
Seorang pemuda sedang mengantre di atm untuk mengambil uang yang dikirimkan oleh orang tuanya.
Pemuda tersebut bernama Rudi, Rudi adalah seorang sarjana namun sampai saat ini ia masih menjadi pengangguran dan masih mengandalkan uang orang tuanya yang sangat kaya.
Rudi memilih untuk pindah dari rumah orang tuanya karena ia ingin hidup mandiri. Rudi selalu mencari pekerjaan namun ia tidak pernah diterima di mana pun.
Sambil mengisi kesenggangannya Rudi memilih untuk bermain Vegas Online bersama sahabat-sahabatnya. Vegas Online adalah game bergenre Vrmmorpg yang memiliki sensasi yang sangat nyata bahkan NPCnya pun memiliki Ai yang sangat tinggi hingga sangat sulit membedakan antara player dan NPC.
Sudah 3 bulan sejak Vegas Online dirilis pertama kalinya, sudah ada 2.000.000 player aktif dari seluruh dunia yang memainkan game bergenre vrmmorpg ini.
Setelah sekian lama menunggu akhirnya sekarang giliran Rudi, Rudi mengambil uang secukupnya lalu ia bergegas pergi karena hari ini ia telah memiliki janji dengan sahabat-sahabatnya untuk menjalankan sebuah misi.
Saat Rudi tengah berlari menuju rumahnya, ia menabrak seorang wanita sampai wanita itu terjatuh.
"Ah maafkan saya nona." Rudi mengulurkan tangannya pada wanita tersebut, wanita itu segera mengambil tangan Rudi lalu ia bangun.
Rudi yang melihat wajah wanita tersebut seketika langsung terpana bahkan sampai tidak berkedip saat melihat kecantikan wanita tersebut.
Wanita yang terus dipandangi Rudi tersebut pun menjadi tersipu lalu ia segera berlari meninggalkan Rudi tanpa berkata apa-apa karena sudah terlalu malu.
Rudi hanya menghela nafas dan berharap bahwa ia akan bertemu lagi dengan wanita tersebut. Rudi yang usianya sudah menginjak 25 tahun ini memang memiliki paras yang cukup tampan, banyak para wanita yang mengejarnya namun Rudi selalu tidak peduli dengan wanita-wanita tersebut karena Rudi tidak tertarik dengan mereka.
Namun baru kali ini ia tertarik dengan seorang wanita. Rudi merasakan detakan jantungnya semakin cepat lalu ia tersenyum dan bergegas pulang kerumahnya.
Setelah beberapa menit akhirnya Rudi sampai di rumahnya, rumah Rudi tidak terlalu besar namun cukup untuk Rudi sendiri. Rudi memang sengaja tidak membeli rumah yang besar karena menurutnya percuma jika memiliki rumah yang besar namun hanya berisi satu orang saja.
Rudi masuk kedalam rumahnya dan segera pergi kedalam kamarnya, ia mengambil benda yang mirip dengan helm, benda tersebut bernama Rens-gear.
Rudi segera berbaring di atas kasurnya lalu ia mengenakan Rens-gearnya, pandangannya mulai meredup lalu tiba-tiba ia berada disebuah kota.
Kota yang bergaya abad pertengahan ini bernama Kota Arista, kota yang sering dijadikan tempat awal seorang pemula dalam bermain Vegas Online.
"Aslan, kami disini." Merasa nama karakternya di panggil ia pun segera menoleh dan pergi kearah suara itu.
Aslan adalah nama karakter Rudi di Vegas Online, jika didalam game mari kita panggil Rudi sebagai Aslan.
Aslan melambaikan tangannya pada orang-orang yang memanggilnya, mereka semua adalah sahabat-sahabat Aslan.
Sahabat Aslan ada empat orang dan mereka semua memiliki job dan ras yang berbeda, mereka adalah Michael yang memiliki job sebagai Guardian dan berasal dari ras Beastman , Arka yang memiliki job sebagai Archer dan berasal dari ras Dark Elf, Richard yang memiliki job sebagai Mage dan berasal dari ras Half-Elf, Rey yang memiliki job sebagai Paladin dan berasal dari ras Manusia lalu Aslan sendiri memiliki job sebagai Swordsman dan berasal dari ras Manusia.
Ketika awal membuat karakter setiap player akan memilih ras dan saat player sudah masuk kedalam game mereka harus mencari sebuah job terlebih dahulu jika ingin naik level.
Job dibedakan menjadi beberapa tingkatan yaitu Biasa, Menengah, Tinggi dan ada tingkatan job yang langka dan sangat kuat, tingkatan itu bernama Special.
Job tingkat Special sangat sulit didapatkan bahkan saat ini job tingkat Special hanya dimiliki beberapa orang saja.
"Kau terlambat lagi, Aslan." Rey menepuk bahu Aslan.
"Maaf, tadi aku ada sedikit urusan." Aslan menundukan wajahnya.
"Ah, sudahlah lagi pula kami juga baru datang." Michael menenangkan Aslan.
"Baiklah, mari kita pergi mengambil misi!" Aslan mengangkat tangannya lalu mereka semua pergi keluar kota.
Diantara kelimanya level Aslanlah yang paling rendah, ia baru berlevel 24 sedangkan yang lainnya sudah berada diatas level 30.
Setelah beberapa lama akhirnya mereka sampai di kaki gunung, tak jauh dari tempat mereka ada seorang kakek tua yang memegang tongkat dilengan kirinya.
Aslan dan sahabat-sahabatnya pun segera menghampiri kakek tersebut. Kakek itu mengerutkan dahinya saat rombongan Aslan datang namun ia tetap diam ditempat.
"Kakek, kami ingin menjalankan sebuah misi. Apa kakek memiliki sebuah misi?" Michael memulai percakapannya dengan sang kakek.
"Hohoho, ternyata kalian ingin sebuah misi. Tenang saja aku punya misi untuk kalian." Setelah berkata seperti itu sebuah notifikasi muncul.
[Hidden Quest
Rank: S
Waktu: 2 hari
Reward:???
Penalti: Jika gagal atau membatalkan misi maka level akan diturunkan menjadi level 0
[Terima/Tidak]
"Misinya cukup sulit." Arka mengelus dagunya.
"Jika kita melakukannya bersama maka tidak ada yang tidak mungkin." Aslan sangat bersemangat dalam menjalankan misi namun keempat sahabatnya itu menyeringai.
"Karena Aslan sangat bersemangat, bagaimana jika dia saja yang memutuskan?" Rey melirik teman-temannya lalu semuanya mengangguk.
Aslan mendekat kearah kakek tersebut lalu berkata, "Baiklah kakek, kami menerima misimu." Pada saat yang bersamaan keempat teman-teman keluar dari party dan membuat hanya Aslan yang menerima misi tersebut.
Aslan mematung lalu ia melirik kearah empat sahabatnya itu, keempat sahabatnya itu tertawa puas lalu mereka meninggalkan Aslan yang tengah mematung tersebut.
"Ke...kenapa...mereka melakukan ini?" Aslan menunduk sendu dan pada saat bersamaan ia mendapatkan sebuah notifikasi.
[Hidden Quest
Membunuh naga
Rank :S
Waktu : 1 hari 23 jam 59 menit 43 detik
Reward :???
Penalti: Jika gagal atau membatalkan misi maka level akan diturunkan menjadi level 0
Kemajuan : Bunuh naga 0/1]
Aslan menatap notifikasi tersebut dengan sedih karena telah dikhianati oleh sahabat-sahabatnya yang telah bersama selama 5 tahun.
Disaat Aslan masih bersedih sebuah ada sebuah pesan dari Rey, Aslan pun segera membuka pesan tersebut.
"Aslan, maafkan aku tapi kau memang pantas mendapatkannya karena kau itu hanya beban bagi kami."
Seketika amarahnya memuncak, Aslan mengepalkan tinjunya dan bertekad untuk membalaskan dendam pada keempat sahabatnya bukan, tapi mantan sahabatnya.
Kakek tua yang memberikan misi pada Aslan hanya tersenyum kecil lalu ia mendekati Aslan dan menepuk bahu Aslan.
"Jangan bersedih! Ketika satu hilang maka akan ada seribu yang akan datang." Aslan melirik pada kakek tua tersebut.
"Aku yakin kau akan mendapat teman yang lebih baik lagi." Kakek tua itu tersenyum hangat pada Aslan.
Setelah mendengar ucapan kakek tersebut Aslan menjadi bersemangat dan ia pun tersenyum namun tiba-tiba ia ingat dengan misinya seketika ia menjadi panik.
"Bagaimana ini?"
"Apa aku bisa?"
"Aku 'kan baru berlevel 24."
"Apalagi pedangku juga masih tingkat basic."
Aslan mengigit kuku jarinya, ia menatap kakek tua ia dan ia langsung bersujud dihadapan kakek tersebut.
"Kakek bantulah aku, bagaimana caranya untuk melawan naga itu?"
"Percaya pada dirimu sendiri." Tiba-tiba kakek tersebut diselimuti cahaya dan ia menghilang dari pandangan Aslan.
Aslan terkejut dan ia semakin panik karena disaat-saat seperti ini tidak ada yang dapat membantunya.
---
Halo semua!!!
Ini karya kedua saya dan mungkin lebih baik daripada karya saya yang sebelumnya, semoga kalian suka ya.
Ditunggu like, vote dan commentnya.