Vegas Online

Vegas Online
Ch 44 - Hibiki



"Baiklah, aku akan pergi berburu dan sekali lagi aku berterima kasih padamu." Aslan hendak pergi dari sana, namun perkataan Hibiki membuat Aslan menghentikan langkahnya.


"Aku sarankan agar kau tidak berburu disini saat malam. Pada hutan biasa, kekuatan monster saat malam akan meningkat 15%, tetapi di hutan ini kekuatan monster akan meningkat 50%. Walaupun itu berlaku pada hutan bagian dalam saja."


"Mengapa bisa seperti itu?"


Hibiki menjelaskan bahwa ada seekor monster yang sangat kuat berada di hutan bagian dalam ini. Monster ini juga yang membuat para monster bertambah kuat saat malam hari.


"Apa kau tidak merasakan suatu kejanggalan saat kau memasuki hutan bagian dalam ini?" Hibiki bertanya pada Aslan.


Langsung saja Aslan menggelengkan kepalanya, semenjak ia masuk ke hutan bagian dalam ini, ia tak merasakan ada keanehan di hutan ini.


Hibiki menghela napas panjang, ia tak menyangka jika Aslan tidak bisa mengamati dengan baik sesuatu di sekitarnya.


"Sebelum kau memasuki hutan bagian dalam ini pasti hari masih siang, namun saat kau sudah berada di dalam hutan bagian dalam ini seketika hari menjadi senja, padahal masih tiga jam lagi sampai matahari benar-benar terbenam."


Karena perkataan Hibiki tersebut membuat Aslan yang pada awalnya masih meragukan cerita Hibiki menjadi percaya mengenai cerita tersebut, namun ia belum sepenuhnya mempercayai Hibiki.


"Hutan ini benar-benar misterius," gumam Aslan.


Tiba-tiba Hibiki melebarkan matanya dan melihat ke sekitar, "Aslan, sebaiknya kita cepat pergi dari hutan ini! Ada seseorang yang sedang kemari mengincar dirimu." Hibiki segera meraih tangan Aslan, namun Aslan menghindarinya.


"Tunggu! Mengapa aku harus percaya padamu? Kau ini baru beberapa menit yang lalu kukenal. Jadi, jangan memerintah diriku! Lagi pula jika memang benar ada yang mengincarku, maka aku akan melawannya dan jika aku mati pun aku bisa hidup kembali."


Rasanya Hibiki ingin sekali memukul Aslan dan mengumpatinya, namun ia sebisa mungkin menahan itu semua.


"Saat ini kejujuran dan kebohongan sangat sulit dibedakan, kau tidak pernah tahu seseorang yang berada didepanmu itu jujur atau tidak, namun kau harus bisa membedakannya menggunakan hatimu."


Aslan membenarkan ucapan Hibiki tersebut, namun ia masih ragu seseorang depannya ini benar-benar bisa dipercaya atau tidak.


"Terkadang orang yang sudah sangat kau percaya pun membohongimu, satu hal yang saat ini kau lakukan adalah dengan mengikuti kata hatimu, Aslan."


Aslan menatap lekat Hibiki, ia merasakan ketulusan dari sorot mata Hibiki. Aslan pun segera mengikuti perintah Hibiki untuk pergi dari hutan tersebut dan tentu saja diikuti oleh Hibiki di sampingnya.


Tak lama kemudian seorang gadis datang, tampak dari raut wajahnya ia sangat kesal karena mangsanya tersebut kabur.


***


Baru saja Aslan keluar dari hutan bagian dalam, ia begitu terkejut karena hari masih siang seperti yang dikatakan oleh Hibiki.


"Perlu kau tahu jika di sana siang hanya selama empat jam dan sisanya adalah malam." Hibiki menjelaskan pada Aslan.


"Aku sangat yakin jika monster yang kau sebut itu kekuatannya akan meningkat saat malam. Jadi ,ia membuat hari menjadi lebih lama malam agar ia selalu kuat...aku jadi penasaran seperti apa monster itu."


"Kau akan tahu besok karena besok kau harus pergi ke sana untuk mengambil sebuah item yang sangat berguna untukmu."


"Berguna untukku? Jika harus melawan monster itu aku lebih baik menolak, aku tidak ingin mencari mati hanya untuk mengambil sebuah item saja."


"Jika aku bilang item itu memiliki keterikatan dengan Pegasus Armor milikmu, apa kau masih menginginkannya?" Ucapan Hibiki tersebut membuat Aslan langsung menatap ke arahnya.


"Baiklah aku akan mengambil item itu, namun kau harus membantuku karena aku yakin jika monster itu sangat kuat!"


Perkataan Aslan itu dibalas anggukkan oleh Hibiki, tiba-tiba Hibiki merasakan aura seseorang yang mengincar Aslan tadi sedang mengarah ke tempatnya berada.


"Anak kecil itu tidak menyerah juga." Setelah berkata seperti itu, Hibiki menarik tangan Aslan lalu melemparnya ke udara.


Aslan berteriak kencang saat tiba-tiba ia dilempar oleh Hibiki, ia sungguh tak menyangka jika Hibiki akan melemparnya tanpa memberitahu terlebih dahulu.


Seketika Aslan sadar jika ia terjatuh otomatis ia akan langsung tewas. Aslan berteriak lebih kencang lagi saat ia sudah beberapa meter mencapai tanah, namun sebelum ia terjatuh Hibiki sudah menangkapnya.


Aslan langsung mengumpati Hibiki, Aslan bertanya pada pria itu mengenai alasan Hibiki melempar Aslan, namun Hibiki hanya menghela napas dan meninggalkan Aslan.


"Aku lelah dan ingin beristirahat. Kalau tidak salah Kota Srinblue berada di dekat sini." Hibiki berkata tanpa menghentikan langkahnya.


Mata Aslan melebar saat tahu dirinya sudah berada di dekat Kota Srinblue, ia mulai berpikir seberapa jauh dirinya terlempar tadi.


"Dia sangat mengerikan." Aslan pun mengikuti Hibiki pergi ke Kota Srinblue.


***


Sesampainya di gerbang Kota Srinblue, Hibiki berhenti saat ada seseorang dengan jubah hitam ingin masuk ke dalam kota juga.


Seseorang dengan jubah hitam itu juga ikut menghentikan langkahnya.


Aslan mengerutkan dahinya saat melihat Hibiki tersenyum penuh arti kepada seseorang berjubah tersebut, ia berpikir jika Hibiki mengenal orang itu.


Tak lama kemudian orang berjubah tersebut berdecak kesal lalu meninggalkan Hibiki yang masih tersenyum.


"Apa kau mengenalnya?" Pertanyaan Aslan tersebut membuat Hibiki menghentikan senyumnya.


Tanpa menjawab pertanyaan Aslan, Hibiki meninggalkannya. Hibiki pun berjalan ke sebuah restoran.


Semua orang yang berada di restoran tersebut memandangi Hibiki karena tubuh dan ototnya yang besar yang begitu mencolok ditambah dengan sorot matanya yang tajam membuat siapa saja yang melihatnya menjadi takut.


Hibiki segera duduk di meja yang kosong lalu memesan makanan, tak lama kemudian Aslan datang dan duduk di seberang Hibiki.


"Hibiki, aku ingin tahu tentang item yang memiliki keterikatan dengan Pegasus Armorku."


"Nama item itu adalah Hercules Gauntlets, saat kau menggunakan item tersebut bersamaan dengan Pegasus Armor maka akan ada sebuah efek khusus yang muncul. Sebenarnya masih ada dua item lagi yang memiliki keterikatan, namun keduanya telah hancur.”


Tepat setelah Hibiki berkata seperti itu, pesanannya datang. Tanpa menunggu lagi, Hibiki segera melahap makanan tersebut.


Sementara itu, Aslan sedang memikirkan rencana untuk mengambil item tersebut. Aslan bertanya pada Hibiki tentang bentuk monster tersebut, Hibiki mengatakan bahwa monster tersebut adalah raksasa yang amat kuat.


“Kau tenang saja karena kau tidak perlu mengalahkan monster itu, kau hanya perlu mengambil sebuah kunci yang ada di kepalanya. Kunci tersebut dapat digunakan untuk membuka peti yang di dalamnya terdapat Hercules Gauntlets dan mungkin beberapa item lainnya.”


“Baiklah, besok siang aku akan menunggumu di gerbang kota, aku pergi dahulu.” Tak menunggu jawaban Hibiki, Aslan langsung pergi keluar dari restoran.


Aslan pergi ke markas guildnya untuk bersantai, pada awalnya memang Aslan ingin berburu mengingat levelnya masih belum tinggi, namun karena sudah sangat malas sehingga Aslan mengurungkan niatnya tersebut.


Sementara di tempat Hibiki, setelah Aslan pergi seseorang dengan jubah hitam masuk ke dalam restoran lalu duduk di seberang Hibiki.


“Apa kau tidak bosan terus mengawasi anak itu, Lexa?”


“Aku bukan mengawasinya, aku hanya melindunginya dari Cebol Baraghi itu. Di antara Pemegang Kekuatan Peace Knight hanya ada dua orang yang paling berambisi mengambil Penta Sword, yaitu Riska dan Figa.”


Orang itu membuka jubahnya dan terlihat seorang wanita berparas cantik. Hibiki tersenyum saat melihat wajah wanita tersebut.