah tersebut dengan pedangnya, Ivan segera hendak kabur lagi namun Aslan telah menghadangnya.


Ivan berbalik dan ternyata sudah ada Violet di sana. Ivan mulai mencari cara untuk kabur namun tidak ada cara yang terpikirkan olehnya.


Tiba-tiba Ivan bersujud, "Tuan dan Nona, maafkan aku! Tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku ini. Aku berjanji akan berubah."


Wajah Ivan memucat seketika, ia sedang berpikir keras untuk mencari cara lainnya.


"Aku suka Aslan yang seperti ini." Violet berteriak girang.


Tiba-tiba sesuatu melesat dengan cepat lalu memenggal kepala Ivan, Aslan dan Violet sedikit terkejut dengan hal itu.


"Kalian ini malah mengulur waktu, aku sudah malas melihat wajah pemimpin bandit itu," ujar Viona sambil memasukkan kembali katana miliknya.


[Selamat Anda telah menyelesaikan quest]


Melihat mangsanya telah dibunuh oleh orang lain membuat Violet menjadi geram. Ia menghunuskan kedua belatinya pada Viona.


Viona menaikkan alisnya, "Aku tahu jika kau telah di bayar untuk membunuhnya tapi dengan ini kau bisa menghemat tenagamu."


Violet meletakan telunjuknya di dagu," Kau benar juga, setelah ini aku pun masih memiliki beberapa target lagi."


Sementara itu Kurt berinisiatif untuk membantu keempat wanita tanpa busana tersebut, ia memberikan beberapa helai kain pada mereka.


Mereka berempat segera menatap Kurt lalu mereka memeluk langsung memeluk Kurt tanpa kain yang diberikan Kurt terlebih dahulu.


'Jika ini bukan game mungkin aku sudah mimisan,' batin Kurt.


"Terima kasih, Tuan." Mereka berempat memeluk Kurt semakin kuat.


Tiba-tiba Kurt merasakan hawa membunuh yang sangat kuat membuat tubuhnya sedikit bergetar.


Keempat wanita tersebut pun merasakan hal sama seperti Kurt, mereka segera melepaskan pelukan pada Kurt.


Yura menatap tajam Kurt dan keempat wanita tersebut, "Kurt jahat, Yura marah pada Kurt." Yura menghentakkan kakinya lalu pergi ke samping Artemis.


Kurt hanya bisa menggaruk kepalanya, ia pun menghampiri keempat wanita tersebut lalu ia bertanya pada mereka tentang gudang harta.


"Kalau tidak salah gudang harta ada di sebelah ruangan ini."


Kurt mengangguk lalu ia segera pergi ke gudang harta. Aslan dari kejauhan mendengar hal itu, ia sedikit bingung dengan Kurt.


"Apa ia akan mengambil semua harta itu untuk dirinya sendiri?" Aslan pun segera mengikuti Kurt.


Saat memasuki gudang harta, Aslan cukup terpukau dengan harta yang sangat banyak.


Muncul di pikirannya untuk mengambil itu semua tapi ia segera menggelengkan kepala lalu berjalan mendekati Kurt.


"Apa yang kau lakukan Kurt? Kau tidak berniat mengambil semua harta ini 'kan."


"Memang itu niatku, tapi kau jangan salah sangka dulu. Aku mengambil semua ini untuk keuangan guild dan mungkin sebagian akan aku bagikan pada para tahanan."


Aslan mengangguk lalu ia membantu Kurt mengambil harta-harta tersebut, setelah selesai mereka kembali ke tempat yang lainnya.


Aslan dan Kurt segera mengajak mereka semua untuk pergi dari kastil tersebut.


Mereka tidak langsung pergi kembali ke kota Srinblue, mereka membagikan beberapa gold pada para tahanan yang telah diselamatkan Aslan dan Yura serta keempat wanita tanpa busana tersebut.


Violet mendekat pada Aslan, "Aslan, aku akan pergi dan aku berjanji setelah menyelesaikan tugasku aku akan bertualang bersamamu."


"Aku tidak berharap bertemu dengan dirimu lagi." Aslan tersenyum kecut lalu meninggalkan Violet.


Violet tersenyum lalu ia menghilang dari tempat tersebut.


Setelah selesai membagikan harta-harta rampasan tersebut, mereka segera pergi ke kembali ke Kota Srinblue.