
Fanie menanti kalleid di kamarnya dengan gelisah . Fanie mencoba duduk di sofa lalu ketiduran . Tak lama ada suara orang membuka pintu .
" Pelankan suaramu . Baringkan saja aku di kasur . " Kalleid dipapah beberapa pengawalnya karena terluka parah .
Dokter memeriksa luka kalleid dan membalutnya .
" Anda harus banyak beristirahat dan berhenti dulu menggunakan pedang yang mulia . " Dokter menjelaskan secara detail kepada kalleid
" Baiklah terima kasih . Kalian boleh pergi . " Kalleid menahan sakitnya dan mulai berbaring .
" Apa kau menungguku . Ratu masa depanku . " Kalleid bergumam sendiri Kalleid melihat fanie dari jauh yang sedang tidur .
Kalleid berbaring di ranjang sedangkan fanie berbaring di sofa .
" Hoam … ini sudah jam berapa ya . Apa kalleid sudah datang . " Fanie terkejut ternyata Kalleid sudah berada di ranjang dalam keadaan terluka parah .
" Apa kau baik-baik saja kalleid . " Fanie menggenggam tangan kalleid yang sedang tertidur pulas .
Tak lama , wajah kalleid mulai menghitam dan dia berteriak kesakitan sambil memejamkan mata . Fanie yang panik segera memanggil kepala pelayan dan dokter .
Justin dan Rasyan yang mendengar keributan dari kamar kalleid menghampirinya . Mereka terkejut Fanie ada di kamar kalleid .
Rasyan tersenyum senang melihat keadaan kalleid yang sekarat karena terkena racun monster bilsha . Justin berusaha menenangkan Fanie yang panik dan gelisah .
" Tenanglah . Dokter pasti akan menanganinya dengan baik . " Justin mengelus rambut Fanie
" Terima kasih kak . " Fanie tersenyum senang dan mengusap air mata .
" Aku juga heran kenapa monster bilsha bisa muncul di beberapa tempat dan menjadi lebih ganas . " Justin membayangkan pembasmian monster di lembah harrum .
" Atau mungkin sengaja ada sesuatu yang membuat dia marah kak . " Fanie menatap Justin
" Kami juga tidak tahu alasannya . " Rasyan menggelengkan kepala .
" Aku ke kelas dulu ya . Aku yakin kalleid punya aura yang kuat . " Justin berbicara dengan Fanie sambil mengelus kepalanya .
" Kami pergi dulu ya . " Rasyan dan Justin keluar dari kamar kalleid .
Justin tidak suka melihat kedekatan antara Fanie dan kalleid .
" Sejak kapan mereka jadi dekat . " Justin mengerutkan dahi
" Tenanglah . Mungkin hanya sebatas mengagumi saja . " Rasyan menenangkan Justin .
Rasyan dan Justin menuju ke kelas . di depan asrama , mereka bertemu Martina . Selir pangeran kalleid yang ngotot ingin masuk ke asrama rumah emas berlian .
" Ada apa penjaga . " Justin bertanya pada salah satu penjaga
" Maaf yang mulia pangeran . Beliau adalah selir pangeran kalleid . Pangeran kalleid sudah berpesan untuk tidak memperbolehkan siapapun masuk ke dalam kamarnya . " Penjaga berbicara sambil menundukkan kepala . Martina terlihat kesal dan marah mendengar ucapan penjaga .
" Kau dengar sendiri kan . Sekarang pergilah tunggu kabar dari ksatrianya . " Rasyan mengerutkan dahi dan menatap Martina .
" Tapi pangeran saya ingin melihat suami saya . Saya mohon . " Selir Martina berlutut di depan pangeran Justin dan pangeran Rasyan.
" Kau hanya seorang selir . Belum jadi istrinya . Di dalam sudah ada para dokter dari akademi yang merawatnya . " Pangeran Justin berlalu meninggalkan selir Martina
Selir Martina marah . Rasyan dan Justin seperti mengolok-olok statusnya yang hanya seorang selir . Ditambah lagi kalleid juga tidak mau dijenguk . Martina kembali ke kerajaan iblis hitam dengan kesal dan penuh amarah .
Saat malam hari . Selir Martina berusaha menyusup ke kamar kalleid . Martina terkejut saat tau ada sosok wanita lain yang menemani kalleid . Martina yang gelap mata berusaha menyedot sihir yang di miliki Fanie . Tapi ternyata . Justru sihir milik Martina yang tersedot keluar . Martina yang panik dan takut langsung pergi menggunakan teleportasi sihir .
Roy sang ksatria hitam muncul dan memeriksa kamar kalleid . Ternyata Roy tau kalau sang selir berusaha membunuh Fanie . Melihat Fanie yang baik-baik saja , Roy keluar dari kamar kembali menjaga putra mahkota dari jauh .
Martina kembali ke kamarnya dengan selamat . Dia berbaring di ranjang dengan gemetaran . Martina memikirkan cara lain agar Fanie menjauh dari kalleid . Martina memanggil seorang penyihir yang hebat di kerajaan iblis hitam . Dia menggunakan sihir hitam untuk membunuh Fanie .
Dokter akademi yang memeriksa pangeran kalleid terkejut bukan kepalang . Racun monster terhisap begitu cepat ke seluruh tubuh pangeran kalleid . Dokter hanya bisa memberi obat dan sihir perlindungan .
Karena khawatir kondisi kalleid yang tak kunjung membaik . Fanie memanggil Lila ke asrama Rumah emas berlian .
" Kenapa kondisi pangeran jadi seperti ini kak . " Lila masuk ke kamar kalleid dan memperhatikan kalleid dari jauh .
" Aku juga tidak tahu kenapa . Apa kau bisa mencari dokter atau penyihir yang hebat . " Fanie menghela nafas
" Sebaiknya aku hubungi dokter sabin saja kak . Kakak tunggu disini . " Lila keluar kamar lalu menghubungi dokter sabin dengan batu sihir
Tak lama dokter sabin datang sendiri ke akademi . Saat memeriksa kondisi kalleid , dokter sabin terkejut dan bingung . Bagaimana bisa seorang dokter akademi memberi racun ke muridnya . Sementara obat yang diberikan kepada pangeran adalah obat yang memperburuk racun monster yang ada di tubuh kalleid .
" Tenang saja nona . Ini hanya racun monster yang sulit dikeluarkan . Dengan obat dan sedikit sihir penyembuhan akan segera keluar racunnya . " Dokter sabin berusaha menutupi kondisi kalleid dari fanie
" Begitukah . Kenapa mukanya jadi menghitam . " Fanie tidak percaya perkataan dokter sabin
" Ini efek yang ditimbulkan racun yang sudah menyebar ke tubuh pangeran nona . " Dokter sabin menatap tajam dokter akademi yang mengawasi mereka .
Lila yang merasa ada yang aneh dengan tingkah dokter sabin langsung melakukan sihir suara dengan dokter sabin . (sihir yang hanya bisa didengar oleh pembicara dan lawan bicara ) .
" Ada apa dengan kalleid .jangan bohong di depanku . " Lila mengerutkan dahi
" Dosis racun monsternya di tambah dan obat yang diberikan adalah obat penyumbatan pembuluh darah . " Dokter sabin menyalurkan sihir penyembuh kepada kalleid .
" Apa maksudmu dosis racunnya ditambah . Katakan dengan jelas . " Menatap dokter sabin tajam
" Ada yang menambah racun monster ke dalam minumannya . " Dokter sabin batuk dan mengeluarkan darah setelah melakukan sihir penyembuh kepada kalleid
" Dokter anda tidak apa-apa . " Fanie khawatir lalu menolong dokter sabin yang terjatuh di bawah tempat tidur kalleid .
" Terima kasih bantuannya nona . Racun monster yang ada di tubuh pangeran memang sangat ganas . Untunglah pangeran punya aura iblis yang kuat . " Dokter sabin berusaha menenangkan Fanie dan Lila
" Syukurlah kalau pangeran baik-baik saja . " Fanie kembali duduk di samping pangeran kalleid dan mengusap keringat yang ada di wajahnya .
Dokter akademi mengantar dokter sabin keluar asrama rumah emas berlian .
" Sebaiknya anda tutup mulut jika ingin selamat . " Dokter akademi tersenyum senang dengan tatapan mengancam
" Kalau aku tidak tutup mulut , mungkin aku sudah mengatakannya dari tadi . " Dokter sabin mengeluarkan sayap lalu terbang pergi meninggalkan akademi
" Terimakasih Lila atas bantuannya . Kalau kau lelah kau boleh istirahat di kamarku . "
" Tidak usah . Justru kau yang harus istirahat . Biar aku saja yang menjaga pangeran . " Lila duduk di samping kalleid sementara fanie tidur di sofa
Malam menjelang . Lila meninggalkan kamar kalleid menuju asrama emas . Saat hendak menuju tangga tanpa sengaja Lila mendengar percakapan pangeran Rasyan yang berada di lantai yang sama dengan pangeran kalleid .
" Ayahanda . Putra mahkota monster itu sedang sekarat . Perlukah sekarang hamba membunuh raja iblis hitam . " Pangeran Rasyan menggunakan batu sihir
" Hahaha … memang anakku yang terbaik . Pastikan dulu jasadnya dalam keadaan menghitam baru kau bunuh raja iblis hitam tua Bangka itu . " Raja iblis es mengakhiri panggilan dan tersenyum senang .
Lila yang mendengar itu takut tidak karuan Dan kabur menggunakan teleportasi . Dia langsung menghubungi kakek dan menjelaskan secara detail apa yang dia dengar .
" Raja iblis es masih terobsesi dengan penyatuan benua iblis dan menjadi raja satu-satunya di benua ini . Sungguh licik . " Kakek bergumam sendirian melihat indahnya langit .
Kakek juga memberi saran kepada Lila untuk tidak ikut campur masalah keluarga kerajaan . Lila terlihat marah saat mendengar ucapan kakek . Lila mengira kakek tidak peduli dengan nyawa seseorang .
" Apa yang harus ku lakukan sekarang . Aku berharap kalleid selamat dari racun itu . " Lila berbaring di ranjang sambil menghela nafas
Fanie bangun lalu mengusap keringat dan mengganti baju kalleid yang basah . Fanie ketiduran di samping kalleid sambil menggenggam tangan kalleid .
Kalleid mulai membuka mata dan melihat sekelilingnya . Dia tersenyum manis saat melihat Fanie ada disampingnya .
" Apa kau lelah . Menungguku begitu lama . " Kalleid mengusap rambut fanie yang masih tertidur pulas .
Kalleid memanggil Roy yang sedang berjaga di luar kamar .
" Anda sudah sadar Pangeran . " Roy menundukkan kepala
" Apa ada yang aneh saat aku tidak sadarkan diri . " Kalleid duduk sambil menikmati sarapan
" Tidak ada yang mulia . Hanya saja ksatria bayangan milik pangeran Rasyan selalu mengintai kerajaan iblis hitam . "
" Rupanya mereka tidak sabar menungguku mati . " Kalleid tersenyum senang
" Apa rencana anda yang mulia . " Roy menatap wajah pangeran kalleid
" Kita nikmati dulu saja apa yang mereka Tunjukkan . Kembalilah ke kerajaan . Beritahu Baginda tentang kondisi lembah harrum dan monster itu . " Kalleid kembali menikmati sarapan ditemani cahaya matahari pagi . Sementara Roy kembali ke Kerajaan iblis hitam melaporkan tentang lembah harrum pada raja .
Kalleid membangunkan Fanie yang sedang tidur pulas .
" Ayo bangun ratu masa depanku . " kalleid Mencubit pipi Fanie
" Aku masih mengantuk Lila . Nanti saja . " Fanie melepas tangan kalleid
" Lihat aku siapa . Dasar tukang tidur . " kalleid menjewer telinga Fanie
" Ah… sakit . " Fanie cemberut lalu membuka mata .
" Kalleid … kau sudah sadar . Maaf aku ketiduran . " Tersenyum melihat kalleid yang sudah bangun
" terima kasih sudah menemaniku dan menjagaku . Ayo sarapan . " Kalleid dan Fanie turun dari ranjang lalu sarapan sambil berbincang .
Hari ini kalleid mulai masuk kelas setelah perburuan monster di lembah harrum . Ada kabar tidak sedap yang di dengar Fanie .
" apa kau sudah tahu . Kalau pangeran kalleid yang mencelakai pangeran Hary dan pangeran Arthur . " Seorang siswi akademi berbisik lirih
" aku juga mendengarnya . Pangeran Hary dan pangeran Arthur terluka lebih parah dari pada pangeran kalleid . "
" Mungkin gosip yang beredar itu benar . Dia adalah iblis pembunuh ."
Siswa di belakang lila dan Fanie berbicara lirih
Fanie yang emosi pun memukul meja dan Mengeluarkan aura iblis yang ganas
" Jaga mulut kalian . Kalian tidak ada di lembah itu waktu bertarung . " Fanie memandang wajah siswa itu dengan penuh amarah .
Siswa yang takut langsung diam dan menunduk malu .
" Lalu kenapa kau marah kalau memang pangeran kalleid seorang iblis pembunuh . " Salah satu siswa tersenyum melihat ekspresi Fanie yang marah
" Bukan urusanmu . " Lila menatap tajam siswa itu dan menyuruh fanie kembali duduk
" Atau jangan-jangan gosip tentang Pangeran kalleid punya kekasih baru dari kaum budak itu benar ya . " Seluruh siswa yang ada di kelas tertawa dan mata mereka tertuju pada Fanie yang punya keturunan manusia .
Fanie yang emosi mengeluarkan aura hitam seperti milik kalleid dan mencekik leher siswa itu dengan aura hitam tersebut . Seluruh siswa yang melihat langsung diam ketakutan .
" Maaf Fanie … aku minta maaf . " Siswa itu kesulitan bernafas dan mulai terengah-engah . Guru pembimbing datang dan melerai mereka berdua . Fanie dan siswa itu dihukum . sihir dan aura mereka disegel selama 3 hari .
Siswa itu kembali ke asrama . Di Dalam kamar sudah menunggu pangeran Hary dan pangeran Rasyan .
" Selamat siang yang mulia . " Siswa itu Membungkukkan badan
" Kerja bagus . Fanie hampir mengeluarkan seluruh kekuatannya . " Pangeran Hary tersenyum senang
" Terima kasih pangeran . "
" Sekarang aku akan memberikan kompensasi atas kerja kerasmu . " Pangeran Rasyan menghampiri siswa itu memberikan segenggam koin emas . Saat siswa itu lengah dengan koin emas . Pangeran Rasyan menusuknya dengan pisau di bagian jantung .
" Akan berbahaya jika kau tetap hidup dan mengetahui kekuatan Fanie . " Pangeran Hary keluar kamar siswa itu dan pergi menggunakan teleportasi . Pangeran Rasyan sedikit resah tentang sikap Fanie kepada kalleid
" Bagaimana kalau dia benar jatuh cinta sama kalleid kakak . apa tidak berbahaya bagi kita . " Pangeran Rasyan sedikit gelisah .
" Itu terserah dia . Bahaya bagaimana maksudmu . Kalau kita membuat Fanie yang menjauhi kalleid tentu saja tidak akan bahaya .
" Pangeran Hary tersenyum
" Aku percaya pada kakak . Tapi ingat jangan menyakiti Fanie . Dia adik kita juga . " Pangeran Rasyan menghela nafas
" Tentu saja tidak . Aku hanya ingin membunuh kalleid dan merampas kerajaannya . Fanie hanya sebagai alat mengalahkan raja bodoh itu . " Pangeran Hary tersenyum
" Iya kak . Aku percaya . " Pangeran Rasyan tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar tindakan kakaknya . Pangeran Rasyan dan pangeran Hary kembali ke asrama rumah berlian .
Fanie dan Lila Menuju perpustakaan mencari buku sihir kuno .
" Seharusnya kakak bisa menahan emosi dan aura kakak yang begitu besar . " Lila menatap Fanie dengan perasaan khawatir
" Iya aku minta maaf . Aku emosi mendengar perkataan mereka kalau aku seorang budak . " Fanie menghela nafas
" Kakak tenang saja . Aku tidak menganggap kakak seperti itu . " Lila tersenyum menatap Fanie
" Terima kasih Lila . " Fanie kembali mencari buku tentang sihir kuno tapi tidak kunjung ketemu .
Fanie juga bingung bagaimana bisa Fanie memiliki sihir kuno yang bisa menyedot kekuatan lawan dan memakai kekuatan itu untuk menghancurkan lawan . Fanie hanya tau kalau dia manusia yang tinggal di dunia manusia . Dia tak tahu apa-apa tentang manusia setengah iblis dan sihir kuno penyedot kekuatan lawan .
" Aku sudah membaca beberapa buku tentang sihir kuno tapi tak ada satupun menjelaskan tentang asal usul atau siapa saat ini yang memiliki kekuatan tersebut . " Fanie bergumam sendirian dan menghela nafas
" Apa kau sudah selesai membaca . " Lila menghampiri Fanie
" Sudah . mungkin besok aku kepustakaan milik kerajaan saja . " Fanie membereskan buku dan meninggalkan perpustakaan bersama Lila .