
Geram melihat mangsanya diambil, Aslan pun melesat ke arah dua badak tersebut. Tinjunya telah dilayangkan ke salah satu tubuh badak tersebut, namun kulit badak tersebut terlalu kuat sehingga Aslan tak bisa melukainya.
Badak yang ditinju Aslan tersebut menjadi marah, ia menyeruduk Aslan hingga Aslan terpental beberapa meter.
"Jangan halangi kami! Kami hanya ingin membalaskan dendam pada monster yang sudah mengambil makanan kami." Salah satu badak tersebut berkata pada Aslan.
Kedua badak tersebut memiliki perbedaan pada jumlah culanya, badak bercula satu yang sejak tadi bertukar serangan dengan belalang sembah cukup bisa mengungguli belalang sembah tersebut.
Badak bercula dua datang membantu badak bercula satu tersebut dan hanya dalam beberapa menit saja mereka telah membunuh sang belalang sembah.
Aslan bangkit lalu mendekati Yura dan Artemis, "Aku tidak menyangka jika mereka bisa berbicara, apa memang seekor hewan didalam game ini bisa berbicara?"
"Setahuku tidak, aku telah bertemu ribuan hewan, tetapi belum satu pun aku temukan bisa berbicara." Artemis menjawab Aslan.
Sambil mengumpulkan keberaniannya, Aslan mendekati kedua badak tersebut. Badak-badak tersebut pun bersiaga, mereka menatap Aslan yang sedang mendekat ke arahnya.
"Kalian ini sebenarnya apa? Seharusnya hewan itu tak bisa berbicara, bagaimana bisa hewan seperti kalian dapat berbicara?"
Kedua badak tersebut menjadi geram, mereka paling tidak suka jika mereka dipanggil hewan, apalagi mendengarnya dari seorang manusia seperti Aslan.
Badak bercula satu naik pitam, "Aku peringatkan padamu untuk tidak memanggil kami dengan sebutan hewan! Jika kau masih juga berkata kami adalah hewan maka bersiaplah menemui ajalmu."
Aslan menaikkan alisnya, "Bukankah kalian memang hewan? Sungguh aneh melihat hewan tak mau dipanggil hewan."
"Kau...!!!" Kedua badak tersebut semakin marah, keduanya pun melesat ke arah Aslan.
Aslan yang tidak siap dengan hal tersebut hanya bisa mengumpat dalam hati, ia pun segera kabur dari kejaran badak-badak tersebut.
Kecepatan badak-badak tersebut lebih cepat daripada Aslan sehingga mereka bisa mendekati Aslan, kedua badak tersebut sudah sangat dekat dengan Aslan lalu dengan kuat mereka menerjang Aslan.
Sebelum kedua badak tersebut berhasil menerjang Aslan, ada seorang kakek tua yang menahan badak-badak tersebut dengan tongkatnya.
"Jadi kalian gagal, Zoro dan Zora."
***
Aslan sangat bersyukur karena Aztec datang di waktu yang sangat tepat. FddffddddaaddfSementara itu Aztec menatap kecewa kedua badak tersebut, ia sungguh tak menyangka jika mereka berdua akan gagal dalam misi.
"Bagaimana bisa kalian gagal? Kalian ini seharusnya yang paling bisa menjaga benda itu."
Kedua badak tersebut hanya bisa menunduk, mereka tahu kegagalan mereka dapat membuat masalah yang cukup merepotkan.
"Kami tahu kami gagal, tetapi itu karena lawan kami yang begitu licik. Jika saja ia tak menggunakan racun, sudah pasti kami yang akan menang."
Aztec hanya bisa menghela napas pasrah, ia tak tahu lagi apa yang harus diperbuat.
Aslan yang berada di belakang Aztec cukup yakin jika Aztec dan kedua badak tersebut saling mengenal.
"Aztec, sebenarnya siapa mereka? Sepertinya kalian saling mengenal."
"Mereka berdua adalah murid Peace Knight, tepatnya sebagai pembimbing orang terpilih."
Aslan mengerutkan dahinya, ia sangat tidak percaya bahwa kedua badak tersebut adalah murid Peace Knight.
"Aku tahu kau tidak percaya denga perkataanku, tetapi itulah faktanya. Mereka berdua sebenarnya berasal dari ras Elf, namun karena gagal dalam misi sehingga mereka menjadi seperti ini."
Aztec juga menjelaskan jika pembimbing orang terpilih gagal dalam misinya mereka akan berubah menjadi hewan, contohnya adalah Zoro dan Zora ini.
Aslan sekarang paham mengapa kedua badak tersebut bisa berbicara. Berbeda dengan Aslan, Artemis dan Yura sangat tidak mengerti dengan yang dijelaskan Aztec.
"Baiklah, sekarang kalian ingin apa?" Aztec bertanya pada Zoro dan Zora.
"Aku masih ingat perkataan guru yang menjelaskan jika ada yang gagal dalam misi, maka mereka harus mengabdikan diri pada orang terpilih hingga Meish dikalahkan." Zoro sang badak bercula satu menjelaskan.
Aztec mengelus janggut putihnya, "Aku juga ingat perkataan itu. Dengan kata lain, kalian akan menjadi pet dari orang terpilih." Kedua badak tersebut mengangguk.
Aztec melirik Aslan lalu memintanya membuat kontrak dengan Zoro dan Zora. Zoro dan Zora terkejut saat tahu Aslan adalah orang terpilih, mereka merasa sangat bodoh karena tidak memerhatikan pedang yang ada di tangan Aslan.
"Tunggu, bagaimana cara membuat kontrak dengan hewan?"
Semua orang melebarkan matanya, Artemis menggelenggakan kepalanya lalu menjelaskan cara membuat kontrak dengan hewan.
Seorang player harus meneteskan darahnya di dahi hewan yang akan dijadikan pet, setelah itu tergantung pada hewan yang ingin menerima kontrak tersebut atau tidak.
Aslan menggaruk kepalanya sambil mengangguk pelan. Aslan pun mulai mengikuti arahan Artemis pada Zoro.
Saat darah Aslan menetes di dahi Zoro, tubuh Zoro bercahaya.
[Membuat kontrak dengan hewan]
[Kemajuan 1%, 2% ,3%...99%, 100%]
[Selamat Anda mendapatkan pet baru]
[Silakan beri nama petmu!]
"Beri nama, ya?" Aslan berpikir sejenak, beberapa detik kemudian ia mendapatkan sebuah nama yang diinginkannya, "Namamu sebelumnya adalah Zoro, sekarang aku ganti namamu menjadi Alpha."
[Nama pet Alpha dikonfirmasi]
Aslan berpindah pada Zora, ia melakukan hal yang sama pada Zora.
Sampailah ke pembuatan nama baru untuk Zora, Aslan melirik Alpha dan seketika ia mendapatkan ide untuk nama baru Zora.
"Karena dia adalah Alpha dan kalian ini kembar maka aku akan beri kau nama Beta."
Alpha dan Beta menunduk di hadapan Aslan, kemudian tubuh mereka menjadi kecil dan membuat Aslan cukup terkejut.
Artemis yang melihat Aslan terkejut segera menjelaskan, "Itu adalah kemampuan pet, mereka bisa mengecilkan tubuh agar mudah dibawa kemana-mana."
"Ah, seperti itu. Oh iya, aku ingat jika aku juga memiliki sebuah telur yang aku dapatkan setelah membunuh naga emas." Dikeluarkan oleh Aslan telur burung dari Inventorynya.
[Bird Egg
Siap menetas
Deskripsi : Akan menetaskan seekor burung acak yang dapat dijadikan pet]
Keberuntungan sedang berpihak pada Aslan karena telur burung tersebut siap ditetaskan, Aslan menaruh telur burung tersebut ditanah dan disaat yang bersamaan telur burung tersebut retak.
Muncul kepala burung dengan bulu tipis berwarna jingga.
"Apa mungkin burung ini adalah Phoenix? Dari bulunya Yura sangat yakin jika itu Phoenix." Pertanyaan Yura tersebut membuat Aslan menjadi senang.
Kesenangan tersebut seketika terhenti saat tubuh burung tersebut keluar sepenuhnya. Burung dengan bulu tipis berwarna jingga tersebut memiliki sayap yang hanya tulang saja.
Tidak ada kulit atau bulu yang menyelimuti kedua sayap burung tersebut, dapat disimpulkan bahwa burung tersebut cacat.
Aslan tersenyum kecut, "Jadi, ini Phoenix yang kau maksud, Yura?" Yura tersenyum canggung, ia tak bisa berkata apa-apa lagi.
Dengan berat hati Aslan pun menbuat kontrak dengan burung tersebut, setelah selesai Aslan memikirkan lagi nama yang cocok untuk burung tersebut.
"Aslan, mengapa kau tidak menamainya Gamma saja?"
Perkataan Artemis tersebut membuat Aslan mendapatkan pencerahan, ia pun memberi nama burung tersebut Gamma.
Artemis menggelengkan kepalanya, "Aslan, jika kau menemukan pet lagi kau bisa menamakannya dengan Delta, Tetha, Omega, Lamda, Phi atau yang lainnya."
"Wah...kau tahu itu juga, Artemis? Mungkin saranmu itu akan aku pakai nanti."
Artemis menatap malas Aslan, tiba-tiba dua orang datang. Salah satunya mengeluarkan aura yang sangat menekan.
---
**Halo semua!!!
Jangan lupa like, vote, comment dan favorite.
Cuman mau ngasih tau kalo saya ini orang Banten jadi kalau nggak like, vote, comment dan favorite siap-siap aja muntah paku.
Hehe bercanda kok, silakan dukung saya agar saya tambah semangat lagi.
---SALAM**---