Vegas Online

Vegas Online
Ch 5 - Job Tingkat Special



Aslan terus berlari sambil menggendong Cika di punggungnya, saking paniknya Aslan berlari tanpa melihat arah dan ia pun berlari kearah gubuk yang telah ia bakar sebelumnya.


Aslan merutuki dirinya karena tidak melihat arah ia pun segera berbalik arah namun ketiga cacing raksasa itu muncul dari tanah.


Aslan berbalik dan ternyata sudah ada empat bandit yang hampir seluruh tubuhnya sudah terkena luka bakar, keempat bandit tersebut menatap Aslan tajam lalu mereka melesat kearah Aslan.


"Kakak aku takut!" Tubuh Cika sudah bergetar hebat karena sangat ketakutan.


Aslan melirik kearah Cika lalu tersenyum, "Tenang saja aku akan melindungimu." Aslan melihat keempat bandit tersebut sudah dekat dengan dirinya lalu segera pergi.


Keempat bandit tersebut terus mengejar Aslan, Aslan segera pergi dari keempat bandit tersebut namun saat ia pergi ada salah satu cacing raksasa yang menghadangnya.


Cacing raksasa tersebut membuka mulutnya lalu ia melesat kearah Aslan, Aslan berdecak kesal lalu ia melirik kebelakang dan ternyata para bandit tersebut sudah berada di belakangnya.


Saat cacing raksasa tersebut hanya berjarak beberapa meter lagi Aslan tersenyum lalu ia melompat keatas kepala cacing tersebut sehingga cacing tersebut memakan keempat bandit yang sebelumnya berada dibelakang Aslan.


Aslan menelan ludahnya saat melihat keempat bandit tersebut menjadi santapan cacing raksasa itu, Aslan pun segera melompat turun dari kepala cacing raksasa tersebut, namun saat Aslan baru saja menginjakan kakinya ketanah ada seekor cacing raksasa lagi yang muncul dihadapannya.


Cacing raksasa tersebut membuka mulutnya ingin melahap Aslan namun Aslan segera menghindar lalu ia dengan cepat berlari.


Lagi-lagi Aslan melakukan kesalahan karena tidak melihat jalan hingga ia sampai disisi jurang, Aslan berputar balik dan ternyata sudah ada tiga cacing yang muncul dari tanah.


"Kakak bagaimana ini? Apa kita akan berakhir disini?" Cika semakin bergetar hebat.


"Cika, aku ingin kau lari secepatnya sementara aku mengalihkan perhatian mereka!"


"Tapi kak, aku sangat takut sehingga aku tidak bisa lari."


Aslan berdecak kesal lalu ia menatap ketiga cacing raksasa yang sudah siap menyantap dirinya, Aslan berpikir keras namun tiba-tiba ada sebuah benda bulat berwarna hitam melesat kearah salah satu cacing raksasa lalu benda tersebut mengenai kepala cacing tersebut membuat cacing itu terlempar beberapa meter.


Aslan melihat kearah serangan tersebut dan ternyata sudah ada seorang wanita yang memegang meriam. Wanita tersebut berjalan kearah Aslan dan Cika.


"Kalian tidak apa-apa?"


"Iya, kami baik-baik saja. Terima kasih karena telah menyelamatkan kami."


"Tidak perlu sungkan, ini juga karena kesalahanku yang membiarkan tiga cacing menjijikan itu lolos begitu saja."


"Apa maksudmu?"


"Aku sempat bertarung dengan lima cacing seperti ini sebelumnya dan aku sudah mengalahkan dua namun sebelum aku menyerang sisanya mereka sudah pergi lalu aku mengikuti jejak mereka sampai sini."


"Jadi begitu, pantas saja dihutan ini ada monster yang begitu kuat."


"Kalian berlindunglah aku akan mengurus mereka!" Aslan pun segera pergi bersembunyi dibalik semak-semak.


Wanita tersebut mengangkat meriamnya lagi lalu menebak salah satu cacing tersebut hingga mebuat cacing tersebut terlempar beberapa meter.


Wanita tersebut mengarahkan meriamnya lagi pada salah satu cacing yang tersisa namun tiba-tiba meriam itu bersinar.


"Sial manaku berkurang sangat banyak."


Meriam tersebut berubah menjadi sebuah bazooka , wanita tersebut mengarahkan bazooka tersebut pada salah satu cacing yang tersisa lalu menembakannya.


Peluru dari bazooka tersebut mengenai kepala cacing tersebut lalu meledak, pada saat bersamaan bazooka wanita tersebut bercahaya lalu berubah menjadi sebuah busur.


Wanita tersebut berlutut sambil terengah-engah karena sudah kehabisan mana, namun tiba-tiba tanah bergetar dan muncul tiga cacing yang sempat dikalahkan oleh wanita tersebut.


"Sudah aku duga, mengalahkan kalian adalah hal yang cukup sulit."


Kemudian wanita tersebut memakan sebuah pil lalu seketika busurnya bercahaya dengan terang. Aslan dan Cika yang melihat dari kejauhan segera menutup matanya karena cahaya yang begitu terang lalu terdengar sebuah suara ledakan yang sangat dahsyat.


Aslan membuka matanya dan betapa terkejutnya ia saat melihat kondisi sekitarnya sudah hangus terbakar, Aslan melirik kearah wanita misterius tersebut dan ternyata wanita tersebut sudah terkapar ditanah.


Aslan segera mendekati wanita tersebut, saat Aslan berada didekatnya wanita tersebut membuka matanya lalu ia segera duduk dan mengambil busurnya.


"Kau tidak apa-apa?"


"Aku baik-baik hanya saja seluruh manaku sudah habis karena menggunakan perubahan senjata tingkat 7 mode kecil."


"Perubahan senjata tingkat 7 mode kecil?"


"Hahaha, aku ini memiliki job tingkat Special yang disebut Destruction Archer. Job ku ini memiliki senjata khusus yaitu busur ini." Wanita tersebut mengacungkan busurnya pada Aslan.


"Senjataku memiliki 7 tingkatan perubahan senjata dan yang paling dasar ialah busur ini. Kau juga sudah melihat perubahan tingkat 6 dan 5 yaitu meriam dan bazooka."


"Lalu yang membuat sekitar sini menjadi seperti ini adalah senjata berbentuk apa?"


"Kau tidak perlu tahu. Oh ya,  namaku Artemis lalu siapa namamu?"


"Aku Aslan dan ini adalah Cika."


Artemis mulai mengingat-ingat dan tiba-tiba wajahnya memerah, Artemis memalingkan wajahnya lalu ia dengan cepat pergi meninggalkan Aslan.


Aslan mengerutkan dahinya saat Artemis tiba-tiba pergi begitu saja, sebenarnya ia sangat kagum dengan Artemis karena memiliki kekuatan yang sangat hebat.


"Astaga, aku lupa memasukannya kedalam friend list." Aslan menepuk dahinya.


"Sudahlah kakak, sekarang mari kita pulang."


Aslan mengangguk lalu ia segera melesat keluar dari hutan Flond, saat sampai diluar Aslan menurunkan Cika dan menyuruhnya untuk berjalan sendiri.


Sepanjang perjalanan pulang Cika bercerita tentang ibunya yang terkena penyakit yang sangat langka dan hanya apel emas saja yang dapat mengobati ibunya.


Cika menceritakan tentang bagaimana dirinya bisa diculik, pada awalnya Cika baik-baik saja namun saat ia ingin mengambil apel emas tiba-tiba ada emat bandit yang menculiknya.


"Lain kali jika kau pergi ke hutan jangan pernah pergi sendiri karena kita tidak tahu bahaya apa yang ada disana."


"Baik, kak."


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di gerbang kota Arista, mereka pun berpisah disana. Setelah itu Aslan berniat untuk pergi kesebuah restroran untuk beristirahat.


Sesampainya direstoran Aslan segera duduk dimeja yang kosong lalu ia memesan segelas air putih, sebenarnya Aslan ingin memesan minuman yang lebih enak lagi namun karena uangnya tersisa sedikit lagi jadi hanya air putih saja yang Aslan pesan.


Aslan mengetuk-ngetuk jarinya pada meja lalu ia memejamkan matanya beberapa saat dan saat ia membuka mata, Aslan sangat terkejut karena didepannya sudah ada kakek tua yang pernah memberinya misi.


"Kakek, bagaimana kau bisa ada disini?"


"Karena aku kasihan padamu, kau kehilangan job dan levelmu lalu kau juga kehilangan uangmu, jadi aku ingin memberimu satu misi yang sangat mudah dan tidak terbatas waktunya."


"Benarkah, aku sangat senang kalau begitu."


"Baiklah, ini misi untukmu."


[Quest


Rank: C


Reward : 50 Gold &  Pegasus Armor.


Waktu : -


Deskripsi : Kakek tua ini sedang membutuhkan bahan-bahan untuk membantu menyembuhkan penyakitnya, ia membutuhkan Dragon Rose di Vaughan Hill dan Immortal Pearl di Grigio Lake.]


[Terima/Tidak]


"Kau terkena penyakit apa? Sampai-sampai menyuruhku untuk mencari kedua item ini."


"Hahaha, itu hanya penyakit kecil yang aku derita sejak masih muda."


"Hmm, jika dilihat-lihat dari fisikmu, kau ini pernah menjadi seorang ksatria saat muda. Lalu mengapa kau tidak mencari kedua item tersebut saat muda?"


"Saat muda, aku memang seorang ksatria yang hebat saking hebatnya sampai aku tidak peduli dengan penyakit yang kuderita dan pada saat tua seperti inilah aku merasakan efek dari penyakit tersebut."


"Oh ya, aku penasaran siapa sebenarnya kau itu?"


"Aku akan menceritakan siapa diriku saat kau telah menyelesaikan misi ini."


"Baiklah, kalau begitu aku terima misi ini."


[Quest


Mencari obat


Rank: C


Reward : 50 Gold &  Pegasus Armor.


Waktu : -


Kemajuan : Dragon Rose 0/1;Immortal Pearl 0/1]


Setelah Aslan menerima misi tersebut tiba-tiba kakek tua tersebut menghilang, Aslan sangat terkejut namun keterkejutannya terhenti saat pesanan air putihnya tiba.


Aslan berniat menjalankan misi tersebut setelah ia mendapatkan job dan menaikan level terlebih dahulu agar ia tidak mendapatkan kesulitan saat menjalankan misi.


---


Jangan lupa like, vote, comment dan favorite.