
Aslan menatap tajam kera tersebut lalu ia segera melesat ke arah kera tersebut, kera tersebut tersenyum lalu ia mengangkat tangannya.
Aslan mengerutkan dahinya saat melihat itu namun tiba-tiba sebuah tombak telah menancap di perutnya, HP Aslan berkurang dan saat ia ingin melepaskan tombak tersebut, tombak tersebut bergerak dengan sendirinya dan terbang ke arah kera tersebut.
"Gyahahaha, kau sangat lemah." Kera tersebut melempar tombaknya ke langit lalu ribuan tombak turun dari langit.
Aslan berdecak kesal, ia segera mencari tempat untuk menghindari tombak-tombak tersebut namun naas Aslan tak menemukan tempat tersebut dan ia pun terkena tombak-tombak tersebut.
HP Aslan tersisa 3% lagi lalu ia pun segera meminum potion sebanyak-banyaknya. Bar HP Aslan pun kembali penuh dan segera saja ia melesat ke arah kera tersebut.
Aslan mengayunkan pedangnya pada kera tersebut namun tiba-tiba mata kera tersebut mengeluarkan laser berwarna merah kepada Aslan.
Aslan segera menghindar serangan tersebut, "Jika terus seperti ini aku tidak akan pernah menang." Aslan segera mengambil jarak aman lalu ia melihat status kera tersebut.
[Red Fire Ape (Boos)
Level : 30
HP : 30.000/30.000]
"Cih, dengan HP seperti itu aku akan sangat sulit untuk mengalahkannya."
Kera tersebut mulai mengangkat tongkatnya lagi, kera tersebut ingin mengeluarkan skill yang sama seperti sebelumnya. Aslan segera melesat ke arah kera tersebut lalu ia meninju perut kera tersebut untuk menggagalkan skill sang kera.
Kera tersebut menjadi geram lalu ia mengayunkan tombaknya pada Aslan, Aslan segera menahan tombak tersebut dengan pedangnya.
Kera tersebut segera menendang Aslan hingga Aslan terpental beberapa meter. Aslan bangkit sambil menatap tajam kera.
"Aku harus membuat rencana untuk melawannya."
Aslan mengelus dagunya, "Aku memiliki attack setiap serangan sebesar 300 dan kera itu memiliki HP 30.000, artinya aku butuh menyerang 300 kali untuk membuat HP kera tersebut habis. Aku memiliki HP sekitar 4.000 dan serangan kera tersebut memiliki damage sekitar 500, artinya aku hanya bisa terkena 8 serangan."
Aslan menggengam erat gagang pedangnya, "Baiklah, mari kita mulai!" Aslan mengaktifkan [Toxic Sword] lalu ia melesat ke arah kera tersebut.
Aslan mengayunkan pedangnya pada kera tersebut dan ia berhasil membuat sebuah luka di lengan kanan kera tersebut.
"Dengan bantuan racun membunuh kera tersebut akan lebih mudah."
Aslan segera memberikan lagi serangan pada kera tersebut namun kera tersebut menahan pedang Aslan dengan tombaknya lalu ia menendang Aslan hingga Aslna terpental dan menabrak kelopak bunga mawar tersebut.
Aslan bangkit lalu ia melihat kebelakang, ia menelan ludahnya saat melihat kebawah. Aslan berpikir jika ia terjatuh sudah dapat dipastikan ia akan langsung mati.
Aslan segera berbalik badan dan ternyata kera tersebut sudah berada didekatnya, kera tersebut melompat ke arah Aslan. Aslan segera menangkap kera tersebut lalu melempar kera tersebut keluar bunga raksasa.
"Aku yakin kera tersebut akan mati." Setelah berkata seperti itu sebuah notifikasi muncul dihadapan Aslan.
[Level Up]
[Level Up]
[Level Up]
Aslan tersenyun senang karena ia naik tiga level yang artinya ia sudah mencapai level 25. Tiba-tiba Dragon Rose bergetar dan mengecil membuat Aslan terjatuh seperti kera tadi.
"Aaaaaaaaah." Aslan berteriak sekencangnya lalu ia menutup matanya karena sangat ketakutan.
Aslan terus berteriak selama beberapa menit namun ia merasakan sebuah keanehan, ia pun membuka matanya dan alangkah terkejutnya ia saat melihat bahwa dirinya sudah berada ditanah dengan selamat.
Aslan melihat tangan kanannya dan ia terkejut saat melihat Dragon Rose sudah berada di tangannya. Segera saja Aslan memeriksa status bunga tersebut.
[Dragon Rose (???)
???]
"Cih, hanya namanya saja yang terlihat tapi tak apa karena yang terpenting bagiku adalah mendapatkan bunga ini."
Tiba-tiba tanah bergetar hebat dan tak lama kemudian guncangan yang begitu kuat dirasakan oleh Aslan. Beberapa menit kemudian guncangan tersebut berhenti, Aslan menghela nafas lega lalu ia pergi menuruni bukit tersebut.
Saat sampai dikaki bukit, Aslan sangat terkejut saat melihat bukit tersebut sudah tidak melayang lagi.
"Rasanya seperti ini lebih baik." Aslan pun segera pergi dari Vaughan Hill namun ia melihat bahwa hari sudah senja ia pun memutuskan untuk beristirahat dahulu sebelum pergi ke Grigio Lake.
Aslan mencari tempat untuk logout yang aman namun ia hanya menemukan gubuk bekas tempat tinggal Robert, dengan terpasksa ia pun segera masuk kedalam gubuk tersebut dan logout.
Keesokan harinya, dipagi yang cerah Aslan sudah siap untuk pergi ke Grigio Lake untuk mengambil Immortal Pearl.
Aslan telah mencari tahu keberadaan Grigio Lake dan ternyata jaraknya tidak terlalu jauh dari Vaughan Hill. Grigio Lake berada didekat sebuah kota yang hanya berjarak 1 kilometer dari Vaughan Hill.
"Baiklah, aku akan pergi sekarang tapi sebelum itu aku akan membakar gubuk ini karena aku sangat membenci pemilik gubuk ini."
Aslan mengeluarkan Fire Core lalu mengarahkannya pada gubuk tersebut, seketika api menyebur dari Fire Core dan membakar gubuk tersebut.
Aslan pun segera memasukan kembali Fire Core dan ia segera pergi ke Grigio Lake.
Hanya butuh waktu satu jam bagi Aslan untuk sampai di Grigio Lake dan saat ini ia sudah sampai di Grigio Lake.
Aslan terpana saat melihat keindahan danau tersebut, ia sampai tak bisa berkata-kata saking indahnya danau tersebut.
"Hmmm...dimana keberadaan Immortal Pearl itu?" Aslan segera melirik ke sekitar dan ia melihat seorang pria paruh baya sedang memancing dipinggir danau tersebut.
"Sepertinya aku harus bertanya pada pria tersebut." Aslan pun segera menghampiri pria tersebut.
Merasakan kehadiran Aslan, pria paruh baya tersebut segera melirik ke arah Aslan. Pria paruh baya tersebut menaikan alisnya saat melihat Aslan.
"Apa kau ingin memancing juga?" Aslan menggelengkan kepalanya.
"Aku ingin mencari Immortal Pearl, apa Tuan tahu dimana tempat mutiara itu berada?"
Pria paruh baya tersebut menghela nafas lalu ia melihat ke langit, "Lagi-lagi mutiara sialan itu. Aku dapat memberitahumu tempatnya namun kau harus menemaniku memancing sampai aku mendapatkan ikan."
"Baiklah, demi mutiara itu aku akan menemanimu memancing."
Aslan pun duduk disebelah pria paruh baya tersebut sambil melihat pria paruh baya tersebut memancing, pria paruh baya tersebut melirik kearah Aslan dan memandangi Aslan dari atas sampai bawah.
"Siapa namamu? Dan apa tujuanmu mencari mutiara tersebut?"
"Namaku Aslan dan tujuanku mencari mutiara tersebut adalah karena seseorang memintanya padaku."
Pria paruh baya tersebut mengangguk, "Namaku Viktor." Setelah berkata seperti itu Viktor kembali fokus memancing.
Dua jam kemudian Viktor masih belum juga mendapatkan seekor ikan pun. Aslan sudah sangat bosan, ia terus menerus menggerutu membuat Viktor menjadi sedikit kesal.
"Tunggulah sebentar lagi! Aku yakin sebentar lagi ada ikan yang kudapatkan." Viktor berusaha tersenyum manis pada Aslan
"Cih, satu jam yang lalu kau juga berkata seperti itu tapi hingga sekarang kau masih belum mendapatkan satu pun ikan."
Aslan menghela nafas lalu tiba-tiba air di danau tersebut bergejolak, Viktor segera mengangkat jorannya dan seekor ikan lele raksasa melompat di air.
Aslan melebarkan matanya saat melihat lele raksasa tersebut namun berbeda dengan Viktor, ia tersenyum gembira karena mendapatkan ikan yang begitu besar.
Viktor menyeringai lalu seketika jorannya di selimuti oleh cahaya kuning keemasan, Viktor segera menarik jorannya dan ikan lele raksasa itupun tertarik keluar danau.
Viktor tersenyum lalu ia segera meninju lele raksasa tersebut dan seketika lele tersebut tewas ditempat, Aslan menganga saat melihat hal itu lalu ia mendekati Viktor yang sedang tersenyum tersebut.
"Hei, cepat berikan pedangmu! Aku ingin memotong lele ini dan memasaknya untuk makan siangku."
Aslan pun segera memberikan pedangnya pada Viktor dan dengan lihai Viktor memotong lele tersebut hingga menjadi beberapa bagian.
Setelah selesai Viktor segera mengembalikan pedang tersebut pada Aslan lalu ia segera membawa potongan-potongan ikan tersebut pergi.
"Hei, tunggu!" Viktor pun menghentikan langkahnya lalu ia membalikan badannya.
"Kau sudah berjanji sebelumnya, jadi sekarang tepati janjimu!"
"Ternyata kau masih menginginkan mutiara itu tapi sayangnya aku tidak tahu dimana mutiara tersebut." Setelah berkata seperti itu Viktor tiba-tiba menghilang.
"Apa!?"
**Jangan lupa like, vote, comment dan favorite supaya saya bisa tambah semangat nulisnya**.