
Di sebuah tempat yang berada di Benua Donfiksi, ada sebuah meja bundar yang di sana telah terkumpul tujuh makhluk berbeda ras.
Ras ketujuh makhluk tersebut antara lain adalah Demon, Orc, Goblin, Undead, Witch, Vampire dan Manusia.
Mereka semua adalah perwakilan dari masing-masing ras yang ikut dalam sebuah aliansi kegelapan, mereka sedang menunggu orang-orang yang mengajak mereka ikut dalam aliansi ini.
Tak berselang lama, tiga orang bertopeng muncul di hadapan ketujuh ras tersebut. Ketujuh ras tersebut memandang ketiga orang tersebut.
Seseorang yang mengenakan topeng berwarna biru maju beberapa langkah ke depan.
"Selamat datang para saudara-saudariku semua." Seseorang bertopeng biru membungkuk lalu ia kembali bangkit sambil mengeluarkan sebuah aura yang sangat kuat.
"Perkenalkan kami adalah topeng kegelapan, kalian bisa memanggilku dengan sebutan Topeng Biru dan ini teman-temanku Topeng Merah serta Topeng Ungu." Topeng Merah dan Topeng Ungu maju, sejajar dengan Topeng Biru.
"Salam kenal semuanya!" Topeng Ungu melompat sambil melambaikan tangannya, dari suara Topeng Ungu terdengar jelas bahwa ia adalah seorang wanita.
Topeng Merah dan Topeng Biru menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan rekannya tersebut.
"Baiklah, aku mengumpulkan kalian di sini adalah untuk membicarakan rencana kita dalam membuat segel Dewa Kehancuran menjadi lemah dan jika bisa kita akan menghancurkan segel tersebut."
Perwakilan ras Demon mengangkat tangan, "Aku ingin tahu siapa yang kau maksud dengan Dewa Kehancuran?"
"Dahulu kala Benua Tagran dan Benua Donfiksi adalah satu benua, namun karena sebuah pertarungan benua ini menjadi terpisah."
Semua orang terkejut, tanpa di lanjutkan pun mereka semua tahu siapa itu Dewa Kehancuran.
"Ternyata legenda Kedamaian dan Kehancuran itu benar, kupikir itu hanya sebuah dongeng pengantar tidur." Perwakilan ras Witch mengelus dagunya.
Tiba-tiba perwakilan ras Goblin menggebrak meja bundar tersebut hingga meja tersebut retak.
"Jika tujuan kita adalah itu, mengapa kalian mengajak ras manusia juga?" Goblin tersebut menunjuk perwakilan dari ras manusia.
Perwakilan manusia tersebut hanya menatap sinis Goblin tersebut, lalu ia melipat kedua tangannya di dada.
"Hei, Topeng Biru. Mengapa kau membawa Goblin dari utara? Bukankah Goblin di selatan lebih kuat daripada Goblin di Utara."
Goblin tersebut geram, ia mengepalkan tinju dan ingin menghajar perwakilan manusia tersebut namun sebuah rantai mengikatnya.
Rantai tersebut berasal dari Topeng Merah, ia menatap tajam Goblin tersebut. Goblin tersebut memberontak dan segera saja Topeng Merah mengencangkan ikatan rantainya.
"Maafkan aku! Aku telah mengajak Goblin King di selatan, namun mereka menolaknya dengan tegas sehingga aku terpaksa harus mengajak Goblin di utara."
"Baiklah, terserah kau saja." Perwakilan ras Manusia tersebut menatap tajam Perwakilan ras Goblin, "Jangan samakan aku dengan manusia lainnya! Aku ini adalah penjahat terkuat di ras manusia."
Sementara itu sang perwakilan ras Goblin berusaha menenangkan diri lalu meminta dilepaskan dari rantai yang mengikatnya.
Rantai tersebut terlepas lalu Topeng Merah menggulung kembali rantai tersebut. Para perwakilan ras lainnya hanya menghela napas karena baru saja mereka berkumpul sudah ada pertengkaran yang terjadi.
Topeng Biru menjelaskan rencana pada ketujuh perwakilan ras tersebut. Topeng Biru mengatakan bahwa mereka membutuhkan pasukan yang sangat banyak untuk membantu menguatkan pertahanan mereka.
"Bagaimana dengan para pendatang abadi itu? Bukankah jika ada mereka di pihak kita, maka kita akan lebih kuat." Perwakilan ras Orc memberikan pendapatnya.
"Aku setuju, dengan adanya mereka kekuatan pasukan kita akan bertambah dan tidak akan berkurang karena mereka dapat hidup kembali." Perwakilan Vampire menyetujui usulan perwakilan ras Orc.
Yang mereka maksud dengan pendatang abadi adalah para player, karena para player dapat hidup kembali sebanyak apa pun mereka mati sehingga para NPC menganggap para player abadi.
Topeng Ungu mengangkat tangannya, "Aku yang ingin mengajak mereka, entah mengapa aku menyukai mereka."
Topeng Merah dan Topeng Biru pun mengangguk setuju. Tiba-tiba Topeng Biru mengingat sesuatu.
"Mata-mataku mengatakan bahwa sudah ada orang terpilih yang akan mewarisi kekuatan Peace Knight dan itulah yang patut kita waspadai."
Topeng Biru menggelengkan kepalanya, "Masalahnya adalah itu, orang yang terpilih itu berasal dari para pendatang abadi sehingga percuma jika kita membunuhnya."
Perwakilan ras Manusia mengangkat tangannya, "Kau tidak perlu membunuhnya."
Semua mata tertuju pada manusia tersebut, seketika mereka mengetahui rencana dari manusia tersebut lalu mereka menyeringai.
***
Satu hari setelah Aslan masuk ke dalam Guild Death Fire, ia sedang bersama Ryan di ruangan milik ketua guild tersebut.
Ryan berniat mengganti pedang Aslan yang telah dipatahkannya, ia pun segera membuka Inventory Guild lalu memberikan beberapa buah pedang tingkat Rare.
Mata Aslan melebar melihat hal tersebut, ia hanya mengambil satu pedang dan mengembalikan pedang-pedang lainnya.
"Yang kau patahkan hanya satu, mengapa kau malah memberikanku lebih dari satu?"
"Sudah ambil saja semua pedang itu! Anggap itu sebagai rasa terima kasihku karena telah masuk ke dalam guildku."
"Hei, seharusnya aku yang berterima kasih." Ryan segera menatap tajam Aslan, "Baiklah, aku akan mengambil semua ini."
Pedang-pedang yang telah diberikan Ryan tersebut segera dimasukkan Aslan ke dalam inventorynya.
"Oh ya, ketua. Mengapa aku tidak bisa mengakses inventory guild?"
"Hanya para petinggi guild saja yang bisa mengaksesnya dan jika kau ingin mengambil sesuatu di inventory guild maka kau harus menukarkan poin kontribusimu pada bagian bendahara."
Aslan mengangguk lalu ia segera meninggalkan ruangan tersebut Setelah berterima kasih pada Ryan.
Setelah keluar dari ruangan Ryan, ia berencana untuk mengambil sebuah misi guild.
"Ah, aku belum melihat-lihat kota ini. Lebih baik aku mengambil misi besok saja dan saat ini aku ingin berkeliling kota."
Aslan pun segera pergi mengelilingi Kota Srinblue, ia cukup terpana karena keindahan kota tersebut.
Setelah beberapa jam, akhirnya Aslan telah selesai mengelilingi kota tersebut. Aslan telah sampai di gerbang barat Kota Srinblue untuk melihat bagian luar.
Di bagian barat kota tersebut adalah sebuah hutan yang sering dijadikan tempat untuk berburu para player.
Aslan dapat melihat monster-monster di sana sesuai dengan levelnya dan segera saja ia berburu monster-monster tersebut untuk menaikkan levelnya.
Setelah satu jam akhirnya Aslan memutuskan untuk mengakhiri perburuannya walaupun ia hanya mendapatkan kenaikan satu level yang artinya sekarang Aslan berada di level 26.
Saat ingin kembali ke kota, Aslan melihat sebuah bukit yang entah mengapa bukit tersebut cukup menarik perhatiannya.
Aslan pun segera pergi ke bukit tersebut dan ia sangat terkejut saat melihat kakek yang pernah memberinya misi tersebut sedang duduk bersila sambil memejamkan matanya.
"Ternyata kau yang kemari." Kakek tersebut berkata tanpa membuka matanya.
"Kakek, mengapa kau ada di sini? Apa kau memiliki sebuah misi lagi?"
"Saat ini aku tidak memiliki misi untuk , tetapi aku ingin berpesan agar dirimu segera menghilangkan kebencian yang ada pada dirimu agar dirimu bisa mendapatkan kekuatan Peace Knight."
Aslan mengerutkan dahinya mendengar saat mendengar perkataan kakek tersebut, ia sudah sering mendengarkan pesan yang serupa namun ia baru mengetahui bahwa ia bisa mendapatkan kekuatan Peace Knight.
"Jadi aku bisa mendapatkan kekuatan Peace Knight!?"
"Benar, tapi kau harus menghilangkan kebencian itu dari dalam dirimu. Oh ya, aku juga ingin sedikit bercerita tentang Peace Knight padamu."