Vegas Online

Vegas Online
Ch 34 - Kedatangan Amazon



Seorang pria sedang berdiri di gerbang selatan Kota Srinblue, pria tersebut tak lain adalah Aslan. Hari ini Aslan sangat kesal pada Vivi karena telah membangunkannya pada pagi buta, Vivi memintanya untuk lekas bermain karena Vivi akan segera sampai di Kota Srinblue dan meminta Aslan untuk menyambutnya.


Namun sudah 1 jam Aslan menunggu di gerbang kota, ia tak melihat batang hidung Vivi atau saat di dalam game bernama Amazon, hal itulah yang membuat Aslan semakin kesal.


"Lihat saja jika wanita itu datang, aku habisi dia!"


Aslan cukup percaya diri karena saat ini ia sudah mencapai level 78 dengan bantuan Gemini Ring, namun Aslan tidak mengambil level tersebut dari para player atau NPC seperti Nibi, Aslan mengambil level dari para monster saja.


Meskipun begitu, Aslan tetap menuruti pesan terakhir Zoro untuk bijak menggunakan item tersebut, walaupun ia tak tahu apa efek samping dari item tersebut, tetapi ia sangat yakin bahwa efek samping tersebut sangat merepotkan.


Aslan menyipitkan matanya saat melihat benda terbang yang sedang terbang ke arahnya.


Saat Aslan melihat dengan lebih teliti lagi, ternyata benda terbang tersebut adalah Griffon dan di punggung Griffon tersebut ada dua orang player yang menunngganginya.


Aslan memasang seringai licik, ia memiliki rencana yang cukup menyenangkan menurutnya lalu segera menjalankan rencana tersebut.


Tak berselang lama Griffon tersebut mendarat tepat di depan Aslan, dua orang player tersebut turun. Aslan mengenal salah satu orang tersebut dan orang itu adalah Amazon.


"Bagus! Aku sudah menunggumu sudah satu jam dan kau baru tiba sekarang." Aslan tersenyum sinis pada Amazon.


"Maafkan aku! Tadi sedikit macet di jalan." Jawaban Amazon tersebut membuat Aslan semakin kesal.


"Macet kepalamu! Kesabaranku sudah habis, aku pastikan kau akan menerima hukuman yang setimpal." Aslan mengeluarkan Penta Swordnya lalu melesat ke arah Amazon.


Belum sempat ia sampai ke tempat Amazon, seorang pria yang datang bersama Amazon menahan Aslan dengan memberikan sebuah tendangan padanya.


Aslan yang terpental cukup jauh menatap tajam pria tersebut, "Aku tak memiliki urusan denganmu. Jadi, menyingkirlah!"


Pria tersebut bergeming di tempatnya berdiri saat ini, ia memegang gagang pedangnya dan bersiap menyerang Aslan, namun Amazon segera menghentikannya.


"Galileo, sudahlah!"


Pria yang bernama Galileo tersebut menghela napas sambil menatap sinis Aslan, tatapannya seperti menaruh kebencian pada Aslan.


"Tatapan yang sungguh menyeramkan!" Aslan berkata pada Galileo dengan nada mengejek.


"Beraninya kau mengejekku!" Galileo menarik pedangnya lalu maju ke arah Aslan.


Dalam satu ayunan pedangnya Galileo telah berhasil memenggal kepala Aslan, namun tiba-tiba tubuh Aslan berubah menjadi asap.


"Hahaha...kau tertipu." Aslan muncul dari balik punggung Amazon, ia telah membuat klon saat kedua orang tersebut baru saja sampai dan selama ini ia bersembunyi di semak-semak.


Wajah Galileo memerah karena sangat marah. Dengan pedang yang terhunus ia berjalan mendekati Aslan.


"Kau telah mempermainkanku, maka terima akibatnya." Galileo mengayunkan pedangnya saat sudah berada di dekat Aslan.


Aslan yang melihat itu segera berlindung di balik punggung Amazon, membuat Galileo tak jadi mengayunkan pedangnya.


"Pengecut! Cepat pergi dari punggungnya!"


Aslan tersenyum kecil, tanpa diduga Aslan menendang bokong Amazon yang sejak tadi terdiam menikmati perdebatan diantara kedua pria tersebut.


"Aku masih kesal padamu, kau bahkan tidak meminta maaf padaku."


Amazon ingin berdebat lagi dengan Aslan, namun Galileo sudah melesat ke arah Aslan dan memberikan beberapa serangan padanya.


"Beraninya kau menendang bokong Amazon. Aku tak akan membiarkanmu hidup lebih lama lagi."


"Memangnya kenapa jika aku menendang bokongnya? Dia saja sering menendang bokongku."


"Aku tidak peduli! Aku akan menghabisimu." Galileo menyerang Aslan dengan lebih membabi buta lagi.


Aslan yang mulai terdesak dengan serangan-serangan tersebut langsung menekan Elite Wind Core dan menghempaskan Galileo menggunakan angin dari Penta Sword.


Tanpa membuang waktu, Aslan mengaktifkan [Toxic Sword] bersamaan dengan menggunakan efek air Penta Sword. Kemudian Aslan melesat ke arah Galileo dan memberikannya sedikit goresan.


Ketika tahu pedang Aslan dilapisi racun, Galileo sangat kesal lalu mengeluarkan skill terkuatnya.


Tubuh Galileo diselimuti api, bola matanya pun berubah menjadi jingga. Tiba-tiba Galileo menghilang dari tempatnya dan muncul di belakang Aslan, dengan seringai yang terpampang jelas di wajahnya, Galileo memberikan tebas pada punggung Aslan.


Amazon merutuki dirinya sendiri karena terlambat memperingati Aslan, ia segera menarik belatinya dan memasang perisainya untuk menghadang Galileo, namun sebelum ia melangkah maju, ada seorang gadis yang berpakaian serba ungu meninju perut Galileo.


"Siapa pun yang melukai Aslan, bersiaplah untuk menemui ajalnya." Gadis yang tak lain Violet mengeluarkan kedua belatinya.


"Violet, berhenti!" Violet memasukkan kembali kedua belatinya saat mendengar perintah Aslan.


Aslan juga memasukkan Penta Swordnya ke dalam inventory lalu berjalan pergi sambil berkata, "Aku sudah tidak ingin bertarung lagi denganmu, bukannya aku takut dengamu, tetapi aku ingat jika Amazon harus melakukan sesuatu. Kau tidak ingin Amazon bergerak sendiri bukan? Ah sudahlah, aku pergi dulu." Aslan berlari meninggalkan mereka semua.


***


Sejak ia meninggalkan Amazon dan Galileo di gerbang kota, ia berburu monster-monster di hutan. Selain bertujuan menaikkan level, ia juga bertujuan membunuh sebanyak mungkin makhluk agar Penta Sword naik tingkat.


Di sebelah Aslan saat ini sudah ada Violet, ia mengikuti Aslan sejak pergi dari gerbang kota. Violet terus menerus membuntuti Aslan, sampai-sampai Aslan geram padanya dan meminta Violet pergi.


Violet tak mengikuti perintah Aslan, ia tetap terus membuntuti Aslan kemana pun Aslan pergi.


"Pergi dari sini sekarang juga! Aku sudah kesal denganmu." Aslan membentak Violet.


Violet yang mendengar bentakkan tersebut mulai berkaca-kaca, "Aku ini hanya ingin mengikutimu, tapi kau malah membentakku seperti ini." Gadis tersebut menundukkan wajahnya, matanya mulai meneteskan air mata.


Seketika Aslan merasa bersalah karena telah membentak pada Violet, ia pun meninta maaf dan memperbolehkan Violet mengikuti dirinya terus.


"Hahaha, takku sangka dengan cara ini berhasil membuat kau memperbolehkanku ikut, hahaha." Violet tertawa puas karena ia telah mengerjai Aslan dan ia juga diperbolehkan ikut bersama Aslan.


Seketika amarah Aslan tak terbendung lagi, ia pun berjalan mendekati Violet dan melayangkan tinju padanya, namun sebelum tinju tersebut mengenai Violet, Violet telah pergi ke belakang Aslan.


"Kau tidak perlu marah, aku berhasil menipumu karena kebodohanmu sendiri, apa kau tidak ingat jika aku adalah pembunuh bayaran? Mana mungkin pembunuh bayaran sepertiku menangis hanya karena prihal tadi."


Sekara Aslan kesal pada Violet dan dirinya sendiri, ia bingung mengapa dirinya sangat bodoh sampai-sampai harus tertipu oleh seorang gadis.


Sambil menghela napas, Aslan pun melajutkan perburuannya ditemani oleh Violet yang di wajahnya terlihat jelas sebuah senyuman kemenangan.