THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 25



Stefanie Mengajak Riri mendaki bukit bunga di selatan kerajaan peri . Lila senang bukan main dia menemukan bunga langka yang bisa digunakan sebagai obat .


" Hahaha … bunga aku datang . " Lila segera memetik bunga langka itu lalu memasukkannya di dalam cincin ruang miliknya . Sementara Lisa dan stefanie menikmati pemandangan di bawah sinar matahari pagi . Terlihat dari jauh hiruk pikuk rakyat kerajaan peri yang mempersiapkan pesta ulang tahun kerajaan . Dari desa sampai ke ibukota semua ikut merayakan .


Saat melihat indahnya bunga di bukit bunga , Stefanie teringat wajah Leon yang tersenyum manis . Mukanya merah dan malu . Stefanie tidak sadar kalau dia merindukan Leon .


Stefanie berbicara dengan Lila dan Lisa menggunakan telepati .


" Ada seseorang dengan sihir tingkat dewa dan kaisar mengawasi kita . Siapkan jarum kalian . " Stefanie memberikan informasi agar hati-hati pada Lila dan Lisa


" Tenang saja . Sepertinya mereka hanya mengawasi kita . " Lisa memandangi bunga yang sangat cantik


" Wah … kita bakalan kaya . Semua jenis bunga untuk obat ada disini . " Lila Melompat kegirangan melihat bunga yang selama ini dia cari akhirnya ketemu


" Aduh , anak ini . Apa dia dengar tadi kita bicara sesuatu . " Stefanie terlihat kesal setelah tahu Lila tidak mendengarkan telepati suaranya


Lisa tertawa keras . " Ya … kau akan kaya kalau menjual bunga itu . " Lisa dan stefanie membantu Lila mengambil bunga untuk obat . Sore hari mereka bertiga pergi ke pasar malam melihat indahnya pesta kembang api .


Stefanie pergi ke toko senjata untuk melihat senja . Sementara Lila dan Lisa asyik membeli makanan dan menikmati pertunjukan seni .


" Ada yang bisa saya bantu nona . " Penjaga toko melihat Stefanie lalu bertanya lagi


" Apakah anda Yang menyembuhkan putri Sofia . " Penjaga itu bertanya dengan antusias


" Iya karena kebetulan saya tahu ilmu pengolahan tradisional . " Stefanie tersenyum


" Ilmu sihir anda hebat sekali . Semua orang penasaran dan kagum dengan anda . " Penjaga toko itu senang bisa berjumpa dengan Stefanie


" Biasa saja tuan itu karena saya suka membaca buku . " Stefanie tidak mau dipuji berlebihan


" Senjata apa yang ingin anda cari nona . " Penjaga toko memperlihatkan beberapa senjata tingkat kaisar


" Apa anda punya jarum dan senjata kecil saja . " Stefanie tidak begitu tertarik pada pedang


" Ada nona . Jarum Besi hitam dan jarum perak . Nona sudah tahu kegunaannya kan . Kalau ini bintang hitam terbuat dari besi hitam . Ini senjata tingkat kaisar nona sangat ampuh apabila dioleskan racun . " Penjaga toko menjelaskan tentang senjata


" Aku ambil semua jarum dan bintang hitam nya paman . " Stefanie membeli beberapa senjata


" Wah … wah seorang budak juga bisa beli senjata tingkat atas ya . Tapi kenapa hanya jarum saja . Apa kau kekurangan koin emas . " Tunangan Nalan datang dengan mengejek Stefanie


" Setidaknya senjata ini masih bisa membuat mulutmu mati karena racun." Stefanie kesal dengan perkataan tunangan Nalan . Dia memberikan koin emas pada paman penjaga toko . Penjaga toko ikut tertawa mendengar ucapan Stefanie


" dasar sombong . Kenapa kau tertawa . Mana senjata pesananku . " Tunangan Nalan emosi


Malam perayaan ulang tahun kerajaan tiba . Stefanie memakai gaun yang indah dan bercahaya . Semua mata tertuju padanya . Dia diajak berdansa oleh Nalan . Tunangan Nalan semakin kesal dan marah melihat mereka berdua menari bersama


" kenapa anda tidak fokus dari tadi nona . " Nalan terus memandang bibir cantik Stefanie


" Tidak apa-apa nona anda akan terbiasa nanti . " Nalan tidak sedetikpun mengalihkan pandangannya dari Stefanie


Stefanie duduk disamping yang mulia putri Sofia . Mereka semua sedang menikmati tarian khas kerajaan peri . Saat pelayan Menyajikan makanan dan minuman , Stefanie merasakan bau yang aneh tapi samar . Stefanie ingat kemarin dia mencium bau ini di bukit bunga . Nama bunga itu adalah hemlock air. Yang mana akarnya sangat beracun dapat melumpuhkan fungsi otak dalam beberapa detik saja .


Stefanie berbicara dengan Lila dan Lisa menggunakan telepati


" Jangan makan apapun di depan kalian . Semua makanan dan minuman ini beracun . " Stefanie melihat Lila dan Lisa . Mereka berdua terdiam dan bengong tidak percaya


" Dari mana kau tahu . " Lisa berbisik


" Aku mencium aroma ini saat di bukit bunga kemarin . Aku ingat betul bunga itu beracun . " Stefanie memandang Lisa . Stefanie memberitahukan hal ini pada Putria


Sofia .


" Lalu aku harus bagaimana mana nona . Ayahku berada disana . " Putri Sofia mulai panik


" Tenang saja puteri biarkan ayah anda menderita sedikit kita akan menangkap pelakunya . " Stefanie berbicara dengan putri Sofia dengan telepati


Beberapa jam setelah acara . Kami semua mulai muntah ada yang pingsan dan langsung muntah darah. Saat itulah adik raja peri menghunuskan pedangnya menghampiri raja dan ingin membunuhnya


" Paman sangat terburu-buru rupanya . " Sofia bangkit dari tidurnya


" Kenapa kau tidak mati . " Paman terkejut melihat sofia yang baik-baik saja .


" Tentu saja aku tidak apa-apa . Ada ahli racun yang menolongku . " Sofia menghajar muka pamannya dan melemparkan badannya ke lantai . Stefanie bergegas menyembuhkan raja ratu dan semua orang yang ada di pesta . Sementara Sofia menghadapi pamannya yang memberontak


" Anak tidak tahu diri . Ayahmu tidak becus menjadi raja . Hanya pamanmu yang pantas duduk di singgasana itu ." Paman tertawa melihat dia dipukuli oleh keponakannya


" Paman yang tidak pantas menjadi raja . Apa paman tahu mengapa kakek memilih ayahku daripada paman yang unggul di segala bidang." Sofia bertanya dengan emosi yang meledak-ledak


" Itu karena ayahmu seorang penjilat yang tidak tahu malu . " Paman mencoba menyerang Sofia dengan senjata sihir rahasia . Sofia menangkis serangan itu dengan jari Dahlia .


" Paman salah . Kakek tidak menunjuk paman karena paman orang yang ambisius dan mementingkan diri sendiri . Kerajaan akan bisa hancur jika di tangan paman . " Sofia menghentikan serangannya


" Omong kosong . Seorang raja harus punya ambisi agar bisa menjadi raja . "Paman mencoba menyerang menggunakan pedang duri mawar .


Putri Sofia terpental jauh ke belakang dan muntah darah . Sofia mencoba bangkit dengan menahan rasa sakit . Sofia menggunakan jurus terakhir miliknya yaitu bunga kematian yang telah diajarkan oleh ibunya . Sang paman langsung terpelanting menghancurkan tembok.


Raja dan ratu sadar . Raja memerintahkan sang adik untuk dihukum penggal di hadapan rakyat kerajaan peri . Raja dan ratu serta bangsawan mengucapkan terima kasih pada Stefanie .


Tiga hari kemudian hukuman penggal dilangsungkan di aula kerajaan peri disaksikan begitu banyak rakyat . Mereka melempari adik raja dengan buah busuk sayuran busuk . Sang adik malah tertawa terbahak-bahak melihat dia akan dipenggal


" Aku tidak tahu kalau dia adalah dalang dari kejadian ini . Aku pikir dia adalah orang yang tidak tamak akan kekuasaan . " Raja sedih dikhianati oleh orang terdekatnya


" Tenang ayahanda ini sudah berakhir . " Putri Sofia memeluk sang ayah yang raut mukanya terlihat sedih