Vegas Online

Vegas Online
Ch 25 - Petuah Sang Ketua



Pagi kali ini terasa beda bagi Rudi karena ada penghuni baru di rumahnya, ia sungguh tak menyangka jika harus tinggal bersama adik sepupunya tersebut.


Kemarin setelah mereka sampai di rumah Rudi, mereka memilih untuk mengakrabkan diri lagi karena telah terpisah cukup lama.


Rudi juga memberitahu tetangga dan RT setempat tentang Vivi agar tidak membuat kesalahpahaman dan tidak menjadi bahan pembicaraan ibu-ibu.


Banyak yang menyanjung kecantikan Vivi saat Rudi sedang mengenalkan Vivi pada para tetangganya.


Tidak seperti wanita biasanya yang sangat ingin dipuji kecantikannya, Vivi sangat tidak suka saat seseorang melihat dirinya cantik.


Sifat tomboinya itulah yang membuat Vivi tidak suka di bilang cantik.


Setelah melakukan hal itu Vivi menjadi sangat mengantuk, untungnya rumah Rudi memiliki dua kamar sehingga Vivi dapat tidur di kamar satunya.


"Sungguh tidak dapat di percaya." Rudi menggelengkan kepalanya saat mengingat hal yang terjadi kemarin.


Tiba-tiba ia mencium bau masakan dari luar kamarnya, ia pun segera pergi keluar kamar.


Alangkah terkejutnya Rudi saat melihat Vivi sedang memasak, dengan mulut ternganga Rudi mendekati Vivi.


"Kenapa kau melihatku seperti itu? Kau tidak menyangka jika diriku bisa memasak?" Rudi mengangguk.


Vivi tersenyum kecut, "Walaupun aku tomboi, tapi aku juga bisa memasak."


"Aku menunggu hidangan enakmu," ejek Rudi lalu ia duduk di kursi yang ada di meja makan.


Sembari menunggu Vivi, Rudi memainkan ponselnya. Rudi mencari tentang player terkuat kedua di Vegas Online.


Vivi memiliki karakter bernama Amazon, ia memiliki job tingkat Tinggi yang bernama Assasin Guardian.


Job tingkat Tinggi sedikit berbeda dengan dua job di bawahnya, job tingkat Tinggi adalah gabungan dari dua. Job yang berbeda.


Contohnya seperti job yang dimiliki oleh Vivi, jobnya adalah gabungan dari job Assasin dan Guardian sehingga ia memiliki kecepatan serta pertahanan yang cukup kuat.


Rudi tak henti-hentinya berdecak kagum saat melihat informasi tentang Amazon alias Vivi.


Saat Rudi hendak mencari informasi lebih banyak lagi, Vivi datang dengan membawa dua buah piring di tangannya.


Ternyata Vivi memasak nasi goreng, ia menaruh satu piring di depan Rudi. Rudi melirik piring tersebut lalu melirik Vivi.


"Ada apa hah? Kau tidak yakin dengan rasanya."


Rudi tersenyum sambil menggaruk kepalanya, ia pun segera mengambil satu sendok nasi goreng tersebut lalu memakannya.


Mata Rudi melebar saat memakan nasi goreng tersebut, ia sangat terkejut karena nasi goreng tersebut sangat enak bahkan lebih enak daripada buatannya.


Rudi memakan nasi goreng tersebut dengan lahap, Vivi yang melihat itu hanya bisa tersenyum lalu ia pun ikut makan juga.


Setelah memakan habis Rudi dan Vivi berbincang sedikit, Rudi memberitahu Vivi jika dirinya akan bermain Vegas Online.


"Kau bermainlah lebih dulu! Aku akan membereskan peralatan memasak yang kugunakan tadi."


"Baiklah, aku akan pergi ke kamarku." Rudi meninggalkan Vivi sendiri.


Di dalam kamar ia segera berbaring di tempat tidurnya lalu memakai Rens-gear.


***


Aslan muncul di gerbang Kota Srinblue, posisinya sama seperti saat ia logout. Aslan mulai melangkahkan kakinya menuju markas guildnya.


Sesampainya di markas ia tak melihat siapa pun di lantai satu, tiba-tiba seseorang menabraknya.


"Maaf Aslan." Yura sedikit mendorong Aslan lalu pergi sambil berlari kecil.


Tak lama kemudian Kurt datang sambil berlari. Aslan hendak bertanya alasannya berlari namun Kurt memintanya untuk tidak bertanya apa pun untuk saat ini.


"Hanya perasaanku saja atau mereka berdua memang memiliki hubungan." Aslan menggelengkan kepalanya lalu pergi ke lantai dua.


Berbeda dengan lantai satu, di lantai dua ada banyak anggota guild yang sedang bersantai setelah menjalankan misi. Mereka saling bersenda gurau, tidak ada kesedihan yang terpancar dari wajah mereka.


Senyum merekah di wajah Aslan, rasa hangat menyelimuti tubuhnya. Aslan memejamkan mata berharap waktu berhenti agar ia bisa terus merasakan suasana seperti ini.


Minuman tersebut diteguk Aslan sambil menatap para anggota guild yang sedang bersenda gurau tersebut, pemandangan tersebut mengingatkannya pada keempat sahabatnya.


Aslan menatap minumannya, "Apa yang menyebabkan kalian terpengaruh oleh Hirens?"


"Ada apa dengan Hirens?"


Suara tersebut membuat Aslan terkejut lalu menoleh ke arah suara tersebut, ternyata suara tersebut berasal dari Ryan.


"Ah, bukan apa-apa, Ketua."


"Kau pasti telah mengetahui kebusukan Hirens, ia adalah orang paling brengsek yang pernah kutemui."


"Mengapa begitu?"


"Hirens merekrut anggotanya dengan cara mencuci otak player yang akan di rekrutnya."


Banyak pertanyaan yang muncul di benak Aslan, namun Aslan mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ryan tersenyum saat melihat Aslan, ia meminta Aslan untuk pergi menyusulnya di lantai satu.


Ryan pergi dari sana, sebenarnya Aslan masih bingung dengan perintah Ryan tersebut. Aslan pun meneguk minumannya hingga tegukan terakhir lalu ia menyusul Ryan ke lantai satu.


Di lantai satu Ryan sudah menunggu Aslan di pintu masuk markas, Aslan mendekatinya dan bertanya pada Ryan tentang alasan dirinya meminta Aslan menyusul ke lantai satu.


"Aku hanya ingin mengajakmu pergi ke alun-alun kota."


"Baiklah, aku akan ikut denganmu ke alun-alun kota." Mereka pun pergi ke alun-alun kota.


Alun-alun Kota Srinblue sangat ramai, ada banyak player dan NPC di sana. Di alun-alun kota tersebut juga banyak para pedagang yang berjualan.


Ryan mengajak Aslan duduk di sebuah bangku yang ada di sana.


"Apa kau masih ingin tahu tentang arti persahabatan?"


"Tentu saja aku masih ingin tahu, dengan mengetahui arti persahabatan mungkin aku dapat menghilangkan kebencian di dalam diriku ini."


"Baiklah, menurutku persahabatan bagaikan plastik yang jika sudah tidak di pakai maka akan di buang, namun suatu saat nanti plastik itu juga akan di daur ulang agar bisa di pakai kembali."


"Maksudnya apa, Ketua?"


"Maksudnya adalah sahabat akan pergi saat mereka tidak membutuhkan kita lagi dan mereka akan kembali saat mereka membutuhkan kita lagi."


"Tunggu, aku tidak yakin jika itu adalah arti dari persahabatan."


"Memang itu bukan arti dari persahabatan yang sebenarnya, arti persahabatan sebenarnya adalah ketika kau sedih mereka menghiburmu, ketika kau marah mereka menenangkanmu, ketika kau berada di sampingnya kau merasakan kehangatan, ketika mereka sedang dalam masalah kau membantunya, ketika kau dalam masalah mereka membantumu dan mereka di sebut sebagai sahabat sejati."


Aslan mengangguk, "Bagaimana cara mencari sahabat sejati?"


"Sahabat sejati tidak bisa dicari, hanya takdirlah yang akan menyatukan kalian."


Aslan mendapatkan pencerahan dari Ryan, kebencian dalam dirinya seketika hilang.


"Aku ingatkan padamu, Aslan. Sahabat dan sahabat sejati itu berbeda, perbedaannya telah kusebutkan tadi." Setelah berkata seperti itu Ryan pergi.


Aslan tersenyum bahagia, ia sekarang tahu arti dari persahabatan itu. Tiba-tiba sebuah notifikasi muncul di hadapan Aslan.


[Job Book telah terbuka]


Aslan segera mengecek inventorynya dan ia sangat terkejut saat melihat buku yang ia dapatkan setelah membunuh naga emas, buku tersebut bersinar lalu Aslan segera mengambilnya.


[Peace Knight Job Book (Special)


Deskripsi: Sebuah job yang dimiliki oleh seorang legenda yang pernah membuat perdamaian di muka bumi ini namun saat ini kedamaian itu sudah hancur, sebagai salah satu pemilik kekuatan Peace Knight kau harus membuat perdamaian]


[Gunakan/Tidak]


Aslan melirik sekitarnya, ia mengurungkan niatnya untuk menggunakan Job Book itu karena takut akan membuat kehebohan yang merepotkan.


Dengan senyum mengembang Aslan berdiri lalu berjalan pergi, saat ia ingin memasukkan Job Book tersebut ke dalam Inventorynya, ia tersandung batu dan terjatuh.


Job Book tersebut terlempar dan jatuh di hadapan seseorang.