
Aslan merutuki dirinya sendiri karena terlalu mudah dibohongi oleh seseorang, ia mengacak rambutnya karena sangat kesal pada dirinya sendiri.
Aslan menghela nafas lalu ia segera memikirkan cara untuk mencari mutiara tersebut, Aslan mencoba melihat perintah misinya dan saat melihat hal itu, Aslan mengerutkan dahinya.
"Disini dituliskan bahwa mutiara itu berada di Grigio Lake dan artinya mutiara itu pasti berada di dalam danau."
Aslan pergi ke sisi danau, ia melihat keadaan danau tersebut untuk memastikan bahwa danau tersebut aman, agar saat ia berenang nanti tidak ada sesuatu yang merepotkan.
Merasa danau tersebut aman, ia pun segera melompat ke dalam danau tersebut. Aslan pun mulai berenang.
Saat seorang player berenang, ia akan memiliki sebuah bar berwarna putih di bawah bar HP dan jika bar tersebut habis maka HP seorang player akan berkurang. Untuk menghindari hal tersebut, player harus pergi ke permukaan sebelum bar putih tersebut habis.
Aslan tersenyum saat ia tidak melihat hal yang berbahaya saat berenang namun tiba-tiba seekor ikan besar lewat didepannya. Aslan terkejut saat melihat hal tersebut lalu ia segera pergi berenang kembali ke sisi danau.
Saat Aslan sudah hampir mencapai sisi, ia melihat sebuah benda berkilauan dibalik sebuah bebatuan, ia pun segera pergi kesana sebelum bar putihnya habis.
Aslan mengira benda tersebut adalah mutiara yang ia cari namun dugaannya salah, karena benda berkilauan tersebut hanya sebuah kristal.
Aslan berdecak kesal lalu ia segera pergi berenang ke sisi danau namun saat ia ingin berenang, kakinya terjepit bebatuan. Aslan segera berusaha melepaskan kakinya karena bar putihnya hanya tinggal 10% lagi.
Tiba-tiba sekelompok ikan piranha mendekati dirinya, Aslan menelan ludahnya lalu ia mengambil pedangnya dan berusaha menghancurkan bebatuan tersebut dengan pedangnya.
Sekelompok ikan piranha tersebut semakin mendekat membuat Aslan bertambah panik, ia mempercepat serangan pedangnya dan pada saat sekelompok ikan piranha tersebut hanya beberapa jengkal lagi, Aslan telah berhasil mengancurkan bebatuan tersebut.
Aslan terkejut saat melihat bar putihnya hanya tersisa beberapa persen lagi, ia pun segera berenang secepatnya.
Sekelompok ikan piranha tersebut pun segera mengejar Aslan, Aslan segera menambah kecepatan berenangnya dan akhirnya ia sampai di sisi danau dan naik ke permukaan.
Aslan terkapar sambil sambil terengah-engah, tubuhnya pun gemetar karena ketakutan.
"Seharusnya aku ingat dengan ikan lele yang di tangkap Viktor, danau ini memang sangat tidak normal."
"Jika aku tidak dapat berenang untuk mendapatkan mutiara itu lantas aku harus bagaimana?"
Aslan menghela nafas sambil memijat keningnya, ia berpikir cara untuk mengambil mutiara tersebut namun tak ada satu pun cara yang terlintas dalam pikirannya.
"Sebaiknya aku pergi ke kota itu dahulu untuk menenangkan pikiran dan mengisi ulang perbelakan." Aslan pun segera pergi ke kota terdekat.
***
Kota yang berada didekat Grigio Lake itu bernama kota Swichlan, kota Swichlan adalah kota yang lebih besar daripada kota Arista.
Aslan sudah berada di kota tersebut, ia dapat melihat ada banyak sekali player dengan level di atas 40. Aslan sedikit iri dengan para player tersebut karena memiliki level yang cukup tinggi ditambah banyak sekali player yang memiliki job tingkat Menengah.
Aslan menghela nafas lalu ia melangkah pergi ke sebuah restoran, restoran tersebut cukup terkenal di kota Swichlan karena masakannya yang begitu lezat.
Aslan segera pergi mencari sebuah meja kosong dan ia menemukan sebuah meja kosong dipojokan. Aslan pun segera pergi ke meja tersebut dan duduk disana.
Aslan memanggil seorang pelayan lalu ia memesan segelas minuman saja, tak lama kemudian pesanannya pun datang.
Sambil meminum minumannya, Aslan sedang memikirkan cara untuk mengambil Immortal Pearl. Aslan mengacak rambutnya karena tak menemukan satu pun cara, ia membenamkan wajahnya diatas meja sambil menghela nafas beberapa kali.
Aslan mengangkat kembali kepalanya dan alangkah terkejut saat Viktor sudah berada didepannya.
"Sungguh menyedihkan saat melihat wajahmu yang kusut ini." Viktor menggelengkan kepalanya.
Aslan berdiri lalu ia menunjuk Viktor, "Kau telah menipuku!" Suara Aslan sangat kencang sampai semua orang di restoran tersebut menoleh ke arahnya.
Aslan menepuk keningnya lalu ia meminta maaf pada semua orang, ia pun segera duduk kembali sambil menatap tajam Viktor.
"Mengapa kau berada disini? Apa kau ingin menipuku lagi?"
"Tidak, aku disini karena ingin makan siang, ikan lele yang kutangkap tadi rasanya seperti kotoran sapi, sehingga aku memilih untuk makan di restoran ini dan aku melihatmu jadi aku pun duduk disini."
"Cih, aku muak melihat wajahmu, lebih baik aku pergi." Aslan pun berdiri dan hendak pergi namun sesuatu menariknya.
"Apa kau tidak ingin mengetahui cara untuk mengambil mutiara itu?"
"Aku yakin kau akan berbohong lagi padaku."
"Hahaha, maafkan aku karena telah membohongimu tapi setelah tahu bahwa dirimu adalah orang yang terpilih maka aku akan membantumu mengambil mutiara tersebut."
Mendegar perkataan Viktor, Aslan mengerutkan dahinya karena ia masih bingung dengan sebutan orang terpilih yang melekat pada dirinya.
Aslan bertanya pada Viktor tentang sebutan tersebut namun Viktor enggan menjawabnya, Aslan menghela nafas lalu bertanya cara untuk mengambil mutiara tersebut.
Viktor menjelaskan bahwa Immortal Pearl berada di dalam mulut seekor kerang raksasa yang berada di danau tersebut dan satu-satunya cara untuk menangkap kerang raksasa tersebut adalah dengan memancingnya.
Tanpa menjelaskan lagi Viktor segera mengajak Aslan pergi ke Grigio Lake, tentunya setelah Aslan membayar pesanannya.
Sesampainya di Grigio Lake, Aslan segera diberikan sebuah joran oleh Viktor lalu Viktor memberikannya sebuah daging untuk dijadikan umpan.
"Mengapa aku harus ikut memancing juga? Lagipula aku tidak bisa memancing."
"Jika kita memancing bersama maka kita akan lebih cepat untuk mendapatkan kerang tersebut."
Aslan mengangguk namun ada satu hal yang menganggu pikirannya, yaitu umpan yang diberikan Viktor karena baunya sangat busuk sekali.
"Sebenarnya ini apa?" Aslan menunjukan daging tersebut pada Viktor.
"Untuk memancing kerang raksasa tersebut kita membutuhkan sebuah umpan khusus, umpan khusus ini adalah daging manusia yang telah mati satu bulan."
Seketika Aslan segera melempar daging tersebut, ia sangat terkejut dengan pernyataan Viktor.
Viktor menggelengkan kepalanya lalu ia memasang daging manusia tersebut pada kail pancingnya dan satu lagi pada kail pancing Aslan.
Viktor tersenyum lalu ia melemparkan kail yang telah diberi umpan tersebut, Aslan menghela nafas lalu ia pun ikut melemparkan kailnya dan ia duduk disebelah Viktor.
[Selamat anda mendapatkan title Fishing Man]
[Menambah 20% kekuatan saat melawan monster tipe air]
Aslan tersenyum senang saat ia mendapatkan title tersebut namun sesuatu mengganggu pikirannya.
"Oh ya, bagaimana kau bisa tahu bahwa diriku adalah orang terpilih?"
"Ada seseorang yang datang memberitahuku tentang identitas dirimu."
"Apa itu Rain?"
Viktor menaikan alisnya saat mendengar kata Rain, "Kau mengenal si tua bangka sialan itu?"
Aslan mengangguk, "Dia adalah orang yang membantuku untuk pergi ke Vaughan Hill."
"Sayangnya perkiraanmu salah, karena yang memberitahu identitas dirimu itu bukan dia."
Tiba-tiba Aslan menatap Viktor, "Tunggu, jika kau juga mengenal Rain, artinya kau adalah murid Peace Knight."
Viktor menghela nafas, "Benar, aku adalah murid termuda dari Peace Knight."
Aslan mengerutkan dahinya saat tembakannya ternyata benar, "Rain memberitahuku bahwa Peace Knight telah tewas 100 tahun yang lalu tapi bagaimana bisa dirimu masih semuda ini?"
"Tanyakan hal ini pada orang yang memberimu quest!"
Aslan hendak membuka mulutnya namun tiba-tiba Viktor berdiri dan jorannya ditarik sesuatu, Viktor tersenyum lalu jorannya bercahaya.
Viktor menarik jorannya lalu terlihat seekor kerang raksasa, Aslan terkejut lalu ia ingin membantu Viktor namun Viktor menahannya.
"Lihatlah kemampuanku yang kulatih bersama Peace Knight!"