
Sebuah buku jatuh di hadapan Hirens, ia mengambil buku tersebut dan sangat terkejut saat tahu bahwa buku tersebut adalah Job Book tingkat Special.
"Hirens, tolong kembalikan buku itu!" Aslan mendekati Hirens.
"Oh, jadi Job Book ini milikmu." Hirens mengangguk-anggukan kepalanya, "Aku akan mengembalikannya tapi dengan satu syarat, syaratnya adalah kau masuk ke guildku."
"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah masuk ke guildmu."
Senyum kecut terbit di wajah Hirens, ia menghela napas beberapa kali sambil memutar otaknya, menurutnya ini adalah kesempatan untuk merekrut Aslan.
"Apa kau tidak ingin Job Book ini? Aku yakin sangat sulit bagimu untuk mendapatkan job ini."
Sulit bagi Aslan untuk menahan amarahnya, apa pun caranya ia harus segera mengambil Job Book itu karena akan sangat merepotkan jika Hirens mendapatkan job Peace Knight.
"Mengapa kau begitu ingin aku masuk ke dalam guildmu?"
"Alasannya adalah karena aku menyukaimu." Ucapan Hirens membuat Aslan bergidik ngeri, ia menelan ludahnya sambil mundur beberapa langkah.
"Kau jangan salah paham dulu, bukan suka itu yang aku maksud tapi aku suka dengan semangatmu. Kau bisa menjadi contoh yang baik bagi anggota lain...ah, aku ingat jika ada sahabatmu yang masuk ke dalam guildku."
Mendengar ucapan Hirens tersebut membuat amarah Aslan tak terbendung lagi, ia mengepalkan tinju dan bersiap untuk menyerang Hirens.
"Hei-hei...apa kau lupa jika di dalam kota tidak bisa melukai player lain? Jika kau melakukannya maka kau akan terkena hukuman yang cukup merepotkan."
"Aku tidak peduli! Aku sudah sangat marah padamu, karena dirimulah sahabat-sahabatku pergi."
Hirens menaikkan alisnya, ia menyeringai sambil memasukkan Job Book tersebut ke dalam Inventorynya, "Jika itu maumu maka akan aku turuti." Hirens melesat pergi lalu diikuti oleh Aslan.
Dari kejauhan ada seorang pria paruh baya dengan joran di tangannya sedang berdiri di atap sebuah rumah. Pria tersebut memperhatikan Aslan dan Hirens sejak tadi.
"Mengapa kau memilih anak yang ceroboh seperti itu, Guru? Dia bahkan kehilangan job itu hanya karena tersandung batu." Pria tersebut bergumam sambil menggelengkan kepalanya.
Pria itu melompat ke atap rumah lainnya lalu mengikuti Aslan dan Hirens.
***
Langkah Hirens terhenti saat ia telah sampai di luar kota, Aslan yang mengikutinya sejak tadi pun ikut berhenti. Hirens berbalik menghadap Aslan sambil menghunuskan pedangnya pada Aslan.
"Aku akan memberimu kesempatan untuk melampiaskan amarahmu padaku dengan berduel di sini."
"Mengapa kita tidak berduel di arena saja?"
"Berduel di sana sangat merepotkan dan aku tidak bisa bebas jika berduel di sana. Oh ya, jika kau berhasil mengalahkanku maka aku akan memberimu Job Book ini."
Aslan mengangguk tanda mengerti, ia mengambil pedangnya lalu melapisinya dengan [Toxic Sword]. Mereka saling bertatapan, mencoba membaca pikiran lawannya.
Mereka saling bertatapan beberapa hingga Aslan memutuskan untuk menyerang terlebih dahulu, pedang Aslan dan pedang Hirens beradu.
Aslan menendang Hirens namun dengan cepat Hirens menghindar, Hirens pun menyerang balik Aslan dengan serangan memutar.
Pedang Aslan menahan serangan Hirens tersebut lalu ia menggores lengan kanan Hirens. Hirens cukup terkejut saat tahu ia terkena racun, beberapa potion di keluarkan dari inventory lalu ia meminumnya.
Saat Hirens ingin meminum satu potion lagi, namun Aslan melemparkan pedang ke arahnya membuat dirinya tidak jadi meminum satu potion lagi.
"Hahaha, ternyata kau bisa curang juga. Baiklah, karena kau telah berbuat curang maka aku akan curang juga."
Hirens mengeluarkan Peace Knight Job Book dari inventorynya, Aslan merasakan firasat buruk tentang ini.
"Hirens, jangan bilang kau akan menggunakan itu."
Hirens hanya memberikan senyum mengejek pada Aslan lalu ia menggunakan Job Book itu, buku di tangannya bercahaya lalu bersatu dengan tubuh Hirens.
"Gyahahaha, akhirnya aku mendapatkan job tingkat Special. Dengan job ini aku akan menjadi sangat kuat."
"Sialan kau...!!!"
Aslan mengeluarkan satu pedang dari Inventorynya lalu ia melesat ke arah Hirens, Hirens bersiap menyambut serangan Aslan.
Belum sempat Aslan sampai di tempat Hirens, tiba-tiba ada sebuah aura yang begitu kuat. Aslan dan Hirens langsung bertekuk lutut saking kuatnya aura tersebut.
Seseorang dengan pakaian hitam turun dari langit, menengahi Hirens dan Aslan. Aslan melihat wajah orang tersebut dan ia terkejut saat mengenal wajah tersebut, ia hendak berbicara namun orang tersebut sudah menendang wajah Aslan.
Tubuh Aslan terpental beberapa meter, ia berdecak kesal dan ingin berdiri namun aura tersebut masih menekannya.
Orang berpakaian serba hitam tersebut memandang Hirens, ia tersenyum senang dan seketika tali-tali hitam muncul dari bayangannya lalu mengikat Hirens.
"Kerja bagus, Hirens. Akhirnya kau mendapatkan job tingkat Special juga."
Dari punggung orang tersebut muncul sepasang sayap hitam, orang tersebut mengepakkan sayapnya lalu terbang sambil membawa Hirens.
Aslan berdecak kesal, ia menggerakkan tangannya lalu ia sadar bahwa aura yang menekannya sudah hilang.
Aslan pun bangkit sambil menatap kepergian Hirens dan orang tersebut, ia sungguh tak menyangka jika player terkuat pertama datang menyelamatkan Hirens.
"Tak ku sangka Nibi berada di sini." Tiba-tiba seorang kakek tua muncul di depannya membuat Aslan sangat terkejut.
"Sungguh anak ceroboh." Kakek tua yang tak lain adalah Aztec memukul kepala Aslan dengan tongkatnya.
"Mengapa kau menyalahkanku? Seharusnya kau datang lebih awal untuk membantuku agar job itu tidak di ambil oleh Hirens."
"Terserah kau saja, tapi apa kau tahu akibatnya jika job itu berada di tangan yang salah?" Aslan pun menggelengkan kepalanya.
"Jika kekuatan itu di salah gunakan maka untuk membuat perdamaian di muka bumi ini hanya akan menjadi angan saja."
"Cih, aku tidak peduli dengan namanya perdamaian di sini. Aku berada di dunia ini hanya untuk bermain saja jadi aku tidak peduli dengan hal-hal seperti itu."
"Dasar, pendatang abadi." Aztec menghela napas sambil, "Baiklah, aku tidak bisa memaksamu jika kau tidak peduli dengan pedamaian, tapi yang aku takutkan adalah saat orang itu terlepas dari segelnya dan membuat kekacauan.
Apa kau ingin jika dunia yang kau jadikan sebagai tempat bermain hancur dan kau tidak bisa bermain lagi? Jika aku menjadi dirimu, aku akan melindungi dunia yang telah membuat kebahagiaan untukmu."
Aslan merasa perkataan Aztec memang ada benarnya, ia menghela napas dan menanyakan cara untuk mendapatkan job itu kembali namun Aztec memberitahu Aslan bahwa job itu tidak bisa di dapatkan kembali.
"Sebenarnya bisa saja untuk mengambil job itu darinya tapi untuk melakukan itu harus menggunakan pedang yang kau dapatkan saat melawan naga emas."
Aslan memejamkan matanya lalu membuka lagi, "Itulah yang menjadi masalah, pedang itu hanya bisa digunakan oleh Peace Knight."
Aztec merasa kecewa pada dirinya sendiri karena tidak mampu menjalankan tugas dengan baik, ia hanya bisa menghela napas berkali-kali lalu mengajak Aslan pergi ke sebuah bukit.
Sesampainya di bukit tersebut, Aztec langsung duduk bersila lalu memejamkan matanya. Aslan ikut duduk di sampingnya namun baru saja bokongnya mencapai tanah, tiba-tiba Dragon Soul Sword dengan sendirinya keluar dari Inventory Aslan dan terbang di udara.
Aslan sangat terkejut, ia pun segera berdiri sambil menatap pedang tersebut. Aztec juga ikut terkejut saat melihat hak tersebut, ia pun segera bangkit dan berdiri di samping Aslan.
Pedang tersebut bercahaya terang, membuat yang melihatnya harus menutup mata karena sangat menyilaukan. Tak lama kemudian terdengar suara raungan yang berasal dari pedang tersebut.
---
Halo semua, jangan lupa like, vote, koment dan favorite.
Semua dukungan kalian bisa bikin Hika tambah semangat lagi nulisnya.
Salam Kegelapan.