Vegas Online

Vegas Online
Ch 45 - Mengambil Kunci



Wajah garang dan ekspresi yang masam membuat Hibiki terlihat lebih menyeramkan dari biasanya, ia telah menunggu Aslan sejak 1 jam yang lalu, namun Aslan belum datang juga sampai saat ini.


"Kau pasti tahu aku sangat tidak suka jika harus menunggu seperti ini." Seorang wanita yang menggunakan jubah hitam di samping Hibiki menggerutu.


"Alexa, walaupun ini memang tugasku, tetapi untuk sampai ke sana membutuhkan waktu sehingga aku membutuhkan kekuatan dewa itu agar sampai dengan cepat."


Wanita yang bernama Alexa mendengus, "Sudah kubilang berapa kali jika belum saatnya anak itu mengetahuiku, kau malah memaksaku menemanimu."


Seketika Hibiki tersenyum kecil, "Kau tidak pernah berubah, Lexa. Kau itu bisa kabur menggunakan teleportasi, apa kau lupa?"


Alexa pun mematung sambil menundukkan kepalanya karena malu dengan Hibiki, "Bukannya aku lupa, tetapi..." Alexa tak bisa melanjutkan lagi perkataannya.


"Hahaha...aku tahu kau masih ingin bersamaku. Aku heran padamu, mengapa kau tidak melupakan perasaan itu? Padahal beberapa puluh tahun terakhir kau selalu berama Thomas."


Wajah Alexa langsung merona, perasaan yang sudah lama tak ia rasakan tumbuh kembali. Hibiki yang melihat itu pun mengelus rambut Alexa.


"Sebentar lagi aku akan mati. Jadi, setelah ini tolong lupakan aku!"


Dengan berat hati, Alexa mengangguk pelan. Pada awalnya Alexa memang membenci Hibiki karena pernah meninggalkannya tanpa memberi kabar, namun saat ia melihat senyum Hibiki tersebut, Kebencian dalam diri Alexa langsung menghilang.


"Kau masih tetap sama walau tubuh dan wajahmu berbeda, Hibiki." Kata-kata tersebut hanya Alexa ucapkan dalam hatinya.


Tak lama kemudian orang yang mereka tunggu sejak tadi akhirnya datang. Langsung saja Hibiki melampiaskan amarah yang sudah ia tahan sejak tadi pada Aslan.


"Kemarin kau bilang akan menungguku di gerbang, tapi sekarang aku yang menunggumu."


Aslan hendak menjawab perkataan Hibiki tersebut, namun ia mengurungkan niatnya tersebut setelah melihat wajah menyeramkan Hibiki.


Sementara itu Hibiki menghela napas lalu menjelaskan pada Aslan bahwa ia harus segera pergi karena Aslan hanya memiliki 4 jam.


"Saat ini hutan itu sedang siang hari, namun itu sudah satu jam yang lalu dan artinya sekarang kau hanya memiliki 3 jam untuk bisa pergi ke sana."


"Bukankah jarak dari tempat ini dan hutan itu sangat jauh, mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai sana. Oh iya, aku tidak ingin dilempar lagi olehmu, walaupun aku mengakui kau sangat kuat karena bisa melemparku sejauh itu."


"Kau tenang saja, kita akan sampai sana dalam waktu kurang dari 1 detik dan tentu saja tidak menyakitkan." Hibiki melirik Alexa yang langsung diikuti oleh Aslan.


Aslan mengerutkan dahinya saat melihat wanita tersebut, ia mengingat wanita tersebut.


"Namanya Alexa, dia memiliki kekuatan teleportasi yang bisa membawa kita pergi ke hutan itu dalam sekejap."


Aslan pun mengangguk, bersamaan dengan itu Alexa mengangkat tangannya dan seketika portal muncul.


Tanpa ragu sedikit pun Hibiki masuk ke dalam portal tersebut dilanjutkan oleh Alexa kemudian Aslan.


Saat keluar dari portal tersebut, Aslan langsung melihat mulut gua di depannya. Hal itu membuat Aslan tertarik dengan kekuatan yang Alexa miliki.


"Aku sangat ingin memiliki kekuatan itu? Tapi rasanya sangat mustahil."


Alexa yang mendengar gumaman Aslan itu sontak berkata, "Kau pasti mendapatkannya, namun tidak untuk saat ini."


"Apa maksudmu?"


Alexa tak menjawab dan ia memilih berjalan di samping Hibiki memasuki sebuah gua. Aslan hanya bisa pasrah dan memilih mengikuti mereka dari belakang.


"Ingat Aslan! Tugasmu hanya untuk mengambil kunci yang ada di kepala raksasa itu." Hibiki menunjuk ke arah sebuah kunci yang berada di atas kepala raksasa tersebut, "Kau harus menghindari pertarungan sebisa mungkin dan jika terjadi pertarungan baru aku akan membantumu."


"Bukankah lebih mudah jika dia yang mengambilnya menggunakan kekuatan." Aslan melirik Alexa.


"Jika dia yang melakukannya maka misiku akan dianggap gagal dan aku berubah menjadi hewan."


"Misi gagal dan berubah menjadi hewan?" Tiba-tiba mata Aslan melebar, "Jangan-jangan kau adalah murid Peace Knight Zen."


"Ya. Kau benar sekali dan dia juga sama sepertiku, tetapi ia adalah salah satu pemegang kekuatan Peace Knight, sedangkan aku adalah pembimbing orang terpilih."


Aslan mengangguk-anggukan kepalanya, namun ia mengerutkan matanya saat melihat wajah keduanya.


"Aku sudah pernah melihat wajah seluruh murid Peace Knight Zen, tetapi aku tidak ingat jika ada kalian."


Alexa pun menjelaskan jika dirinya dan Hibiki berasal dari klan yang sama, wajah masing-masing anggota klan akan berubah setiap seratus tahun sekali dan terkadang fisik juga berubah menjadi lebih kuat.


"Klan kami hanya menyisakan kami berdua saja, dahulu klan kami adalah klan terkuat sampai Meish membunuh semua anggotanya kecuali kami." Hibiki menambahkan.


Aslan mengerti sekarang lalu ia berbalik dan mulai berjalan pelan ke arah raksasa. Langkah Aslan terhenti tepat di belakang raksasa tersebut, kemudian ia mengeluarkan Penta Sword dan menekan Elite Wind Core.


Aslan mengembuskan angin sangat pelan ke arah kepala raksasa tersebut, perlahan tapi pasti Aslan menahan kekuatan angin tersebut hingga kunci yang Aslan incar terangkat sedikit.


Hati Aslan menjadi senang, ia menambah tekanan anginnya lagi, namun sebelum itu seseorang meninju dirinya sehingga dirinya terpental beberapa meter.


Alexa dan Hibiki terkejut saat melihat hal tersebut, raksasa tersebut juga ikut terkejut dengan hal tersebut.


"Hohoho...ternyata ada kalian juga di sini." seseorang yang tak lain adalah Riska memandang Alexa dan Hibiki.


"Riska! Aku tidak akan membiarkanmu mengambil pedang itu." Alexa menggunakan teleportasi untuk pergi ke belakang Alexa dan hendak menendangnya.


Namun sebelum kaki Alexa sampai, Riska dengan cepat menghindar sambil mengeluarkan auranya.


Keduanya pun saling bertukar serangan-serangan. Tanpa mereka sadari sang raksasa juga bersiap ikut campur, namun Hibiki meninju raksasa tersebut.


Di sisi lain, Aslan sedang membersihkan pakaiannya. Aslan mengerutkan dahi saat mendengar suara Riska, ia mengenal suara tersebut.


"Tidak salah lagi ini adalah suara yang menyuruhku untuk menggunakan kekuatan kelima dari Penta Sword."


Aslan mengurungkan niatnya untuk menyerang Riska saat melihat Hibiki sedang melawan raksasa. Aslan melihat ada kesempatan untuk mengambil kunci di atas kepalanya.


Langsung saja Aslan melesat ke arah raksasa tersebut. Tepat saat Aslan berada di dekat raksasa tersebut, ia menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya, namun sekarang tekanan anginnya lebih kencang.


Kunci tersebut terangkat dan terjatuh dari kepala raksasa. Dengan cepat Aslan mengambil kunci tersebut, tiba-tiba seseorang mengambil kunci tersebut dari tangan Aslan.


Hibiki yang melihat itu melebarkan matanya, "Figa? Bagaimana bisa kau ada di sini?" Seketika pandangannya tertuju pada sebuah portal yang berada di pojok gua.


Tak lama kemudian seseorang keluar dari portal tersebut yang membuat Hibiki semakin terkejut.


"Astaga, sekarang ada 4 pemegang kekuatan Peace Knight di sini."