THE QUEEN OF DEMON KINGDOM

THE QUEEN OF DEMON KINGDOM
chapter 15



Saat hendak kembali menuju asrama . Stefanie dipanggil kepala sekolah di ruangannya .


" Selamat siang yang mulia . Ini Stefanie siswa yang mendapatkan juara pertama . " Kepala sekolah memberikan salam pada raja iblis es yang menunggu di ruang guru pembimbing .


Raja iblis es dan para pangeran menonton di kursi paling depan aula pertarungan .


" Biarkan dia masuk lalu tinggalkan kami . " Raja iblis es duduk di sofa


" Salam hamba yang mulia raja iblis es . " Stefanie membungkukkan badan


" Duduklah . Kau cukup berani membuat putri kesayanganku terluka parah . " Sang raja menatap Stefanie


" Ini kah yang dinamakan ayah kandung . Pertama kali bertemu malah memaki anaknya sendiri . Tidak mungkin dia tidak tau kalau aku menggunakan sihir kuno . Yang melambangkan keturunan kerajaan . " Stefanie bergumam dalam hati


" Yang mulia putri juga sama . Sangat berani merendahkan ibu saya . Walau saya tidak ingat wajahnya . Beliau tetap dalam hati saya . " Stefanie tersenyum kecil


" Kau sudah tau rupanya . Pintu kerajaan iblis es terbuka lebar untukmu . Kekuatan sihir mu mirip mendiang ayahku . " Raja tersenyum


" Maaf yang mulia raja . Sepertinya itu belum perlu . Saya masih ingin melanjutkan akademi dan berpetualang ke benua yang lain . " Stefanie menolak dengan sopan .


" Terserah kau saja . Aku bisa membiayai seluruh keperluan mu di akademi . " Raja mulai merayu Stefanie dengan uang


" Tidak perlu yang mulia . Kakek masih mampu membiayai hidup saya . Dia orang yang baik dan tulus menolong saya . " Stefanie tersenyum


" Apa kau mencurigai ketulusanku . " Raja memandang Stefanie sebentar


" Iya yang mulia . Tidak mungkin anda mau membiayai saya secara percuma setelah anda membuang saya begitu saja . " Ekpresi Stefanie berubah seketika


" Bagus kalau kau tau . Aku ingin kekuatan sihirmu di alihkan ke pada para pangeran iblis es . Mereka lebih membutuhkannya . Kau cukup jadi istri yang menemani suamimu di rumah . " raja menatap Stefanie dengan tatapan tajam


" Apa anda bercanda yang mulia . " Stefanie mulai kesal tapi masih bisa menahan amarahnya


" Aku tidak bercanda . Hanya saja itu pilihan yang terbaik untukmu dan untuk para rakyat . " Raja memegang pundak Stefanie


" Sepertinya anda terlalu percaya diri yang mulia . Maksud anda demi menguasai benua iblis seorang diri . " Stefanie menampik tangan raja iblis es


" Jaga sikapmu Stefanie . " Rasyan kesal dengan sikap dan perkataan Stefanie


" Tenanglah tidak apa-apa . " Raja iblis es menenangkan Rasyan yang hendak memukul Stefanie


" Pikirkan baik-baik . Akan ada hadiah yang setimpal jika kau menyetujuinya ." Raja iblis mengerutkan dahi melihat ekpresi Stefanie yang datar .


" Baik yang mulia saya undur diri dulu ." Stefanie meninggalkan ruangan dengan kesal marah dan sedih


" apa ayah yakin dia mau memberikan Kekuatan sihirnya . " Jimin penasaran


" Tentu saja dia tidak akan mau . Sebentar lagi kerajaan iblis hitam akan berangkat ke Medan perang dan kerajaan iblis api sibuk menjarah tambang milik kerajaan iblis hitam . Bawa dia lalu ambil paksa kekuatan sihir dari tubuhnya . " Raja iblis es emosi


" Baik ayahanda . " Para pangeran kompak menjawab


" Putra mahkota apa persiapannya sudah matang . " Raja iblis es menghela nafas


" Sudah ayahanda . Walau ada masalah beberapa waktu lalu sekarang sudah beres . Saya menambahkan 2x dosisnya . " Pangeran Hary tersenyum


" Bagus ... Bagus . Kejadian burung api kemarin terlalu mudah untuknya . " Raja iblis es meninggalkan akademi menggunakan kereta kuda terbang


Justin yang mendengar perkataan mereka langsung kaget dan heran .


" Memang benar ayahanda mengincar sihir milik Stefanie . Tapi aku tidak menyangka ayah akan membunuhnya . Apa yang akan ku lakukan . Aku memiliki sihir paling lemah diantara para pangeran . " Justin menggenggam tangannya


" Aku harap kau tidak mengacaukan dan menghalangi rencana ku . " Harry memperingatkan Justin


" Tergantung pada kakak . Apa yang akan kakak lakukan . " Justin menjawab dengan tegas


" Kenapa kau lama sekali diruang guru ." Kalleid menunggu di depan ruang guru


" Kenapa harus menggunakan sihir peredam suara . Aku mengkhawatirkan mu . " Lila duduk di samping kalleid


" Maaf ... Maaf . Ayo kembali ke asrama saja . " Stefanie dan yang lain langsung menggunakan teleportasi sihir menuju ke kamarnya . Stefanie mulai meneteskan air mata dan berbaring di ranjang .


" Kau kenapa . Ada apa di ruang guru tadi . " Lila menenangkan Stefanie


" Aku bertemu ayah kandungku untuk pertama kali . Apa kau tau dia berkata apa padaku . "Suara tangis Stefanie makin kencang


" sudah ... Sudah . " Kalleid mengusap air mata stefanie


" Dia meminta sihirku di pindahkan ke salah satu pangeran . Dia bilang aku tidak berguna dan tidak perlu sihir kuat seperti ini . " Stefanie menangis terisak-isak


" Dasar sinting . Babi tua itu bosan hidup . Sama saja dia mengambil jantungmu dan kau mati . " Lila marah mendengar perkataan Stefanie . Begitu juga dengan kalleid . Dia langsung mengeluarkan aura hitam pekat seolah ingin membunuhnya .


" Tenanglah . Mungkin kita bisa menghindari pemindahan sihir ini . " Lila memikirkan cara untuk merka tidak mengambil jantung Stefanie


" Bagaimana cara nya . "Kalleid menatap Lila dengan serius


" Kau tahu makam kaisar pertamakan . Kau harus kesana untuk uji keturunan terpilih . Jika kau keturunan terpilih siapapun tidak bisa memindahkan ataupun menyerap kekuatan sihirmu . Walaupun kau disiksa dan di cambuk sampai berdarah , kekuatan sihirmu justru tambah kuat tidak bisa dihilangkan hanya bisa di segel . " Lila menjelaskan pada kalleid dan Stefanie


" kenapa aku baru tahu hal ini . Padahal aku keturunan kaisar pertama juga . " Kalleid curiga pada Lila


" Karena kau keturunan kerajaan yang paling bodoh . " Lila mengejek kalleid


" Dasar dada rata . Aku bicara serius ." Kalleid mulai jengkel dengan sikap Lila


" Aku juga serius dasar iblis . Kalau kau tidak punya kutukan mungkin raja iblis hitam akan membawamu kesana ." Lila menatap kalleid . Stefanie sebenarnya ingin tahu dari mana kutukan itu berasal tapi Stefanie takut perasaan kalleid tersinggung .


" Aku hanya tahu kutukan ini dari para raja benua iblis yang saling berebut kekuasaan . " Kalleid menghela nafas


" Itulah kenapa kau bodoh . Kau tidak mencari tahu seluruhnya . " Lila menyindir kalleid


" Diam kau dada rata . " Kalleid memukul kepala Lila


" Dasar iblis . Apa kau sudah gila memukul kepala orang seperti ini . " Lila mengumpat di depan kalleid


" Salah sendiri kau menghina kau . " Kalleid tersenyum kecil


" Pfft ... Apa kalian tau . Kalian mirip kucing dan tikus yang sedang bertengkar . " Stefanie tersenyum melihat tingkah kalleid dan Lila


" Aku pulang saja . aku tambah emosi kalau ada dia . Selamat malam . " Lila berpamitan pada Stefanie


" Hati-hati di jalan . " Stefanie memandang wajah kalleid yang sedang duduk di sampingnya


" Istirahatlah aku kembali ke kamarku dulu . " Kalleid mencium kening Stefanie dengan lembut lalu kembali ke kamarnya .


" Roy . "


" iya yang mulia . " Roy langsung berdiri di belakang Kalleid dan membungkukkan badan


" Baik yang mulia . " Roy menundukkan kepalanya


" Ingat jangan sampai ada kesalahan ." Kalleid berbicara dengan tegas


" Baik yang mulia hamba mengerti . " Roy menghilang begitu saja menuju gunung Mawar


Disaat yang sama di benua hitam


" Yang mulia saya sudah mencari tahu tentang wanita itu . " Ksatria Josh menghadap raja benua hitam


" Siapa dia . " Raja benua hitam berendam di kolam yang penuh bunga dan parfum sambil membayangkan wajah cantik Stefanie


" Dia adalah anak dari raja iblis es yang di buang ke dunia manusia . Entah bagaimana dia bisa muncul kembali ke benua iblis . Dan dia diadopsi oleh mantan jenderal Alex kerajaan iblis api dan ke akademi sihir dengan rekomendasi jenderal Alex . " Ksatria Josh menjelaskan secara perlahan


" Ibunya manusia murni . " Raja benua hitam tersenyum


" Benar yang mulia . " Ksatria Josh mengangguk


" Kau boleh pergi sekarang . " Raja benua hitam masih membayangkan Stefanie berada di sampingnya sambil mandi bersama


" Bisa gila aku lama-lama . " Raja benua hitam tersenyum


" Apa perlu memanggil salah satu Harem anda yang mulia . " Josh menawarkan Harem pada raja


" Panggilkan yang belum pernah aku sentuh . " Raja menatap Josh


" Baik yang mulia . " Josh keluar dari ruangan


Keesokkan harinya . Stefanie dan kalleid menuju gunung mawar ke makam kaisar pertama menggunakan kereta kuda terbang .


" Wah ... Aku baru pertama kali naik ini . Ini seperti kau menaiki pesawat di dunia manusia . " Stefanie tak berhenti kagum dan heran


" Syukurlah kalau kau suka . " Kalleid tersenyum melihat tingkah Stefanie


Saat sampai disana , kalleid disambut baik oleh penjaga makam . Penjaga makam langsung membawa mereka ke relief batu mawar yang berada di sebuah ruangan di bawah tanah .


"Darimana anda tahu kalau saya keturunan keluarga kerajaan . " Stefanie penasaran atas tindakan penjaga makam yang langsung menyuruh stefanie untuk melakukan uji keturunan terpilih


" Aura anda berbeda dari orang biasa yang mulia . Walaupun anda tidak diakui oleh keluarga kerajaan iblis es . Bagi kami anda tetap keturunan kaisar pertama . " Penjaga makam tersenyum


" Panggilan yang mulia terlalu berlebihan bagi saya tuan . Panggil Stefanie saja . " Stefanie merasa malu di panggil yang mulia


" Hahaha ... Anda terlalu merendah putri . " Penjaga makam tertawa lepas


Pertama kali kalleid yang meneteskan darah pada batu prasasti mawar . Tapi setelah beberapa saat . Darah itu menghilang begitu saja . Selanjutnya Stefanie yang meneteskan darahnya ke relief mawar . Ternyata darah itu menyebar ke batu relief mengeluarkan cahaya emas yang berkilauan dan membentuk bunga mawar . Relief itu terbuka secara perlahan di dalamnya terdapat beberapa buku ilmu sihir milik kaisar dan senjata pusaka


" Anda boleh memilih salah satu dari senjata pusaka dan buku ini putri . " Penjaga makam memberikan arahan pada Stefanie


" Bagaimana kalau dia salah atau tidak cocok mengambil senjata itu . " Kalleid bertanya dengan penuh penasaran


" Jika ada yang cocok pasti akan menarik kekuatan sihir anda yang mulia . " Penjaga makam menjelaskan pada kalleid dan Stefanie


Ada sebuah pedang yang menarik kekuatan sihir Stefanie dan menekan aura miliknya . Dia mengambil pedang itu dan buku tentang sihir kuno .


" Anda beruntung putri . Ini pedang seribu bayangan milik kaisar yang melegenda . Dan ini adalah sihir kuno yang beliau tulis dengan tangannya sendiri . " Penjaga makam merasa senang saat tahu pedang itu kini sudah ada yang memiliki


" Tapi kenapa darah ku tidak bereaksi apa-apa . Padahal aku juga keturunannya . " Kalleid bertanya dengan wajah kecewa . Kalleid mencoba mengambil salah satu senjata pusaka tersebut . Alhasil tangan kalleid seperti disambar api hitam yang panas


" Hahaha ... Mungkin karena anda serakah dan masih ada dendam di dalam hati . Batu relief ini ditujukan untuk semua keturunan nya agar tidak memiliki rasa serakah dan haus akan kekuasaan . Akan tetapi yang lolos dari batu relief ini hanya 2 orang . " Penjaga makam sedikit kecewa dengan fakta ini


" Ada dua orang siapa yang satunya tuan . " Stefanie penasaran dengan kata-kata penjaga makam


" Anda dan putri Lisa dari kerajaan iblis api . Dia mendapatkan busur Garuda yang sangat cepat . " Penjaga makam membayangkan kekuatan panah Garuda


" pantas saja saat di aula pertarungan aku merasa aura busur Garuda sangat hebat dan kuat . " Stefanie kagum dengan Lisa


Setelah selesai mereka memutuskan untu berjalan-jalan disekitar makam . Dan merek kagum dengan keindahan pemandangan di makam itu .


" Simpan pedang seribu bayangan dan catatan kaisar di kalung Ruby yang aku berikan padamu . " Kalleid memasukkan pedang dan catatan ke dalam kalung


" Kenapa aku baru tahu kegunaan kalung ini . Dan bagaimana bisa benda sebesar itu bisa masuk kedalam kalung sekecil ini . " Stefanie penasaran sambil memegangi kalungnya


" Itu sihir ruang penyimpanan . Kau bisa mengambil dan menyimpan apapun ke dalam kalung . " Kalleid menjelaskan tentang kalung pada Stefanie


" Tunggu . Kalung bisa diisi apapun . Apa sebelumnya kalung ini juga ada isinya . " Stefanie makin penasaran dengan perkataan kalleid


" Iya lihat saja . Kau cukup mengatakan masuk ke dalam kalung secara lirih . " Kalleid tersenyum saat tahu Stefanie tidak tahu kalau ada begitu banyak emas dan batu sihir di dalam kalung itu


" Apa ... Aku punya banyak emas dan batu sihir . Apa kau yang memberikan padaku waktu itu . " Stefanie tercengang melihat tumpukan koin emas


" Hahaha ... Ku kira kau sudah tau dari dulu . Makanya aku diam saja . Ternyata kau baru tahu hari ini . " Kalleid tertawa lepas


" Jangan meledekku . " Stefanie cemberut


" Aku tidak meledekmu sekarang . Ayo kembali . Kakek Alex dan Lila menunggumu dirumah . " Kalleid mencium kening Stefanie


" Ayo . " Stefanie mengandeng tangan kalleid . Kalleid tersenyum dan memegang tangan stefanie dengan erat . Mereka berpamitan pada penjaga makam . Stefanie yang lelah tertidur di pangkuan kalleid . Kalleid membelai rambut Stefanie dan merapikannya


" Bangun sayangku kita sudah sampai ." Kalleid mencium pipi stefanie yang masih tidur


" Hoam ... Kenapa cepat sekali . Aku masih ingin istirahat . " Stefanie menguap


" Nanti kau bisa istirahat saat aku pergi . " Kalleid berdiri dan menggendong Stefanie keluar dari kereta kuda terbang


" Kalian sudah sampai rupanya . " Kakek berdiri didepan pintu menyambut kedatangan kalleid dan Stefanie


" Apa kabar kakek . Kakek terlihat sangat sehat . " Stefanie mencium tangan kakek Alex


" Kau bisa saja . Duduklah dulu pangeran Lila sudah menyiapkan makanan ." Kakek tersenyum


" Maaf kakek aku akan melanjutkan perjalanan . Aku titip Stefanie saat libur akademi . Tolong jaga dia baik-baik . " Kalleid dan stefanie saling menatap


" Kau tidak perlu khawatir . Dia sudah seperti cucuku sendiri . " Kakek masuk kedalam meninggalkan Stefanie dan kalleid


" Maaf kalau aku belum bisa mengajakmu menghadap ayahanda raja . Setelah perang usai . Aku janji akan menepati janji itu . " Kalleid memeluk Stefanie begitu erat


" Tidak apa-apa . Kembalilah hidup-hidup . Itu yang aku perlukan . " Stefanie menahan air matanya


" Aku janji jadi tunggu aku . " Kalleid mencium kening Stefanie


" Hey pangeran kalleid kaburlah jika kau kalah . " Lila berteriak sambil melihat kalleid dari kejauhan


" Baik gadis kecil akan aku ingat itu . Tumben kau memanggil namaku . " Kalleid bergumam lirih meninggalkan kediaman kakek Alex . Saat kalleid sudah menjauh , air mata stefanie jatuh . Dia seakan menangisi kepergian orang dia cintai untuk selamanya .