Vegas Online

Vegas Online
Ch 28 - Peryantaan Perang



Perasaan bahagia dirasakan Aslan karena ia baru saja mendapatkan job tingkat Special, namun ia masih bingung saat melihat Aztec menggunakan Dragon Rose dan Immortal untuk kekuatannya.


Aslan menanyakan hal tersebut pada Aztec, Aztec menjawab bahwa ia memiliki penyakit yang membuat kekuatan aslinya menghilang dan dengan kedua item tersebutlah ia bisa sembuh walaupun hanya sementara.


"Mengapa kau tidak mengambil kedua item itu sendiri saja? Kau malah menyuruhku untuk mengambilnya."


"Tentu saja aku bisa mengambilnya bahkan jika aku mau sudah aku ambil satu abad yang lalu, namun guruku melarangnya dan memberitahuku bahwa orang terpilihlah yang harus mengambilnya sehingga aku menyuruhmu untuk mengambilnya."


"Mengapa Peace Knight Zen melakukan hal itu?"


"Agar kau mendapatkan dua elemental core yang telah guruku berikan pada Goka dan Rain."


Aslan teringat dengan kedua item yang di dapatkannya saat menjalankan quest di Vaughan Hill dan Grigio Lake.


Ia mengeluarkan Water Core yang ia dapatkan di Grigio Lake, ia juga mengeluarkan item yang didapatkannya dari Rain.


"Aku masih belum melihat item yang diberikan oleh Rain." Aslan membuka kotak berwarna abu-abu yang diberikan oleh Rain.


[Wind Core (Basic)


Deskripsi : Item yang dapat membuat angin yang sejuk]


Aslan mengerutkan dahinya, ia masih bingung mengapa Zen memberikan item tingkat Basic untuk dirinya.


"Kau pasti bingung, sekarang keluarkan Fire Core yang pernah kuberikan padamu!"


Aslan menuruti perintah Aztec, ia mengeluarkan Fire Core dari Inventorynya lalu meletakan item tersebut di antara kedua item sebelumnya.


Aztec menunjuk ketiga item tersebut, "Itu adalah 3 dari 4 Elemental Core yang akan mengembalikan kekuatan Penta Sword."


"Eh, yang aku baca dari status pedang itu, bukankah 4 Elite Elemental Core dan ketiga item ini bukan Elite Elemental Core."


"Keluarkan Diamond Apple dan letakan bersama ketiga item tersebut!"


Walaupun masih bingung, Aslan tetap menuruti perintah Aztec tersebut. Ketika ia menaruh Diamond Apple tersebut bersama ketiga Elemental Core, keempat item tersebut bercahaya kemudian Diamond Apple berubah.


Diamond Apple berubah menjadi sebuah item yang mirip dengan kelereng berwarna cokelat, Aslan memeriksa status kelereng tersebut.


[Elite Earth Core (???)


Deskripsi : ???]


Cahaya keempat item tersebut menjadi lebih terang setelah Aslan membaca status item tersebut, keempatnya terbang di udara lalu muncul notifikasi di hadapan Aslan.


[Fire Core Berevolusi menjadi Elite Fire Core]


[Water Core Berevolusi menjadi Elite Water Core]


[Wind Core Berevolusi menjadi Elite Wind Core]


Aslan sangat terpukau saat melihat perubahan item, Aztec memintanya untuk mengeluarkan Penta Sword. Aslan pun mengeluarkan Penta Sword lalu meletakan pedang tersebut di bawah empat Elite Elemental Core.


Keempat item tersebut berputar lalu terbang ke arah empat lubang yang ada di dahi tengkorak Penta Sword. Keempatnya melekat di masing-masing lubang tersebut.


[Efek Penta Sword telah diaktifkan]


Aslan tersenyum senang namun tiba-tiba ada pertanyaan muncul di pikirannya.


"Oh iya, bukankah lebih baik keempat item ini disimpan olehmu lalu diberikan padaku? Mengapa harus disimpan terpisah?"


"Itu karena keempat item tersebut memiliki keterikatan satu sama lain, pada saat itu bukan hanya Penta Sword yang rusak namun salah satu Elite Elemental Core juga ikut rusak sehingga ketiga lainnya pun berubah menjadi Elemental Core biasa.


Elite Earth Core hanya bisa didapatkan dari Diamond Apple yang kau petik, artinya jika orang lain yang memetiknya maka Diamond Apple tidak akan berubah menjadi Earth Core, itu disebabkan karena kau adalah orang terpilih.


Kau ini orang terpilih dan maka dari itu kau tidak menerima efek saat ketiganya di satukan.”


Aslan paham sekarang, ia memasukkan kembali Penta Sword ke inventorynya karena ia berniat mencoba kekuatan pedang tersebut sambil berburu nanti.


Masih banyak yang ingin Aslan tanyakan pada Aztec namun Aslan menerima sebuah pesan guild yang meminta siapa saja yang berada di Kota Srinblue dan sekitarnya untuk berkumpul di markas guild karena akan ada rapat mendadak.


Terjadi perdebatan di benak Aslan, satu sisi ia ingin bertanya lebih banyak pada Aztec namun di sisi lain ia juga harus pergi ke markas guildnya.


Melihat Aslan yang tengah berdebat dengan pikirannya membuat Aztec tertawa kecil, ia menyuruh Aslan untuk menyelesaikan masalahnya dahulu lalu kembali lagi.


"Aku akan selalu ada di bukit ini jika kau mencariku."


"Baiklah, aku akan pergi dan kembali ke sini lagi." Aslan pun pergi ke markas guildnya.


***


Lebih dari seratus anggota Guild Death Fire telah berkumpul di sebuah ruangan paling luas di lantai tiga, mereka sangat ingin tahu untuk apa mereka dikumpulkan secara mendadak seperti ini.


Aslan sudah berada di ruangan tersebut beberapa menit yang lalu, saat ini ia sedang duduk di samping Kurt dan di sebelah Kurt ada Yura.


Awalnya Aslan duduk di samping Yura namun Yura langsung pindah ke sisi lain Kurt, Kurt tertawa kecil saat melihat hal tersebut.


"Sepertinya kalian sudah berbaikan." Mendengar ucapan Aslan, mereka berdua segera meliriknya.


"Ya, seperti yang kau lihat." Kurt mendekatkan wajahnya ke telinga Aslan lalu berbisik, "Sebenarnya aku tidak tahu alasannya bisa marah seperti itu."


Namun bisikan Kurt tersebut terdengar oleh Yura, Yura segera mencubit perut Kurt. Kurt meringis kesakitan sambil memohon ampun pada Yura.


"Huh, Yura heran kenapa Kurt tidak pernah peka?" Yura berkata sambil melepaskan cubitannya.


Aslan menggaruk kepalanya lalu bertanya, "Oh iya, sebenarnya kalian ini memiliki hubungan seperti apa?"


"Yura dan Kurt adalah sepasang kekasih dan agar Kurt tidak cemburu Yura memilih untuk menjauhkan diri dari lelaki lain tapi Kurt malah sering berdekatan dengan gadis lain."


Akhirnya Aslan paham mengapa Yura sangat tidak ingin berada di dekatnya dan hanya dalam kondisi tertentu saja ia akan dekat dengan seorang pria, contohnya saat Yura dan Aslan sedang melawan bandit.


Kurt hanya tersenyum kecut saat mendengar hal tersebut, rasanya ia ingin menutup mata Yura agar Yura tidak terlalu cemburu padanya.


Tak lama kemudian seseorang yang telah ditunggu sejak tadi akhirnya datang, Ryan datang bersama Viona lalu meminta semua orang duduk di tempat masing-masing.


Tanpa berbasa-basi Ryan langsung menjelaskan alasan dirinya mengumpulkan anggota secara mendadak, Ryan menjelaskan bahwa Guild Black Demon menyatakan berperang dengan Guild Death Fire.


Ryan juga menjelaskan bahwa peperangan akan terjadi bulan depan sehingga Ryan meminta anggotanya lebih giat berburu dan meningkatkan kemampuan.


Suasana menjadi gaduh, Ryan segera menenangkan para anggotanya tersebut. Setelah suasana menjadi lebih tenang, Ryan pun melanjutkan penjelasannya.


"Alasan mereka sampai menyatakan perang pada kita adalah Nibi." Semua orang saling berpandangan, mereka masih bingung dengan ucapan ketuanya tersebut.


"Kalian semua tahu bahwa kita dan Black Demon itu saling bermusuhan namun karena tak ingin merugikan satu sama lain sehingga tidak pernah terjadi bentrokan.


Namun saat ini Nibi bersekutu dengan Guild Black Demon sehingga mereka tidak takut lagi merugi, sebenarnya Nibi memang memiliki dendam padaku tapi aku tidak pernah mengira jika ia akan berbuat seperti ini."


Salah satu anggota guild mengangkat tangannya, "Ketua, jika boleh kami tahu sebenarnya apa alasan Nibi sampai memiliki dendam padamu?"


"Aku dan Nibi adalah teman baik di dunia nyata, namun hubungan pertemanan kami hancur karena aku akan menikahi mantan kekasihnya. Nibi sangat tidak terima hal tersebut, ia dan aku selalu bertengkar entah di dunia nyata atau di dalam game.


Dengan kekuatannya saat ini seharusnya ia bisa mengalahkanku namun aku yakin ia tidak akan puas dengan itu saja sehingga Nibi bersekutu dengan Guild Black Demon untuk menghancurkan guild kita."


Seluruh anggota mengerti dan mereka menjadi bersemangat untuk berperang, Ryan merasa senang dengan semangat anggotanya tersebut namun ia juga malu karena sudah melibatkan anggotanya pada masalah pribadi dirinya.