
Aslan sudah hampir sampai di Kota Arista, ia tak menemukan halangan apapun saat dalam perjalanan namun saat ini ia melihat ada keempat mantan sahabatnya sedang berburu.
Sebenarnya Aslan ingin pergi menemui mereka untuk balas dendam namun ia mengurungkan niatnya karena mengingat pesan dari Rain, Viktor dan Goka.
Aslan pun kembali melanjutkan perjalanannya namun saat ia ingin berjalan sebuah anak panah melesat ke arahnya, sontak ia segera menghindari anak panah tersebut.
Aslan melirik ke arah keempat mantan sahabatnya dan ternyata mereka sedang tersenyum sinis pada Aslan.
"Hohoho, ternyata ada anak sialan disini," ucap Arka.
Aslan menjadi geram, seketika amarahnya memuncak lalu ia pun segera mengambil pedangnya dan melesat ke arah mantan sahabatnya.
Michael segera menahan Aslan dengan perisainya lalu Rey segera menyerang Aslan. Aslan berdecak kesal lalu ia segera menahan serangan Rey.
Karena perbedaan level yang cukup tinggi, Aslan kalah telak dari Rey dan pada saat bersamaan Richard juga sudah memberikan serangan pada Aslan.
HP Aslan berkurang setengahnya, ia ingin mundur namun beberapa anak panah melesat ke arahnya.
Aslan menahan anak panah tersebut dengan pedangnya namun saat ia menahan anak panah tersebut, pedangnya patah karena sebelumnya memang pedang tersebut sudah retak akibat melawan Goka.
Aslan berdecak kesal karena pedang tersebut adalah pedang terakhir miliknya, ia pun segera pergi melarikan diri namun sebelum ia lari, keempat mantan sahabatnya itu sudah mengepungnya.
"Aku belum sempat membunuhmu dan saat inilah waktu yang paling tepat." Rey tersenyum sinis pada Aslan.
Tiba-tiba sebuah perisai menghantam Aslan dan membuat Aslan menjadi jatuh tersungkur, Aslan ingin bangkit namun Michael menghantamkan lagi perisainya.
Michael menatap tajam Aslan, "Sejak dulu sampai sekarang kau memang tidak pernah berubah, Aslan. Tetap lemah seperti biasanya!"
"Aku membenci kalian semua dan akan kupastikan kalian akan menyesal karena telah meninggalkanku."
Keempat mantan sahabat Aslan tersebut saling berpandangan lalu mereka tertawa terbahak-bahak.
"Sungguh lucu sekali, Aslan." Richard berkata pelan sambil tersenyum kecil.
Mereka berempat menyeringai lalu mengangkat senjatanya masing-masing dan mengarahkannya pada Aslan.
Aslan sudah pasrah jika ia harus mati di tangan mantan sahabatnya namun tiba-tiba terdengar suara teriakan yang memekakkan telingan diiringin oleh sebuah gelombang suara yang menerbangkan apa saja termasuk Aslan dan keempat mantan sahabatnya.
Setelah gelombang suara itu selesai, muncul seorang pria yang sedang membawa gitar. Pria tersebut menggaruk kepalanya saat melihat Aslan dan keempat mantan sahabatnya terbang.
***
Aslan berteriak kencang saat ia terpental karena gelombang tersebut, Aslan takut sekaligus khawatir karena HPnya hanya tersisa beberapa persen lagi dan jika ia terjatuh maka ia akan langsung mati.
"Cih, mengapa di saat-saat seperti ini potionku malah habis!?"
Aslan memejamkan matanya berharap akan ada keajaiban yang terjadi, Aslan merasakan bahwa dirinya sudah mulai jatuh.
Byurr
[Tubuh Anda telah terkena air]
[Mengaktifkan skill Healing Water]
Aslan membuka matanya dan ternyata ia telah mendarat di sebuah sungai, seketika hati Aslan menjadi lega karena ia tidak mati.
Segera saja ia keluar dari sungai tersebut, ia melihat ke sekitar dan seketika hatinya bertambah senang karena dirinya berada disungai yang tepat disamping kota Arista.
Aslan pun segera berjalan ke arah kota, sesampainya di gerbang kota ternyata kakek tua yang memberinya misi sudah berada disana.
"Tak kusangka kau akan menyelesaikan misi ini dengan cepat."
Aslan tersenyum lalu ia memberikan Dragon Rose dan Immortal Pearl pada kakek tua tersebut. Kakek tua tersebut menerima kedua item tersebut lalu memasukannya ke dalam saku bajunya .
"Ini hadiah yang kujanjikan padamu."
[Anda telah menerima Pegasus Armor]
[Anda telah menerima 50 Gold]
Segera saja Aslan membuka inventorynya lalu ia mengambil Pegasus Armor. Sebuah armor dengan corak pegasus muncul dilengan Aslan dan ia segera memeriksa status armor tersebut.
Req : level 20
DEF : 500
VIT : 200
INT : 200
Deskripsi : Memberi peluang 10% kebal akan serangan fisik dan sihir]
Senyum mengembang di wajah Aslan dan segera saja ia memakai armor tersebut. Aslan membungkuk sambil berterima kasih pada kakek tua tersebut.
Setelah itu kakek tua tersebut diberikan banyak pertanyaan oleh Aslan tentang misteri dari Peace Knight.
"Sudahlah suatu saat nanti kau juga akan tahu dan sekarang lebih baik kau beristirahat saja!" Tiba-tiba kakek tua tersebut berubah menjadi asap dan terbang ke langit.
Aslan menghela nafas lalu ia memilih untuk pergi ke dalam kota, ia pun segera pergi ke toko senjata untuk membeli beberapa pedang baru.
Saat Aslan Memasuki toko senjata tersebut, ia langsung di sambut oleh sang penjaga toko. Aslan pun segera meminta penjaga toko tersebut untuk menunjukkan beberapa pedang terbaik.
Penjaga toko tersebut pun segera pergi ke dalam sebuah ruangan dan tak lama kemudian ia keluar sambil membawa beberapa pedang ditangannya.
Pedang-pedang tersebut diletakan dimeja lalu sang penjaga toko mempersilahkan Aslan untuk memilih.
Aslan tertarik pada sebuah pedang besar berwarna hitam lalu ia pun menanyakan harga pedang tersebut.
"Pilihanmu tepat Tuan, ini adalah satu-satunya pedang tingkat Myth disini dan harganya 750 Gold."
Aslan tersedak nafasnya saat mendengar harga dari pedang tersebut, ia pun segera mengganti pilihannya pada sebuah pedang berwarna biru.
"Ini adalah pedang tingkat Rare dan harganya sekitar 35 Gold."
Aslan tersenyum lalu ia segera membeli pedang tersebut, ia mengeluarkan 35 Gold lalu memberikannya pada penjaga toko tersebut.
Aslan pun segera mengambil pedangnya dan pergi keluar dari toko senjata tersebut.
Karena sudah sangat lelah, Aslan pun memutuskan untuk keluar dari permainan pada saat itu juga.
***
Rudi membuka matanya dan ternyata hari sudah malam, tiba-tiba perutnya berbunyi karena lapar dan segera saja Rudi pergi ke dapur dan memasak.
Beberapa menit memasak, akhirnya masakan Rudi matang dan ia pun segera menyantapnya. Beberapa saat kemudian, Rudi telah memghabiskan makanannya dan ia sedang bingung ingin berbuat apa.
"Sepertinya aku akan pergi ke taman untuk menyegarkan pikiran."
Rudi segera mengambil jaketnya dan segera pergi keluar rumah. karena jarak antara taman dan rumah Rudi tidak terlalu jauh, Rudi memilih untuk berjalan kaki.
Saat sedang berjalan, Rudi melihat ada seorang wanita yang di bekap dan di bawa ke sebuah gang.
Segera saja Rudi mengikuti kemana wanita itu di bawa pergi. Setelah mengikuti beberapa lama akhirnya Rudi melihat wanita tersebut di bawa masuk ke dalam sebuah rumah.
Rudi mengerutkan dahinya saat melihat wanita tersebut di bawa ke rumah yang sudah hampir rubuh.
"Jangan-jangan ini adalah kasus penculikan."
Segera saja mengendap-ngendap lalu ia mendobrak pintu rumah tersebut, Rudi sangat terkejut saat melihat seseorang di dalam nya.
**Maaf telat up nya
Jangan lupa like, vote, comment dan favorite**.